
Karena Mamah Adrian menasehati Saskia, akhirnya Saskia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Mamah Adrian mengembalikan ponsel milik Adrian. "Ya ampun, dangkal banget pikiran dia. Hanya karena kamu ada hubungan dengan Alin, dia jadi ingin bunuh diri."
"Ya gitulah, Mah. Mungkin karena Adrian terlalu ganteng, makanya perempuan-perempuan gak rela kalau lihat Adrian mau nikah," kata Adrian.
"Sifat kamu gak pernah berubah ya. Masih sama kayak Papah kamu yang selalu kepedean," kata Mamah.
"Loh! kok jadi Papah? bukannya Mamah yang selalu kepedean," kata Papah.
Akhirnya keduanya berdebat karena saling menuduh satu sama lain.
Skip
Tiba di rumah, Adrian langsung berganti pakaian karena ia ingin beristirahat.
Selesai berganti pakaian, ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia mengambil ponselnya dan tak lupa mengabari Alin jika ia sudah sampai rumah.
Karena pesannya sudah dibaca, otomatis Adrian tahu bahwa Alin juga belum tidur. Akhirnya Adrian menelponya karena ia merindukan suara Alin.
Meskipun Adrian tadi telah bertemu dengan Alin, tetapi ia tetap merindukan gadis itu. Mungkin kalau diibaratkan, Alin itu seperti candu bagi Adrian.
"Hallo, sayang."
"Ada apa, Adrian?" tanya Alin.
"Aku ganggu gak?"
"Enggak kok."
Adrian menceritakan tentang Saskia yang hampir bunuh diri. Dan Adrian juga memberitahu jika mamah Adrian telah menasehati Saskia hingga Saskia mengerti dengan situasi Adrian saat ini.
"Dia kayaknya cinta banget ya sama kamu," kata Alin.
"Iya lah, secara kan aku ganteng."
"Gini nih! aku paling gak suka saat kamu sombong."
"Aku cuma bercanda, Lin."
Kemudian, Alin mematikan panggilan teleponnya.
Adrian menghela nafasnya. Ia menyesali ucapannya.
Ya, Alin memang sangat benci jika Adrian selalu membanggakan ketampanannya. Karena jika Adrian sudah membahas tentang itu, pasti Adrian akan menyebutkan perempuan-perempuan siapa saja yang terpikat karena ketampanan Adrian.
Karena tak ingin Alin semakin kesal, Adrian langsung meminta maaf melalui pesan. Karena jika ditelepon kembali, pasti Alin tidak akan menjawab teleponnya.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya, seperti biasa Adrian sibuk bekerja di kantor. Saat bekerja, ia kurang fokus karena terus memikirkan Alin. Ia takut setelah kejadian semalam, Alin jadi membatalkan pernikahannya bersama Adrian.
Bicara soal pernikahan, Adrian sengaja tidak memberitahu teman-temannya kantornya tentang hal ini. Karena jika diumumkan sekarang, Adrian takut nantinya Alin tiba-tiba membatalkan pernikahannya.
Trining! Trining!
Ponsel Adrian berdering, lalu ia buru-buru menjawab panggilan tersebut karena panggilan tersebut dari Alin.
"Hallo, sayang. Aku minta maaf ya," ujar Adrian langsung pada intinya.
"Nanti malam aku tunggu kamu di restauran papah kamu. Pokoknya jam 7 kamu harus datang, jangan sampai telat," kata Alin.
Setelah berkata seperti itu, Alin langsung mematikan teleponnya.
Perasaan Adrian tak karuan, ia takut jika Alin nantinya akan memutuskan hubungan dengan Adrian. Apalagi Alin mengajak Adrian bertemu di cafe papah dan itu membuat Adrian sedikit curiga bahwa apa yang ia pikirkan akan terjadi.
"Ada masalah ya?" tanya Fahrul yang tiba-tiba menghampiri Adrian.
"Iya nih. Pacar aku kayaknya marah sama aku."
"Kalau gitu kasih bunga sama cokelat aja. Soalnya cewek suka luluh kalau cowoknya kasih dia bunga dan cokelat."
Perkataan Fahrul sangat tidak benar. Ya, memang kebanyakan cewek suka bunga dan cokelat. Tetapi beda lagi dengan Alin, dia luluh jika diberikan makanan pedas.
"Pacar aku beda, soalnya dia luluhnya kalau dikasih makanan pedas."
"Kalau gitu belikan makanan pedas aja. Siapa tahu nanti gak marah lagi."
...****************...
Sepulang kerja, Adrian langsung mandi karena nanti pukul tujuh malam ia akan pergi menuju restoran Papahnya.
15 menit kemudian...
Selesai mandi, Adrian berjalan menghampiri asisten rumah tangganya untuk menanyakan keberadaan Papah dan Mamahnya.
Tapi katanya, Papah sedang menjemput Mamah di lokasi syuting.
Entah kenapa Adrian merasa aneh, pasalnya Mamah selalu dijemput oleh supir. Tetapi sekarang, justru Papah yang menjemput Mamah.
Sambil menunggu pukul tujuh, Adrian bersantai terlebih dahulu sambil menonton televisi.
Sejujurnya saat ini Adrian agak takut jika nantinya Alin akan mengatakan hal yang tidak diinginkan Adrian.
Tingtong! Tingtong!
"Bi, ada tamu!" teriak Adrian.
Beberapa menit kemudian, seseorang datang menghampiri Adrian dan dia duduk disebelah Adrian.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Gue cuma mau main, sekalian mau nginep," ujar Arya sambil cengengesan.
"Nanti jam tujuh gue mau ke restoran Papah. Lo mau ikut atau enggak?"
"Ya mau lah, masa iya gue ditinggal."
Skip
Adrian dan Arya pergi ke restoran untuk menemui Alin. Sebelumnya, Adrian sudah membelikan buket bunga untuk Alin agar dia tidak marah lagi kepada Adrian.
"Btw, gue masih penasaran tentang sesuatu," kata Arya.
"Penasaran tentang apa?"
"Kenapa waktu itu lo berantem sama orang?"
"Gue gak bisa jelasin alasannya."
"Lo kan waktu itu udah janji sama gue kalau lo akan cerita. Tapi kok malah gak kasih tahu alasannya sih."
Adrian merasa serba salah. Waktu itu Adrian memang berkata bahwa dirinya akan menjelaskan alasan mengapa Adrian memukul Rehan. Tetapi jika Adrian memberitahu alasan itu, ia takut jika Arya memberitahu orang lain.
Arya memang tidak pernah membocorkan rahasia orang. Tetapi yang namanya manusia tetap saja ada jahatnya, jadi Adrian tidak akan memberitahu rahasia Alin kepada Arya.
"Jadi apa alasannya?" tanya Arya.
"Orang itu suruhan Saskia. Jadi Saskia nyuruh orang buat terus ikutin kemana gue pergi. Karena waktu itu gue tahu diikuti orang, terus gue langsung samperin dan pukul itu orang. Gak lama setelah itu, Saskia ancam gue dengan video itu. Katanya, dia ingin supaya gue putusin Alin, kalau enggak nantinya video itu akan dia sebar." Adrian berbohong.
"Ya ampun, kok dia sampai segitunya."
...****************...
Sesampainya di restoran, entah mengapa Adrian merasakan suasana yang berbeda. Biasanya restoran Papah selalu banyak pelanggan, tapi kali ini terasa sepi.
Karena Alin katanya sudah berada dilantai 2, akhirnya Adrian dan Arya pergi kesana untuk menemuinya.
Sesampainya disana, Adrian dikejutkan dengan suara balon meletus.
Semua orang yang berada dilantai 2 menyanyikan lagu selamat ulang tahun, karena hari ini merupakan hari ulang tahun Adrian.
Saking sibuknya, Adrian bahkan tidak ingat kalau hari ini ia berulang tahun. Jadi ia merasa terharu saat semuanya mengingat hari ulang tahunnya.
Bahkan ternyata kedua orang tuanya beserta keluarganya besarnya turut hadir disini. Dan itu membuat Adrian bahagia, karena baru kali ini keluarga besarnya merayakan hari ulang tahun Adrian.
Mamah dan Papah menghampiri Adrian. "Selamat ulang tahun."
"Makasih, Mah, Pah."
__ADS_1
Alin mendekati Adrian. "Tiup dulu lilinnya."
Adrian menutup kedua matanya dan ia membuat sebuah harapan terlebih dahulu. Setelah itu, ia langsung meniup lilin.