Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Airish Tidak Perlu Membayar


__ADS_3

Segera, Bion berkeringat dingin dan berkata. "Airish, ini Hotel Horison, bisnis milik Keluarga Tanaka, jangan berpikir kamu bisa menunggak disini, itu tidak mungkin!"


Bion mengancam Airish, dia berharap Airish menghentikan pelayan untuk membuka botol selanjutnya.


"Saya tidak berencana menunggak, kenapa? Apa kamu merasa tidak rela? Kalau begitu kamu bisa menyuruh pelayannya untuk berhenti membuka botol!" Airish tersenyum sinis dan bertanya pada Bion.


"Kenapa saya harus merasa tidak rela? penghasilan mu selama setahun tidak sebanding dengan uang jajanku selama sebulan..."


Bion tidak bisa menghentikannya saat ini, kalau dia menghentikan pelayan itu sama saja dengan menampar wajahnya sendiri, 10 botol Brendi itu merupakan pesanannya.


Tapi melihat sepuluh botol Brendi itu dibuka semuanya, Bion merasa hatinya berdarah.


"Memang anggur ini yang paling cocok denganku..."


Airish meraih sebotol Brendi dan menuangkan satu gelas besar untuk dirinya sendiri, lagu meneguknya sampai habis.


Melihat Airish minum seperti itu, Bion merasa jijik lalu berkata pada yang lainnya. "Ayo semuanya minum, jangan sampai orang ini menghabiskannya sendiri, seperti tidak pernah minum saja..."


Mereka yang mendengarnya langsung meraih botol dan menuangkan ke gelas masing-masing, bahkan Celine dan Gina yang tidak minum juga menuangkan segelas besar untuk diri sendiri, perlu diketahui kalau satu botol Brendi bernilai puluhan juta, kalau kali ini mereka tidak minum, mungkin seumur hidup tidak akan punya kesempatan untuk minum lagi.


Elsa tidak minum, dia masih menghibur Tiara yang sedari tadi tidak berbicara, sepertinya pukulan tadi terlalu telak untuk Tiara.


Bion melihat semua orang yang minum merasa lega, dia sudah memikirkannya sejak tadi, saat tagihan datang dia tidak akan mengeluarkan uangnya sendirian, dia boleh saja membayar tagihan makan, tapi karena mereka semua ikut minum, maka mereka harus patungan untuk membayar. Dia tidak akan bodoh dan membayar tagihan ratusan juta itu sendirian.


Tapi mereka tidak tahu tentang pemikiran Bion, mereka malah terus menyanjungnya.


"Kalau bukan karena Kak Bion hari ini, saya rasa seumur hidup pun saya tidak akan bisa meminum anggur sebaik ini!"


Bion yang melihat situasi itu langsung mengejar dengan yang lainnya, dia ingin lihat bagaimana Airish akan membayar, jangan sampai dia tidak membayar.


"Berapa total tagihan kami?" Bion bertanya pada staf kasir.

__ADS_1


"Pak, total tagihan kalian seluruhnya dua ratus sepuluh juta!" Staf kasir itu berkata dengan cepat.


Bion mengangguk, dan mengeluarkan ponselnya untuk menghitung lalu berkata pada Airish. "Airish, kita semua berjumlah 14 orang, setelah dibagi, setiap orang dikenakan 15 juta, kalian bertiga totalnya 45 juta..."


"45 juta, tidak banyak...." Airish tersenyum.


"Airish, sudah sampai tahap ini kamu masih berlagak apa, 45 juta tidak banyak? Kalau begitu cepat keluarkan, tunggu apa lagi? Gina tersenyum sinis.


"Saya rasa menjualnya pun tidak akan laku, masih menganggap dirinya kaya!" Celine juga langsung menghina Airish.


Mereka juga menatap Airish sebagai olokan, mereka ingin melihat bagaimana Airish akan membayar 45 juta, hanya seorang pemuda biasa, bekerja 10 tahun pun belum tentu menghasilkan 45 juta.


Pada saat ini Elsa menatap Airish dengan gelisah, dia tidak membawa uang, bagaimana mereka bisa membayar 45 juta?


Dan Tiara yang sejak tadi menundukkan kepalanya berkata. "Saya punya 20 juta, saya bisa memberikannya kepadamu...."


Bagaimanapun Tiara juga ambil bagian dalam acara kali ini, dia tidak boleh membiarkan Airish yang membayar, lagipula dia yang bersikeras mengajak Elsa kemari, hasilnya malah jadi seperti ini.


"Tiara, jangan berlagak seperti nyonya kaya! Dua puluh juta itu harus kamu hasilkan dari berapa kali menjual diri? Apa kamu tidak kasihan pada tubuhmu sendiri...." Gina yang melihat Tiara mau membayar segera menghinanya.


"Kamu..." Tiara yang mendengarnya seketika kesal hingga wajahnya memerah. Seketika, tatapan Tiara menjadi hitam, dia kesal hingga pingsan.


"Tiara, Tiara..."


Elsa yang melihat situasi itu segera memapah Tiara dan memanggilnya.


Airish menghampiri dan menepuk pelan pergelangan tangan Tiara, dia tahu kalau Tiara hanya terlalu kesal, dan akan baik-baik saja setelah sesaat, lalu berkata pada Elsa. "Elsa, kamu antar dulu Tiara pulang, disini biar saya yang urus...."


"Kak Airish, uang itu....."


"Kamu tidak perlu khawatir, saya punya solusinya, kamu cepat antar Tiara pulang...." Airish berkata dengan penuh keyakinan Elsa melihat Airish lalu melihat Tiara yang pingsan, lalu memutuskan untuk mengantarkannya pulang.

__ADS_1


"Airish, kamu membiarkan mereka pulang duluan, apakah kamu sudah tak berdaya dan berniat menunggak? Bion bertanya pada Airish.


"Menunggak?" Airish tersenyum. "Saya tidak mempunyai tagihan untuk ditunggak kok.


"Tagihan makanan kamu yang berjumlah 45 juta itu belum kamu bayarkan, apa maksudmu tidak ada tagihan? Kamu kira kalau kamu tidak memberikannya kepadaku, pihak hotel akan membiarkanmu pergi?" Bion mendengus.


"Saya tidak perlu membayar kalau makan disini, kenapa bisa ada tagihan? Apa kamu salah?" Airish mengernyitkan keningnya.


"Jangan berlagak bodoh, banyak yang melihatmu, dan semua pegawai hotel juga ada disini, apa kamu ingin melarikan diri setelah makan? Jangan kira karena kamu baru bebas dari penjara, kamu merasa dirimu sangat hebat, ini adalah bisnis milik Keluarga Winston, kalau kamu berniat melarikan diri, maka itu adalah kesalahan besar!" Bion mengira Airish mengandalkan statusnya sebagai mantan narapidana dan ingin melarikan diri setelah makan.


"Saya tidak melarikan diri, kamu tanyakan saja sendiri kepada pihak hotel, apa saya perlu membayar atau tidak!" Airish tersenyum.


Bion menatap Airish dengan curiga lalu bertanya pada staf kasir. "Bajingan ini ingin melarikan diri setelah makan, bagaimana kalian akan mengurusnya?"


"Pak, Tuan Airish makan disini tidak perlu bayar..." Staf kasir berkata dengan sangat sopan.


Satu kalimat itu langsung membuat Bion tercengang bagaikan disambar petir.


Bahkan yang lainnya juga ikut terkejut, mereka tidak mengerti kenapa Airish tidak perlu membayar.


"Kenapa? Kenapa dia tidak perlu membayar?" Bion bertanya dengan tidak percaya.


Saya tidak mempunyai kewajiban untuk memberitahukan alasannya kepada Anda, total tagihan kalian 210 juta, dikurangi dengan tagihan Tuan Airish sebesar 45 juta, masih ada sisa tagihan 165 juta, apakah Anda akan membayar dengan kartu debit atau transfer?" Staf kasir itu kembali bertanya.


Seketika itu Bion tercengang, dia masih belum mengerti apa identitas Airish yang membuatnya tidak perlu membayar kalau makan di Hotel Horison.


Gina dan Celine juga menatap Airish dengan tatapan tidak percaya, mereka sangat ingin melihat Airish dipermalukan.


"Menipu uang wanita, juga tidak seperti ini cara menghamburkannya, cepat bayarkan 165 juta sisa tagihanmu.


Airish tersenyum sinis pada Bion, tatapannya menunjukkan kejutan dan penghinaan.

__ADS_1


__ADS_2