
"Kak Airish?" Elsa menatap Airish dengan kebingungan, dia tidak mengerti maksud perkataan Airish.
"Besok saya akan menemanimu kesana, sekalian makan gratis disana..." Airish tersenyum santai.
Elsa terkejut, hanya saja wajahnya juga menunjukkan senyuman bahagia.
"Elsa, yang dikatakan pacarmu benar, besok kita kesana, dan tunjukkan pada bajingan itu, kalau kamu melewati kehidupan yang jauh lebih baik sekarang...." Tiara yang mendengarnya juga membujuk Elsa.
Kali ini, Elsa tidak lagi menjelaskan pada Tiara, dia hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Airish dan mereka melanjutkan obrolan.
Ketika mereka sedang minum, tiba-tiba seorang pria gemuk dengan telinga besar dan kalung emas datang lalu menampar Tiara tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Sialan, saya menghabiskan uang untuk kamu menemaniku minum, bukan untuk menemani orang lain minum, saya sudah mencarimu kemana-mana dari tadi!" Pria gemuk itu berkata sambil mencaci maki.
Tiara yang berada dalam situasi itu segera bangkit berdiri dan berkata dengan sopan. "Kak Bayu, saya kebetulan bertemu dengan seorang teman, jadi mengobrol sebentar, saya akan segera ikut denganmu...."
Melihat Tiara dipukuli, Elsa bangkit berdiri dan berkata dengan wajah tidak senang. "Kenapa kamu memukuli orang seenaknya saja? Kenapa kalau kamu menghabiskan sedikit uang, bukan berarti dijual padamu juga....”
Elsa pernah menjadi penari, jadi dia tahu bagaimana cara orang-orang seperti ini berpikir, mereka mengira dengan membayar sedikit uang, mereka sudah menjadi aset mereka.
Bayu melihat Elsa berani berkata dengan nada seperti itu padanya, raut wajahnya seketika membeku. "Bocah, besar juga nyalimu, berani berbicara seperti itu padaku, kulihat kamu juga tidak jelek, bagaimana kalau kamu tidur dengan ku semalam? Kebetulan kalian berdua, saya bisa bermain sampai puas...."
Bayu berkata dan hendak menyentuh Elsa, sama sekali tidak menganggap Airish yang duduk disampingnya.
"Kak Bayu, ini temanku, dia tidak mengerti hal seperti ini, malam ini saya saja yang menemani Kak Bayu sampai puas ya..."
Tiara berkata dan bergegas menghalangi Bayu.
Sampai pada tahap seperti ini, Tiara juga sudah tidak takut kalau Elsa dan Airish akan mengetahui pekerjaan aslinya.
__ADS_1
"Minggir, saya mau memainkan kalian berdua, kamu kalau berani menghalangiku, saya pasti akan menghabisi kamu...." Bayu berkata sambil mendorong Tiara.
Elsa yang melihat itu segera memapah Tiara, dan memelototi Bayu.
Dia tahu, semakin kamu terlihat takut didepan orang seperti mereka, mereka akan semakin menindas mu, jadi Elsa tidak menunjukkan ketakutannya sama sekali.
"Bernyali juga bocah ini...." Bayu melihat Elsa yang memelototinya, menyeringai dan hendak menarik Elsa.
Plak....
Bam..
Namun pada saat Bayu hendak meraih Elsa, Airish yang sedari tadi duduk tiba-tiba mengambil sebuah botol bir dan menghantamkannya pada kepala Bayu.
Darah langsung bercucuran dari kepalanya, dan membuat Bayu langsung memegangi kepalanya yang kesakitan dan terjatuh ke lantai.
Tiara yang melihat Airish memukuli Bayu seketika ketakutan dan memucat.
"Minggir kau sialan...." Bayu mendorong Tiara, dan menatap Airish dengan marah.
"Bajingan, berani memukuliku, kamu habis makan nyali beruang dan macan ya? Saya pasti akan membunuhmu...."
Airish melihat Bayu yang masih berani mencaci maki dirinya, kembali mengambil sebuah botol dan membuat Bayu terkejut dan kabur, dia kemudian berteriak. "Tunggu saja kamu, saya akan memanggil orang..."
Segera, Bayu kabur, Airish menatap Elsa dan Tiara seolah tidak terjadi apa apa. "Ayo duduk, kita lanjut makan!"
"Makan apalagi, cepat kabur, kamu tidak tahu siapa orang itu? Dia adalah penguasa di jalanan ini, dan memiliki belasan bawahan, kenapa kamu malah memukulinya, gawat lah sudah..."
Tiara panik, dia seperti cacing kepanasan, dan tidak punya selera makan lagi.
__ADS_1
"Tenang saja, kita makan saja, tidak perlu takut padanya...." Airish tersenyum santai.
Melihat Airish sama sekali tidak merasa takut, Tiara bertanya pada Elsa dengan kebingungan. "Elsa, pacarmu ini siapa? Apa dia mempunyai deking? Perlu diketahui dengan status pria itu, Airish yang tidak merasa takut sedikitpun membuat Tiara merasa kalau Airish pasti punya dukungan, kalau tidak dia tidak mungkin setenang itu.
"Kami bekerja bersama, juga sudah menjadi tetangga sejak kecil, dia tidak memiliki dukungan..." Elsa berkata sambil mengernyitkan keningnya.
"Tidak mungkin, kalau tidak memiliki dukungan kenapa dia tidak takut sedikitpun?" Tiara tidak percaya, kalau orang biasa mendengar status pria itu pasti sudah kabur ketakutan.
"Benar tidak ada dukungan, Kak Airish pernah masuk penjara dan baru dibebaskan baru-baru ini."
Menurut Elsa, pengalaman Airish yang pernah di penjara lah yang membuatnya tidak gampang merasa takut.
"Pantas saja, ternyata pernah dipenjara, mungkin dia sudah mengenal segelintir orang, namun Kak Bayu bukan preman biasa, dia juga anggota Yayasan Budi Suci, jadi saya mohon kamu bawa saja Elsa pergi dari sini.." Tiara membujuk Airish.
"Yayasan Budi Suci?" Airish yang mendengarnya merasa hal ini sangat menarik, kenapa hari ini dia selalu bertemu dengan orang-orang yayasan Budi Suci.
"Kenapa, sekarang sudah takut kan? Yayasan Budi Suci adalah kelompok mafia paling besar di Kota Bandung, preman-preman yang kamu kenal tidak akan bisa melindungi kamu, sekarang bawalah Elsa pergi, saya akan membujuk Kak Bayu nanti, paling saya tidak akan mengambil pembayaran darinya malam ini...."
Tiara berniat menggunakan tubuhnya untuk membujuk dan memohon pada Bayu.
"Takut?" Airish tiba-tiba tertawa. "Anggota yayasan Budi Suci lah yang harusnya takut padaku, mereka melihatku pasti langsung kabur!"
"Takut padamu?" Tiara menilai Airish sekilas dan berkata dengan malas. "Saya tidak sedang bercanda denganmu, kamu kalau mau pamer, silahkan pamer, tapi jangan libatkan Elsa!"
Tiara berkata sambil menarik Elsa dan berkata. "Elsa, ayo kita pergi, biarkan saja dia pamer, lihatlah seperti apa pria-pria yang kamu pacari!"
Saat Airish membujuk Elsa untuk hadir di reuni, Tiara masih memiliki sedikit kesan baik terhadap Airish, tapi seketika, semua kesan baik itu menghilang tak bersisa, menurutnya Airish hanyalah seorang yang suka pamer.
"Tiara, kak Airish bukan orang seperti itu...." Elsa tidak mau pergi, tapi Tiara terus menariknya.
__ADS_1
"Elsa, jangan gila, kamu tidak bekerja di jalanan jadi kamu tidak tahu sehebat apa yayasan Budi Suci, di seluruh Kota Bandung tidak ada orang yang tidak takut pada yayasan Budi Suci, Airish yang sudah pernah masuk penjara ini benar-benar tidak tahu batasan langit dan bumi...."
Tiara menarik Elsa dan tidak merenggangkan tangannya. Dan saat Tiara menarik ulur dengan Elsa, tiba-tiba sekelompok orang sudah mengerumuni mereka, dan yang memimpin didepan adalah Bayu, yang kepalanya sudah diperban.