Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Hutang Satu Miliar


__ADS_3

Melihat Airish yang pulang bersama Elsa, Melissa tertegun sejenak, hanya Shinta yang melihat mereka pulang tidak menunjukkan perasaan apa apa, cuma berkata dengan pelan. "Airish, apakah kamu sudah pulang? Mengapa pulang larut malam sekali?”


Melissa yang berada disamping segera berkata kepada Shinta. "Airish dan Elsa sudah jadian. Mereka sama sama pulang"


Waktu menyampaikan kata kata tersebut, wajah Melissa terlihat sangat senang.


Shinta yang mendengarnya seketika juga merasa senang dia lalu berkata. "Airish, kamu ini kalau ingin pergi mencari Elsa terus terang saja jangan diam-diam, apakah kamu ingin memberi kejutan kepada kami?"


Airish tidak bisa berkata apa-apa sebenarnya dia ingin menjelaskan tetapi tidak tahu bagaimana caranya.


Saat ini cuma Melissa yang menyadari raut wajah Elsa tidak normal bahkan tampaknya habis menangis, sambil mengerutkan keningnya dia bertanya. "Elsa, bukankah kamu bilang mau lembur? Kamu juga barusan menangis bukan? Tubuhmu bahkan berbau arak!"


Pertanyaan bertubi tubi dari Melissa membuat Elsa menjadi panik, tidak tahu bagaimana menjawabnya.


"Bibi Melissa, Elsa tidak lembur, dia keluar bersama rekan kerjanya pergi minum arak, mereka tidak henti hentinya bersulang dengan dia dengan arak, untung saya memergoki sehingga membawanya pulang!" Airish seketika mengarang sebuah cerita bohong.


Melissa yang mendengarnya segera bangkit dan memeriksa tubuh Elsa, pandangan matanya penuh rasa khawatir. " Rekan kerjamu itu sungguh keterlaluan, sudah tahu kamu tidak pandai minum arak, masih juga memaksamu, sungguh keterlaluan......"


Melihat Ibunya yang begitu mengkhawatirkan dirinya, Elsa tidak bisa menahan diri lagi, memeluk Ibunya dan menangis.


Melissa menghibur Elsa. "Elsa, jika tidak gembira dengan pekerjaan ini, jangan kerja lagi, mereka semua rekan kerja yang bobrok......."


Melissa masih mengira Elsa digertak oleh rekan kerjanya, sehingga hatinya merasa sedih.


Lagipula Elsa juga baru bekerja belum begitu lama, masih terhitung orang baru sekarang banyak perusahaan yang tidak ramah terhadap orang baru.


"Benar, jangan menangis lagi Elsa, kalau tidak suka pekerjaan itu kita tidak usah kerja lagi. besok Tante ke tempat teman untuk mencarikan pekerjaan buat Airish bisa sekalian untukmu."


Kedua orang itu semakin membujuk Elsa malah semakin sedih, hanya Airish seorang yang tahu mengapa Elsa menangis.


Melissa tidak berdaya terpaksa membawa Elsa pulang ke rumah.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh menggertak Elsa ya harus memperlakukan dia dengan baik......"


"Ibu, saya..."


"Sudahlah, pergilah tidur....."


Shinta tidak mendengar Airish menyelesaikan perkataannya, langsung pergi.


Airish merasa tidak berdaya, selama ini dia hanya menganggap Elsa sebagai adiknya, tidak ada perasaan apapun diantara mereka, sekarang dia tidak tahu mau bagaimana menjelaskan kepada ibunya.


Setelah menggeleng kepala dengan tidak berdaya, Airish kembali ke kamarnya untuk beristirahat, untuk sementara waktu tidak bisa pergi ke perumahan Bougenville, takut ibunya marah.


Pagi-pagi sekali Shinta membangunkan Airish untuk mencari pekerjaan.


"Iya ibu... " Airish membuka matanya dan menyahut.


Sekarang di dalam kantong Airish sebenarnya ada 10 miliar, tetapi dia tidak bisa memberitahu ibunya, lagipula asal usul uang itu tidak dapat dijelaskan, jika dia berterus terang. Ibunya juga tidak mungkin percaya, lagipula apa yang dialaminya dalam penjara selama satu tahun ini sangatlah melegenda.


"Kak Airish, saya.....saya takut, para lintah darat itu mau datang mencari saya, saya takut ibu mengetahuinya........" Air mata tergenang di mata Elsa dengan cemas dia berkata kepada Airish.


"Jangan takut Elsa, ada saya disini jika mereka datang saya yang akan menghadapinya....." Airish menepuk nepuk Elsa sambil menenangkannya.


"Kak Airish, kamu ....kamu jangan berkelahi, saya tidak ingin gara gara saya, kamu ditangkap lagi!" Sekarang Elsa hanya bisa mengandalkan Airish, tetapi dia juga tidak ingin Airish berkelahi gara gara masalahnya.


"Tenanglah, saya tidak akan berkelahi!" Airish tersenyum.


Pada saat Airish sedang berbicara dengan Elsa, tiba-tiba sebuah mobil SUV berhenti didepan mereka, dari dalam mobil turun 4 orang bertubuh kekar dan wajahnya kasar, salah seorang memakai kalung emas yang besar, dia yang menjadi kepalanya. Mereka adalah anak buah Bobby, pengawal Faisal Tanaka.


Elsa yang melihat beberapa orang ini, takut sampai mencari perlindungan di belakang tubuh Airish.


"Gadis kecil, apakah uangnya sudah disediakan? Jika hari ini masih tidak bisa bayar, saya akan memindahkan barang barang di rumahmu....." Pria yang memakai kalung emas itu berkata kepada Elsa.

__ADS_1


"Saya saya tidak memiliki uang, bolehkah memberi waktu lagi beberapa hari?" Elsa bertanya sambil mengharap.


"Tidak bisa, sehari pun tidak bisa, jika di rumahmu tidak ada barang berharga maka kamu ikut saya. Lihat tampangmu yang lumayan, masih bisa laku banyak uang.." Selesai berkata orang yang memakai kalung emas itu langsung menangkap Elsa, sama sekali tidak menghiraukan Airish.


Tetapi tangan orang itu baru dijulurkan keluar, sudah ditangkap oleh Airish.


"Hutang dia saya yang akan membayarnya, kamu jangan turun tangan....." Airish berkata pelan kepada orang yang memakai kalung emas itu.


"Kamu membayar ?" Orang itu menilai Airish sejenak, melihat pakaiannya yang sederhana, sekujur tubuhnya dari atas ke bawah tidak sampai 200 ribu, dia tertawa dingin. "Kamu tahu dia hutang berapa duit?"


"Satu miliar......" Airish berkata.


"Hupf, 1 miliar tidak cukup....." orang yang memakai kalung emas itu mendengus.


"Kenapa bisa tidak cukup? Minggu lalu kamu yang bilang asalkan saya membayar 1 miliar sudah cukup....." Elsa yang mendengarnya dengan cemas bertanya.


"Minggu lalu adalah masalah minggu lalu, apakah uangku tidak perlu bunga? Sekarang 1,3 miliar, kurang sepersen pun tidak boleh!" Orang yang memakai kalung emas itu meringis, dia berkata dengan penuh penghinaan.


Elsa yang mendengarnya melongo.


hanya dalam waktu seminggu, naik 300 juta, walaupun dirinya mempunyai mesin cetak juga tidak akan sanggup membayar hutang lintah darat ini.


"Baik, 1,3 miliar, saya akan membayarnya....." Airish berkata dengan ringan.


Melihat Airish mengiyakan dengan begitu cepat orang itu juga melongo, bahkan Elsa juga membelalakkan matanya, dengan tidak percaya menatap Airish.


"Kak Airish, kamu....kamu mana ada begitu banyak uang?" Elsa mengetahui Airish tidak mungkin mempunyai begitu banyak uang, baru keluar dari penjara beberapa Minggu bahkan pekerjaan juga tidak ada, bagaimana mungkin bisa mempunyai 1 miliar lebih.


Orang yang memakai kalung emas itu mendengar perkataan Elsa, dengan bengis menatap Airish. " Anak muda, kamu yakin kamu mempunyai uang? Jika berani mempermainkan saya, kamu akan tahu akibatnya?" Sambil berkata, orang itu mengeluarkan sebilah belati, dengan pelan menggores ringan di bawah dagunya.


Melihat pihak lawan menghunuskan belati, Elsa takut sampai wajahnya pucat pasi, dengan ketat bersembunyi di belakang tubuh Airish.

__ADS_1


__ADS_2