
"Kali ini saya akan lupakan, jika lain kali kamu begitu lagi, saya akan memotong gaji kamu satu bulan..." Kak Tamara berkata dengan tegas.
"Terima kasih, Kak Tamara, terima kasih, Kak Tamara.." Pelayan itu dengan cepat berterima kasih, mengulurkan tangannya, dan meremas pantat Kak Tamara dengan lembut.
"Kamu memang cari mati..." Kak Tamara tersenyum dan menarik pelayan itu pergi. Kak Tamara sudah tua, meskipun bos besar tidak menyukainya, tetapi tidak ada pelayan muda dan kuat di bar tidak ada yang bisa lepas dari telapak tangannya.
Keduanya berbicara dengan sangat pelan, tetapi percakapan mereka masih terdengar oleh Airish. Mendengar bahwa Elsa sedang menemani bos besar, wajah Airish menjadi sangat dingin.
Airish bangkit dan berjalan menuju belakang panggung. Begitu dia berjalan ke pintu, dia dihentikan oleh dua pelayan. Sebelum keduanya mengeluarkan suara, Airish langsung membuat kedua orang itu pingsan.
Memasuki belakang panggung, Airish tidak tahu di mana Elsa berada, ada beberapa kamar disana, dan tidak ada cara untuk menemukannya. Airish sangat cemas. Tepat ketika Airish melewati kamar mandi, dia tiba-tiba mendengar suara terengah-engah.
Tanpa keraguan, Airish bergegas masuk dan menendang pintu kamar itu. "Apa..."
Di dalam kamar ini, Kak Tamara sedang berhubungan dengan pelayan. Sepertinya mereka baru saja mulai.
Pelayan melihat seseorang bergegas masuk, tepat ketika dia hendak berteriak, Airish menamparnya hingga pingsan. Dia lalu meraih kerah Kak Tamara dan bertanya, "Kemana kau membawa Elsa?"
"Sialan..." Ketika Kak Tamara melihat itu adalah Airish, dia langsung marah.
Tapi saat dia membuka mulutnya, Airish meraih leher Kak Tamara, dan Kak Tamara pun merasa kesulitan untuk bernapas, wajahnya memerah, dan ada ketakutan terpancar di matanya.
"Di, di kantor..." Kak Tamara menjawab dengan cepat.
"Bawa saya ke sana..." Airish melepaskan Kak Tamara.
Melihat wajah Airish yang seperti seorang pembunuh, Kak Tamara tidak berani menghalanginya, dia hanya bisa mengantarkannya.
Setelah membawa Airish ke kantor, Airish langsung menendang pintu kantor hingga terbuka dengan satu tendangan.
Buam!
__ADS_1
Suara keras itu mengejutkan pria paruh baya itu.
Airish bergegas masuk, dia melihat Elsa terbaring tak berdaya di sofa, sementara tangan pria paruh baya botak itu sedang berjalan di tubuh Elsa.
"Cari mati...." Mata Airish penuh dengan kemarahan, dia berjalan maju dan menendang pria paruh baya itu keluar.
"Elsa... Elsa..." Airish melepas mantelnya dan menutupi Elsa. Melihat Elsa yang tidak sadarkan diri, dia tahu bahwa Elsa pasti telah dibius, jadi dia memindahkan kekuatan spiritual ke tubuh Elsa.
Elsa perlahan membuka matanya, dan setelah melihat Airish, dia berteriak kaget, "Kakak Airish.."
Baru saja berteriak, Elsa langsung tertidur lagi, sepertinya efek obatnya terlalu kuat. Pria paruh baya itu ditendang oleh Airish, dan terbaring di tanah, seluruh wajahnya berubah menjadi ungu.
"Bos..." Kak Tamara bergegas maju dan membantu pria paruh baya itu berdiri!
Pria paruh baya itu memelototi Airish. "Nak, kamu berani memukulku, saya rasa kamu sudah bosan hidup, siapa kamu?"
Sementara pria paruh baya itu meraung, empat preman berjas hitam yang mendengar berita itu bergegas masuk.
Dari sikap Airish terhadap Elsa barusan dan ekspresi marahnya sekarang, siapa lagi dia jika bukan pacarnya.
"Saya tidak peduli siapa dia, bunuh dia untukku. Beraninya dia memukul saya, saya akan menghancurkannya..." Ketika pria paruh baya itu melihat orangnya masuk, dia langsung berteriak keras.
Keempat preman itu langsung menyerbu Airish. Airish meletakkan Elsa. Dia tidak melihat empat preman itu. Dengan gerakan telapak tangannya, keempat preman itu terbang mundur dan menghantam dinding dengan keras. Mereka tidak dapat bergerak lagi.
Melihat Airish yang begitu kuat, pria paruh baya dan Kak Tamara tercengang, terlihat ekspresi ketakutan di wajah mereka.
Airish menatap pria paruh baya itu dengan dingin. "Bajingan, sialan..."
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Melihat tatapan pembunuh Airish, pria paruh baya itu berkata dengan gemetar.
"Saya beritahu, bar ini dilindungi oleh Tuan Kawamatsu. Apakah kamu tahu siapa Tuan Kawamatsu itu?"
__ADS_1
Tepat ketika pria paruh baya itu selesai berbicara, ponsel Airish berdering. Kawamatsu mengundang Airish untuk makan malam, tetapi dia tidak melihat Airish datang, jadi Kawamatsu meneleponnya untuk memastikan.
"Tuan Airish, kamu sudah sampai mana?" Kawamatsu bertanya dengan suara rendah.
"Aku di Bar Darma Agung..."
"Bar Darma Agung?" Kawamatsu terkejut.
"Apa yang Tuan Airish lakukan di Bar Darma Agung?"
"Membunuh orang..." Hanya dua kata, tetapi mengandung semangat pembunuhan yang membuat Kawamatsu gemetar di telepon.
"Tuan Airish, Bar Darma Agung milik Si Botak Eddy dan telah membayar biaya perlindungan pada Yayasan Teratai. Saya akan mengirimkan seseorang ke sana sekarang. Tuan Airish tidak perlu turun tangan sendiri..." Kawamatsu tahu bahwa jika Airish bisa mengucapkan kata pembunuhan, pasti Bar Darma Agung telah membuat Airish kesal.
"Oke!" Airish hanya menjawab dengan satu kata, menutup telepon, lalu duduk diam di sofa dan menunggu.
Di dalam kantor, keadaan sunyi senyap, kak Tamara dan pemilik bar sedang menatap sosok Airish yang tenang, di dalam hati mereka timbul firasat yang tidak baik.
"Bos.menurutmu apakah orang itu barusan sedang berhubungan dengan tuan Kawamatsu?" Kak Tamara bertanya kepada pemilik bar dengan suara pelan.
Pemilik bar tidak menyahutnya karena dia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya, barusan suara yang terdengar di telepon memang sangat mirip dengan suara tuan Kawamatsu, tetapi orang ini masih muda dan tidak berpengalaman, penampilannya juga biasa biasa saja tidak mirip tuan muda dari keluarga kaya bagaimana bisa mengenal tuan Kawamatsu, lagipula logatnya waktu bicara dengan tuan Kawamatsu begitu sombong?"
Kak Tamara merasa Bos tidak menyahutnya dia menenangkan diri dengan berkata. " Tuan Kawamatsu tidak mungkin mengenal orang semacam ini, dia pasti sedang berpura pura, barusan orang yang di dalam telepon pasti bukan tuan Kawamatsu, di seluruh kota Bandung siapa yang berani berbicara seperti itu kepada tuan Kawamatsu?"
Pemilik Bar mendengarnya kemudian mengangguk kepala setuju dengan pandangan Kak Tamara.
"Anak muda, kamu tidak usah berpura pura di sini, berdasarkan kelakuanmu ini mana mungkin tuan Kawamatsu mengenalmu, kamu berani menyamar atas nama tuan Kawamatsu ini bisa dihukum mati...." Pemilik bar itu berteriak kepada Airish.
Airish melihat sekilas kearah Bos pemilik bar kemudian dia tertawa dingin dan tidak menggubrisnya.
"Bos kamu coba menelepon tuan Kawamatsu katakan anak muda ini berbuat masalah disini, biarkan tuan Kawamatsu yang membereskan dia, dengan begitu kita juga bisa tahu apakah yang barusan menelepon adalah tuan Kawamatsu!" Kak Tamara berkata sambil memberi ide kepada Bos pemilik bar.
__ADS_1