Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta Lama Bersemi Kembali
Bukan Airish Yang Datang


__ADS_3

"Semalam ada acara reuni sekolah, apa tidak ada orang yang memberitahumu?" Elsa meraih gelas kopi itu dan bertanya pada Chandra.


Karena mereka semua adalah teman satu sekolah, dan semuanya masih tinggal di kota yang sama, seharusnya Chandra juga diajak untuk menghadiri acara reuni, lagipula bagaimanapun Chandra terbilang sukses.


"Ada, saya tidak pergi karena sibuk, saya tidak punya waktu untuk diluangkan, dengar-dengar Bion juga hadir ya?" Tatapan mata Chandra terlihat sedikit menghina, sangat jelas dia juga meremehkan beberapa teman sekolahnya ini jadi dia memilih untuk tidak menghadiri acara reuni.


Mendengar Chandra yang tiba-tiba membahas Bion, Elsa seketika terlihat canggung.


Pada saat sekolah, Chandra juga pernah menaksirnya, hanya saja karena Bion sangat populer di saat itu. Elsa menolak Chandra dan berpacaran dengan Bion.


Sejak saat itu, Chandra menganggap Bion sebagai musuhnya, dan bertekad untuk menjadi kuat, setelah lulus dengan nilai yang baik, dia bekerja di Thamrin Brother dan dalam waktu singkat, jerih payahnya membuatnya berhasil menduduki posisi manajer.


"Bion juga ikut, sekarang dia dan Gina berpacaran." Elsa menjelaskan.


Elsa menjelaskan kepada Chandra agar Chandra tidak mempermasalahkan kejadian di masa lalu.


"Kalian sudah putus?" Chandra bertanya dengan Elsa.


"Iya!" Elsa mengangguk.


"Bion begitu tampan dan kaya, kenapa kalian putus? Bukankah kamu selalu menyukai pria yang tampan dan kaya sepertinya?" Nada bicara Chandra mulai terdengar menghina.


"Saya...." Elsa tidak tahu harus mengatakan apa, tapi dia bisa merasakan kebahagiaan Chandra diatas penderitaannya.


Melihat Elsa seperti itu, senyuman Chandra semakin lama semakin penuh arti, lalu bertanya pada Elsa. "Kamu ada urusan apa mencari aku?"


"Saya sekarang bekerja di PT Krakatau sebagai staff pemasaran, kami berharap bisa bekerja sama dengan PT Thamrin Brother jadi saya kemari untuk meminta bantuanmu...." Kata Elsa.


Setelah mendengar perkataan Elsa, Chandra terkejut. "Apa kamu tahu berapa besar kontraknya Thamrin Brother? Setiap kontraknya paling tidak bernilai triliun, kamu hanya seorang staf biasa mau kemari untuk menegosiasikan kontrak? Bercanda ya?"

__ADS_1


"Saya tahu, Thamrin Brother sangat pemilih dalam bekerja sama, makanya saya datang untuk menemuimu, bagaimanapun kamu adalah manajer disini, kamu pasti punya koneksi, saya berharap kamu bisa membantuku, kalau kontrak ini berhasil ditandatangani saya juga tidak akan melupakan jasamu...." Elsa bergegas menjawab.


Dia harus memikirkan cara agar kontrak ini berhasil ditandatangani.


"Hahaha...." Melihat Elsa yang memohon padanya, Chandra tertawa terbahak-bahak, seolah menggila, membuat Elsa menatapnya dengan ketakutan.


"Elsa, kamu sedang memohon padaku? Apa kamu ingat dulu saat saya mengejar mu, apa yang kamu katakan padaku? Kalau di matamu hanya ada Bion, dan saya bahkan tidak sebanding dengan kotoran anjing untukmu, tapi sekarang kamu malah datang untuk memohon padaku..."


Chandra melampiaskan kemarahan yang sudah ditahannya selama bertahun-tahun. "Saya akan berkata sejujurnya padamu, untuk menetapkan kerja sama dengan Thamrin Brother hanya butuh satu ucapan dariku, seluruh direksi akan mendengarkan perkataanku, tapi kenapa saya harus membantumu?"


Elsa terlihat sangat canggung, karena dulu dia memang tidak tertarik pada Chandra, dia selalu mengabaikan Chandra, tapi siapa yang menyangka hari ini dia malah butuh bantuannya Chandra.


Kalau bukan karena Airish, Elsa pasti sudah pergi dari tadi, dia tidak ingin berurusan dengan Chandra.


"Dulu memang saya yang salah, saya tidak punya mata...." Elsa menundukkan kepalanya, dia berusaha merendahkan dirinya sendiri.


Asalkan bisa menanda tangani kontrak dengan Thamrin Brother, bahkan bersujud pun akan dilakukannya, Elsa tidak akan ragu-ragu.


"Elsa, saya juga tidak akan mempersulit kamu, karena kita juga teman satu sekolah dan saya pernah menyukaimu, begini saja, biarkan saya meniduri kamu semalam, dan saya akan langsung membawamu menemui Direktur dan menandatangani kontrak...." Tatapan mata Chandra penuh nafsu, dan sudut bibirnya menyeringai.


Elsa yang mendengarnya langsung tercengang, dia tidak menyangka Chandra akan membuat permintaan semacam itu.


"Chandra, apa apa kamu masih berhati nurani?" Elsa menatapnya dengan marah.


"Kalau tidak mau ya sudah, sudah tidak adalagi yang bisa dibicarakan, kamu boleh pergi..." Chandra tersenyum sinis.


Elsa sudah sangat ingin keluar dari sana, tapi dia tidak bergerak karena teringat pada Airish.


"Chandra, apa...apa tidak ada persyaratan lain? Bersujud padamu, atau menjadi kudamu juga boleh..." Elsa menatap Chandra dengan memelas.

__ADS_1


"Saya hanya punya satu permintaan, kalau kamu tidak bisa memenuhinya, tidak ada lagi yang bisa dibicarakan, saya akan memberimu 10 menit untuk mempertimbangkannya, setelah 10 menit, kamu mau tidur denganku pun tidak ada gunanya lagi..." Chandra berkata sambil berjalan keluar dari ruangannya, meninggalkan Elsa yang masih mematung.


Baru berjalan keluar, Chandra sudah berpapasan dengan sepasang pria dan wanita, lengan pria itu terlihat diperban.


Dua orang itu adalah Faisal dan Delilah, mereka juga datang untuk menegosiasikan kontrak.


Thamrin Brother dan keluarga Tanaka sudah menegosiasikan kontrak ini cukup lama, secara garis besar sudah bisa dipastikan kalau mereka akan berhasil menandatangani kontrak, lagipula banyak pengurus di Thamrin Brother yang sudah mendapatkan keuntungan dari Keluarga Tanaka.


Melihat Faisal yang datang langsung, Chandra segera menghampirinya. "Tuan Faisal, tidak disangka kamu akan datang langsung!"


Sebenarnya, dengan status Faisal sebagai Tuan Muda di Keluarga Tanaka, dia tidak perlu datang langsung kemari, tapi demi mempermalukan Airish, dia sengaja datang meskipun masih terluka.


"Apa utusan dari PT Krakatau sudah datang?" Faisal bertanya pada Chandra.


"Sudah, sedang didalam ruanganku!" Chandra mengangguk.


"Sudah datang?" Faisal berbinar. "Cepat bawa saya untuk melihatnya, yang datang seorang pemuda kan?"


"Bukan, seorang wanita, dia teman satu sekolahku, dan datang untuk meminta bantuanku...”


Chandra berkata dengan ragu-ragu.


Chandra yang mendengar ucapan mereka menjadi bingung, Keluarga Tanaka dan Keluarga Winston adalah musuh bebuyutan, kenapa hari ini Faisal menjadi begitu perhatian pada keluarga Winston?


"Tuan Faisal, yang mewakili PT Krakatau adalah seorang wanita, dia adalah teman sekolahku, saya meninggalkannya didalam ruanganku..." Chandra mengkonfirmasi sekali lagi.


"Pak Chandra, temanmu yang datang untuk memohon, kamu tidak akan melunak padanya kan?" Faisal bertanya pada Chandra.


"Tidak, tidak, tidak mungkin, Thamrin Brother pasti akan bekerja sama dengan Keluarga Tanaka, saya sudah menerima uang dari Keluarga Tanaka, saya pasti akan membantu keluarga Tanaka melakukan sesuatu!" Chandra bergegas mengibaskan tangannya.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, kedepannya masih banyak keuntungan untukmu!" Faisal mengangguk.


Kali ini Airish tidak datang sebenarnya membuat Faisal sedikit kecewa, namun bisa bekerja sama dengan Thamrin Brother juga hal yang baik.


__ADS_2