
Karena tuan Agung menggantung ucapannya. Venus semakin penasaran, kedua kakinya ia ajak mendekati meja tuan Agung, kedua kelopak mata tidak berkedip karena Venus ingin mendengar jawaban dari tuan Agung.
“Pria itu adalah..”
“Adalah siapa tuan?” tanya Venus penasaran.
“Azzuri Mahendra,” sahut tuan Agung santai.
“Eh! Tuan Azzuri Mahendra? Kenapa dia diam-diam mengintip nona muda seperti itu. Apa dia sedang merencanakan sesuatu untuk melukai nona muda?” tanya Venus penasaran.
“Aku rasa tidak. Tapi kita tetap harus waspada demi keselamatan Aulia,” tegas tuan Agung.
“Baik tuan,” sahut Venus.
Karena sudah tidak ada pembahasan lagi ingin dibicarakan. Tuan Agung berdiri, berjalan mendekati Venus, dan menepuk bahu kanan Venus.
“Aku mengharapkan kamu untuk membantu putri kesayanganku keluar dari kesedihannya. Dan aku selalu mengharapkan kamu untuk selalu menjaga putriku. Satu lagi, anggap saja Aulia seperti adik kamu sendiri, dan aku seperti keluarga kamu,” ucap tuan Agung.
Saat mendengar kejujuran tuan Agung. Venus spontan membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna. Venus tidak menyangka jika tuan Agung mengizinkan dirinya menganggap Aulia sebagai adiknya. Venus langsung mengambil tangan kanan tuan Agung dan mencium punggung tangan tuan Agung.
“Terimakasih-terimakasih tuan Agung. Saya akan sangat menjaga pesan Anda. Dan terus melindungi nona muda,” sahut Venus senang.
“Kalau gitu berhentilah mencium punggung tanganku, karena aku merasa risih dengan sikap formal kamu,” tegas tuan Agung.
Venus langsung melepaskan tangan tuan Agung. Tangan kanan menggaruk kepala tak gatal, “He he he. Maaf.”
“Kalau gitu aku pamit pergi dulu. Dan kamu segeralah mandi, karena keringat kamu sangat bau,” keluh tuan Agung.
“Baik tuan,” sahut Venus.
Tuan Agung pun melangkah pergi keluar dari ruang CCTV.
Melihat tuan Agung sudah pergi meninggalkan dirinya sendiri. Venus pun ikut melangkah pergi dengan hati senang karena tuan Agung mengizinkan dirinya menganggap Aulia seperti adik sendiri. Sambil melangkah kedua kelopak mata Venus mengingat awal mula ia bertemu Aulia dan bekerja sebagai Asisten sekaligus tangan kanan Aulia.
.
__ADS_1
#KENANGAN VENUS
Waktu itu Aulia masih menjadi gadis remaja tanggung. Venus juga baru di angkat oleh tuan Agung menjadi Asisten sekaligus tangan kanan untuk Aulia. Karena Venus tidak memiliki tempat tinggal. Venus di bawa ke rumah untuk memperkenalkan diri kepada Aulia, dan menetap tinggal di rumahnya.
Kini Venus dan tuan Agung sedang berdiri di hadapan Aulia.
"Putriku, perkenalkan. Dia adalah Asisten pribadi kamu. Venus akan menemani kemanapun pergi. Dan Papa tinggal sebentar ya," ucap tuan Agung.
Tuan Agung melangkah pergi, meninggalkan Venus bersama dengan Aulia.
Venus menundukkan sedikit tubuhnya, “Perkenalkan nama saya Venus. Saya bertugas untuk menjadi Asisten pribadi nona muda, dan menjadi tangan kanan nona muda,” ucap Venus memperkenalkan diri.
Aulia mengulurkan tangannya, “Kalau aku, Laksmana Aulia. Salam kenal kembali, dan selamat bekerja,” sambut Aulia.
Melihat wajah cantik, polos, dan baik. Venus langsung bertekad pada dirinya untuk menjaga Aulia dari segala kejahatan apa pun. Venus juga menganggap Aulia seperti adiknya sendiri, agar Venus bisa lebih leluasa melindungi Aulia dari orang-orang jahat.
.
#KENANGAN END
Bam!
“Aduh!”
“Kelihatan kamu sangat menikmati pikiran kamu. Kalau aku boleh tahu apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Maya.
Venus tidak menjawab pertayaan Maya. Venus kembali melangkah meninggalkan Maya masih berdiri di koridor menuju kamar Venus.
Melihat Venus mengabaikan dirinya. Maya berlari kecil, dan menggenggam erat baju kaos bagian belakang Venus.
“A-aku ke sini ingin mengajak kamu sarapan bersama dengan Aulia. Ka-kalau kamu mau, mari kita sarapan bersama-sama di taman belakang,” ajak Maya kikuk.
Venus melepaskan perlahan genggaman tangan Maya, “Tidak. Sarapan saja sendiri,” tolak Venus.
Bukannya marah melihat sikap digin Venus. Maya malah merubah mimik wajahnya menjadi merah merona, dengan kedua bola menatap penuh dengan cinta.
__ADS_1
“Kamu sangat keren saat menolak aku seperti itu!” puji Maya.
Venus tercengang, ‘Mengerikan. Apa wanita ini tidak waras, aku sudah menolaknya dengan kasar tapi dirinya malah memasang wajah senang,’ batin Venus. Venus langsung berbalik badan, kedua kakinya dengan cepat berlari meninggalkan Maya.
“Eh, ada Mayat..eh…maaf-maaf. Maya maksud ku, Maya. Mau apa kamu ke sini?” sapa Aulia baru saja tiba.
Dengan wajah berseri Maya menunjukkan rantang, “Aku datang ke sini untuk mengajak Venus sarapan bareng, tapi aku minta kamu ikut bersamaku ya. Aku mohon ikut ya, agar Venus mau sarapan bersama denganku,” mohon Maya.
“Emang kamu bawa apa?” tanya Aulia melirik ke rantang.
“Ini ada Bebek penyet. Enak loh, kamu mau ‘kan?”
Aulia menggeleng, “Sebenarnya aku tidak mau karena makanan Bebek itu mengingatkan aku dengan kenangan mendiang Suami ku!” sahut Aulia.
Maya menarik nafas pendek, kedua bola mata melirik ke rantang di dalam genggamannya, “Karena orangnya sudah tiada di dunia ini. Dan ketika kita ingin berjumpa dengan dirinya juga kita tidak bisa. Makanya aku memutuskan untuk mengenang kembali semua kenangan yang mendiang Andra sukai. Dengan merasakan menu masakan ciri khas darinya, aku jadi bisa merasakan kehadirannya ikut bersama hidup di dalam setiap gigitan daging bebek. Kamu juga seharusnya seperti itu. Jangan membuang semua kenangan indah demi berharap kamu tidak akan bersedih lagi. Tapi, biarkanlah kenangan itu menamani semua langkah kamu agar kamu bisa perlahan-lahan mengikhlaskan kepergian Andra,” ucap Maya.
“Kamu benar. Semakin aku berusaha melupakan semua kenangan Andra. Semakin banyak semua kenangan bermunculan di dalam kepalaku. Kalau gitu aku akan membiarkan semua kenangan itu tetap hadir agar aku tidak terluka,” sahut Aulia.
Maya mendekati Aulia, “Jadi kamu mau ikut menemani aku makan ‘kan?” tanya Maya semangat.
Aulia mengangguk. Tangan kanan memegang pergelangan tangan Maya, “Kalau gitu mari kita siapkan semuanya di taman belakang,” ajak Aulia.
“Terimakasih Aulia,” ucap Maya.
“Sama-sama,” sahut Aulia.
Aulia dan Maya pun melangkahkan kedua kakinya menuju belakang rumah untuk menyiapkan makanan di bawa oleh Maya.
...Bersambung ...
...----------------...
...Setelah kamu pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Aku merasa ada sebagian tawa, dan senyum ku ikut hilang bersama dengan kepergian kamu. Ada harapan yang kian lama sudah aku susun dan aku rangkai dengan sempurna untuk kita jalani berdua sejak lama agar kita bisa melalui bersama. Namun, harapaan itu kini harus pudar, dan menghilang bersama dengan kepergian kamu....
...Saat ini aku menangis bukan karena kau meninggalkanku untuk selamanya. Tapi aku menangis karena sulit bagiku untuk melupakan cinta, kenangan, dan kebaikan kamu yang sudah lama tumbuh dan kamu pupuk di dalam hati. ...
__ADS_1
...Duhai kekasih sekaligus suamiku tercinta. Aku tahu kita sudah berpisah dan tidak bakal ketemu di dunia ini lagi untuk selamanya. Tapi, aku masih berharap penuh akan keajaiban Allah yang akan mempertemukan kita di akhirat kelak. Satu pintaku, tunggulah aku untuk menjadi bidadari surga-mu. ...