
Seminggu sudah berlalu dari kejadian mencemaskan diri sendiri kapan Aulia akan hamil. Seperti sudah melupakan tujuan awal untuk hamil. Aulia dan Andra melakukan aktivitas seperti biasanya.
Pagi sekali Aulia dan Venus sudah pergi menuju lokasi rapat untuk mengurus pementasan menjelang tahun baru. Sedangkan Andra sedang sibuk mengurus bahan makanan baru saja di antar oleh distributor di kafe miliknya.
Saat Andra sedang mengecek bahan makanan, jantungnya mendadak nyeri. Dan tubuhnya spontan mendadak menunduk.
“Akh!” keluh Andra menggenggam bagian dadanya.
Karena Andra hanya seorang diri di kafe, Andra memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sesekali ia menarik nafas untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian jantungnya. Setelah susah payah menahan nyeri pada bagian dada tak kunjung sembuh, Andra berusaha menelpon Joko berharap meminta bantuan padanya. Namun, Andra mendadak kesulitan bernafas.
Kling!
Di saat Andra seperti kesulitan bernafas.
Azzuri ingin menyapa menyempatkan diri mengunjungi Andra. Kini kedua kaki Azzuri terlihat berjalan masuk ke dalam kafe.
“Pagi-pagi sudah buka kafe. Apa kamu merasa kesepian karena Aulia pergi rapat?” tanya Azzuri.
Karena jantung terasa sakit. Andra hanya bisa mengulurkan tangannya, “To-tolong bawa aku ke rumah sakit!” pinta Andra tertatih-tati.
“Tidak mau. Kamu pikir aku siapa!” ketus Azzuri.
Karena hanya ingin menyapa Andra, Azzuri segera berbalik badan, kedua kakinya hendak melangkah pergi. Namun, langkah itu terhenti saat mendengar suara kursi terjatuh.
Brak!
Tubuh Andra jatuh.
Azzuri segera berbalik badan, melihat Andra tergeletak di lantai, Azzuri langsung berlari mendekati Andra. Azzuri dengan cepat membawa Andra masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Melihat wajah Andra tampak pucat, Azzuri menambah kecepatannya.
“Ja-jangan mati saat bersama ku. Jika kamu mati, maka aku akan di tuduh Aulia sebagai pembunuh kamu. To-tolong bertahanlah,” ucap Azzuri panik.
Mendengar suara panik Azzuri, kedua kelopak mata Andra perlahan terbuka. Sejenak senyum manis di wajah pucat itu terukir di bibirnya.
“Ji-jika aku meninggal. To-tolong jaga Aulia untukku,” pinta Andra lembut.
“Gila! Itu tidak akan mungkin terjadi. Kamu harus segera sembuh dan hidup untuk Aulia. Ingat! Kamu jangan meninggal. Se-sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit,” sahut Azzuri panik.
Azzuri kembali menambah kecepatan mobilnya. Tidak peduli siapa saja menghalangi jalannya langsung ia terobos. Azzuri menurunkan sedikit jendela kaca mobilnya, kepala sedikit keluar, kaki menginjak gas untuk menambah kecepatan mobil, tangan bermain menekan klakson mobil.
Tin!!tin!
“Minggir kalian semua. Apa kalian ingin cari mati…weuy! Minggir orang-orang bodoh!”
Tin!tin!
Semua pengendara langsung minggir memberi jalan saat melihat orang berteriak itu adalah Azzuri.
Karena jalan raya sudah mulus tanpa hambatan. Mobil Azzuri kini sudah sampai di parkiran mobil rumah sakit terdekat. Azzuri segera membuka seatbelt miliknya dan milik Andra. Melihat wajah Andra sangat pucat, dan terlihat kesulitan bernafas. Azzuri segera berlari menggendong Andra masuk ke dalam rumah sakit.
“Dokter…Suster…ahli bedah…dan lainnya. Tolong sembuhkan saingan ku ini. Jangan buat dia meninggal sebelum bertemu dengan kekasihku!” teriak Azzuri di depan meja resepsionis.
__ADS_1
Karena Azzuri cukup di seganani di kota ini. Semua perawat, Dokter dan lainnya segera berlari membawa brankar.
“Kenapa ini tuan?” tanya Dokter kepada Azzuri.
“Kok tanya aku. Kalau aku tahu mana mungkin aku meminta tolong sama kalian semua. Cepat sembuhkan musuh ku itu. Atau…rumah sakit ini aku tutup nanti!” tegas Azzuri sedikit meninggikan nada suaranya.
“Ma-maaf. Kalau gitu kami bawa masuk tuan,” sahut perawat ketakutan.
Mendengar ancaman dari Azzuri, Perawat, Dokter segera memindahkan meletakkan tubuh Andra di atas brankar, dan membawa Andra masuk menuju ruang UGD.
Melihat Andra sudah berjalan di koridor menuju ruang UGD. Azzuri mondar-mandir di depan ruang Resepsionis, ia bingung harus bagaimana. Apakah dia harus memberitahu Aulia atau dia diam saja.
“Ahh…gimana ini. Aku sangat bingung. Jika aku menelpon Aulia pasti dia tidak percaya padaku. Apa aku suruh resepsionis untuk menelpon dia saja. Benar, sebaiknya seperti itu,” gerutu Azzuri.
Azzuri pun segera mendekati meja resepsionis. Dengan wajah datar ia memberikan nomor Aulia ke resepsionis.
“Telpon nomor ini. Katakan jika suaminya masuk rumah sakit, dan segera ke ruang UGD karena nyawa Suaminya tidak akan lama lagi,” ucap Azzuri.
“Tapi belum tentu suaminya meninggal tuan,” sahut Resepsionis.
“Cepat! Katakan saja sesuai dengan ucapan ku. Atau kamu tidak akan pernah bekerja lagi di kota ini!” ucap Azzuri sedikit meninggikan nada suaranya.
"Ba-baik."
Resepsionis ketakutan, tangannya dengan cepat menekan nomor Aulia.
Tuut!!!tuut!!!
📞[ “Halo, selamat pagi. Apa benar ini nona Aulia?” ]
📞[ “Iya, kalau boleh tahu ini siapa ya?” ]
📞[ “Saya dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan jika suami Anda yang bernama Andra sedang di rawat di rumah sakit. Dan…sepertinya sedang kritis.” ]
📞[ “Apa! Jangan main-main Anda. Ka-kalau begitu aku akan segera ke sana.” ]
📞[ “Baik.” ]
📞[ “Kalau gitu aku tutup panggilan telponnya.” ] ucap Aulia segera menutup panggilan telponnya.
Setelah mendengar sendiri Aulia akan segera ke sini. Azzuri langsung bernafas lega.
“Tuan, istrinya akan segera ke sini,” ucap Resepsionis.
“Sudah tahu!” ketus Azzuri.
Azzuri pun melangkah meninggalkan meja resepsionis. Penasaran ingin melihat keadaan Andra, Azzuri membawa kedua kakinya melangkah cepat menuju koridor terhubung dengan ruangan UGD. Baru sampai di depan ruang UGD, terlihat Dokter dan dua orang perawat sedang tertunduk sedih.
Merasa kuatir dengan keadaan Andra. Azzuri mempercepat langkah kakinya mendekati Dokter.
“Tuan Azzuri Mahendra, kami minta maaf!” ucap Dokter.
__ADS_1
“Mi-minta maaf kenapa?” tanya Azzuri bingung.
“Pria di dalam sudah meninggal dunia. Pria tersebut sudah lama mengindap penyakit Jantung Iskemik. Tapi kenapa dia tidak pernah melakukan perawatan rutin, hingga membuat dirinya harus meninggal di usia muda,” sahut Dokter menjelaskan sedikit.
Azzuri terdiam, kedua langkah kakinya terasa berat mendekati Dokter tersebut. Kedua tangan gemetar kini mendekati baju bagian depan Dokter. Dan melayangkan satu bogem mentah.
Bam!
“Dokter,” teriak perawat.
"Saya tidak kenapa-kenapa," ucap Dokter untuk menenangkan hati perawat.
Darah Azzuri seakan menggelar saat mengingat kembali kata-kata Dokter tersebut. Azzuri mengarahkan jari telunjuknya ke Dokter, dan perawat.
“Kenapa kalian dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu. Percuma kalian semua sekolah tinggi-tinggi tapi tidak bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Kenapa kalian tidak bisa menyelamatkannya. Apa kalian tidak tahu pria itu adalah jantung kehidupan seorang wanita. Wanita itu adalah wanita yang sangat aku cintai. Jika pria itu meninggal dunia. Aulia…Aulia…aaahh…nggak guna kalian semua!” teriak Azzuri di kalimat terakhir.
“Tapi kami sudah berusaha semampu mungkin. Dan penyakit jantung ini memang sangat mematikan. Dan kami tidak bisa melakukan apa pun lagi. Kami mohon maafkan kami tuan,” pinta Dokter.
Saat Azzuri hendak melayangkan kembali bogem mentah. Azzuri mendengar suara Aulia, dan suara langkah kaki Aulia berlari di koridor rumah. Azzuri segera melepaskan tangannya.
“Kalian harus ingat pesanku. Jangan katakan jika aku orang yang membawa suaminya ke sini. Kalian juga harus ingat, berbicaralah dengan lembut dengan Aulia. Kalau tidak….”
Ucapan Azzuri terhenti saat mendengar suara langkah kaki Aulia semakin dekat. Azzuri pun segera berlari meninggalkan ruang UGD, dan bersembunyi di balik tiang gelap.
Setelah Azzuri berlari meninggalkan ruang UGD. Aulia dan Venus terlihat berlari menghampiri Dokter.
“Dokter, apa benar Suami ku di sini. Atas nama Andra?” tanya Aulia.
“Benar,” sahut Dokter.
“Gimana keadaan Suami ku, dan sakit apa yang ia derita?” tanya Aulia berusaha tenang.
“Suami nona muda mengalami serangan Jantung Iskemik kronis. Dan..”
“Dan….kenapa Dokter?”
“Kami mohon maaf, Suami Anda tidak bisa kami selamatkan.”
Jeder!
Serasa petir menyambar hati Aulia. Tubuhnya perlahan goyang, dan terduduk lemas di atas lantai.
Dari kejauhan, Azzuri mengepal kedua tangannya.
.
💫 Arti Penyakit Jantung Iskemik 💫
Penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah arteri jantung. Arteri ini disebut pembuluh darah koroner. Penyakit jantung Iskemik kronis terjadi akibat organ jantung kurang mendapat pasukan zat makanan dan oksigen penting untuk melancarkan proses memompa darah ke seluruh tubuh.
...Bersambung...
__ADS_1