
Karena kehilangan jejak, mobil Azzuri terpaksa terhenti di perempatan jalan. Kesal dengan kebodohannya sendiri, Azzuri terus menekan tombol klakson.
Tiiin!!!!
“Akh….akh. Sial!”
Tak!tak!
Keluh-kesah Azzuri terhenti saat melihat Venus sedang mengendari sepeda motor berhenti di samping mobil, dan mengetuk kaca jendela mobilnya.
“Tuan muda, mari kita susul nona muda!” ajak Venus.
Azzuri perlahan menurunkan jendela kaca mobilnya, “Kalau gitu cepat naik, dan tinggalkan sepeda motor kamu di atas trotoar jalan. Nanti aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputnya,” ucap Azzuri.
Venus pun turun dari sepeda motor dan menuntunnya naik ke atas trotoar jalan. Lalu Venus masuk ke dalam mobil Azzuri.
“Kenapa ini bisa terjadi?” tanya Azzuri sedikit meninggikan nada suaranya.
Venus menundukkan pandangannya, “Maafkan saya, saya juga tidak tahu karena saat saya selesai menutup pintu nona muda, dan hendak berjalan masuk ke dalam mobil. Ada seseorang yang memukul saya dari belakang. Ta-tapi sekarang itu tidak penting. Sekarang mari kita ikutin titik GPS yang terpasang di mobil milik nona muda,” sahut Venus menunjukkan benda pipih miliknya langsung terhubung dengan GPS mobil Aulia.
Saat melihat titik lokasi mobil Aulia terhenti. Azzuri langsung mengerutkan dahinya seolah dirinya tahu titik lokasi itu di mana. Tanpa banyak berbicara lagi, Azzuri langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan melajukan mobilnya dengan kencang menuju titik GPS kurang lebih memakan waktu 30 menit.
Penasaran akan mimik wajah suram Azzuri. Venus memberanikan diri untuk bertanya.
“Kalau saya boleh tahu, apakah tuan muda Azzuri mengetahui di mana lokasi ini?” tanya Venus.
“Tentu saja aku tahu!” sahut Azzuri singkat.
“Itu tempat apa?” tanya Venus kembali.
“Nanti juga kamu akan mengetahuinya. Sekarang kamu rogoh saku kiri ku, ambilah sebuah alat kecil seperti tombol mobil. Lalu kamu tekan nomor 1, kemudian kamu tekan nomor 2 saat sudah sampai di tempat tersebut,” perintah Azzuri.
“Baik,” sahut Venus patuh.
Venus pun segera menekan tombol 1, lalu menyimpan tombol tersebut ke dalam saku kemeja miliknya.
‘Sampai aku melihat ada yang kurang di tubuh Aulia. Maka kalian semua harus siap-siap menanggung resikonya,’ batin Azzuri.
Tidak ingin terjadi hal buruk kepada Aulia. Azzuri semakin menambah kecepatan kendaraannya. Hingga semua kendaraan mereka lalui terlihat rata dengan jalan.
20 menit kemudian, mobil Azzuri sudah sampai di samping rumah besar terlihat kosong, dan angker.
“Kenapa kita bisa di sini?” tanya Venus penasaran.
“Kamu cepat tekan tombol nomor 2,” ucap Azzuri memberi perintah sekali lagi.
Tit…tit!!
“Lah kok tombolnya menyala seperti ini?” tanya Venus penasaran.
__ADS_1
“Itu adalah peralatan darurat ku. Nanti kamu juga akan tahu, yang jelas kamu harus menyimpan tombol tersebut dengan benar dan jangan sampai terjatuh,” sahut Azzuri.
“Jadi kita ke sini mau apa! Bukannya kita sedang ingin mencari nona muda?” tanya Venus.
“Kamu lihat ponsel milik kamu. Pasti titiknya terhenti di sini,” ucap Azzuri.
Venus segera mengambil benda pipih miliknya, kedua bola mata Venus membulat sempurna saat melihat titik GPS mobil Aulia terhenti di sini.
“Daripada kamu terus bertanya-tanya, lebih baik kita langsung masuk saja. Aku takut Aulia kenapa-kenapa di dalam!” ucap Azzuri memberi perintah.
Venus dan Azzuri membuka seatbelt miliknya, dan keluar dari dalam mobil.
“Agar tidak ketahuan, sebaiknya kita masuk dari pintu samping,” ajak Azzuri berbisik.
Venus mengangguk.
Venus dan Azzuri melangkah cepat mendekati pintu samping tak jauh dari tempat mobil Azzuri terparkir. Sesampainya di pintu samping, Azzuri dan Venus berdiri di depan pintu, kepala mereka juga mengangguk seperti sedang memberi kode untuk masuk.
Perlahan Azzuri mendorong handle pintu.
Ciiitttt!!
Terdengar suara engsel pintu berkarat.
Azzuri mengarahkan jari telunjuknya, bibirnya juga bergerak tanpa suara, “Kamu ke kiri, aku ke kanan,” kode dari mulut Azzuri.
Sesampainya di dalam Venus dan Azzuri membawa kedua kakinya berlari di koridor, mereka pun terpisah saat ada dua cabang di depan mereka. Sesuai perintah Azzuri, Venus mencari Aulia ke sisi kiri, dan Azzuri ke kanan.
"Kamu hati-hati," pesan Azzuri.
Venus pun mengangguk, lalu membawa kedua kakinya melangkah. Baru beberapa langkah ke depan, langkah kaki Venus terhenti, dan Venus juga bersembunyi saat mendengar ada suara seorang pria asing sedang berbicara menuju ke arahnya. Saat suara semakin dekat, dan terlihat ada 3 orang bayangan laki-laki. Venus langsung keluar, dan berdiri di hadapan mereka.
“Penyusup!” ucap pria berwajah asing satu.
“Tega kali kalian bilang aku penyusup. Jelas-jelas aku masuk dari pintu samping,” sahut Venus memakai bahasa Indonesia.
“Cepat habisi pria ini!” ucap pria berwajah asing dua.
“Hiakkhhh!!!!”
Bam!!
Bug!!
Bam!!! Bug!!
Perkelahian pun terjadi.
.
__ADS_1
.
💫Di sisi lain💫
Azzuri dari tadi terus berjalan menelusuri koridor panjang.
“Sepertinya aku salah masuk ruangan,” keluh Azzuri putus-asa.
Saat Azzuri hendak kembali ke titik awal. Kedua telinga Azzuri tidak sengaja mendengar suara orang menggema di koridor.
“Apa kamu tahu siapa wanita yang baru saja Charles culik. Katanya wanita itu milik pria kaya raya. Aku sangat yakin jika wanita itu kita jadikan sebagai boneka baru, pasti kita akan untung banyak.”
“Nggak sia-sia Charles kita bantu keluar dari tahanan.”
“Kamu benar. Dan aku jadi ikutan tidak sabar ingin menikmatinya.”
“Apa kamu sudah memberikan dia obat?”
“Iya, obat baru yang akan membuat kita kaya raya. Dan sih pemakaian akan terus meraung kepanasan karena tidak tersentuh.”
Mendengar percakapan para penjaga, Azzuri mengepal kedua tangannya. Kedua kakinya pun melangkah cepat mendekati pria-pria tersebut sedang berdiri membelakangi dirinya. Karena emosi sudah tidak bisa-bisa ditahan lagi. Azzuri langsung memiting jenjang le-her pria-pria tersebut.
Kraak!!!
“Akh!”
Karkka!!!kraaak!!!
“Akh….akh!”
Hanya sekali memiting, 4 nya-wa langsung terbang ke surga.
Dengan wajah suram Azzuri mempercepat langkah kakinya. Namun, kedua kakinya terhenti saat terdengar banyak suara merdu dari seorang wanita meraung di setiap kamar menghiasi ruangan besar tersebut.
"Suara ini. Aku harus cepat-cepat," gumam Azzuri.
Azzuri mempercepat langkah kakinya, sampai di lorong terlihat banyak kamar. Azzuri perlahan mendekati setiap pintu kamar hanya tertutup kain gorden. Saat tangan menyingkap kain gorden penutup pintu, kedua mata Azzuri membulat sempurna melihat seorang wanita sedang terbaring di atas ranjang kecil. Bukan itu saja, terlihat ada beberapa pria di dalamnya.
Langkah kaki Azzuri semakin cepat, dengan tangan terus menyingkap kain gorden.
“Aulia! Aulia!” gumam Azzuri berharap menemukan Aulia di kamar-kamar tersebut.
Sampailah kedua kaki Azzuri di kamar terakhir. Kamar paling sudut dan sedikit penerangan, tangan Azzuri kembali menyingkap kain gorden. Betapa terkejutnya Azzuri saat melihat Aulia diperlakukan seperti itu.
Kedua kaki Azzuri perlahan melangkah memasuki kamar, tatapan suram dipenuhi api amarah terus menatap ke punggung empat 4 pria sedang berdiri mengeliling ranjang. Azzuri menghentikan langkah kakinya tepat di belakang tubuh pria berkulit hitam.
“Berani sekali kalian melakukan hal ini kepada Aulia!!” teriak Azzuri saat menyebut nama Aulia.
...Bersambung...
__ADS_1