
Setelah pulang dari petshop, Aulia dan Andra segera pulang ke rumah. Dari mulai keluar toko sampai ke rumah wajah Aulia terlihat sangat senang karena semua barang milik Grey sudah terpenuhi, termasuk kandang.
Begitu mobil terparkir di depan teras rumah, Aulia langsung membuka seatbelt, kedua kakinya segera berlari masuk ke dalam rumah dengan kedua tangan menjinjing kalung dan makan.
“Grey...aku pulang!” teriak Aulia.
Andra menggeleng, “Dasar bocah,” gumam Andra sembari membuka seatbelt, lalu turun dan membawa sisa belanjaan.
“Kenapa tuan tidak memanggil saya,” ucap Venus baru saja tiba.
“Eh, kamu buat aku kaget saja!”
“Apa yang sedang tuan pikirkan?” tanya Venus.
“Tidak ada. Kalau kamu ingin membantuku, cepat bantu aku membawa kandang itu ke dalam,” ucap Andra sedikit berbohong. Padahal dalam hatinya, ‘Aku benar-benar berharap Aulia tidak tahu jika kucing ini pemberian Azzuri. Jika Aulia sampai tahu sudah pasti senyum itu akan hilang dari raut wajahnya.'
“Kandang ini mau diletakkan di mana tuan?”
“Sebaiknya diletakkan di teras taman belakang saja. Tapi lebih baik kamu tanya Aulia, kalau katanya ‘ia’ maka taruh saja di sana,” sahut Andra.
“Kalau gitu saya bawa masuk kandangnya,” ucap Venus.
“Iya!”
Andra dan Venus berjalan masuk secara bersamaan dengan kedua tangan masing-masing membawa barang perlengkapan milik Grey. Setelah siap menyusun semua perlengkapan milik Grey di dapur, Andra berjalan menuju taman belakang dimana Aulia sedang bermain dengan Grey. Kedua kaki Andra terus melangkah dan terhenti di samping Aulia.
“Kalau kamu sudah puas bermain dengan Grey, kamu jangan lupa mencuci tangan agar semua kuman dari bulu Grey tidak menempel di kedua telapak tangan kamu,” ucap Andra.
Melihat Grey tertidur di pangkuannya, Aulia meletakkan Grey di dalam kandang dengan posisi pintu kandang terbuka. Aulia juga menepuk kedua telapak tangan seperti ada debu menempel.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 09:30 pagi. Venus mulai mendekati Aulia dan bertanya sopan.
“Nona muda mau ikut saya pergi ke kantor atau nona muda pergi sendiri?”
“Aku ikut kamu saja, soalnya aku ingin menyelesaikan sedikit pekerjaan ku yang tertunda,” sahut Aulia.
“Kalau kamu berkenan izinkan aku mengantarkan makan siang ke kantor kamu,” tawar Andra.
“Tidak perlu, kamu cukup fokus dengan usaha kamu saja. Jika kamu memasak makan siang dan mengantarnya untukku, nanti kamu malah kecapekan,” tolak Aulia lembut.
“Kalau hanya untuk mengurus kamu saja aku tidak capek,” ucap Andra.
“Kalau gitu aku akan menunggu kedatangan kamu,” sahut Aulia semangat.
“Ingat! Kamu harus banyak-banyak minum air putih agar pinggang kamu tidak sakit,” ucap Andra mengingatkan Aulia.
“Siap!” ucap Aulia. Aulia mengambil tangan kanan Andra dan mencium punggung tangan, “Aku pergi dulu. Assalamua’alaikum,” ucap Aulia berpamitan. Kedua kaki Aulia pun melangkah meninggalkan Andra.
__ADS_1
“Wa’alaikumsalam,” sahut Andra.
Melihat Aulia mencium tangan Andra. Venus juga ikutan mengambil punggung tangan Andra dan menciumnya, “Assalamu’alaikum.”
“Eh! Apaan ini?” tanya Andra bingung.
“Katanya akan menjadi berkah di setiap langkah kalau kita mencium punggung tangan Suami atau punggung tangan Istri. Karena aku tidak memiliki Istri, jadi aku meminjam punggung tangan tuan,” sahut Venus.
Andra meraup wajahnya, “Nggak gini juga konsepnya,” gumam Andra bingung.
“Kalau gitu saya minta maaf. Tuan hati-hati di rumah. Saya pamit pergi dulu,” ucap Venus berpamitan.
“Iya,” sahut Andra menatap kepergian Aulia dan Venus.
Meow! Meow!
Grey mendekati Andra, dan mengelus tubuhnya di kedua kaki Andra.
Andra berjongkok, “Walaupun aku tahu siapa yang mengirim kamu ke sini. Tapi kamu tetap makhluk Ciptaan Allah yang patut di sayangi. Aku juga tidak akan membenci kamu dengan alasan kamu adalah pemberian Azzuri.”
Meow! Meow!
Seperti mengerti kesedihan Andra. Grey berguling-guling di depan Andra seperti ingin menghibur dan meminta maaf atas perbuatan Azzuri.
Bibir Andra tersenyum tulus, tangannya juga mengelus seluruh tubuh Grey sembari berkata, “Karena jam makan siang sudah dekat, mari temani aku memasak di dapur,” ajak Andra membawa masuk Grey ke dalam.
Meow!meow!
.
Tidak terasa waktu terus berjalan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 12:00 siang. Sesuai janji Andra kepada Aulia, yaitu membuat bekal makan siang dan mengantar bekal makan siang ke kantor.
Kini kedua kaki Andra sudah berjalan masuk ke dalam gedung kantor. Saat Andra berjalan masuk melewati semua karyawan. Semua karyawan wanita berdecak kagum kepada Andra.
“Tampan sekali.”
“Sepertinya dia bukan asli warga Negara sini.”
“Kedua ototnya itu buat aku..ah..meleleh.”
“Siapa pria itu dan kenapa dia datang ke sini dengan begitu santai.”
“Rasanya aku ingin memilikinya.”
“Kalau aku ingin menyentuh kedua otot lengannya.”
Suara kehebohan para karyawan terdengar cukup jelas sampai ke ruangan pribadi milik Aulia. Aulia tadinya fokus bekerja kini harus berhenti. Penasaran dengan keributan di luar, kedua kaki Aulia berjalan keluar ruangan dan memastikan keributan apa sedang berlangsung di dalam perusahaan miliknya.
__ADS_1
Sesampainya di depan ruangan kerja karyawannya, Aulia langsung berkacak pinggang saat melihat Andra sedang di keliling semua karyawan wanita. Aulia pun segera bergerak maju untuk menepis semua karyawan wanita tersebut.
“Apa kalian tidak tahu pria itu siapa?!” tanya Aulia meninggikan nada suaranya.
“Hei, kenapa kalian menggoda tuan Andra. Pria itu adalah suami nona muda Aulia. Apa kalian ingin di pecat!” sambung Venus baru saja tiba dari luar.
“Apa!”
“Ternyata pria tampan dan gagah ini adalah milik nona muda. Pantes saja nona muda tidak pernah tertarik dengan pria lain. Ternyata pria idamannya seperti ini.”
“Cepat kita harus kembali ke meja.”
Semua karyawan langsung tertunduk malu, mereka juga meminta maaf dengan cara menyungkem tangan Aulia. Dan kembali ke tempat mereka masing-masing.
Karena api cemburu sudah merasuki hati dan pikiran Aulia. Aulia langsung menggandeng tangan Andra dan membawanya menuju ke ruangan miliknya.
Blam!
Aulia langsung menutup dan mengunci ruangan miliknya.
“Aulia…aku..”
“Aku tidak mau makan masakan kamu!” ucap Aulia manja.
“Kalau kamu marah jangan melampiaskan ke semua barang atau masakan yang sudah aku bawa. Apa kamu tidak kasihan dengan nasi dan lauk-pauk yang sudah aku masak dengan susah payah?”
“Kasihan,” sahut Aulia lembut.
Andra memegang tangan Aulia, “Karena aku dan Grey sudah susah payah memasak ini semua. Jadi kamu tidak boleh menolaknya, dan kamu juga harus memakan semua masakan yang sudah aku masak dengan ada bantuan Grey ikutan masak bersamaku,” ucap Andra membawa Aulia duduk di sofa.
“Kamu bilang Grey ikutan memasak?”
“Iya, pasti kamu tidak percaya ‘kan?”
“Tentu saja tidak, karena sewaktu aku meninggalkan Grey dia sudah tidur di dalam kandang.”
“Tapi saat aku permisi ingin memasak buat kamu, Grey langsung terbangun dan ikut bersamaku!”
“Kalau gitu aku tidak jadi marah,” ucap Aulia semangat.
“Karena kamu sudah tidak marah lagi padaku, maka kamu harus menghabiskan ini semua. Dan aku akan pulang,” sahut Andra.
“Kamu jangan pulang dulu. Kamu juga harus makan, dan kalau kamu mau pulang, kamu harus aku temani ke bawah. Soalnya aku tidak rela jika kamu dilihatin semua karyawan wanita ku!” ucap Aulia di kalimat terakhir manja.
Cuit!
Andra mencubit hidung mancung Aulia.
__ADS_1
“Iya-ia. Sekarang mari makan.”
...bersambung...