Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 32. Lampu Mati dan pelayan Pria Misterius


__ADS_3

💫💫KEDIAMAN ALEXDIAN💫💫


Mendengar beberapa pelayan mengatakan kepada tuan muda Alexdian jika Aulia datang, dengan cepat kedua kakinya melangkah menyambut kedatangan Aulia. Tuan muda Alexdian terus berjalan menuju pintu utama. Namun langkah kakinya harus terhenti saat melihat Aulia sedang berdiri dengan seorang pria. Bukan Venus, melainkan Azzuri.


Tuan muda Alexdian mendekati Aulia, bibirnya berbisik pelan di daun telinga kiri Aulia, “Kenapa dia ada di sini?”


Bukannya menjawab pertanyaan dari tuan muda Alexdian. Aulia malah melirik suram ke Azzuri, dan bertanya mengenai pertanyaan milik tuan muda Alexdian, “Kenapa kamu terus mengikuti aku?”


Dengan santai Azzuri menjawab, “Karena aku adalah Azzuri Mahendra. Semua yang aku inginkan harus terpenuhi,” jarinya mencolek wajah Aulia, “Termasuk kamu!” ucapnya penuh dengan rasa pede.


Aulia kembali menatap wajah tuan muda Alexdian, “Ngerti sekarang? Sudah pasti ngerti dong!”


Tuan muda Alexdian perlahan mendekati Azzuri, mendekatkan bibirnya di daun telinga kanan Azzuri, dan berkata, “Berhentilah mengikuti Aulia. Sebelum kamu hancur lebur menjadi abu yang beterbangan di langit Paris suatu hari nanti,” ancam tuan muda Alexdian.


Seolah dirinya tidak takut dengan ancaman tuan muda Alexdian, Azzuri malah menyerang kembali tuan muda Alexdian dengan perkataannya, “Bukannya tujuan kita sama? Kamu rebut Mamanya, aku merebut Putrinya! Tidak perlu mengurusi urusanku. Apa Anda sudah paham, tuan muda Alexdian?” Azzuri berbisik pelan namun sedikit menekan nada suaranya.


“Tidak ada satu helai rambut pun yang akan lolos dari pantauan tuan Agung Laksmana,” sambung Venus tiba-tiba sudah berdiri di hadapan mereka berdua.


Azzuri dan tuan muda Alexdian terkejut, mereka kembali berdiri tegak, saling membuang wajah sambil merapikan jas.


“Sudah waktunya kita makan malam,” ucap tuan muda Alexdian mencairkan suasana.


Venus berjalan mendekati Aulia, tangan kanan mengulur ke depan, “Mari kita masuk nona muda,” ajak Venus sopan.


“Venus, apa yang sedang kalian bicarakan di sana tadi?” tanya Aulia berjalan bersama dengan Venus memasuki ruang makan.


Venus mengulas senyum tipis, “Tidak ada nona muda. Percakapan bodoh itu hanya bisa di bahas oleh para pria saja,” ucap Venus berbohong.


“Oh” sahut Aulia percaya.

__ADS_1


‘Benar kata tuan Agung. Sebaiknya aku harus lebih waspada lagi mengenai kedua pria ini. Yang satu seorang pria ingin kembali merebut nona besar, pria satunya ingin menjatuhkan tuan Agung. Kenapa hidup seorang konglomerat ribet seperti ini. Kalau tidak ingin mengulik informasi mengenai tuan muda Azzuri Mahendra, mungkin aku tidak mau menerima undangan dari tuan muda Alexdian. Karena Informasi penting mengenai semua pengusaha di kota Paris ini hanya tuan muda Alexdian yang tahu. Mudah-mudahan semua rencana tuan Agung bisa berjalan dengan lancar.’


Venus menarik kursi buat Aulia, “Silahkan nona muda,” ucap Aulia mempersilahkan duduk.


“Terimakasih Venus,” sahut Aulia duduk.


“Nona muda kenapa duduk di sebelah sana!” tangan kanan tuan muda Alexdian mengarah ke kursi nomor satu dari kursi utama sebelah kanan, “Duduk di dekat sini saja.”


“Tidak terima kasih,” Aulia menengadah ke atas, melihat Venus sedang tersenyum manis kepadanya, “Aku lebih nyaman dengan pilihan Venus, daripada kursi pilihan Anda,” sahut Aulia dingin.


“Oooh” sahut tuan muda Alexdian kaku.


Para pelayan mulai menyajikan makanan di atas piring kosong, menyajikan anggur juga ke dalam gelas milik tuan muda Alexdian dan Azzuri. Namun khusus buat Aulia minumannya sengaja berbeda, tuan muda Alexdian menyajikan jus khusus buat Aulia.


Dengan hikmat dan santai Aulia, tuan muda Alexdian, dan Azzuri menyantap menu makan mewah. Selesai menyantap menu hidangan makan malam, seorang pelayan pria misterius datang dan terus menyajikan minuman anggur di tuang ke dalam gelas kosong milik Azzuri dan tuan muda Alexdian.


‘Siapa pelayan ini?’ Venus bergerak cepat mendekati pelayan tersebut. Tangan kanan segera menahan lengan kanan pelayan misterius hendak terus menuangkan minuman, dan sudah membuat tuan muda Alexdian dan Azzuri mabuk. Tatapan suram mengarah pada pelayan misterius tersebut, “Siapa kamu?”


“Kamu tidak bisa melakukan hal ini. Apa kamu tidak bisa melihat ada nona muda di sini?” tunjuk ke Aulia sedang terlihat bingung melihat tuan muda Alexdian mulai berbicara sendiri, begitu juga dengan Azzuri.


“Kamu tenang saja. Setelah lampu mati, maka mulailah mengulik apa yang sedang direncanakan Azzuri buat nona muda. Setelah itu kamu bisa membawa nona muda pergi, kalau bisa carilah Apartemen yang baru agar para musuh tidak bisa mendekati nona muda lagi,” tegas pelayan pria misterius.


Ctak!


Sesuai perkataan pelayan pria misterius. Semua lampu rumah padam. Venus segera berlari mendekati kursi Azzuri. Venus mendekatkan daun bibirnya di daun telinga Azzuri, dan mulai mengajukan pertanyaan, “Apa tujuan Anda mendekati nona muda?”


Sambil mengulurkan gelas di tangan kanannya, Azzuri menjawab, “Tentu saja aku ingin membuat kontrak kerja sama, dan aku juga ingin berteman dengannya,” sahut Azzuri dengan suara dipengaruhi alkohol.


“Selain itu?” tanya Venus tidak percaya.

__ADS_1


“Tidak ada,” Azzuri mengalihkan wajah setengah sadar ke Venus, senyum manis penuh makna terpancar jelas saat menatap kedua mata Venus, “Apa kamu sudah puas?”


Venus terkejut, kedua matanya langsung membesar saat mengetahui jika Azzuri tidak terpengaruh apa pun dengan minuman anggur berkadar alcohol tinggi. Venus segera berbalik badan, kedua kakinya melangkah cepat mendekati kursi Aulia, Venus sedikit membungkukkan tubuhnya, kedua tangan menggendong tubuh mungil Aulia, “Maafkan saya nona muda!” kedua kaki berlari cepat seperti ninja meninggalkan ruang tamu masih gelap.


“HA HA HA” terdengar suara renyah dari mulut Azzuri.


Siapa sebenarnya Azzuri dan kenapa dirinya tidak terpengaruh dengan obat dan minuman anggur tersebut.


Karena rencana mereka gagal untuk mengulik informasi langsung dari mulut Azzuri. Venus dan pelayan pria misterius berlari keluar dari rumah tuan muda Alexdian. Setelah membuat Aulia masuk ke dalam mobil, Venus berjalan mendekati pelayan pria misterius sedang duduk di atas sepeda motor sport.


“Siapa kamu?” tanya Venus masih penasaran.


“Siapa saya itu tidak penting. Yang jelas, rencana kita sudah gagal. Saya permisi pergi, hati-hati dengan pria itu,” ucap pelayan pria misterius kepada Venus.


Bromm!!!


Pria tersebut melajukan sepeda motor sportnya meninggalkan kediaman rumah tuan muda Alexdian.


Venus segera berjalan mendekati Aulia. Memasang seatbelt, dan menghidupkan mesin mobil. Venus melirik ke belakang, “Sebaiknya kita pergi nona,” ucap Venus mengemudikan mobilnya keluar dari kediaman rumah tuan muda Alexdian.


Setelah keluar dari kediaman rumah tuan muda Alexdian, Aulia mendekatkan tubuhnya ke bangku Venus. Tatapan serius mengarah ke wajah kacau Venus, “Kenapa semua ini bisa terjadi, dan siapa pemuda itu?”


“Dia salah satu dari kami,” sahut Venus berbohong.


Aulia kembali duduk, “Daripada semua masalah terus terjadi kepadaku, sebaiknya kita kembali saja ke tanah air. Sepertinya aku lebih nyaman di sana,” ucap Aulia mulai bosan mengenai semua permasalahan terus saja menghantui kehidupannya.


“Seorang wanita tangguh dan sukses tidak perlu menghindar dari semua masalah yang sedang ia hadapi saat ini. Bukannya ada pepatah yang mengatakan, ‘Semakin tinggi pohonnya, maka akan semaki banyak angin pula yang ingin menjatuhkannya’, jika nona muda bisa melewati semuanya. Maka nona muda akan menjadi satu-satunya seorang pengusaha terhebat yang ada di muka bumi ini. Bukannya nona muda ingin menjadi wanita tangguh buat tuan Agung dan nona besar Marsya?”


Aulia menunduk, “Kamu benar.”

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2