Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 69. Jalan JM


__ADS_3

Setelah mendapat kabar telpon dari pihak berwajib, tuan Agung, Venus, Andra, dan Tarjok bergegas menuju perusahaan cabang di jalan JM. Dengan melalui jalur tol, tuan Agung, Andra, Venus dan Tarjok akhirnya sampai dalam waktu 1 jam.


4 orang pihak berwajib segera mendekati mobil tuan Agung. Venus, Tarjok, Andra, Dan tuan Agung segera turun.


Pihak berwajib pertama mendekati tuan Agung, "Maaf sudah mengganggu waktu istirahat Anda, tuan Agung Laksmana."


"Tidak masalah. Apa para karyawan ku semua nya masih selamat?" tanya tuan Agung mengkuatirkan para karyawannya.


"Sepertinya belum ada korban tuan. Tapi saya terus mendengarkan ada beberapa kali tembakan di layangkan ke udara," ucap pihak berwajib pertama.


Tuan Agung melirik ke Tarjok, "Tarjok dan Venus, segera buka kuncinya," perintah tuan Agung.


"Baik," sahut Tarjok. dan Venus patuh.


"Pa, aku ikut!" ucap Andra segera menyusul Tarjok.


"Kamu tidak perlu ikut, kamu cukup berdiri di samping tuan Agung," ucap Tarjok kuatir jika akan terjadi hal buruk kepada Andra.


"Aku tahu Papa kuatir, tapi bukan berarti aku juga tidak kuatir melihat Papa," Andra menggenggam erat tangan kanan Tarjok, "Mari kita pergi bersama."


Tarjok, Venus, dan Andra sudah sampai di depan pintu. Tarjok dan Venus saling menatap, kepala mengangguk seperti memberi kode bahwa mereka sudah siap untuk membuka pintu.


Pintu kini sudah terbuka lebar. Pihak berwajib langsung mengepung perusahaan tuan Agung.


Venus, Andra, dan Tarjok membulatkan kedua bola matanya saat melihat siapa Bos dari para penjahat tersebut. Bos para penjahat tersebut ternyata adalah Wardhani.


Seperti tiada habis dan hentinya Wardhani membuat ulah untuk menghancurkan tuan Agung, dan Marsya. Dan tiada rasa takut di dalam hatinya akan dingin dan kejamnya tinggal di balik jeruji besi.


Wardhani berjalan dengan angkuhnya mendekati tuan Agung berdiri di depan pintu. Wardhani juga menaikkan dagu tuan Agung dengan ujung pistol miliknya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya tuan Agung ke intinya.


"Tentu saja aku ingin kembali bersama kamu."


"Omong kosong apa lagi yang kamu katakan. Sudah berapa kali aku katakan kepada kamu, jika aku tidak lagi ingin hidup bersama kamu."


"Kenapa? apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Wardhani mendekatkan wajahnya.


"Rasa cintaku sudah hambar 19 tahun silam. Rasa cintaku juga sudah terkubur bersama semua kenangan pahit kamu yang diam-diam terus bermain gila di belakangku. Rasa cintaku juga sudah hilang saat selingkuhan kamu hendak menyakiti aku sewaktu aku berada di Negri orang. Dan satu lagi aku kasih tahu ke kamu. Selingkuhan kamu meninggal karena dia membututi ku, dan akhirnya Allah memberikan karma balasan kepadanya. Dia meninggal dengan perbuatannya sendiri berbalik padanya. Bukannya Allah itu sudah adil?"


.


✨ POV PENULIS ✨

__ADS_1


Saya sebagai Author ingin memberitahu, jika ada yang bingung dengan kalimat tuan Agung tentang selingkuhan Wardhani. Mohon lihat kilas balik ke season 1 ya πŸ€—.


Meski belum sempat di rapihkan, tapi aku harap kalian mengerti.


Terimakasih 😘😘


.


✨ POV END ✨


.


Tak!


Wardhani melaya-ngkan gagang pi-stol ke pelipis kiri tuan Agung.


"Akh!" keluh tuan Agung menekan peli-pisnya mengeluarkan da-rah.


"Gimana rasanya?"


Melihat tuan Agung terluka. Pihak berwajib langsung sigap. Mereka maju 3 langkah ke depan, kedua tangan menodongkan senjata api.


"Jangan bergerak!" tegas pihak berwajib serentak.


"Jangan pernah sentuh tuan Agung!" tegas Tarjok mengarahkan pis-tol nya.


Wardhani melirik ke sisi kiri. Bibir merah maroon mengulas senyum tipis, "Apa besan baru kamu sangat berharga?" tanya Wardhani perlahan melepaskan pelukannya.


"Mungkin bagi kamu, tuan Agung tidak berharga. Tapi bagi Marsya dan Aulia, tuan Agung sangat berharga," ucap Tarjok.


"Aah...Marsya lagi, Marsya lagi! apa tidak ada nama lain selain wanita kampung itu!" teriak Wardhani.


"Kamu berteriak seperti ini karena kamu merasa iri kan?" tanya Tarjok.


"Diam!" bentak Wardhani.


Merasa kesal mendengar nama Marsya dan dirinya seperti dibanding-bandingkan. Wardhani mengarahkan pis-tol nya ke dahi Tarjok. Tarjok pun membalas Wardhani. Kini mereka saling bertatap muka dengan masing-masing tangan masih menahan pis-tol.


"Wanita yang dicintai dan Istri Agung Laksmana seharusnya itu hanya Aku. Dan buat kamu yang selalu ikut campur dalam urusan ku. Maka aku akan buat Istri kamu menjadi Jan...da. Biar Istri, kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat ia cintai," ucap Wardhani mulai menarik pelatuknya.


Merasa takut Ningrum menjadi Ibu tunggal dan kehilangan Suami dan sosok Papa begitu sangat menyayangi mereka berdua. Andra mendekati Tarjok, "Pa... Papa jangan lakukan itu Pa. Biar pihak yang berwajib saja yang membereskan semua masalah ini."


"Benar, jangan berbuat bodoh Tarjok. Ingat Ningrum menunggu kamu di rumah," ucap tuan Agung berusaha menghentikan Tarjok.

__ADS_1


Salah pihak berwajib satu mendekati tuan Agung, "Tuan Agung, apa yang harus kami lakukan?" tanya pihak berwajib.


"Kalian selamat kan para sandera dan tangkap semua pelukannya di dalam," ucap tuan Agung memberi perintah.


"Baik," sahut patuh pihak berwajib.


Pihak berwajib satu kembali ke barisan. Pihak berwajib mulai membisikan ancang-ancang kepada para anak buahnya. Setelah ancang-ancang itu selesai dibuat, semua anak buah membentuk kelompok. 4 orang pergi ke sisi kanan, 4 orang pergi ke sisi kiri, dan 4 orang pergi ke sisi belakang. Mereka semua di tugaskan untuk menyergap dari belakang. Dan ada sisa 10 orang lagi berjaga di depan untuk segera menyergap Wardhani, dan pelaku di daerah pintu masuk.


"Berani maju. Maka akan aku beri satu tembakan," ucap Wardhani.


Tarjok melirik ke belakang, "Jangan pedulikan saya. Kalian cepat bebaskan yang di dalam," ucap Tarjok memberi perintah ke pihak berwajib.


Merasa ancamannya tidak berlaku buat tuan Agung dan lainnya. Wardhani menghentakkan kedua kakinya, emosi pun meluap dari kata-kata, "Sudah aku bilang jangan mendekat. Jika kalian mendekat maka akan aku..."


Melihat Tarjok sudah mulai tua tapi diperlakukan seperti itu. Andra segera berlari mendekati Wardhani dan Tarjok. Andra juga langsung merampas pistol milik Wardhani dan kembali menodongkannya.


"Andra, jangan lakukan itu nak," ucap tuan Agung dan Tarjok serentak.


Andra mengulurkan tangan nya ke belakang, "Stop! jangan halangi Andra," sambung Andra melarang Tarjok dan tuan Agung mendekati dirinya.


"Aku jadi teringat dengan tuan Agung semasa muda dulu. Dulu dia sama seperti kamu, tangguh dan juga perkasa," ucap Wardhani mengingat kenangan dengan tuan Agung.


"Aku tidak butuh ocehan dari mulut kamu. Kamu adalah wanita Iblis. Wanita seperti kamu tidak pantas untuk merasakan kebahagiaan. Kenapa? karena kamu bukanlah wanita yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberi," sahut Andra menekan nada suaranya. Jari Andra menarik pelatuk, "Ngaku sebagai Ibu untuk Aulia. Cih!"


Melihat Andra seperti di penuhi emosi, tuan Agung langsung memberi perintah kepada pihak berwajib, "Segera lepaskan para sandera!"


"Baik!"


10 pihak berwajib langsung berjalan masuk ke dalam. Suara tembakan pun terdengar sampai ke luar.


Dor!dor!!!


Tidak ingin kembali ke dalam sel. Wardhani mendobrak tubuh Andra, "Breng-sek kalian semua!"


Bam!


Andra jatuh ke belakang.


"Berhenti!"


Dor!!


Langkah Wardhani terhenti saat pungg-ung mengeluarkan da-rah.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2