Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 51. DE LA Concorde


__ADS_3

Aulia, Andra, Marsya, tuan Agung, Venus dan juga tuan muda Alexdian. Mereka semua sedang mengunjungi tempat pariwisata bernama Place De La Concorde. Berdiri di tengah-tengah ramainya orang melihat air mancur sangat indah bila di pandang di malam hari.


Aulia ibarat burung terlepas dari sangkar cukup gelap. Kedua matanya terus bersinar terang melihat pemandangan cukup indah, di temani seorang pria yang ia cintai dari kecil. Aulia mengulas senyum tipis melihat Andra, "Apa kamu suka?" tanya Aulia semangat.


"Suka!" maksud Andra di dalam hatinya, 'Aku sangat menyukai kamu. Senyum, tawa, dan tingkah kekanak-kanakan kamu. Akankah cinta ku bisa terbalas sampai kita menikah. Atau kisah cinta ini hanya bisa di kenang dan di kemas menjadi satu dalam judul CINTA MASA KECIL PRESDIR CANTIK ? sungguh masa depan yang selalu membuat aku kebingungan.'


Aulia menggenggam pergelangan tangan kiri Andra, "Mari aku ajak kamu ke sisi lain," Aulia menarik tangan Andra. Dan Aulia juga melambaikan tangan ke tuan Agung, dan Marsya, "Pa...Ma...dan tuan muda. Aku izin pergi bersama Andra!" Aulia berbalik badan. Kedua kaki mereka pun berlari kecil menembus semua pengunjung di sana.


"Aku tidak pernah melihat nona muda senang seperti ini!" ucap tuan muda Alexdian.


"Tahu apa Anda tentang putriku," sahut taun Agung.


"Tentu saja aku mengetahuinya. Nona muda ada beberapa kali bertemu denganku sebelum pertemuan ini. Tapi saat nona muda menjumpai ku, tuan Azzuri selalu mengikutinya-" tuan muda Alexdian menggantung ucapannya, kedua bola mata melirik ke Venus, "Tanya saja sama orang kepercayaan nona muda."


Venus menundukkan pandangannya.


"Apa itu benar?" tanya tuan Agung serius.


"Maaf, saya belum sempat membicarakan hal itu. Tapi yang dibilang tuan muda Alexdian adalah benar. Tuan muda Azzuri terus mengikuti langkah nona muda. Meski nona muda bersikap kasar dan sering berbuat aneh kepada tuan muda Azzuri. Tapi tuan muda Azzuri tetap saja menemui nona muda," ucap Venus menjelaskan singkat.


"Berarti Azzuri ada niat tersembunyi Pa. Bagaimana jika Aulia celaka saat kita tidak bersamanya. Bukannya Papa juga tahu jika Azzuri Mahendra adalah seorang pengusaha terkenal licik, dan juga kejam. Azzuri juga terkenal dengan incarannya. Jika ada seseorang sudah masuk dalam daftar incarannya, orang itu pasti akan sangat sulit untuk keluar," sambung Marsya cemas dengan pikirannya.


"Awalnya juga saya pikir begitu nona besar. Tapi setelah saya melihat tuan muda Azzuri terus mengikuti nona muda. Sepertinya niat awalnya itu hilang dan berganti menjadi rasa suka. Saya bisa berkata seperti itu karena nona muda sering berbicara kalau tuan Azzuri selalu membela dirinya atau tuan muda Azzuri selalu melindungi nona muda dari orang jahat," ucap Venus mengingat beberapa keluhan Aulia dulu.


Tuan Agung mengelus dagu sedikit berbulu, "Sepertinya ia. Azzuri Mahendra mulai menyukai Aulia. Tapi kita tetap harus hati-hati," tuan Agung memegang bahu kiri Venus, "Aku serahkan tanggung jawabku sebagai orang tua kepada kamu di sini!" tegas tuan Agung di kalimat terakhir.


Venus nyengir, wajah ia buang ke sisi kanan, "Inilah alasanku kenapa sampai sekarang aku masih menjomblo," gumam Venus pelan.

__ADS_1


"Kamu tenang saja. Kalau mau mencari kesenangan dengan seorang wanita aku ahlinya," sambung tuan muda Alexdian mendengar ucapan Venus.


"Iya, pria ini juga ahlinya dalam mengincar Istri orang," ucap tuan Agung sedikit menyindir.


"Aku rasa mengincar Istri orang itu adalah hal yang lebih efektif. Kalau aku mengincar seorang gadis, sudah pasti gadis itu punya incaran lainnya. Tapi kalau aku mengincar Istri orang. Istri orang sudah pasti tidak mengincar apa pun, kecuali milik Suaminya," sahut tuan muda Alexdian dengan pikiran anehnya.


"Sikap gombal kamu memang tidak pernah berubah. Aku lihat kamu sendiri saja, mana Istri kamu?" tanya Marsya melirik ke tuan muda Alexdian.


"Tentu saja Istriku masih menjadi Istri orang lain," sahut tuan muda Alexdian dengan santai.


"Kenapa kamu menunggu yang tak pasti. Bukannya banyak Janda dan anak gadis id Dunia ini?" tanya Marsya polos.


"Kan aku sudah bilang. Mau gadis dan Janda, mereka itu sudah ada yang mengincar. Kalau menunggu Istri orang, paling aku hanya menunggu Suaminya di kubur!"


Ctak!


"Tidak mungkinlah Pa. Mama ini sudah tua, kekuatan bermain saja mulai berkurang," ucap Marsya malu-malu.


"Tapi Mama itu semakin cantik dan juga le...git. Jadi wajar saja banyak pria tertarik pada Mama!" sahut tuan Agung cemburu.


"Kalau gitu aku izin menghabisi nyawa tuan Agung ya?" tanya tuan muda Alexdian ke Marsya.


"Berani kau sentuh Suamiku. Maka akan ku potong menjadi tiga ratus bagian..." kedua bola mata Marsya turun ke celana, "Itu!"


"Wah ..wah. Aku tidak bisa menyangka jika kita bertemu di sini!" ucap seorang pria dari belakang.


Marsya, tuan Agung, tuan muda Alexdian dan juga Venus segera berbalik badan. Dahi tuan muda Alexdian dan juga tuan Agung langsung berkerut, seolah tidak senang melihat kedatangan Azzuri.

__ADS_1


"Mau apa kamu ke sini?" tanya tuan muda Alexdian.


"Tentu saja aku sedang menikmati malam di kota ini!" sahut Azzuri merentangkan kedua tangannya.


"Kamu pasti mengikuti Aulia kan?" tanya tuan muda Alexdian menyelidik.


"Hem" Azzuri mengelus dahinya, kepala mengangguk, "Anda benar!"


"Berhentilah mengikuti Aulia. Bukannya Anda sudah tahu jika Aulia sudah ada yang memiliki," tegas tuan muda Alexdian.


Azzuri melangkah pelan, "Kenapa nasehat itu harus keluar dari mulut seseorang yang sampai sekarang masih mengincar milik orang lain?" tanya Azzuri mendekatkan wajahnya.


"Aku dan Anda memiliki versi cerita yang berbeda," sahut tuan muda Alexdian.


"Kalian berdua itu sama saja. Sama-sama ingin merusak hubungan orang lain. Apa kalian tidak tahu apa hukumannya di akhirat buat orang yang berusaha merebut milik orang lain?" sambung Marsya serius.


"Tentu saja masuk Neraka," sahut Azzuri santai.


"Sebagai seorang Ibu, aku minta Anda berhenti mengejar Aulia. Jangan buat dirinya semakin tertekan dengan kehadiran Anda," tegas Marsya menyuruh Azzuri untuk menjauhi Aulia.


"Jika nona muda merasa tertekan. Berarti nona muda selalu memikirkan ku. Bukannya itu adalah hal yang bagus," ucap Azzuri merasa perbuatannya itu adalah tindakan benar.


"Begini tuan muda Azzuri Mahendra. Aulia kan baru saja sembuh, dan dia juga sudah memiliki seorang kekasih sekaligus calon Suami. Jadi sebagai orang tua, aku minta kepada Anda untuk sedikit jaga jarak. Boleh berteman, asal tidak melewati batas," ucap tuan Agung menjelaskan sedikit.


Azzuri melambai, "Aku tidak ingin berteman. Memiliki teman sama saja seperti memiliki musuh," Azzuri berbalik badan, "Yang terikat bisa terlepas. Yang sudah memiliki tempat nyaman bisa beralih ke tempat yang lebih nyaman lagi. Aku tidak akan menyerah. Aulia sudah merusak semua sistem pikiranku, dengan memenuhi semua tingkahnya. Jadi tidak mudah bagiku untuk melepaskan wanita seperti dia," tangan kanan melambai,. "Sampai jumpa!" Azzuri melangkah dengan santai, sudut bibirnya mengulas senyum tipis penuh makna.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2