Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 45. PELANGI DI HIDUPKU


__ADS_3

💫💫 KEDIAMAN AZZURI💫💫


Azzuri terus berjalan mondar-mandir di depan meja kerja miliknya. Dari terus mengerut sehingga menampakkan kerut halus di setiap lekuk wajah, "Kenapa baru ini aku merasa gelisah saat memikirkan seorang wanita. Niatnya mau balas dendam, tapi kenapa aku yang terjebak. Mana wanita itu mengelabuhi aku duluan. Menyatakan cintanya, tapi dia sudah memiliki calon suami. Apa maunya Aulia sebenarnya?" gumam Azzuri bertanya-tanya sendiri.


Tok!tok!!!


"Masuk saja!" ucap Azzuri menatap pintu ruangannya.


Pintu terbuka, terlihat Jack berjalan masuk ke dalam stelan jas berwarna krem kotak-kotak terdapat darah kering.


"Sudah selesai?" tanya Azzuri.


"Sudah. Semua permintaan tuan muda sudah saya selesaikan. Mereka juga sudah mengalami hal yang sama. Berakhir dengan tenang di kuburan," ucap Jack santai, kedua mata teringat dengan jasad pria dan wanita tersebut sudah terbujur lemah di atas lantai.


"Kenapa kamu menghabisinya dengan mudah. Aturan kamu buat mereka hidup iya...mati tidak!" tegas Azzuri.


"Maaf, habisnya saya terbawa suasana," sahut Azzuri tenang.


Azzuri meraup wajahnya, "Yang penting tidak meninggalkan jejak kan?" tanya Azzuri memastikan jika perbuatan Jack tidak meninggalkan jejak yang bakal diketahui pihak berwajib dan akan membuat namanya menjadi buruk di mata masyarakat.


"Tuan muda tenang saja. Saya dan Venus sudah membersihkan dengan benar," sahut Jack tenang. Jack menatap wajah Azzuri, "Tuan muda!"


"Apa!"


"Jika saya mengatakan satu hal tentang nona muda Aulia. Apakah Anda akan mempercayai saya?"


"Katakan saja. Aku akan mendengarnya."


"Tadi saat saya mengantar Venus, dan berpikir jika tuan muda masih di sana. Saya tidak sengaja mendengar perbincangan tuan Agung bersama dengan pria muda bernama Andra..."


"Maksudnya"?" tanya Azzuri penasaran.


Jack menatap Azzuri dengan serius. Jack pun mulai mengingat semua percakapan tuan Agung dan Andra sewaktu di kantin rumah sakit. Jack menarik nafas, "Aku mendengar jika nona muda Aulia sengaja menyatakan cinta hanya untuk melindungi dirinya dari musuh besar yang ada di kota ini. Musuh besarnya, yaitu adalah tuan muda sendiri. Bukan itu saja, nona muda juga ingin mencaritahu musuh mana saja yang ingin membalaskan dendam nya kepada tuan Agung dan juga nona besar melalui nona Aulia. Setelah mengetahuinya, maka nona Aulia akan bertindak sendiri untuk menjauhkan para musuh. Karena nona muda tidak ingin membuat beban tuan Agung dan juga nona besar cemas tentang keselamatan dirinya di sini. Nona muda membuat rencana sendiri untuk melindungi diri dari musuh melalui tuan muda Azzuri sendiri. Alasannya karena tuan muda sangat ditakuti di kota ini, dan keamanan dirinya juga pasti akan terjamin jika berpacaran dengan tuan muda."

__ADS_1


.


✨POV JACK✨


Jack mengira jika Azzuri masih di rumah sakit menunggu kepulangannya. Saat Jack melihat Azzuri tidak ada di kamar Aulia. Jack merasa letih dan haus menyempatkan diri untuk ke kantin. Saat sedang menikmati secangkir kopi, dirinya melihat tuan Agung dan Andra berjalan masuk. Awalnya Jack ingin menyapa, tapi setelah mendengar semua pernyataan tuan Agung mengenai alasan mengapa Aulia mendekati Azzuri. Jack mengurungkan niatnya, Jack lebih memilih untuk diam di salah satu kursi dengan tubuh membelakangi tuan Agung.


.


✨✨POV END✨✨


Setelah mendengar semua penjelasan Jack. Azzuri hanya menggeleng, sudut bibir bagian atasnya menaik, "Wanita yang polos. Memilih berlindung di bawah orang yang salah. Kalau begitu segera cari tahu siapa saja musuh mereka, dan bereskan dengan cepat!" ucap Azzuri memberi perintah.


Jack tercengang, "Tapi tuan....bukannya..."


"Aku melakukannya hanya untuk sebagai permintaan maaf karena sudah memaksanya turun dari mobil di tengah jalan umum. bukan itu saja. Aku menyuruh kamu melakukan hal itu karena hanya aku saja yang boleh mengejarnya. Dan...aku tidak ingin membuat Aulia terluka lagi. Yang boleh melukainya cukup aku juga. Apa kamu mengerti!?" tegas Azzuri memberi perintah.


"Kenapa tuan malah membelanya dan ingin melindunginya, setelah mengetahui jika nona muda hanya mengambil keuntungan dari kekuasaan tuan!" ucap Jack mengingat Azzuri kembali.


Seolah semua seribu pertanyaan sudah terjawab. Azzuri berjalan perlahan mendekati Jack, senyum tipis terlihat jelas diwajahnya, "Karena semua pikiran dan waktu ku sudah di curi olehnya. Dan dia sendiri yang mendatangi ku tanpa di minta. Maka kenapa aku tidak memanfaatkan hal itu!" alasan terdengar dari luar mulut. Sedangkan di dalam hati, 'Bagaimana mungkin aku melepaskan seorang wanita yang sudah mengobrak-abrik hari-hari ku, hati, dan pikiranku. Dan juga sudah membuat aku seperti budaknya. Aku juga sepertinya mulai mencintai dirinya.'


Azzuri melangkahkan kedua kakinya mendekati kursi besarnya. Menyandarkan tubuhnya, kedua mata terpejam mengingat senyum amukan Aulia begitu sangat indah di matanya, "Laksmana Aulia. Aku pastikan kamu dan aku akan menjadi kita!" gumam Azzuri memikirkan jika dirinya akan bersama suatu hari nanti. Tanpa ada orang lain yang memisahkan mereka berdua.


.


.


💫DI RUMAH SAKIT💫


"Hatcuih! hatcuih!" Aulia sedang duduk di sofa, menunggu Marsya, dan Venus menyusun barang miliknya. Aulia terus bersin-bersin, seolah tubuhnya mengetahui sedang dibicarakan.


"Kamu kenapa nak?" tanya Marsya mendekati Aulia.


"Tidak tahu Ma. Mungkin ada seseorang yang terus mengumpat ku," ucap Aulia merasa ada orang lain sedang membicarakan dirinya.

__ADS_1


"Mungkin tuan Azzuri sedang membicarakan nona muda. Bukannya sekarang nona muda sudang ketahuan berselingkuh!" sambung Venus dengan pikirannya.


"Apa kamu lupa, aku kan sudah putus dengan pria licik itu!" sahut Aulia sedikit kesal.


"Buktinya tuan Azzuri tidak mau putus dengan nona muda," ucap Venus tidak mau kalah.


"Itu urusannya, bukan urusanku!" sahut Aulia sudah bingung mau menjawab apa. Karena Venus sangat pintar jika melakukan perdebatan.


"Ha ha" melihat Aulia dan Venus berdebat. Marsya malah tertawa renyah, tangan kanannya membelai, "Aulia seperti memiliki kakak perempuan," sambung Marsya merasa Venus seperti seorang Kakak perempuan sedang memarahi adik kecilnya.


"Ada apa ini. Kenapa terdengar cukup meriah dari depan pintu," ucap tuan Agung baru saja masuk ke dalam ruang rawat inap Aulia.


"Ini Pa, Venus masa berkata jika Azzuri tidak ingin putus dengan Aulia. Padahal Aulia kan sudah memutuskan hubungan dengannya. Kecuali kontrak kerja!" sahut Aulia tidak ingat jika Andra ada di dalam ruangan tersebut.


Marsya, tuan Agung dan juga Venus melihat Andra. Wajah mereka bertiga terlihat sangat bersalah.


Tuan Agung memegang bahu kiri Andra, "Maafkan Aulia," ucap tuan Agung meminta maaf atas kesalahan Aulia.


Andra mengangguk, senyum kaku melintas sejenak di wajahnya.


"Oh ..nona muda sudah tahu jika di sini ada Andra?" tanya Venus memecah keheningan.


"Di mana!" Aulia menatap sekeliling ruangan. Namun hanya ruang gelap terlihat di kedua matanya.


"Apa kamu sedang menungguku?" tanya Andra mendekati Aulia.


Aulia mengangguk, "Sangat-sangat," Aulia berdiri, "Hari ini aku pulang. Jadi aku ingin mengajak kamu berkeliling kota Paris," sahut Aulia semangat. Namun kepalanya tertunduk sedih, tangan menggaruk kepala tak gatal, "He He. Karena penglihatan ku belum pulih, maka kita tidak bisa jalan berdua. Kita jalan bersama dengan Venus. Apa kamu tidak keberatan?"


"Tentu. Asal jalan ada kamu di sampingku, maka aku akan senang."


" Benarkah?"


'Tentu saja. Berulang kali aku mengingat jika kamu adalah pelangi di hati dan hidupku.'

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2