
Mobil Aulia kini sudah terhenti di tempat parkir Restauran. Pria pemilik mobil hitam juga ikut memarkirkan mobilnya di samping mobil Aulia.
Melihat pria tersebut memarkiran mobilnya tempat di samping mobil Aulia.
“Venus, aku duluan ya,” ucap Aulia.
“Baik nona muda,” sahut Venus.
Aulia segera membuka seatbelt miliknya, lalu dengan cepat ia keluar dari dalam mobil. Baru berjalan beberapa langkah dari parkiran mobil. Tangan Aulia di pegang dari belakang.
“Kenapa kamu sangat membenciku?” tanya Azzuri.
Aulia melirik ke sisi kiri, “Aku tidak membenci kamu!” bola mata Aulia melirik ke genggaman tangan Azzuri, “Bisa tidak kamu lepaskan tangan kamu. Soalnya aku tidak suka di sentuh oleh orang lain,” ucap Aulia.
Azzuri langsung melepaskan genggaman tangannya, “Baik. Apa kamu ingin makan di sini juga?” tanya Azzuri sopan.
“Iya, kenapa?” tanya Aulia dingin.
“Kalau gitu mari kita pergi makan bersama,” ajak Azzuri sopan.
Mendengar Azzuri akan ikut makan di restauran bersama dirinya, Aulia langsung berbalik badan. Tatapan suram memandang wajah Azzuri dari samping, “Makan saja sendiri,” ucap Aulia dingin.
Grep!
Merasa batas kesabarannya telah habis untuk bersikap lembut kepada Aulia. Azzuri langsung menggenggam erat pergelangan tangan Aulia, dan menarik tubuh Aulia hingga mereka berdiri saling berhadapan. Kedua bola mata juga saling menatap cukup dekat hingga hembusan nafas saling menyapa.
“Semakin aku bersikap baik kepada kamu. Kamu malah semakin dingin kepadaku. Nona muda Aulia Laksmana! Katakan mau kamu sebenarnya apa?” tanya Azzuri menatap lekat kedua bola mata Aulia.
“Lepaskan aku, dan jauhi aku!” tegas Aulia.
Melihat Aulia diperlakukan Azzuri seperti itu, Venus tadinya hendak menolong Aulia. Namun Venus teringat dengan ucapan Jack, ‘Jika perbuatan Azzuri masih di ambang batas lembut dan sopan'. Jika Venus ikut campur takutnya Aulia akan diperlakukan kasar oleh Azzuri. Jadi lebih baik Venus diam dan memperhatikan perlakuan Azzuri kepada Aulia dari depan mobil.
Bukannya melepaskan Aulia. Azzuri semakin mengeratkan pelukannya sampai tidak tersisa celah di antar mereka berdua.
__ADS_1
“Apa kamu menginginkan aku melakukan hal kasar kepada kamu?” tanya Azzuri datar.
“Jika perbuatan itu akan membuat hati kamu puas, maka lakukan lah sesuka hati kamu!”
Azzuri langsung menggenggam dagu Aulia, perlahan menarik dagu Aulia mendekati wajahnya, membuat Aulia memejamkan kedua mata dan menyembunyikan bibirnya.
“Karena kamu sepertinya menantang ku, Aulia. Maka kamu harus menerima nya,” ucap Azzuri perlahan mendekatkan bibir nya.
“Hei-hei…apa-apaan ini. Adegan ini tidak diperbolehkan di sini, kalian berdua belum sah menjadi sepasang suami-istri. Jadi kalian tunda dulu ciumannya,” ucap tuan muda Alexdian baru saja tiba. Tangannya juga terselip di sela-sela antara bibir Aulia dan Azzuri.
Azzuri segera melepaskan pelukannya, “Ganggu saja,” gumam Azzuri.
Agar tidak terjadi perbuatan tak di inginkan, tuan muda Alexdian langsung menarik tubuh Aulia, dan merangkulnya.
“Calon anakku di masa depan, apakah kamu ingin makan di sini?” tanya tuan muda Alexdian memecah ketegangan.
Melihat tuan muda Alexdian menolong Aulia, Venus segera berlari mendekati tuan muda Alexdian.
“Terimakasih atas bantuan Anda, tuan muda Alexdian,” ucap Venus.
“Duh…aduh..a-ampun tuan muda. Kenapa saya tidak membantu nona muda, karena sebelumnya Jack pernah berkata 'lebih baik tidak usah ikut campur karena perbuatan tuan muda Azzuri masih di ambang batas sopan'. Daripada nona muda diperlakukan buruk oleh tuan muda Azzuri, lebih baik saya diam saja. Ka-kalau sudah terlalu jauh baru saya akan turun tangan,” sahut Venus jujur.
Tak!tak!
Dua jitakan manis Aulia layangkan ke dahi Venus.
“Bodoh! Mau saja kamu ditipu oleh tangan kanan Azzuri!” ucap Aulia.
“Ternyata dalangnya adalah sih Jack. Kalau aku bertemu dengan Jack, maka aku akan memberikan mereka pelajaran!” sambung tuan muda Alexdian.
Karena Venus tidak bersalah, tuan muda Alexdian melepaskan Venus. Tangan tuan muda Alexdian kini beralih menggandeng tangan Aulia.
“Calon anak masa depanku, mari kita berjalan masuk ke dalam,” ajak tuan muda Alexdian.
__ADS_1
Melihat gandengan tangan sangat mesra, kedua bola mata Venus dan Azzuri membulat sempurna. Sudut bibir mereka juga menaik seolah tidak terima jika tuan muda Alexdian menggenggam tangan Aulia seperti itu.
“Dasar perjaka tua. Lepaskan tangan genit kamu dari Aulia!” tegas Azzuri sedikit meninggikan nada suara.
Aulia melirik tajam, “Diam kamu! Pria licik,” sahut Aulia dingin.
“Eh!”
“Tapi nona muda, gandengan tangan itu akan membuat semua orang yang mengenal nona muda menjadi salah paham. Lebih baik nona muda melepaskan gandengan tangan dari Paman ini,” sambung Venus.
“Apa! Apa baru saja kamu mengatakan jika aku adalah Paman!” sela tuan muda Alexdian meninggikan nada suaranya.
Bukannya melepaskan gandengan tangan tuan muda Alexdian. Aulia malah semakin mengeratkan genggaman tangannya. Senyum manis juga Aulia tunjukkan buat tuan muda Alexdian.
“Mari kita masuk,” ajak Aulia menarik tangan tuan muda Alexdian, dan membawanya ikut berjalan bersamanya.
Aulia dan tuan muda Alexdian pun pergi sambil bergandeng tangan. Azzuri langsung memasang wajah masam menatap kepergian Aulia sambil menggandeng mesra tangan tuan muda Alexdian.
Belum puas memanasi hati Azzuri, tuan muda Alexdian melirik ke Azzuri, tak lupa lidah mengulur seperti mengejek Azzuri.
Melihat Aulia lebih nyaman pergi bersama dengan tuan muda Alexdian. Venus memutar arah berdiri nya. Venus juga sedikit membungkukkan tubuhnya.
“Saya mohon maaf atas ketidak nyamanan tontonan ini. Saya hanya ingin memberikan saran kepada Anda. Sebaiknya tuan muda Azzuri pergi meninggalkan restauran ini, daripada tuan muda Azzuri merasa panas melihat adegan mesra yang dilakukan oleh nona muda bersama dengan tuan muda Alexdian. Dan satu lagi, saya ingin kasih saran kepada Anda, tuan muda Azzuri. Sebaiknya Anda berhenti mengejar cinta nona muda, karena saya rasa nona muda sudah memilih pria lebih tua menjadi pengganti mendiang tuan Andra,” Venus menenggakan tubuhnya, memutar arah berdirinya, kedua mata menatap punggung Aulia dan tuan muda Alexdian sudah berjalan jauh di depan matanya. Lalu Venus kembali melanjutkan ucapannya, “Sepertinya pria pengganti tuan Andra adalah tuan muda Alexdian. Aku rasa tuan muda Alexdian juga menyukai nona muda. Aku pernah mendengar ada pepatah mengatakan, ‘jika kamu tidak bisa mendekati anaknya, maka dekati Papanya. Kalau kamu tidak bisa merebut hati Ibunya, maka rebut hati anaknya’. Mungkin pepatah itu yang akan dilakukan oleh tuan muda Alexdian.”
Mendengar ucapan Venus, hati Azzuri terasa panas. Wajahnya semakin memerah seperti menahan api cemburu.
“Itu tidak akan terjadi. Aku harus merebut Aulia dari lajang tua itu. Aku harus merebut hati Aulia, dan aku harus merebut kembali genggaman tangan Aulia!” teriak Azzuri.
Azzuri pun segera berlari mengejar Aulia dan tuan muda Alexdian kini sudah masuk ke dalam restauran.
Sedangkan Venus, Venus hanya bisa mengulas senyum tipis di raut wajah tampannya.
“Ha ha ha. Lucu juga kalau membuat orang lain cemburu. Wajahnya itu tidak bisa aku lupakan,” ucap Venus terlihat puas. Tak lupa tawa renyah terus keluar dari mulutnya.
__ADS_1
...Bersambung ...