
✨✨ KAMAR VIP ✨✨
Tuan Agung dan Azzuri sudah kembali ke rumah sakit untuk bertemu dengan Aulia, setelah mereka menyelesaikan tugas pentingnya.
"Apa itu Papa, Ma?" tanya Aulia, bola mata mengarah ke seluruh ruangan.
"Wah ...tadinya Papa ingin memberikan kejutan. Setelah ketahuan gak jadi deh!" ucap tuan Agung berdiri di samping ranjang Aulia.
"Siapa dulu...Aulia!" sahut Aulia membanggakan dirinya.
"Papa, Mama dan Andra kenapa bisa datang ke sini. Siapa yang memberitahu jika aku sedang mengalami kecelakaan?"
Tuan Agung melirik Azzuri. Namun, Azzuri menggeleng seolah dirinya berkata jangan beritahu jika aku yang memberi kabar itu.
Marsya, dan Andra hanya bisa diam. Mereka tidak ingin ikut campur dengan keputusan Azzuri.
"Pa....Papa!" panggil Aulia memecah keheningan.
"Eh ..iya nak!" sahut tuan Agung beralih ke Aulia. Tangan kanan membeli puncak kepala, "Apa putri Papa sudah makan?"
Aulia menggeleng.
"Mau Papa belikan apa?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin kalian semua menemaniku di sini," sahut Aulia berusaha meraih tangan tuan Agung tapi tidak bisa karena terhalang oleh penglihatan.
Tuan Agung segera meraih tangan Aulia, "Kamu harus makan. Papa belikan buah mau?"
"Tidak perlu Pa. Aulia sudah kenyang. Aulia hanya ingin menghabiskan kebersamaan kita semua!" sahut Aulia menolak dengan cara halus. Tolakan itu sebenarnya mengisyaratkan jika Aulia sekarang sedang kecewa dengan semua keadaan buruk sedang menimpa dirinya.
Andra mendekati Aulia, tangan kanan menarik hidung mancung Aulia, "Kamu jangan nakal. Kalau mau cepat sembuh harus banyak makan. Apa kamu ingin aku berikan hukuman?"
Aulia menepis tangan Andra, menggosok hidung mancungnya memerah, "Papa ..Lihat ini Abang Andra menarik hidungku!" rengek Aulia manja.
__ADS_1
"Hahaha" bukannya marah, tuan Agung dan Marsya malah tertawa renyah. Sedangkan Azzuri hanya ikut tersenyum di dalam sebuah kenyataan pahit.
Azzuri menundukkan wajahnya, senyum tipis tersirat di wajahnya, 'Ternyata seperti ini yang bernama Andra. Sikapnya begitu lembut dan juga perhatian. Pantes saja Aulia sangat menyukai dirinya. Tapi aku tidak boleh menyerahkan Aulia begitu saja pada pria ini. Karena Aulia sudah memancingku untuk masuk ke dalam kehidupannya. Dan sudah mengguncangkan hatiku, dan merusak semua ingatanku sampai merubah ingatan itu menjadi kenangan tentang dirinya. Aku pastikan, aku tidak akan menyerahkan Aulia. Aulia hanya boleh menjadi milikku seorang.'
Andra mendekati Azzuri, tangan kanan memukul pelan bahu kiri Azzuri, "Kenapa Anda hanya diam saja?" tanya Andra sedikit memelankan nada suaranya.
"Aulia sangat membenciku, jadi bagaimana mungkin aku bisa menampakkan wajahku atau mengeluarkan suaraku di sini," sahut Azzuri ikut berbisik.
"Apa kamu sangat mencintai Aulia?" tanya Andra spontan.
Azzuri tercengang, bagaimana bisa Andra mengetahui dengan cepat perihal hubungan mereka berdua. Sedangkan Azzuri sangat menutupnya rapat-rapat, tanpa diminta Aulia.
"Tuan Azzuri Mahendra. Bukannya itu nama Anda?" tanya Andra sekali lagi.
"Anda salah paham. Aku dan Aulia hanya sebatas rekan kontrak. Tidak ada hubungan spesial apa pun," sahut Azzuri berbohong.
"Anda tidak perlu berbohong. Aulia sudah mengatakannya kepadaku jika dirinya di sini sedang menjalin kasih dengan pria lain. Dan setelah aku perhatikan pria itu pasti Anda!" tegas Andra.
"Di saat seorang pria baru menyukai seorang wanita. Di saat itulah semua kelakuan terlihat jelas. Aku tanya sekali lagi, apa Anda sangat menyukai Aulia?"
Azzuri menatap lekat wajah Andra, "Awalnya tidak. Tapi karena dirinya sudah meracuni seluruh pikiranku. Di saat itulah aku tidak mampu melupakannya. Aulia memang sudah mengatakan putus denganku berulang kali. Tapi aku tidak. Dan satu lagi, ada hubungan apa Anda dengan Aulia?" tanya Azzuri kembali.
"Aku adalah calon Suaminya," sahut Andra tanpa ragu.
"Benarkah?" tanya Azzuri seperti tidak yakin.
Andra melangkah dekat, bibir mendekati daun telinga kiri Azzuri, "Status pernyataan publik itu tidak perlu sebelum menikah. Satu hal yang pasti harus Anda ketahui. Aku dan Aulia sudah tumbuh besar di lingkungan yang sama. Aulia adalah matahariku. Aku tidak perduli siapa Anda. Yang jelas, aku tidak akan pernah menyerahkan Aulia dengan mudah ke kamu!" ucap Andra sedikit menekan nada suaranya sambil berbisik.
"Aku juga!" sahut Azzuri ikut mendekatkan bibirnya di daun telinga kiri Andra, "Aku pastikan pernikahan kalian tidak akan pernah terjadi. Karena Aulia sudah menjebak ku masuk ke dalam kehidupannya, maka aku tidak akan pernah mau melepaskan diri dari jebakan manis ini!" sahut Azzuri merasa tertantang.
Tuan Agung dan Marsya hanya bisa saling pandang melihat Azzuri dan Andra terlihat begitu serius berbicara di depan pintu. Tuan Agung dan Marsya juga bingung mau ikut campur, karena ini masalah anak muda. Dan semua ini adalah ulah putrinya. Ingin memisahkan, hanya Aulia kunci di balik perbuatannya sendiri.
Merasa ada suara berbisik-bisik dari depan pintu. Aulia berkata, "Aku dengar ada suara orang lain selain kita berempat di sini!" ucap Aulia merasakan keberadaan Azzuri.
__ADS_1
"Ti-tidak ada kok, mungkin perasaan kamu saja sayang," sahut Marsya mendekati ranjang Aulia.
Saat Marsya menjawab dengan kebohongan, suster dan Dokter malah membongkar kebohongan tersebut.
"Tuan muda Azzuri Mahendra!" sapa Dokter baru saja masuk ke dalam ruangan rawat inap Aulia.
Suasana mendadak hening. Tuan Agung membuang wajah, dan meraup wajah letih nya. Sedangkan Dokter dan perawat bengong. Menatap satu-sama lain.
"Eh....ada apa ini! Apa ada yang salah? tanya Dokter polos.
"Apa benar itu tuan muda Azzuri Mahendra? tanya Aulia untuk memastikan ucapan Dokter Robin sekali lagi, benar atau tidak ada Azzuri di kamar rawat inap nya.
"Tentu. Di depan pintu ini ada dua orang pria begitu akrab. Saya sangat salut dengan tuan muda Azzuri. Tuan muda memang sangat baik," sambung perawat dengan polosnya.
Azzuri dan Andra meraup wajah malasnya.
"Eh....aku salahnya?" tanya perawat polos.
"Sudah-sudah. Mari kita periksa nona muda, dan tuan muda Azzuri dan pria bertubuh kekar dan tampan. Kalian jangan di depan pintu saja. Mari ikut saya untuk memeriksa keberadaan nona muda!" ajak Dokter Robin.
"Maaf. Sebaiknya saya keluar saja," ucap Azzuri menolak dengan sopan.
"Benar. Sebaiknya kamu keluar saja dari ruangan ku. Sebab aku tidak butuh di jenguk oleh pria seperti kamu. Dan bukannya sudah katakan jika kita hanya memiliki hubungan sebatas rekan kerja!" sambung Aulia ketus.
"Aulia, kamu tidak boleh kasar seperti itu nak. Gimanapun tuan Azzuri sudah banyak menolong kita," ucap tuan Agung memberitahu Aulia sebenarnya Azzuri lebih banyak membantu dalam kasus menangkap siapa pelaku di balik kejadian ini.
"Tapi Pa...."
"Saya permisi pamit pergi," potong Azzuri memutus percakapan Aulia dan tuan Agung. Azzuri berbalik badan, dengan langkah tegas dan wajah di selimuti amarah berjalan keluar dari ruang rawat inap Aulia.
Pria mana mampu menahan amarahnya, jika mengetahui status hubungan dibuat hanya seperti mainan. Dan apa maksud sebenarnya dari hubungan ini. Hati Azzuri mulai bertanya-tanya. Begitu juga dengan Andra. Cinta segitiga ini memang sangat sulit!
...Bersambung ...
__ADS_1