Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 129. Kotak Misterius 2


__ADS_3

"Venus, apa isinya?” tanya Aulia penasaran. Aulia ingin berdiri. Namun, Venus dengan cepat menutup kotak tersebut, dan beralih kepada kotak sedang.


“Wah..sepertinya kotak ini isinya buat calon bayi nona muda,” ucap Venus semangat di balik hati sedang memendam seribu pertanyaan mengenai isi dalam kotak besar.


“Kok dia bisa tahu aku hamil?” tanya Aulia bingung. Aulia pun bangkit dan mendekati Venus. Kedua matanya berbinar cerah saat melihat sepasang perlengkapan bayi untuk melahirkan. Aulia langsung berjongkok, tangannya langsung mengeluarkan baju bayi masih dikemas rapih di dalam plastik, “Imut sekali baju bayinya! Mana kainnya lembut banget,” sambung Aulia memuji bahan kain baju bayi tersebut, dengan mengelusnya di pipinya.


“Nona muda, sebaiknya kita pulang yuk,” ajak Venus, tangannya dengan cepat mengambil kotak besar agar Aulia tidak membuka kotak tersebut.


“Yuk,” sahut Aulia semangat.


Aulia, dan Venus kini sudah berjalan keluar meninggalkan ruangannya. Sepanjang perjalanan menuju koridor lift, wajah Aulia terlihat senang, bibirnya terus mengeluarkan suara merdu seperti sedang melantunkan nyanyian.


‘Aku harus segera menemui tuan Agung. Ini sangat bahaya, nona muda harus segera di selamatkan, agar bayinya juga selamat dari orang yang ingin mengancam nona muda, dan bayinya,’ batin Venus.


Pintu lift terbuka, Venus, dan Aulia pun segera masuk ke dalam lift. Venus sedang berdiri di belakang Aulia, terus menatap senyum, dan kebahagian selalu di tunjukkan Aulia. pintu lift terbuka. Venus, dan Aulia segera melangkah keluar lift, dan berjalan keluar. Saat Aulia melewati meja kerja karyawannya, semua karyawan berdiri, senyum manis juga mereka tampilkan untuk Aulia.


“Selamat atas kehamilannya, nona muda. Dan hati-hati di jalan,” ucapan selamat dari seluruh karyawan Aulia.


Aulia dan Venus menghentikan langkah kakinya, Aulia menatap Venus dengan tatapan penuh pertanyaan. Setahu Aulia, dirinya tidak memberitahu kepada siapa pun tentang kehamilannya. Kecuali, kedua orang tuanya, tuan muda Alexdian, dan Venus. Selain itu paling Tarjok dan Ningrum, tidak ada orang lain lagi.


Apa mulut Venus sekarang berubah menjadi mulut seorang wanita?


“Siapa yang memberitahu kalian tentang kehamilan nona muda?” tanya Venus dingin.

__ADS_1


“Baru saja wanita cantik datang ke sini, ia juga menitipkan ini buat nona muda. Katanya nutrisi buat kehamilan anak kembarnya,” ucap karyawan wanita mendekati Venus, dan memberikan kotak kecil kepada Venus.


“Terimakasih,” sahut Venus. Venus melirik ke Aulia, “Nona muda, sebaiknya kita segera pulang. Saya rasa nona besar sudah menunggu kita di rumah,” ajak Venus dengan memakai nama Marsya untuk membujuk Aulia agar segera pulang dan melupakan kotak kecil dari seorang wanita.


“Hem, mari aku bantu kamu mengangkat kotaknya,” pinta Aulia, tangannya hendak mengambil kotak kecil. Namun, Venus dengan cepat berjalan meninggalkan Aulia sehingga membuat Aulia berlari mengejarnya.


Sesampainya di samping mobil, Aulia menatap kedua tangan Venus sudah kosong dari tumpukan kotak. Aulia melirik ke dalam kursi penumpang. Namun, kedua matanya tidak melihat ada kotak tumpukan kotak di atasnya.


“Jika nona muda mencari kotak-kotak yang saya bawa. Kotak-kotak tersebut sudah saya masukkan ke dalam bagasi mobil. Sebaiknya nona muda masuk, dan jangan biarkan kedua kaki nona muda sakit karena terlalu lama berdiri.”


Dengan wajah cemberut Aulia masuk ke dalam mobil tanpa berkomentar apa pun. Venus menutup pintu, lalu ia segera masuk ke dalam mobil, dan melajukan mobil meninggalkan parkiran perusahaan.


“Nona muda, jangan pasang wajah cemberut seperti itu. Apa nona muda ingin membuat anak di dalam kandungan nona muda ikutan cemberut?” tanya Venus, wajahnya menoleh sedikit ke belakang.


“Tentu saja. Kalau gitu jangan pasang wajah seperti itu, selalu lah tersenyum. Jika nona muda sedang gundah, saya siap mendengarkan isi hati nona muda,” ucap Venus mencoba mengalihkan rasa penasaran Aulia mengenai isi kotak tersebut.


“Ha ha ha…kok aku harus cerita ke kamu. Aku ini masih memiliki Mama, aku juga selalu curhat sama Mama atau Papa. Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kamu seharusnya sering-sering curhat kepadaku, agar kamu tidak merasa sendirian. Atau…kamu mau aku carikan pacar? Oh…Maya..aku lupa dengan Maya. Kenapa kamu tidak menjadikan Maya sebagai kekasih kamu saja?” tanya Aulia semangat untuk menjodohkan Venus dengan Maya.


“Ah..tidaklah. Macam nggak ada wanita lain saja untuk saya kencani,” tolak Venus tidak terima jika Aulia mencocokkan Maya untuk menjadi kekasihnya.


“Kenapa, apa Maya tidak cantik?” tanya Aulia memajukan sedikit tubuhnya ke bangku Venus. Tatapan memandang lekat wajah tampan Venus dari samping.


“Karena aku tidak menyukainya. Itu saja, nona muda,” jelas Venus tanpa banyak bicara.

__ADS_1


“Oh..yakin?” goda Aulia, membuat pipi Venus memerah.


“Ya-yakin,” sahut Venus gugup karena Aulia menatap dirinya sangat dekat.


“Kalau gitu coba kasih tahu aku, wanita mana yang kamu sukai,” ucap Aulia menantang Venus, setelah Venus berkata ‘Macam tidak ada wanita lain saja untuk saya kencani’. Aulia menyandarkan tubuhnya ke badan kursi mobil.


“Nona muda, apa nona muda tidak ingin kembali ke tanah air?” tanya Venus mengalihkan pembicaraan.


“Kalau aku kembali, bagaimana dengan Perusahaan ku di sini. Apa kamu mau menanganinya?” tanya Aulia.


“Iya, saya minta nona muda istirahat dulu saja sampai nona muda melahirkan,” ucap Venus, menyuruh Aulia cuti selama masa kehamilan.


“Apa?! Tidak-tidak. Aku ingin terus mencari uang untuk biaya masa depan bayi kembar ku. Jika mereka lahir ke dunia, dan aku belum banyak mempersiapkan uang buat bekal masa depan cerah mereka berdua. Apa kamu mau ikut menanggungnya?” tanya Aulia tidak terima saat Venus menyuruhnya untuk berhenti sebentar sampai dirinya melahirkan.


“Nona muda yakinlah sama saya. Perusahaan nona muda akan baik-baik saja sampai anak kembar nona muda lahir nanti. Oh..ya. Nona muda apa tidak mau melahirkan di tanah air bersama dengan Ningrum?” tanya Venus mencoba memasukkan nama Ningrum di kalimatnya. Agar Aulia tertarik, dan mau beristirahat sejenak.


“Jarak kehamilan kami berbeda, justru tante Ningrum lah yang akan melahirkan terlebih dahulu baru aku. Tapi, jika di pikir-pikir. Kamu ada benarnya juga,” sahut Aulia merasa cocok dengan ucapan Venus.


‘Alhamdulillah, akhirnya hati nona muda luluh juga. Mudah-mudahan nona muda mau pulang sebentar ke tanah air, sampai aku mencari tahu siapa dalang di balik pemberian barang-barang ini. Dan memastikan nona muda, dan bayi di dalam kandungannya selamat. Aku akan menjemput nona muda. Yang terpenting begitu sampai rumah, aku harus bertemu dengan tuan Agung, dan memberitahu semuanya,’ batin Venus.


Mobil Venus, dan Aulia akhirnya berbelok masuk ke dalam gerbang rumah. Sesampainya mobil terparkir tepat di depan teras. Terlihat tuan Agung menyuruh 3 orang kurir memasukkan tumpukkan kotak ke dalam rumah.


“Kok banyak kotak di rumah?” tanya Aulia penasaran, tangannya membuka pintu mobil, dan turun.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2