Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 68. KADO SPESIAL dari Sang Mantan dan Sandra.


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, burung berkicau begitu merdu hingga membangunkan Aulia dan Andra. Hari pertama setelah Aulia menikah dan menjadi seorang Istri akan di mulai dari sekarang.


Aulia mengerjap kan matanya, samar-samar ia melihat wajah tampan Andra sedang tersenyum manis menatapnya. Aulia spontan duduk, "Kenapa kamu bisa di sini?" tanya Aulia lupa kalau dirinya sudah menikah.


"Apa kamu lupa jika kita sudah menikah. Apakah perut kamu masih sakit?"


"Sudah lumayan baik."


Andra menyingkap selimut, "Kalau gitu mari kita lari pagi, agar tubuh kamu segar," ucap Andra mengulurkan tangan kanannya.


"Kalau gitu aku mandi dulu, ya. Soalnya nggak enak kalau lari pagi dengan pembalut yang penuh," sahut Aulia ikut menyingkap selimut nya.


Baru saja turun kedua mata Aulia disuguhkan dengan pemandangan seprai berwarna merah. Aulia spontan melirik ke Andra, "Andra," panggil Aulia lembut.


"Iya, ada apa?" tanya Andra sembari menarik selimut untuk di lipat. Kedua mata Andra juga ikutan membulat sempurna saat melihat banyak jejak merah memenuhi kain seprai berwarna merah, "I-itu....da-darah kamu?" tanya Andra panik melihat bekas darah sebanyak itu.


Aulia mengangguk, kedua tapak tangan menjadi satu, "Aku mohon maaf ya! jangan marah ya....ya!" ucap Aulia dengan kedua mata berbinar penuh permohonan.


Bukan merasa jijik atau marah kepada Aulia. Andra malah berkata, "Kenapa kamu memohon seperti itu. Buat apa aku marah hanya hal sepele seperti ini. Lebih bagus kamu mandi dan bersihkan seluruh tubuh kamu."


"Terimakasih Suamiku... terimakasih," ucap Aulia sedikit berteriak karena dirinya sudah berlari menuju kamar mandi.


Andra menarik seprai kotor, "Pantes saja perutnya sangat sakit, ternyata darah yang dikeluarkan sebanyak ini. Kasihan juga Aulia, jadi pingin cepat-cepat buat dia hamil agar tidak melihatnya terus-menerus sakit seperti ini di setiap bulannya," gumam Andra sedikit cemas memikirkan Aulia terus sakit di setiap datang bulan.


.


.


✨ DI SISI LAIN ✨


Pagi ini di kediaman rumah tuan Agung dan Marsya di gempar oleh hadiah turun dari 1 truk mobil box.


Tuan Agung, Marsya, dan Venus tercengang di depan teras saat melihat tumpukan kado tersusun rapih di teras.


Pengantar kado mendekati tuan Agung dan Marsya, "Tuan, tolong tanda tangan di bawah ini," ucap pengantar kado menunjuk ke sudut kertas bagian bawah kanan.


"I-Iya," ucap tuan Agung bingung, dan langsung memberi tanda tangan untuk serah terima.


Pengantar kado menundukkan sedikit tubuhnya, "Karena semua barang sudah diserahkan. Saya pamit pergi," ucap pengantar kado kepada tuan Agung dan Marsya.


"I-Iya," sahut tuan Agung dan Marsya serentak.

__ADS_1


Karena panik melihat kado datang di pagi hari sebanyak itu. Marsya dan tuan Agung hanya bisa terdiam dan menerima. Mereka berdua juga lupa menanyakan siapa pengirimnya. Saat mobil box kontainer keluar dari gerbang, barulah Marsya dan tuan Agung teringat untuk menanyakan siapa pengirimnya.


"Ma, sepertinya kita lupa menanyakan sesuatu kepada tukang antar itu," ucap tuan Agung kedua mata menatap ke gerbang.


"Benar," sahut Marsya mengangguk.


"Tidak perlu kuatir. Saya tahu siapa yang mengirimkan semua kado-kado ini," sambung Venus dengan santai.


"Siapa?" tanya tuan Agung dan Marsya serentak.


"Tentu saja tuan Azzuri Mahendra," ucap Venus tenang.


"Kamu benar juga. Apa kita harus menghubungi Aulia dan memberitahu jika Azzuri Mahendra memberi kado sebanyak ini?" tanya tuan Agung.


"Pagi semuanya!" terdengar suara Aulia menyapa dari kejauhan.


"Baru saja disebut. Eh..orangnya sudah nongol," gumam tuan Agung melirik ke Aulia sedang berjalan ke arahnya.


Aulia mempercepat langkahnya, "Lah, kenapa di teras rumah banyak sekali kado? bukannya aku sudah katakan tidak ada yang boleh datang dengan membawa kado?" tanya Aulia mengingat jika dirinya sudah menuliskan larangan bagi siapa saja membawa kado ke pesta pernikahan nya


"Kita lihat di dalam saja," tangan kanan Marsya mengulur, "Yuk, masuk. Buka kado sekalian menikmati sarapan pagi," ajak Marsya kepada anak dan menantunya.


"Sebentar lagi Papa dan Mama Ningrum juga akan datang," ucap Andra memberitahu Marsya.


.


.


✨ 30 menit kemudian ✨


Andra, Aulia, Venus, Tarjok, tuan Agung, Marsya dan Ningrum duduk di lantai ruang tamu. Masing-masing di depan mereka sudah tersedia tumpukan kado. Sambil menarik nafas dan saling menatap mereka semua memulai buka kado pertama di mulai dari Aulia.


Srekk!!!srek!!


Setelah di buka bungkus kadonya, ternyata ada selembar kertas terselip di atasnya dengan kata-kata cukup indah. Aulia mengangkat kertas tersebut dan membacakannya,


^^^"Aku memang bukan milik kamu lagi, tapi setidaknya kamu pernah membuat hidupku berasa lebih berarti."^^^


"Manis sekali kata-kata nya," puji Ningrum.


"Kalau dari tulisannya pasti dalangnya adalah Azzuri. Coba buka yang lain," sambung tuan Agung memberi perintah ke Andra.

__ADS_1


Andra segera membuka kertas kado, dan menemukan sepucuk surat. Andra mengangkat surat tersebut, dan membacanya,


^^^"Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan menunggu seseorang. Sebagian orang bilang, menyakitkan itu ketika harus melupakan. Tapi yang paling sakit adalah ketika kau tidak tahu, apakah aku harus menunggu atau melupakan."^^^


"Hiks! kalimatnya kenapa sangat menyentuh hati," sambung Ningrum membersihkan jejak air matanya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Aulia cemas.


"Aku baik-baik saja," sahut Andra memberi senyum manis.


"Kalau kamu merasa tidak enak membacanya, lebih bagus kita kembali kan saja kado-kado ini," ucap Aulia merasa tidak enak kepada Andra.


"Tidak boleh mengembalikan barang yang sudah susah payah dia beli buat kita. Kamu tenang saja, aku baik-baik saja kok," sahut Andra tenang. Tangan kanan Andra mengulur, "Kalau gitu mari lanjut buka kado lainnya," sambung Andra lembut.


"Ka-kalau gitu giliran Mama," sambung Ningrum semangat. Ningrum segera membuka bungkusan kado paling besar, dan benar saja ada sepucuk surat di dalamnya. Karena penasaran dengan isi surat tersebut. Ningrum langsung membacakannya,


^^^"Kita bermula dari pertemuan tak sengaja. Kamu berlari dan jatuh di dalam pelukan ku. Dan kini, kita harus berpisah di dalam situasi yang sangat rumit. Antara harus 'merelakan' atau harus 'merebut'."^^^


"Cinta yang rumit," gumam Venus mengelus dagunya.


"Andra, apa kamu terluka setelah mendengar kalimat ini semua?" tanya Marsya merasa cemas kepada menantu kesayangannya.


"Tidak. Kalimat yang ditulis oleh orang yang terbuang memang begitu indah. Jadi buat apa aku terluka atau cemburu dengan Azzuri," ucap Andra langsung mengetahui jika semua kalimat ini adalah dari Azzuri. Karena hanya Azzuri rela melakukan apa pun buat Aulia.


"Apa kamu yakin?" tanya Aulia memastikan.


"Tentu," sahut Andra memberi senyum manis.


Drrtt!!!


Pesan masuk di ponsel milik Tarjok.


"Ada pesan dari pihak berwajib," ucap Tarjok melirik sejenak ke pengirim pesan.


"Apa isinya?" tanya tuan Agung.


Tarjok membaca pesan tersebut, "Tuan Agung tolong datang cepat anak cabang Perusahaan Anda di jalan JM. Di sini ada sekelompok perampok menyandra para karyawan toko. Kami tidak bisa masuk karena pintu di kunci dari dalam. Dan kami tidak bisa menerobos masuk karena pintu kaca perusahaan Anda sangat sulit untuk di pecahkan. Cepat datanglah tuan."


Tuan Agung segera berdiri, "Sudah saatnya kita bekerja. Jangan lupa bawa kunci serep, dan bawakan aku baju anti peluru," ucap tuan Agung memberi perintah kepada Tarjok.


"Siap!" sahut Tarjok patuh.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2