Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 28. Dendam Azzuri


__ADS_3

💫💫CAFÉ DE FLORE💫💫


Sesuai janji Azzuri untuk bertemu dengan Aulia tiga hari kemudian. Hari ini adalah tepat tiga hari janji Azzuri untuk bertemu secara pribadi dengan Aulia. Karena Azzuri sudah mengetahui jika Aulia tidak suka dengan minuman anggur dan semacamnya. Azzuri sudah memesan satu meja buat dirinya dan Aulia bertemu. Waktu terus berjalan, Aulia tidak kunjung datang. Setelah satu jam menunggu, dering ponsel milik Azzuri berbunyi. Azzuri segera mengangkat teleponnya, telpon tersebut ternyata dari Venus. Venus menelpon Azzuri karena Aulia tidak bisa hadir untuk membahas kontrak kerja sesuai permintaan Azzuri. Alasan Aulia tidak bisa hadir karena Aulia sedang mendadak demam tinggi.


Azzuri berdiri, tangan kanan segera menyimpan ponsel miliknya ke dalam saku jas, “Kita akan ke Apartemen milik nona muda Aulia, untuk memastikan dirinya beneran sakit atau hanya untuk menjauh dariku!” tegas Azzuri kepada orang kepercayaannya yaitu Jack.


“Baik,” sahut Jack.


Tidak butuh waktu lama buat Azzuri untuk menuju Apartemen milik Aulia. Karena dirinya adalah orang terpandang di kota ini dan memliki banyak kekayaan, Azzuri dengan mudah menyuruh siapa pun untuk menghindar dari jalannya. 30 menit kemudian Azzuri sudah sampai ke Apartemen Aulia. Azzuri berdiri di depan pintu Apartemen, tangan kanan memegang bunga besar, dan satu keranjang buah.


Ding dong!


Pintu rumah terbuka, terlihat Aulia berdiri di depan pintu dengan hidung merahnya, koyok di dahi kanan/kirinya. Tatapan sendu menatap Azzuri dari atas sampai bawah. Bukannya menyuruhnya masuk, Aulia malah menyebarkan virus ke Azzuri, “Haacuiihh” semburan mentah berhasil mendarat di wajah Azzuri.


Dengan santai Azzuri melambaikan tangannya ke Jack, “Berikan aku sapu tangan.”


“Baik tuan,” sahut Jack memberikan sapu tangan kepada Azzuri.


Setelah membersihkan wajah dari air bersin Aulia, tanpa di persilahkan masuk Azzuri melangkahkan kaki kanannya masuk ke dalam.


Namun dengan cepat Aulia menahan bidang dada Azzuri, “Jangan masuk.”


Azzuri menggenggam tangan kanan Aulia, “Apa seperti ini cara seorang nona muda memperlakukan seorang tamu berharganya?” tanya Azzuri mendekatkan mulutnya di daun telinga kanan Aulia.

__ADS_1


Aulia segera mundur satu langkah, “Venus tidak ada di sini, dia sedang mengurus perusahaan,” Aulia berjalan mendekati pintu, tangan kanan mengarah ke luar, “Sebaiknya Anda harus segera meninggalkan tempat ini. Aku tidak ingin para tetangga menganggap diriku wanita aneh.”


“Ini adalah Negara Luar, jadi semua orang tidak akan pernah berpikir seperti itu. Kalau kamu tadi tinggal di budaya kamu, mungkin para tetangganya sama seperti yang baru saja Anda ucapkan,” Azzuri kembali melangkahkan kedua kakinya memasuki ruang utama Apartemen milik Aulia, yaitu ruang tamu. Azzuri mengangguk, “Apartemen yang sangat bagus.”


Aulia segera berjalan mendekati Azzuri, “Kamu silahkan pergi sebelum ada wartawan yang melihat kamu masuk ke dalam Apartemen milikku!”


Azzuri mendekatkan wajahnya ke wajah panik Aulia, “Maka biarkan aku masuk, dan tutup rapat-rapat pintu Apartemen kamu!” Azzuri mengulurkan tangan kanan, memberikan bunga besar kepada Aulia, “Bunga ini akan terus datang buat kamu. Aku harap kamu menyukai bunga pemberianku!”


Aulia mengambil dengan kasar bunga dari tangan Azzuri, kemudian menjatuhkan bunga tersebut di atas lantai sambil menginjaknya, “Baiklah jika Anda memaksa, aku akan menerimanya dan menghancurkannya,” ucap Aulia sambil menggigit giginya.


“Bunganya tuan,” ucap Jack ingin berjalan menghentikan kelakukan Aulia, tapi Azzuri menghentikannya.


“Wanita yang sedang sakit pasti sering uring-uringan. Kamu tidak perlu kuatir seperti itu, biarkan nona muda kita melakukan apa yang ia inginkan.”


Melihat bunga pemberian Azzuri sudah hancur seperti kertas, Aulia berjalan menuju sofa, sesekali ia memandang Azzuri ke belakang, “Anda ingin membahas kontrak kerja sama bukan?” tanya Aulia sudah duduk di sofa kecil. Tangan kanan Aulia mengarah pada sofa besar, “Silahkan duduk di sana.”


“Tidak. Aku tidak ingin mati setelah makan buah yang Anda kupas,” sahut Aulia dingin.


Bukannya marah, Azzuri malah tersenyum manis, tangan kanan menutup mulutnya sedang tertawa kecil melihat tingkah Aulia membuat dirinya semakin tertantang dan ingin segera memiliki Aulia. Azzuri melambaikan tangan kanannya kepada Jack, “Buatkan aku minuman hangat, dan kupas buah yang aku beli tadi.”


Brak!


Aulia bangkit, tatapan suram mengarah kepada Azzuri, “Ini adalah tempat tinggal ku! Apa mau kamu?”

__ADS_1


“Mau aku adalah kita segera melakukan tanda tangan kontrak.”


“Tidak! Pasti kamu ada niat buruk lainnya yang masih kamu sembunyikan dariku. Apa itu cepat katakan padaku!”


“Jangan terus berteriak seperti itu. Semakin kamu berteriak dan marah kepadaku, maka kamu semakin membuat aku tertantang untuk merebut kamu!” sahut Azzuri dengan santai.


Aulia membuang wajahnya ke sisi kanan, ‘Gawat! Jika dia tidak berbohong, maka aku dan Andra tidak akan bisa bersama. Kenapa di saat kami berdua ingin merajut kasih, ada saja hambatan dan cobaannya. Lagian Andra kenapa pakek ingin memulai semuanya dari nol segala. Bukannya Papa dan Om Tarjok ada! Tinggal meminta tolong kepada mereka semua masalah pasti sudah kelar, dan aku tidak harus menunggu selama satu tahun untuk kembali ke tanah air.’


“Apa yang sedang Anda pikirkan nona muda?” tanya Azzuri ternyata sudah berdiri dengan tubuh membungkuk di sofa milik Aulia.


“Eh, apaan ini dekat-dekat!” ucap Aulia melorotkan tubuhnya ke bawah.


Azzuri tersenyum manis saat wajah Aulia hampir mendekati titik bagian menonjol depan miliknya, “Ternyata nona muda suka bermain karoke?”


“Aku tidak memiliki tempat karoke di sini. Apa Anda ingin bernyanyi?” tanya Aulia polos.


Azzuri berdiri tegak, ia membenarkan baju kemeja kusutnya, dan mengalihkan percakapan, “Lupakan saja. Aku ingin kita kembali ke topik utama,” ucap Azzuri melangkah dan duduk kembali ke sofa besar. Azzuri mengeluarkan Dokumen dari dalam map, dan meletakkannya di atas meja, “Aku ingin membuat perhiasan yang cocok buat Baju yang baru kami rancang,” Azzuri memberikan kertas berisi foto tentang baju rancangan dari perusaahan Azzuri kepada Aulia, “Inilah yang akan aku pamerkan saat akhir tahun nanti.”


“Indahnya,” ucap Aulia terpanah saat melihat gambar hasil rancangan dengan kedua mata berbinar terang dan mendadak lupa akan kebenciannya kepada Azzuri.


Azzuri mengulas senyum tipis saat menatap wajah Aulia terlihat begitu polos dan cantik dari samping. ‘Agung Laksmana dan Marsya Aulia. Kalian kedua orang tua yang bodoh. Setelah banyak saingan yang kalian jatuhnya bisnisnya karena para pemiliknya selalu menindas para karywannya. Kini kalian malah melahirkan anak cantik, lugu, dan polos seperti Aulia. Kalian berdua juga orang tua yang buruk. Kalian menghantarkan anak semata wayang kalian pergi jauh dari sisi kalian demi sebuah bisnis yang kalian miliki. Aku akan mengingatkan kalian akan bagaimana rasa hancur dan terpukulnya saat semua aset sudah beralih tempat atas nama orang lain. Seperti perbuatan kalian dulu kepada kedua orang tuaku.’


Ternyata Azzuri adalah salah satu anak dari pesaing bisnis tuan Agung dan Marsya. Kedua orang tua Azzuri adalah salah satu pengusaha terkenal dan hampir bangkrut karena memiliki banyak hutang, termasuk kepada tuan Agung dan Marsya. Karena dulu kedua orang tua Azzuri tidak sanggup membayar dan terdengar kabar sering menghabiskan uang dengan bermain wanita dan memakai barang terlarang. Tuan Agung dan Marsya mengambil secara paksa harta milik kedua orang tua Azzuri, kecuali perusahaan Tekstil milik kedua orang tuanya. Semua tuan Agung dan Marsya lakukan karena tidak ingin melihat kedua orang tua Azzuri terlarut dan terjerumus terlalu dalam dengan dunia gelap.

__ADS_1


Azzuri bisa bangkit seperti ini, dan membantu merintis kembali usahanya karena Azzuri sempat menjadi simpanan seorang wanita kaya raya. Kekayaan wanita tersebut Azzuri nikmati secara perlahan dengan memindahkan beberapa aset dan mengganti dengan namanya.


...Bersambung...


__ADS_2