Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 128. Menikahlah dan kotak misterius


__ADS_3

Setelah selesai makan, tuan muda Alexdian, Aulia, Venus, dan Vanesha, sedang menikmati minum teh, dan makanan pencuci mulut. Aulia terus menatap tuan muda Alexdian, dan Vanesha dari balik gelas coklat panas menutup separuh wajahnya.


“Kenapa?” tanya tuan muda Alexdian merasa risih terus di tatap seperti itu.


Aulia meletakkan gelasnya, “Kalau aku lihat-lihat wajah tuan muda Alexdian terlihat sangat tua daripada wajah Papa,” ucap Aulia jujur.


“Nggak ada kalimat yang lebih menyakitkan daripada itu, Aulia?” tanya tuan muda Alexdian, merasa ucapan Aulia terlalu jujur.


“Ada. Aku sarankan tuan muda Alexdian menikah,” Aulia menundukkan pangannya, tangannya mengelus ke perut buncitnya, “Aku harap tuan muda Alexdian menikah sebelum anakku lahir ke dunia ini. Kalau misalnya, tuan muda menikah sekarang, dan Vanesha langsung punya anak. Bisa jadi anak kita besarnya sama. Atau kita bisa jadi besan. Ha ha ha,” ucap Aulia tertawa sumbang.


“Bagaimana caranya kami memiliki anak, padahal aku tidak mencintai Vanesha. Padahal aku berharap ingin menikah dengan Mama, kamu loh!” sahut tuan muda Alexdian juur, dan sedikit kecewa karena Aulia berkata seperti itu.


“Tapi aku tidak menginginkan tuan muda Alexdian menjadi Papa sambungku. Meski pun suatu saat Papa meninggal dunia, aku tetap tidak akan membiarkan pria lain menikah dengan Mama. Pria, dan suami Mama hanya ada boleh satu orang, dan satu nama. Nama itu adalah ‘Agung Laksmana’, buka nama ‘Alexdian’, atau yang lainnya,” jelas Aulia, menyadarkan tuan muda Alexdian kalau Marsya sudah memiliki kehidupan baru, dan tuan muda Alexdian juga seharusnya bisa mencari kehidupan barunya dengan pasangannya sendiri.


“Jadi kamu menolak ku sebagai Papa sambung kamu, Aulia?” tanya tuan muda Alexdian.


“Iya,” sahut Aulia, mengambil gelas coklat panas, dan menyeruputnya.


“Baiklah, aku akan mencoba menerima wanita lain di hatiku,” ucap tuan muda Alexdian.


“Jadi kapan lamaran tuan muda Alexdian di laksanakan?” tanya Aulia semangat karena mendengar tuan muda ingin membuka hatinya untuk wanita lain.


“Secepatnya,” sahut tuan muda Alexdian sendu karena harus melepaskan cinta pertamanya, yaitu Marsya, Mamanya Aulia.


“Tidak usah dipaksakan. Jika memang tuan muda Alexdian tidak ingin melamar ku sekarang. Maka aku akan menerimanya kapan-kapan, aku akan menerima tuan muda Alexdian siap melamarku dengan hati yang tulus,” jelas Vanesha mengerti akan perasaan tuan muda Alexdian.


Tuan muda Alexdian berdiri, “Kalau gitu, kami pergi dulu. Aku ingin bertemu dengan kedua orang tua Vanesha, dan mengatakan aku akan melamarnya besok,” ucap tuan muda Alexdian memberitahu Aulia.


“Benarkah?!” tanya Aulia senang.


Tuan muda Alexdian mengangguk, “Kamu jaga diri baik-baik ya,” pesan tuan muda Alexdian.

__ADS_1


“Iya,” sahut Aulia.


Tuan muda Alexdian, Vanesha, Aulia, dan Venus berdiri. Setelah melakukan pembayaran mereka pun pergi meniggalkan Kafe, dan masuk ke dalam mobil masing-masing. Mobil Aulia, dan tuan muda Alexdian pun berpisah saat tujuan arah rumah mereka berlainan arah.


Sepanjang perjalanan balik ke kantor, Aulia terus berdendang, karena memikirkan tuan muda Alexdian akhirnya mau menikah dengan wanita lain. Dan berhenti untuk mengejar Mamanya, Marsya.


“Nona muda, apakah Anda yakin ingin kembali ke kantor?” tanya Venus, melirik ke kaca spion tengah.


Aulia mengangguk.


“Tidak sebaiknya nona muda kembali saja, dan biarkan saya yang mengurus semua dokumen milik nona muda yang tertunda,” pinta Venus kuatir akan kehamilan Aulia.


“Tidak. Aku tetap akan pergi ke kantor. Aku bosan di rumah Venus, lagian kandungan aku sangat baik. Kenapa aku harus terus-menerus di rumah,” tolak Aulia tidak ingin diperlakukan manja karena dirinya sedang hamil muda.


“Baiklah kalau nona muda bersikeras. Saya tidak bisa berkata apa pun lagi,” ucap Venus mengalah.


“Venus, kamu tahu siapa Vanesha?” tanya Aulia penasaran siapa sebenarnya Vanesha, calon tunangan tuan muda Alexdian.


“Kalau saya tidak salah dengar, nona muda Vanesha adalah anak petinggi yang sangat di segani di kota ‘J’. Nona muda Vanesha juga adalah seorang gadis dengan kepribadian lembut, baik, pintar, pokoknya dia gadis yang memiliki paket lengkap,” ucap Venus memberikan sedikit informasi mengenai Vanesha yang ia ketahui.


“Karena keluarga mereka sangat tertutup. Tapi mereka adalah keluarga terhebat nomor 2 yang paling di segani selain keluarga besar tuan Agung sendiri,” jelas Venus.


“Oh…” Aulia mengangguk.


Kini mobil Venus, dan Aulia pun sudah memasuki perkarangan Perusahaan. Venus menghentikan mobilnya tepat di depa teras, ia turun, dan membuka pintu mobil Aulia. Setelah Aulia turun, dan berjalan masuk ke dalam. Venus memarkirkan mobilnya ke parkiran.


Baru beberapa langakah melewati meja karyawan, Aulia dihadang oleh 2 karyawan wanitanya. Masin-masing tangan mereka memegang sebuah kotak berukuran besar, dan sedang.


“Kenapa kalian berdua berdiri di depanku dengan membawa kotak?” tanya Aulia menatap kotak di kedua tangan karyawan wanitanya.


“Ini tadi ada seorang pria tampan memberikan box ini kepada nona muda,” ucap karyawan wanita satu.

__ADS_1


“Dan ini, ada seorang wanita cantik memberikan kotak ini kepada nona muda,” sambung karyawan wanita kedua memberikan kota besar.


“Apa-apaan kalian. Kenapa kalian memberikan kotak-kotak tersebut kepada nona muda!” bentak Venus melihat Aulia kesulitan memegang dua kotak besar dan sedang. Kotak-kotak itu juga menghimpit perut buncit Aulia. Venus juga mengambil kotak-kotak tersebut, agar tidak terjadi hal buruk kepada bayi dalam kandungan Aulia.


“Maafkan kami,” ucap kedua karyawan wanit membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Aulia dan Venus.


“Sudah-sudah. Kalian sebaiknya segera bekerja, agar pekerjaan kalian cepat selesai,” ucap Aulia membubarkan kedua karyawannya.


“Terimakasih nona muda,” kedua karyawan wanita pun berlari meninggalkan Aulia dan Venus.


“Nona muda, ini isinya apaan?” tanya Venus merasa berat saat membawa kotak-kotak tersebut.


“Ngga tahu. Mari kita lihat ke dalam,” ajak Aulia menuju ruangannya.


Venus, dan Aulia pun berjalan menuju lift. Karena Venus membawa dua kotak besar dan sedang, Aulia menekan tombol lift, lalu mereka masuk. Kini lift itu juga sudah sampai di depan ruangan Aulia. Venus, dan Aulia kembali berjalan menuju ruangan.


“Letakkan kotak-kotak itu di depan pintu,” perintah Aulia, karena dia takut jika isinya itu adalah bom.


“Baik,” sahut Venus patuh.


Aulia segera berjalan cepat mendekati sofa, dan duduk. Setelah duduk Aulia kembali memberi perintah, “Venus, coba kamu buka kotak yang besar itu. Kok aku penasaran dengan isinya,” perintah Aulia merasa penasaran dengan kotak begitu besar, dan sangat berat.


“Nona muda yakin membiarkan saya membuka kotak ini?” tanya Venus kuatir, jika kotak itu adalah isinya bom. Pasti dia dan Aulia akan mati di tempat.


“Yakin,” sahut Aulia serius.


“Nggak nyesel nih?” tanya Venus memastikan.


“Nggak,” sahut Aulia mulai kesal.


“Baiklah aku akan membukanya,” ucap Venus.

__ADS_1


Venus pun berjongkok, kedua tangannya dengan cepat membuka kotak besar tersebut. Betapa terkejutnya Venus saat melihat isi kotak tersebut ternyata dalamnya adalah?


...Bersambung...


__ADS_2