
Saat mobil milik Aulia laju dengan kecepatan sedang, ada satu buah mobil berwarna hitam menyelinap masuk ke depan. Membuat Venus harus menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
Ciiittt!!!!
Tak!
Dahi Aulia kepentok bangku bagian belakang kursi kemudi milik Venus.
“Auw!!”
Venus segera menoleh ke belakang, “Maaf nona muda, di depan ada mobil sedang menghadang jalan kita,” ucap Venus merasa bersalah kepada Aulia.
Aulia mengelus dahinya, “Kenapa ada orang bodoh di kota sebagus ini!” keluh Aulia merasa sebal karena dahinya sakit.
“Saya akan membawa nona muda ke rumah sakit,” ucap Venus cemas.
“Tidak perlu, kita kembali ke Apartemen saja,” tolak Aulia lembut.
“Baik nona muda,” Venus kembali menghidupkan mesin mobilnya. Saat mobil hendak berjalan, terlihat Azzuri keluar dari dalam mobil tersebut. Kedua mata Venus membesar menatap Azzuri berjalan cepat mendekati mobil Aulia. Venus melirik Aulia dengan cemas, “Nona muda, ternyata di dalam mobil itu adalah tuan Azzuri. Bagaimana ini?” tanya Venus cemas.
“Biarkan saja. Aku ingin lihat apa maunya,” sahut Aulia dengan santai. Tangan kanan tetap memegang dahi memarnya.
Tak!tak
Azzuri mengetuk kaca jendela pintu Aulia.
“Biar saya saja yang turun dan berbicara kepada tuan Azzuri,” ucap Venus merasa cemas kalau Aulia turun sendiri dan bertemu dengan Azzuri.
Aulia menahan bahu kanan Venus, “Tidak perlu. Biarkan aku saja,” tegas Aulia. Aulia membuka pintu, dan keluar berdiri menghadap Azzuri sedang berdiri di hadapannya.
“Kenapa kamu terus mengusik pikiranku?” tanya Azzuri meninggikan nada suaranya.
Dengan santai Aulia berkata, “Mungkin karena kamu tidak memiliki banyak pekerjaan. Coba kamu melakukan kegiatan lain, pasti kamu sudah melupakan aku.”
__ADS_1
Azzuri menggenggam tangan kanan Aulia, meletakkan telapak tangan kanan di dada kiri Azzuri, “Dengar detak jantungku berkata jika aku sudah terbelenggu oleh kamu. Kamu sudah mencuri hatiku, nona muda!” ucap Azzuri memberitahu Aulia jika dirinya kini mulai jatuh cinta sesungguhnya kepada Aulia. Dan rasa balas dendam itu perlahan memudar.
Aulia menarik tangannya, dan membersihkan telapak tangan seperti ada debu menempel. Tatapan serius memandang wajah panik Azzuri, “Bukannya aku sudah katakan kepada anak buah kamu, jika kita berdua sudah tidak memiliki hubungan apa pun.”
“Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu!” jari telunjuk tangan mengarah pada wajah Aulia, “Ingat! Aku tidak akan pernah melepaskan kamu!” Azzuri berbalik badan, dengan cepat Azzuri melangkah pergi meninggalkan Aulia, dan kembali ke dalam mobil miliknya.
Aulia menghela nafas, tangan kanan mengelus dadanya, “Kenapa aku sangat jahat sekali. Sepertinya aku sudah mempermainkan perasaan sekaligus dua pria,” Aulia berbalik badan, tangan kanan hendak membuka pintu mobil. Namun ada seorang pria memakai baju serba hitam berlari ke arah Aulia, dan memberi han-taman keras di kepala Aulia.
Bam!
Pria tersebut kemudian berlari menyebrang jalan dan hilang di balik ramainya orang pejalan kaki di atas trotoar.
Aulia memegang kepalanya, tangan kanannya gemetar saat melihat darah begitu banyak menempel di telapak tangannya.
“Nona muda!” teriak Venus sekuat-kuatnya, keluar dari dalam mobil. Venus segera berlari mendekati Aulia, dan menangkap tubuh Aulia hendak roboh ke trotoar jalan.
Mobil Azzuri tadi hendak jalan kini harus terhenti saat melihat kepala Aulia bersimbah darah dari kaca spion kiri. Azzuri dan Jack segera turun dari mobil.
“Aulia!” teriak Azzuri kedua kaki berlari cepat mendekati Aulia.
Azzuri tercengang, kedua tangan perlahan ia lepas dari tubuh Aulia, “Siapa Andra?” tanya Azzuri bergumam sendiri.
Venus segera membawa masuk Aulia ke dalam mobil. Setelah menutup pintu mobil, Venus menundukkan kepalanya, “Saya permisi,” ucap Venus berpamitan kepada Azzuri dan Jack. Venus menghidupkan mobilnya, melajukan dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit pribadi sering di kunjungi oleh tuan Agung.
“Jika tuan mencintai nona muda, kenapa tuan harus memikirkan sebuah nama yang baru saja di ucapkan dari bibir nona muda. Bukannya cinta sesungguhnya itu harus segera di perjuangkan dan di rebut dari tangan orang lain,” ucap Jack menguatkan tekad Azzuri untuk memiliki Aulia.
Azzuri perlahan berdiri, “Kamu benar. Aku tidak boleh membiarkan Aulia jatuh ke tangan pria lain. Dan kamu selidiki semua CCTV di jalan ini, cari tahu siapa pelaku yang membuat Aulia menjadi seperti ini. Darah harus di balas dengan darah!” tegas Azzuri memberi perintah kepada Jack.
Jack sedikit menunduk, “Baik tuan.”
“Sekarang mari kita susul mobil mereka,” ucap Azzuri memberi perintah untuk menyusul mobil milik Aulia.
Azzuri dan Jack mengendarai mobilnya menuju rumah sakit di mana Aulia di rawat. Azzuri Mahendra, seorang pengusaha muda dengan kepribadian licik dan kejam. Awalnya ingin membalaskan dendam atas perbuatan tuan Agung dan Marsya, telah membuat usaha kedua orang tua Azzuri bangkrut sewaktu dirinya masih kecil. Namun, semakin lama Azzuri memasuki kehidupan dan bertemu dengan Aulia, rasa benci itu berubah menjadi cinta. Tidak sedetik pun setiap langkah Azzuri mampu melupakan wajah dan perkataan Aulia.
__ADS_1
Kalau Azzuri sudah benar-benar mencintai Aulia, lantas bagaimana dengan nasib Andra? Bagaimana dengan janji mereka berdua sebelum Aulia kembali ke Paris.
Cinta ini memang sangat rumit. Akankah usaha Andra berkahir dengan sempurna. Atau akan berkahir sia-sia?
.
.
✨✨Ruang ICU✨✨
Venus berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang ICU. Tangan kanan terus mengetuk kepalanya dengan benda pipih miliknya. Venus terus berpikir bagaimana caranya dia memberi kabar jika Aulia sedang kritis, karena tadi di serang oleh orang tak di kenal. Bukankah Venus sudah berjanji akan menjaga Aulia dari marah bahaya. Tapi kini janjinya tidak bisa di tepati, dan Venus merasa bersalah kepada tuan Agung dan juga Marsya.
“Ini semua salahku. Andai saja aku tidak memaksa Aulia untuk keluar dari dalam mobil dan meninggalkan dirinya begitu saja sendirian di luar. Mungkin salah satu musuh tidak akan menyerang Aulia,” ucap Azzuri baru saja tiba, kedua kaki melangkah mendekati Venus. Azzuri memegang bahu kanan Venus, “Aku juga sudah memberitahu tuan Agung.”
Venus menepis tangan Azzuri, “Ini semua memang salah Anda!” Venus berdiri menghadap Azzuri, kedua bola mata hendak keluar menatap wajah datar Azzuri, “Seharusnya Anda yang mendapatkan semua luka ini. Seorang pria licik dan penuh dengan tipu daya seperti Anda seharusnya mendapatkan semua luka ini!” ucap Venus berteriak sekuat-kuatnya dengan mengulang setiap kalimat.
“Iya aku tahu. Tapi ini semua adalah sebuah kejadian yang tidak bisa aku kendalikan. Semua ini mendadak,” sahut Azzuri berusaha menyakinkan Venus jika semua ini adalah kejadian diluar dari kendalinya.
Bam!
Satu bogem mentah mendarat di pelipis Azzuri.
Bam!
Jack segera membalas pukulan Venus.
“Berani sekali Anda melakukan hal itu kepada tuan muda. Bukannya tuan muda sudah meminta maaf dan menjelaskannya kepada Anda.”
“Omong kosong!” Venus sudah tersulut amarah kembali berdiri tegas, satu bogem mentah juga mendarat di sudut bibir bagian bawah Jack.
Bam!
Saat Venus hendak memberi pelajaran kembali ke Azzuri ada sebuah suara memanggil namanya.
__ADS_1
“Venus!”
...Bersambung...