
💫💫Di sisi lain💫💫
✨Warung Bebek Andra✨
Sambil membersihkan piring basah, kedua mata Andra teringat tentang ucapan tuan Agung tempo hari saat berkunjung ke Warung bebek miliknya.
‘Sudah ada satu minggu Aulia kembali ke Paris. Kemarin saya menerima telpon dari Aulia, katanya dia sedang didekati oleh pengusaha muda bernama Azzuri. Saya tidak tahu apa rencana Azzuri buat Aulia. Saya juga kemarin di ancam oleh seseorang dengan mengirimkan bukti foto Aulia bersama Azzuri sedang berpelukan seperti sepasang kekasih di pesta saingan saya. Saya yakin ini adalah ulah Azzuri, jika kamu mendapatkan atau melihat foto aneh tentang Aulia, saya harap kamu tidak termakan bukti-bukti palsu. Aulia hanyalah gadis biasa, saya harap kamu harus tetap fokus untuk mencapai masa depan kamu. Demi putri saya, LAKSMANA AULIA.’
“Kamu kenapa melamun?” tanya Ningrum baru saja sampai ke Warung bebek Andra.
Andra berdiri, sudut bibir tersenyum manis menatap kedatangan Ningrum.
“Kamu pasti rindu dengan Aulia?” tanya Ningrum duduk di bangku depan satu meja dengan Andra.
Andra kembali duduk, “Tidak. Buat apa aku merindukan gadis keras kepala seperti dia.”
Ningrum mengeluarkan benda pipih dari dalam saku bajunya, “Berarti hanya Mama saja yang merindukannya, kalau begitu Mama ingin mendengar suaranya,” Ningrum menekan nomor Aulia.
Tutt!!!
Tidak sampai lima menit, Aulia langsung mengangkat panggilan telpon dari Ningrum.
[ “Halo tante, assalamualaikum.” ]
[ “Wa’alaikumsalam. Kamu apa kabar?” ] tanya Ningrum, kedua mata melirik Andra sedang berpura-pura membersihkan piring kering.
__ADS_1
[ “Alhamdulillah baik tante. Tante dan semuanya juga baik kan?” ]
[ “Alhamdulillah baik. Kamu sedang apa sekarang?” ]
[ “Sedang di kafe bersama dengan Venus. Tadi baru selesai rapat dengan pria menyebalkan. Sangking emosinya, sampai-sampai merasa lapar dan ingin melahap semua makanan di sini.” ]
[ “Pria menyebalkan? Emang ada pria lain yang paling menyebalkan daripada Andra?” ]
[ “Tidak. Andra tetap nomor satu di hati ku. Ngomong-ngomong Andra sedang apa tante?” ]
[ “Sedang menguping pembicaraan kita.”]
[ “Tante, tolong bilang kan sama pujaan hati ku. Katakan padanya jika cintanya sangat-sangat merindukan dirinya di sini. Bilang juga sama Andra, harus semangat dan terus berjuang demi masa depan kami berdua. Dan satu lagi, jangan pernah dekat-dekat Maya, karena Venus bilang jika Maya memiliki hutan rimba di titik tertentu.” ]
[ “Siap. Aku bisa mengatasi semua itu tante. Tante tenang saja, kalau begitu aku akhiri panggilan telponnya. Assalamualaikum.” ]
[ “Wa’alaikumsalam.”]
Ningrum menyimpan kembali benda pipihnya. Arah duduk sudah berganti menjadi di sebelah kiri Andra. Tangan kanan Ningrum memegang punggung tangan kanan Andra, “Kamu sudah mendengarkannya bukan?”
“Maksud Mama apa?” tanya Andra bingung.
“Melihat wajah anaknya berbeda dari biasanya, semua Ibu pasti tahu jika anaknya sedang memikirkan sesuatu. Mama sudah mendengar semuanya dari Marsya…”
“Hal apa Ma?” putus Andra serius.
__ADS_1
“Aulia sedang menjadi target oleh seorang Presdir muda yang berada di Paris. Mama juga tidak mengerti kenapa Aulia menjadi incaran, yang jelas Mama sangat berharap besar kepada kamu. Kamu harus tetap menjadi diri kamu sendiri, jangan termakan isu buruk tentang Aulia. Kamu juga harus tetap fokus dalam keiingan kamu untuk menjadi pria seperti Presdir Agung Laksmana. Jika kamu ingin Aulia tetap bersama kamu di masa depan, kamu harus bisa lebih tinggi dari dia dan dari siapa pun pria yang ada di luar sana. Memang tidak mudah merintis dari nol tanpa bantuan siapa pun. Tapi Mama sangat yakin jika kamu bisa melalui ini semua. Kuncinya cuman satu, tetap fokus dengan niat awal kamu, dan buang semua pikiran buruk yang menghambat kamu ingin melangkah maju menjadi apa yang kamu inginkan dan impikan.”
Ningrum dan tuan Agung berkata seperti itu kepada Andra karena mereka tidak ingin menjatuhkan harapan dan kegigihan Andra untuk berjuang demi niatnya sendiri untuk menjadi seorang pria lebih sukses dari tuan Agung. Apalagi kemarin sempat ada sebuah foto Aulia berpelukan masuk ke e-mail milik tuan Agung dan juga Tarjok.
Andra berdiri, kedua tangan mengangkat piring bersih, “Mama tenang saja. Aku bukan pria yang gampang termakan omongan atau hasutan murahan. Aku sudah paham mengenai hal itu. Yang terpenting bagi Andra adalah doa dan semangat dari Mama dan Papa,” Andra berjalan sedikit, kedua kakinya harus terhenti saat melihat Maya berdiri di depan pintu warung.
“Hai cinta masa kecilku!” sapa Maya berjalan dengan centil ke arah Andra.
Andra tidak memperdulikan Maya, dirinya terus berjalan melewati Maya.
“Aku bawa pesanan bebek dengan kualitas segar buat kamu loh!” ucap Maya berjalan mendekati meja stelling. Maya memepetkan lengan kanannya ke lengan kiri Andra, “Kamu kenapa diam saja?”
“Aku rasa kamu harus memakai kaca mata agar kamu bisa melihat apa yang sedang aku kerjakan,” ketus Andra.
Melihat Andra sepertinya tidak ingin diganggu, Ningrum langsung berdiri, berjalan mendekati Maya. Tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri Maya, “Mari ikut tante ke kamar belakang, kita akan membersihkan bebek yang kamu bawa di dapur belakang,” tanpa menunggu jawaban Maya, Ningrum langsung menarik Maya pergi dari sisi Andra.
Melihat Maya dan Ningrum sudah pergi, Andra mengepal kedua tangannya, tatapan lurus memandang steling menembus jalan raya, “Pria mana yang berani mendekati Aulia. Awas saja jika pria itu sampai berbuat jahat kepada Aulia. Aku akan membuat dirinya tidak bisa sinar matahari pagi dan gelapnya malam.”
Andra sadar kenapa banyak orang mengincar Aulia. Karena Aulia adalah pengusaha muda, gadis cantik, baik, dan polos. Bukan itu saja, Aulia adalah aset dan kelemahan tuan Agung di dalam bisnis. Jika pengusaha lain ingin merebut kekuasaan milik tuan Agung, maka orang tersebut mengincar Aulia terlebih dahulu. Karena orang berpikir jika gadis polos dan baik seperti Aulia gampang di bohongin.
Di sisi lain, tuan Agung sedang duduk santai memantau semua gerak-gerik Aulia.
Bukan hanya mendapatka informasi dari Venus, tuan Agung juga diam-diam memasang CCTV di Apartemen mewah milik Aulia. Semua itu dilakukan tuan Agung karena dirinya tahu jika putri kesayangan terkadang suka sepele akan mengabari kemanapu dirinya pergi. Setelah semua kejadian buruk menimpa Aulia, tuan Agung juga diam-diam menyeruh Venus untuk menyempatkan diri berlatih ilmu bela diri supaya bisa menjaga Aulia dengan baik di sana. Apalagi sekarang Aulia menjadi target salah satu Presdir muda licik dan keji. Tuan Agung harus benar-benar menjaga Aulia dari kejauhan.
...Bersambung ...
__ADS_1