Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 52. Mengantar dan perpisahan


__ADS_3

Tidak lama Azzuri pergi. Aulia kembali bersama dengan Andra. Senyum manis terus terpancar dari raut wajah Aulia, kedua tangan terus menggenggam erat seperti ada lem.


"Kenapa wajahnya terlihat tegang?" tanya Aulia polos.


"Sepertinya kamu sangat senang sayang," ucap Marsya mengalihkan perhatian.


Aulia mengangguk.


"Karena hari mulai malam, sebaiknya aku pulang terlebih dahulu," tuan muda Alexdian berbalik badan, tidak lupa senyum tipis dan salah satu mata menyipit diberi buat Marsya, "Sampai jumpa cinta lama belum kelar," sambung tuan muda Alexdian sambil melangkah pergi.


Tuan Agung langsung melirik tajam ke Marsya. Sedangkan Marsya membuang wajahnya ke sisi kanan, bibir sedikit bersiul seolah tidak ingin berdebat apa pun di depan Aulia.


"Om, tante. Ada hal yang ingin aku katakan," ucap Andra memecah suasana suram.


"Apa itu, katakan saja!" sahut tuan Agung dan Marsya serentak.


"Karena Aulia sudah sembuh, aku izin pulang duluan. Soalnya aku masih ingin mengejar keterlambatan janjiku buat Aulia, sedangkan waktu dan hari terus berjalan-" Andra menggantung ucapannya, kedua bola mata melirik ke Aulia, "Dan aku takut ada seseorang yang mendahului aku."


Tuan Agung mengangguk, "Om juga sepertinya mau pulang. Soalnya dua hari lagi ada jumpa klien penting," sambung tuan Agung.


"Hem!" Aulia membuang wajah kesalnya, "Lagi-lagi aku tinggal berdua dengan Venus di Apartemen," sambung Aulia kesal.


Marsya mengelus kedua lengan Aulia, "Kan masih ada Mama. Mama akan menemani kamu di sini."


"Jadi Papa bagaimana?" tanya tuan Agung menunjuk diri sendiri.


"Papa kan masih ada Bibi, Tarjok dan yang lainnya di rumah. Sedangkan Mama mau menemani Aulia selama beberapa hari lagi di sini," sahut Marsya membelai lembut rambut bagian belakang Aulia.


"Bagaimana dengan tuan Agung kecil Papa. Pasti dia akan kedinginan setiap malam kalau tidak ada sentuhan tangan Mama!" ucap tuan Agung sedikit merajuk.


"Ma, kok Aulia baru tahu Papa ada tuan Agung kecil. Apa Mama punya anak lagi selain Aulia?" tanya Aulia polos.

__ADS_1


Cuiiiittt!!!!


Marsya mencubit pinggiran badan tuan Agung. Kedua bola mata melotot seperti hendak lepas, "Papa ini!"


Tuan Agung menyatukan kedua tangannya seperti meminta maaf, "Ampuni Papa. Habisnya Mama tidak biasanya meninggalkan Papa. Oohhh...." tuan Agung memegang dagu Marsya, "Papa tahu, pasti Mama ingin bebas bertemu dengan pria itu kan!" tuduh tuan Agung dengan pikirannya.


Marsya meraup wajahnya, "Sudah tua masih saja cemburu yang berlebihan."


Aulia mengelus kedua bahu Marsya, "Sudah-sudah, Mama tidak perlu mengkuatirkan aku di sini. Lagian Aulia besok juga ingin pergi ke kantor dan mengurus beberapa pesanan lainnya," kedua bola mata melirik ke Andra, "Aku juga ingin menjadi wanita lebih pantas buat Andra."


Andra menunjukkan jari kelingking, "Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan mengkhianati aku lagi di sini!" ucap Andra memberi sebuah janji buat hubungan mereka berdua.


"Janji! kalau aku di sini berselingkuh maka aku siap kehilangan kamu!" sahut Aulia menyatukan jari kelingkingnya.


"Karena udara semakin dingin, lebih baik kita pulang saja. Aku takut nanti Aulia kembali sakit," ucap Andra mengkuatirkan Aulia.


"Kamu benar. Kalau gitu mari kita pulang," ajak tuan Agung mengulurkan tangannya ke sisi kiri.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


✨ Pukul 08:30 pagi ✨


Aulia, dan Venus mengantar tuan Agung, Andra, dan Marsya di Bandara.


Di depan pengecekan barang Marsya terus memeluk putrinya tersebut, "Maafkan Mama ya sayang. Mama jadi terpaksa ikut pulang karena Mama takut nanti ada seseorang yang makan tak enak, tidur tak nyenyak, dan ...memarahi banyak orang karena pikirannya terus berpikir buruk tentang Mama di sini-" Marsya menggantung ucapannya. Kedua bola mata melirik ke tuan Agung sedang mengobrol dengan Venus dan Andra, "Kamu tahukan siapa orangnya?"


"Tahu," Aulia memijat lembut kedua bahu Marsya, "Kalau seseorang cemburu berarti Papa masih sangat mencintai Mama. Dan wajar saja kalau Paa cemburu, habisnya tuan muda Alexdian itu sangat tampan dan juga keren," sambung Aulia mengingat umur tua, tapi wajah tuan muda Alexdian tetap terlihat sangat tampan.


"Mama pun dulu berpikir seperti itu. Sempat ingin berpisah, tapi Mama sadar jika keperkasaan dan yang lainnya hanya Papa kamu yang punya!" Marsya melambaikan tangannya, senyum tipis penuh makna tersirat sekilas di wajah awet mudanya, "Pria lain lewat!" sambung Marsya memikirkan hal negatif.

__ADS_1


"Papa itu memang luar biasa Ma. Seperti An..." ucapan Aulia terhenti saat kedua bola mata kehilangan tuan Agung, Venus dan juga Andra tadi berdiri tak jauh dari sisi kirinya. Aulia menatap bingung, "Lah Ma, 3 lelaki tampan di sana ke mana?"


"Loh! kok mereka menghilang. Perasaan tadi ada di sana," ucap Marsya ikutan bingung. Kedua bola mata mereka ikut mencari di mana ketiga pria menghilangkan secara misterius itu.


"Cari siapa?" tanya tuan Agung dari belakang dengan wajah suram.


"Sejak kapan Papa ada di belakang kami?" tanya Marsya polos.


"Sejak Mama membicarakan pria lain," sahut tuan Agung cemburu.


"Apa Papa cemburu?" tanya Marsya kikuk.


"Tidak. Tapi Mama akan mendapatkan hukuman setelah kita sampai," tuan Agung menggenggam tangan kanan Marsya, "Mari kita pulang," sebelum pulang tuan Agung menyempatkan diri untuk memberi ciuman hangat di kening putrinya, "Papa pulang dulu," sambung tuan Agung sebenarnya sangat berat hati meninggalkan putrinya baru saja sembuh.


"Mama juga pulang dulu ya sayang," tangan kanan melambai, "Daa!"


Tuan Agung dan Marsya berjalan terlebih dahulu. Sedangkan Andra perlahan mendekati Aulia.


"Kamu kenapa belum pergi. Kalau kamu di sini entar kamu bisa ketinggalan pesawat loh!" ucap Aulia cemas.


Grep!!


Andra memeluk tubuh Aulia, tangan kanan mengelus rambut panjang bagian belakang, "Aku pulang dulu ya. Tunggu aku melamar kamu beberapa bulan lagi. Aku janji sebelum satu tahun dari janji yang aku sebutkan, aku akan melamar dan menikahi kamu," Andra melepaskan pelukannya. Karena hari ini hari terakhir untuk beberapa bulan ke depan melihat wajah Aulia secara langsung. Andra memberikan ciuman manis di dahi, "Jaga diri, dan jangan lupa sering mengabari aku!" setelah memberi pesan, Andra berbalik badan, kedua kaki melangkah cepat karena pesawat 20 menit lagi akan segera terbang.


"Uuuu...dalam sekali," sindir Venus.


"Apaan sih! mau aku potong gaji kamu!" ucap Aulia malu-malu. Aulia berbalik badan, pipi berubah menjadi merah muda, tangan kanan terus memegang dahinya, "Kenapa harus di depan Venus sih. Aku kan jadi malu, mana lembut banget. Pingin minta yang lain jadinya," gumam Aulia pelan sambil membawa kedua kakinya melangkah pergi.


"Nona muda jangan jalan cepat seperti itu. Dan jangan tinggalkan aku sendiri!" panggil Venus meninggikan nada suaranya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2