Cinta Masa Kecil Presdir Cantik

Cinta Masa Kecil Presdir Cantik
BAB 34. Ayo kita Berkencan


__ADS_3

💫💫Halaman Belakang💫💫


Aulia berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. Mengarahkan tatapan panik pada Venus, “Kenapa seperti ini?” tanya Aulia sedikit berbisik.


Venus tersenyum manis, kedua jempol ia acungkan untuk penyemangat Aulia.


“Kamu harus mengikuti gerakan saya,” ucap pelatih.


“Hem” angguk Aulia semangat.


“Kamu harus sedikit menurunkan tubuh kamu separuh seperti ini,” ucap pelatih menunjukkan separuh tubuhnya sedikit turun ke bawah. Kedua tangan dielakkan di sisi tubuh kanan dan kiri sambil di kepal.


“Butuh berapa lama kita melakukan hal seperti ini?” tanya Aulia sudah tidak tahan lagi.


“Sampai Anda bisa melakukannya dengan baik.”


“Sepertinya itu mustahil. Aku sudah tidak tahan dengan posisi ini,” keluh Aulia ia menegakkan tubuhnya tapi dari belakang Venus menahan kedua bahu Aulia, membuat Aulia kembali ke posisi awal. Aulia melirik sadis, “Kamu!”


Venus tersenyum manis, “Bertahanlah. Karena ingin menjadi wanita tangguh itu harus butuh kesabaran dan ketekunan. Apa nona muda sudah melupakan ucapan nona sendri?” tanya Venus sedikit menekan nada suaranya.


“Aku tidak pikun, jadi kamu tidak perlu mengulang perkataan ku kembali,” sahut Yuka sedikit menekan nada suaranya.


“Hiak” tangan kanan diayunkan ke depan. Tangan kiri di buat menggantung.


Latihan kecil berulang kali dilakukan sehingga membuat Aulia bisa melakukannya. Setelah cukup untuk latihan dasar. Aulia beristirahat sejenak. Namun dering ponsel berada digenggaman tangan Venus berdering, membuat Aulia dan Venus harus menghentikan latihan sebelum melanjutkan.


Venus segera menutup panggilan telpon dari nomor tidak di kenal. Tatapan serius mengarah pada Aulia sedang menikmati jus jeruk dingin. Venus mendekatkan bibirnya di daun telinga kiri Aulia, “Nona muda gawat. Ada seorang konsumen komplain ke kantor, konsumen itu berkata jika berlian yang kita berikan kepadanya adalah berlian palsu. Konsumen itu juga mengancam akan memanggil awak media untuk menyorot perusahaan nona muda.”


“Tapi kenapa ada konsumen yang mengetahui perusahaan ku? Bukannya perusahaan itu khusus karyawan dan orang tertentu yang bisa datang?” tanya Aulia bingung.


“Tidak tahu. Sepertinya kita harus segera ke sana!” ucap Venus sedikit menakut-nakutin.

__ADS_1


“Ba-baiklah,” sahut Aulia segera bergegas merapihkan barangnya.


.


Venus, dan Aulia berdiri di depan pintu rumah. Sebagai permohonan maaf Aulia kepada pelatih karena harus meninggalkan latihan di tengah jalan, Aulia membungkukkan sedikit tubuhnya di hadapan pelatih dan istrinya.


“Untuk latihan hari ini aku mohon maaf. Lain kali aku pastikan akan menepati janji, tapi ijinkan aku untuk membayar uang atas latihan hari ini kepada Anda.”


“Tidak perlu. Anda bisa membayarnya dipertemuan yang akan datang,” sahut Istri pelatih.


Venus menunjukkan ponsel miliknya, “Saya sudah mentransfer uangnya. Mohon maaf untuk sebelumnya, sepertinya untuk beberapa hari ke depan kemungkinan nona muda tidak bisa hadir. Terimalah upah itu sebagai ucapan terimakasih kami, dan hadiah dari nona muda untuk menyambut kelahiran anak kalian,” Venus membungkukkan sedikit tubuhnya, “Kami mohon pamit!” Venus menegakkan tubuhnya, tangan kanan mengarah ke mobil, “Mari nona muda.”


Aulia tersenyum manis, tangan kanan melambai, “See you!” kedua kaki melangkah menuju mobil.


Pelatih dan Istrinya melambaikan tangan, menatap kepergian Aulia, dan berkata, “Sampai jumpa. Terimakasih atas kebaikan Anda.”


Aulia menurunkan kaca mobilnya, senyum manis ia tampilkan buat pelatih dan Istrinya. Venus juga sudah melajukan mobilnya meninggalkan kediaman rumah pelatih.


Aulia mendekatkan tubuhnya ke bangku Venus, “Sebenarnya ada apa?” tanya Aulia menatap wajah Venus dari samping.


“Ternyata ada yang mengetahui nona muda sedang melakukan latihan bela diri. Jika nona muda melanjutkannya, maka Istri sang Pelatih dan bayi dalam kandungan akan dalam bahaya. Karena mereka berpikir jika Pelatih dan Istrinya termasuk dalam katagori membantu nona muda, dan ada yang tidak menyukai hal itu. Karena saya tidak bisa melindungi bayi dalam kandungan Istrinya, maka saya memutuskan untuk berbohong dan mengajak nona muda kembali ke Apartemen.”


“Menyebalkan” Aulia menyandarkan tubuhnya di badan bangku, pandangan mengarah ke jendela, “Aku ingin tetap berlatih di Apartemen. Tapi aku ingin kamu yang melatihku!”


Venus menggaruk rambut samping tak gatal, “Tapi saya…”


“Tidak ada tapi-tapian. Gaji aku turunkan menjadi 500 ribu sebulan atau gaji aku naikkan menjadi 150 juta sebulan?” tanya Aulia memberi penawaran.


“Nona muda gaji saya 70 juta sebulan saja saya sudah sangat senang. Tapi kalau nona muda berniat ingin menambahkan gaji saya sebesar itu, maka saya akan laksanakan!” ucap Venus saat mendengar uang, kedua matanya menjadi hijau.


“Deal kan?” tanya Aulia kembali serius.

__ADS_1


“Oh…tentu”


2 jam kemudian, Aulia sampai di Apartemen miliknya. Saat kedua kaki melangkah di koridor, kedua mata Aulia membesar melihat Azzuri berdiri santai menyandarkan tubuhnya di dinding.


Aulia melirik ke Venus, “Ssst. Ada Predator!” ucap Aulia berbisik.


“Nona muda tenang saja,” sahut Venus tenang. Kedua mata Venus menatap datar lurus ke Azzuri dan Jack berdiri di sisi kanannya. Venus mengulurkan tangan kanannya, “Mari ikut saya” ajak Venus berharap Aulia mau menggenggam tangannya.


Aulia berjala mendekati Venus. Aulia memang berdiri di sisi kanan Venus, tapi Aulia tidak menerima uluran tangan Venus. Aulia malah melempar senyum manis dan berkata, “Aku sudah dewasa, dan biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri. Kamu cukup damping aku saja, jaga aku dari kejauhan,” Aulia menepuk bahu kanan Venus, “Mari kita hadapin bersama.”


Venus dan Aulia pun melangkahkan kedua kakinya lurus ke depan. Saat langkah kaki mereka hampir mendekati Azzuri dan Jack. Aulia dan Venus malah tetap melangkah lurus ke depan seperti tidak melihat ada orang di depannya.


“Semakin kamu memperlakukan hal buruk kepadaku, maka aku akan semakin menginginkannya. Teruslah berlari kencang, agar kedua kakiku memiliki kegiatan untuk mengejar kamu!” ucap Azzuri datar.


Aulia menghentikan langkahnya, ia berbalik badan. Senyum manis ia tampilkan di wajah cantiknya dihadapan Azzuri masih menyandarkan tubuhnya di dinding, “Daripada kamu capek mengejar ku. Kenapa kita tidak berkencan saja!”


Mendengar ucapan Aulia, Venus, dan Jack spontan terkejut. Mereka berdiri tegak di masing-masing tuannya. Venus menatap Aulia dengan tatapan penuh pertanyaan, sedangkan Aulia masih berusaha tenang dan santai dengan ucapannya.


“Kamu bercanda,” sahut Azzuri tidak percaya.


Aulia berbalik badan, tangan kanannya melambai, “Baiklah. Abaikan saja ucapan ku. Aku permisi pamit pergi!” tegas Aulia melangkahkan kedua kakinya berjalan lurus ke depan menuju Apartemen miliknya.


“Nona muda tidak boleh bermain-main dengan ucapan nona. Apa nona muda tidak tahu siapa tuan Azzuri?” tanya Venus cemas, dan memperingatkan Aulia atas omong kosongnya.


“Kamu tenang saja, mana mungkin pria seperti dia mau berpacaran denganku!” Aulia menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu Apartemen. Tangan kanan memukul bahu kanan Venus, “Lagian di hati ku hanya ada Andra seorang.”


“Pemintaan nona muda di terima. Aku akan siap menjadi kekasih Anda,” sambung Azzuri sudah berdiri di sisi kiri Aulia.


Aulia mengalihkan letak berdirinya, kini ia berdiri menghadap Azzuri, kedua kaki Aulia berjinjit untuk menatap dekat wajah serius Azzuri, “Apa kamu beneran bersedia ingin menjadi kekasihku?”


Venus semakin membulatkan kedua matanya. Ia tidak menyangkan jika Aulia akan bertindak sejauh ini. Ucapan sudah terlanjur di lontarkan, dan tidak bisa di tarik lagi. Jalan satu-satunya hanya mengirimkan kabar kepada tuan Agung.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2