Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Perkenalan dengan Resnu


__ADS_3

"Alhamdulillah, bu...Kuliah Melati menyenangkan. Papi dan Mami sebenernya pengen ketemu ibu dan bapak, tapi karena ada urusan mendesak ya jadi belum sempat. Tapi Papi berpesan kalau ada apa-apa ibu dan bapak jangan sungkan untuk cerita. Mereka siap menolong," ujar Melati sembari menggenggam tangan bu Ratih. Wanita paruh baya itu mengangguk.


Dalam hatinya, Bu Ratih merasa lega karena sampai saat ini Melati tak berubah sedikit pun perlakuannya pada dirinya dan suaminya. Masih seperti dulu, penuh kasih dan sayang padanya.


"Assalamualaikum... Mel..ibu Ratih.." sapa suara memanggil Melati dan bu Ratih. Keduanya menoleh kearah suara. Dua orang pria tampan berjalan mendekat kearah mereka.


"Mas...Rey...Wa'alaikumsalam ?"


"Iya..mas tadi mau pulang, jadi sekalian mampir kesini,"


Reyhan mendekati Melati dan Bu Ratih dengan duduk di sampingnya.


"Terima kasih , Nak Rey.. sudah mau menjenguk Bapak,"


"Sama-sama bu...kami yang harus berterima kasih, karena ibu dan bapak sudah dengan baik merawat adik saya Melati. "


Pria tampan yang masih berdiri di dekat Reyhan menatap lekat wajah Melati. Di perhatikan seperti itu wajah Melati langsung blush.Kemerahan. Pria itu lalu mengangguk sopan pada Melati. Melati tersenyum. menampilkan lesung pipinya yang cantik.


"Sampai lupa..kenalkan ini Resnu, temen mas satu sekolah dulu dan sampai sekarang masih dekat, karena Resnu kerja di kantor Mas. Nu Kenalin adek gue Melati,"


Reyhan menatap Resnu, memperkenalkan Resnu pada Melati. Melati menatap Resnu.


"Resnu...." sapa Resnu sambil menggenggam tangan Melati.


"Melati, " lalu Melati menyambut tangan Resnu.


"Ehem..ehem...."


Resnu melepas genggaman tangannya pada Melati, saat Reyhan mendehem . Keduanya tersenyum malu.

__ADS_1


"Oya bu..Mohon maaf kami tidak bisa lama-lama. Besok siang saat saya dan Melati istirahat siang, akan nengok bapak lagi. Dan kalau ada keperluan ibu bisa telpon saya atau Melati. " Reyhan berkata sambil menatap lekat bu Ratih. Wanita paruh baya itu mengangguk dan tersenyum pada Melati dan Reyhan.


"Ya Nak Reyhan..ibu cuma bilang terima kasih dengan bantuannya."


"Mel..kamu harus pulang, kamu pasti capek. Besok bisa nemenin ibu lagi dan jenguk bapak," ujarnya sambil menatap Melati. Mengusap lembut pipi Melati. Gadis berhijab itu tersenyum. Lalu mengangguk.


Akhirnya ketiga anak muda itu setelah pamit pada bu Ratih meninggalkan ruang tunggu di ICCU. Berjalan memasuki lift yang ada di ujung ruangan. Menuju ke lantai 1. Beberapa menit kemudian ketiganya sudah tiba di lantai 1 . Berbincang sesaat lalu berpisah di parkiran. Melati dan Reyhan masuk ke mobil mereka. Sementara Resnu berjalan ke arah taksi online yang sudah dia pesan. Pria tampan itu naik ke dalam taksi online nya menuju ke bengkel mobil karena mobil nya sedang di servis tahunan di bengkel langganan.


"Kita langsung pulang ya Mel..atau kamu ada yang mau di beli?" tanya Reyhan sambil mengemudi mobil nya.


"Nggak ada si Mas..langsung balik aja,"


Musik pembuka Maroon 5 bunyi ring toon ponsel berbunyi. Melati mencari arah suara ponsel itu. Matanya menatap kearah ponsel yang terletak di dashboard mobil Reyhan. Reyhan memencet tanda sambungan ponsel di stir mobil nya, tak lama terdengar suara seorang wanita.


"Assalamu'alaikum, Mi...," sapa Reyhan sopan.


"Masih otw ke rumah Mi...ada apa?"


"Mami minta Tolong kamu mampir ke toko Roti. Beli cake dan kue sus di toko roti langganan Mami. Mami lagi di jalan nih sama Tante Rita. Gak enak kalo mampir-mampir. Tadi Papi cerita kalau Pak Wirya, papanya Randy dan keluarganya mau ke rumah.Bersilaturahmi. Jadi kamu Tolong siap kan semua ya. Minta tolong sama Melati. Dia pasti tau makanan apa yang pas buat acara nanti malam. "


"Ok Mi..nanti Rey mampir ke toko kue. "


"Ok nak..makasih ya. Oh ya jangan lupa beli buah juga. " ujar Bu Anita mengingatkan.


"Siap..siap..."sahut Reyhan sambil mengangguk.


Reyhan langsung membawa mobilnya ke jalanan yang melewati toko kue langganan Mami nya. Tak butuh waktu lama kedua kakak adik itu telah tiba di Toko Kue . Lalu keduanya turun Setelah Reyhan memarkirkan mobilnya dengan rapi di pelataran parkir toko kue itu. Tiba di depan pintu, Reyhan membuka kan pintu untuk sang adik. Lalu dia mengikuti dari belakang.


" Kamu ambil kue, mas ambil buah disebelah ya Mel..."

__ADS_1


Dijawab anggukan oleh Melati, lalu Gadis itu sibuk memilih kue pesanan Maminya. Kue Sus, lapis legit, risoles dan sosis solo. Melati baru kali ini ke toko kue langganan Maminya. Makan ya dia asyik memperhatikannya, orang yang belanja di toko itu. Beberapa antrian untuk membayar di kasir. Melati mengangguk mengerti ternyata semua makanan yg di beli di letakkan di kasir untuk kemudian di hitung berapa jumlahnya, lalu membayar sejumlah uang .


Dari arah bagian buah-buahan Melati melihat Reyhan yang sudah keluar dengan menenteng ke ranjang berisi buah-buahan. Mereka bertemu di tempat antrian.


"Apa masih ada yang mau di beli dek?" tanya Reyhan sambil melihat belanjaan Melati. Gadis itu menggeleng.


"Apa ini sudah cukup Mas...Mel nggak tau apa ini sudah sesuai pesanan Mami?" ujar gadis itu sambil memperlihatkan nampan berisi kue-kue.


"Ehmn ..layaknya sudah Mel...tapi kamu nggak ngambil Pusing?"


Melati melihat ke arah bufet kaca yang berjejer rapi berkacak kue dan Puding di sana. Lalu mengangguk paham.. setelah itu di letakkannya makanan yang di pegangnya ke meja kasir karena sudah giliran antriannya.


"Ini siapa yang bayar?" tanya kasir menatap Reyhan yang berdiri menenteng keranjang buah. Karena Melati setelah mengantarkan nampan berisi kue gadis itu langsung berjalan kearah Puding.


"Saya mbak, itu adik saya lagi ambil tambahan kue nya. hitung aja yang ada sama buah yang ini," sahut Reyhan sambil meletakkan keranjang buah ke depan kasir. Si mbak kasir langsung menghitung belanjaan Reyhan. Tak lama kemudian Melati sudah datang ke kasir lagi dengan nampan berisi Puding yang cantik dan pasti enak sekali.


" Sama ini mbak, " Reyhan mengambil nampan puding di tangan Melati. Lalu meletakkannya dimeja kasir.


Kasir sibuk menghitung belanjaan mereka, setelah membayar semua belanjaan keduanya langsung keluar toko. Reyhan memencet. remote mobil, saat keduanya sampai di dekat mobil. Melati dan Reyhan langsung masuk ke dalam mobilnya.


Jalanan tidak terlalu macet hari ini. Padahal sudah menunjukkan jam lima lewat tiga puluh menit. Reyhan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena rumah mereka tidak terlalu jauh dari toko roti itu.


Tak lama kemudian, kedua kakak adik itu telah sampai di rumah. Pembantu yang ada di dapur langsung ke parkiran mobil untuk membawa belanjaan Melati dan Reyhan. Nyonya Anita lagi duduk santai di ruang keluarga dengan suaminya Tuan Hendrawan. Mereka menoleh dan menjawab salam saat Melati dan Reyhan sudah masuk ke dalam rumah.


"Waalailkumsalam..bagaimana dapat kue pesanan mami Rey...Melati?" tanya wanita cantik berkarisma itu.


""Alhamdulillah, dapat kok Mi..."


"Ok..biar Mami suruh Mbok Sri dan yg lain Menatanya di piring," sahut Anita sambil bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2