
"Melati..."panggil sebuah suara lembut terdengar di telinganya. Melati menoleh. Menatap ke arah datangnya suara.
"Ibu?" panggil Melati sambil bergegas mengikis jarak antara dia dan Bu Ratih.
"Kamu sehat nduk?" tanya Bu Ratih sambil memeluk tubuh Melati erat.
"Sehat banget bu."
"Ibu dengar dari bu Anita. Kalau kamu hamil. Apa benar?"
"Iya Bu...Alhamdulillah, " sahut Melati bahagia. Ibu Ratih mengurai pelukan mereka. Lalu menatap lekat wajah cantik Melati.
Alhamdullilah ya nak.
Bentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu. Randy mana? Ibu ingin mengucapkan selamat pada nak Randy."
"Mas Randy tadi ke toilet Bu. Mungkin, bentar lagi ke sini," sahut Melati mengajak Ibu Ratih duduk di kursi tamu undangan terhormat.
"Nah itu Mas Randy bu," ujar Melati menunjuk seorang pria tampan dengan stelan jas yang menambah kegagahannya.
"Assalamualaikum ibu. Apa kabar. Maaf karena kesibukan saya.Melati jadi jarang ke rumah Ibu," ujar Randy sambil mencium punggung tangan Ibu Ratih.
"Nggak apa apa Nak. Yang penting kalian sehat ibu sudah bahagia sekali. Ngomong-ngomong...Ibu dengar, Melati sudah hamil ya,"
"Iya Alhamdulillah bu. Doakan semoga Mel selalu sehat ya bu dan juga calon anak kami."
"Tentu nak Randy. Ibu akan selalu mendoakan u tuk kebagian dan kesehatan Melati. Apalagi sekarang sedang mengandung anak nak Randy. Selamat ya?" doa ibu Ratih tulus.
"Terima kasih ya Bu. Terima kasih juga sudah merawat dan membesarkan Melati dari kecil. Sehingga menjadi wanita terbaik buat saya,"
"Alhamdulillah Nak Randy. Ibu bahagia melihat Mel mendapatkan suami yang terbaik dari Allah. Semoga pernikahan kalian selalu langgeng. Hanya maut yang memisahkan,"
"Terima kasih doanya Bu,"
Melati tersenyum mendengar doa ibu Ratih. Ibu angkatnya yang begitu mencintainya. Dari kecil hingga kini.
"Hei Mel...!" teriakan kecil seseorang yang suaranya amat Melati kenal.
__ADS_1
"Hei...akhirnya datang juga.." sahut Melati tersenyum dan melirik sang abang yang bergandeng tangan dengan yang menyapanya tadi. Siapa lagi kalau bukan Reva. Reva terkekeh sambil menatap Reyhan dengan senyum mesra.
"Jadi kapan jadiannya nih. Tau-tau aja udah jadian?" tanya Melati sambil menatap sang abang. Reyhan tersenyum sambil menoleh pada Reva.
"Kayaknya sudah lama ya Mas Rey. Tapi adikmu yang cantik ini ogah banget lho kalau gue nitip salam sama bumil ini," sahut Reva sambil mengusap lembut perut Melati yang masih datar.
"Hei Baby..kita kenalan yuk. ini bude....nanti kita akan ketemu. Bahkan sebelum kamu lahiran. Bude udah ada di samping Pakde..nemenin mama kamu lahiran!" kata Reva sambil cengengesan. Melati menjulurkan lidahnya. Reyhan dan Reva terkekeh melihat sikap Bumil itu.
"Dari mana lo tau ada Randy junior di sini?" tanya Melati penasaran sambil mengusap perutnya nyang masih datar itu. Reyhan dan Reva tertawa .
"Tau lah say. Kan calon adik ipar. Masak nggak tau?" sela Reva masih tertawa memperlihatkan barisan gigi nya yang tapi dan putih.
"Ok deh calon kakak ipar. Baik-baik ya. Entar Randy junior banyak minta nih sama cabud,"
"Apa Cabud?" tanya Reva kepo.
"Cabut itu..singkatan dari Calon Bude..hehehe," sahut Melati terkekeh. Merasa menang sudah menggoda Reva. Reva dan Randy tertawa. Keduanya kemudian pamit ke meja katering yang sudah menyediakan beragam makanan, snack dan minuman .
Dari tempat duduknya Melati melihat seorang pria tampan berpakaian rapi dengan motif batik solo. Dan seorang gadis cantik yang berada di samping dengan tangan di bergandengan mesra. Meti tersenyum . Lalu mendekati pasangan itu.
" Selamat datang Mas Resnu." sapa Melati ramah lalu menatap dengan tatapan bersahabat pada wanita yang di gandeng nya.
"Terima kasih Mel. Apa kabar? Agak gemukan ya?" tanya Resnu sambil tersenyum. Melati mengangguk.
"Hei ini siapa boleh kenalan?" tanya Melati sopan. Gadis itu tersenyum manis pada Melati.
"Saya Melati Ayudia. Emang bertemu dengan anda di sini. Silahkan memilih tempat duduk dan menikmati hidangan dari kami,"
"Terima kasih Kak," jawab Irene ramah. Resnu menatap lekat wajah cantik Melati. Randy yang melihat istrinya sedang ngobrol dengan Resnu langsung mendekati Resnu dan pasangannya.
Randy memeluk pinggang Melati dari belakang. Merangkul dengan mesra sang istri. Resnu tersenyum. Sesungguhnya hatinya sakit. Tapi Ia tahu rasa cinta itu tak mungkin bisa di teruskan. Kesalahan itu datangnya dari Dia, dari keluarganya. Bukan dari Melati. Resnu maklum jika Melati menolaknya.
Bukan karena tak cinta, tapi karena Pakde nya Resnu lebih dulu jatuh cinta dan ingin mempersunting gadis pujaannya itu.
"Apa kabar Res?"
"Alhamdulillah baik. Oh ya .. kami mencari tempat duduk dulu. Senang bertemu dengan Melati dan Kamu Ran." Randy mengangguk maklum dan tersenyum.
Melati dan Randy mempersilahkan pasangan itu untuk duduk dan menikmati hidangan di ruangan itu.
Acara pesta pernikahan Meli berjalan dengan lancar dan hikmat. Melati dan Randy pulang bareng bersama keluarganya ke rumah sang Papi.
Hendrawan menginginkan mereka berkumpul di rumah malam ini. Untuk itulah Melati dan Randy meluangkan waktu untuk tidur malam ini di rumah sang Papi.
Sementara pengantin baru menginap semalam di kamar hotel yang merupakan hadiah dari pihak hotel.
*****
Dua minggu kemudian.
"Assalamualaikum." sapa sebuah suara terdengar begitu ceria di telinga Anita.
__ADS_1
"Hai Waalaikumusalam. Penganten baru." teriak Anita melihat siapa tamu yang datang.
"Mami...Ehm kangen banget Lili sama Mami," Meli memeluk sang Mami.
"Sama sayang, gimana bulan madunya. Senang?" tanya Anita pada Meli sambil mengajak putrinya itu duduk di sofa ruang keluarga.
"Alhamdulillah Mi.."
"Mana Steve?"
"Ada tuh..lagi menolong Pak Nanang menurunkan koper kita,"
"Oh ya. Mami panggil Mbok Sri dulu,"
"Mbok...Mbok Sri,"
"Injeh Nyonya. Ada apa? Eh...Non Meli udah pulang?" kata Mbok Sri saat melihat ternyata Meli sudah ada si depannya.
"Mbok apa kabar?"
"Alhamdulillah, Non Lili. Baik. Oh ya ada apa Nyonya?" Mbok Sri menatap sang majikan setelah menyapa ramah Meli.
"Mbok Siapkan minuman dan makanan. Meli baru aja pulang. Nanti telpon Melati suruh ke sini ya!" perintah Anita. Mbok Sri mengangguk paham.
Perempuan baya itu berjalan kembali ke belakang dapur. Untuk menyiapkan semua yang di perintahkan oleh Nyonya Rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam .Hai sayang...sini," panggil Anita saat melihat Steve yang baru masuk ke dalam rumah.
"Sini sayang. Baru sampai pasti capek. Ayo..minum dam makan dulu," ajak Anita ramah pada sang menantu.
Kebahagian akhirnya menjadi milik Melati. Perempuan yang selalu menanggung susahnya hidup semenjak terpisah dari keluarga kandungnya.
the end.
__ADS_1