Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Mulai kuliah lagi


__ADS_3

Pagi ini Melati masih bergelung di tempat tidur. Sementara Randy suaminya sudah bangun beberapa menit yang lalu . Randy melaksanakan shalat subuh, setelah itu Ia pergi ke bawah. Ingin memasak sesuatu yang bisa membuat sang istri bahagia.


Randy berjalan ke kulkas yang terletak di pinggir kitchen set. Dapur di rumah ini cukup besar dan luas. Semua bernuansa putih yang elegan.


Randy mengeluarkan beberapa macam lauk. Lalu membuka kulkas di sampingnya, mencari sayur dan beberapa buah.Randy sudah biasa memasak sendiri. Dulu saat kuliah Ia pernah menjadi anak kos. Itulah sebabnya sampai saat ini, Randy bisa memasak.


"Pagi Tuan...tuan mau masak apa?" tanya Mbok Nur.


"Oh Mbok Nur. saya mau masak makanan untuk istri saya. Bisa di bantu menyiapkan bahan-bahannya?"


"Bisa tuan. Tuan mau masak apa?


"Saya mau masak steak daging dengan sayuran."


"Sayurannya apa aja tuan. Biar Mbok siapkan?"


"Wortel, Buncis, kentang dan jamur."


"Baik akan Mbok persiapkan," sahut wanita setengah baya itu. Randy mengangguk. Dengan cepat Mbok Nur menyiapkan semua yang di butuh kan Randy. Pria itu sudah menyiapkan daging khusus untuk steak. Mbok Nur membersihkan semua sayuran yang sudah di keluarkannya dari kulkas.


Setelah sayuran bersih. Randy langsung merebusnya. Lalu memasak daging untuk steak di teflon.


Dalam waktu dua puluh menit , Randy sudah menyelesaikan masakannya. Pria itu menuangkan jus buah yang sudah di blender nya. Lalu menuangkannya ke dalam gelas tinggi.


Selesai menyiapkan semuanya, pria itu membawa baki yang sudah di susun semua makanan dan minuman tadi ke kamarnya melalui lift di ujung dekat dapur. Sampai di lantai dua, Randy berjalan menuju kamarnya. Membuka pintu lalu meletakkan baki berisi makanan dan minuman tadi ke meja di depan ranjangnya.


"Pagi sayang..." bisik Randy ke telinga Melati.


"Ehm..." Melati menyahut dengan mata masih terpejam lalu kembali tertidur.


"Sayang bangun yuk." bisik Randy lalu mencium lembut kening Melati.


Tak lama mata terpejam itu terbuka sedikit.


"Tidak sholat?" tanya Randy sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Ehm sudah jam berapa Mas?" Melati mencoba membuka kelopak matanya. Netranya menatap jam yang tergantung di dinding.

__ADS_1


"Jam enam. Ayo, Bangun. Kalau lagi nggak sholat sarapan pagi aja. Itu sudah mas sediakan di meja." Melati meninggikan tubuhnya, netranya melihat sebuah nampan yang telah penuh dengan makanan di dalamnya.


"Mel lagi nggak sholat Mas. Semalam baru dapet. Emang maa masak apa. Mas bisa masak?" Randy tersenyum mendengar perkataan Melati.


"Bisa lah sayang. Ayo bangun. Kita sarapan pagi dulu. Hari ini kamu mulai kuliah kan?" Melati mengangguk. Melati bangkit dari tidurnya. Lalu berjalan ke kamar mandi. Selesai membersihkan wajahnya ,Melati kembali ke kamar. Randy menunggu sang istri kembali ke kamar mereka.


"Yuk makan dulu. Mas udah siapkan buat sarapan kita," Mata Melati membola melihat dua piring sarapan berupa steak dan jus yang tersedia di atas nampan.


"Ini semua Mas yang masak?" tanya Melati tak percaya.


Randy mengangguk.


"Ya..Mas yang memasaknya. surprise buat kamu,"


"Oh..Makasih banget Mas."


"Kalo bilang makasih , apa hadiahnya?" goda Randy sambil tersenyum. Melati menutup mulutnya menahan tawa.


"Mel lagi halangan Mas. Mana bisa memberi hadiah buat Mas." sahutnya lucu.


"Oh cium boleh deh. " Melati langsung mendekati suaminya. Memeluk tubuh tinggi besar itu. Lalu mengecup kedua pipi suaminya.


"Cuma ini aja nih."


"Kan udah Mel bilang nggak bisa lebih. Karena lagi halangan."


Randy terkekeh. Mereka masih dalam keadaan berpelukan.


Pria itu kemudian menundukkan kepalanya. Lalu meraih tengkuk Melati. Mengecup bibir Melati dengan lembut. Namun tak hanya sampai di situ.


Ciuman itu berlanjut saat Melati ingin protes membuka mulutnya, dengan rakus Randy ******* bibir berwarna pink itu. Bagi Randy bibir Melati begitu manis. Pria itu ******* bibir istrinya dengan penuh gairah, Melati yang tadinya hanya menikmati kini ikut ******* bibir suaminya.


******* lolos dari bibirnya. Tak lama Melati mendorong Randy. Nafasnya sesak. Tapi saat Melati sudah menarik nafas panjang, Randy langsung mencium Melati lagi. Penuh gairah. Ciuman Randy beranjak mencium tengkuk dan leher Melati, bibir gadis cantik mendesah dengan mata terpejam.


Namun saat gairah Randy mulai naik. pria itu langsung menghentikan ciumannya. Melati menatap kabut gairah di mata suaminya.


"Mas maaf, nggak bisa memberi lebih. Sabar ya," kata Melati menatap mata sang suami. Randy menatap istrinya dengan tatapan sulit di artikan.

__ADS_1


"Ya..kita makan dulu aja," Randy menarik tangan Melati. Melati mengikuti suaminya melangkah kearah meja di depan sofa. Keduanya duduk, lalu menikmati steak enak bikinan sang suami.


"Jadi mulai kuliah hari ini?" tanya Randy menyuapi Melati dengan Steak nya.


"Jadi lah Mas. Masak nggak Jadi. Baru semester satu udah banyak liburnya," sahut Melati sambil mengunyah makanan di mulutnya yang penuh.


Randy tersenyum, lucu melihat wajah sang istri yang makan dengan mulut penuh makanan akibat dia sendiri yang menyuapi.


****


"Mel..." sebuah teriakan membuat Melati menolehkan kepalanya ke belakang.


"Reva....." gadis bernama Reva itu mengejar Melati yang berdiri menunggunya.


"Apa kabar pengantin baru," sapa Reva sambil tersenyum menggoda. Melati mencubit pipi Reva yang tembam itu.


"Aduh sakit tau. .pengantin baru," teriak Reva. Hingga beberapa orang yang berdiri di dekat mereka menoleh . Wajah Melati makin memerah malu.


"Ih..makin cantik deh wajahnya memerah gitu,"


"Iih Reva. Bisa pelan nggak sih bicaranya," bisik Melati sambil melotot ke arah Reva.


"Iih takut!" ujar Reva sambil menutup mulutnya menahan tawanya. Melati makin kesal.Akhirnya pecahlah tawa Reva. Dia bahagia sekali bisa menggoda sahabatnya itu.


"Udah yuk kita masuk," ajak Reva sambil menarik tangan Melati masuk ke dalam gedung kampus. Melati mengikuti langkah sahabatnya itu. Masuk ke dalam ruangan kelasnya.


"Gimana dengan pengalaman malam pertamanya?" goda Reva saat keduanya sudah duduk di kelas.


"Huh..nanya itu mulu. Makanya kawin lo," sahut Melati sambil terkikik.


"Sama siapa? sama abang lo," gantian Reva yang ketawa sedangkan Melati mendengar perkataan Reva langsung mengerucutkan bibirnya. Reva terkekeh. Bahagia sekali hatinya bisa menggoda sobat karibnya itu.


Setelah sepuluh menit kemudian kelas menjadi ramai. Beberapa teman Melati yang tahu kalau Melati tidak masuk selama tiga hari karena izin menikah memberi dia selamat. Itu pun hanya beberapa saja yang tahu. Karena Melati masih merasa malu kalau banyak temannya tahu kalau di sudah menikah. Tak lama kemudian dosen mata kuliah biomedik 2. Hari ini adalah hari di mulainya UAS . Tak terasa kuliah Melati sudah akan memasuki semester 2.


Setelah semalaman belajar, Melati dapat mengisi ujiannya dengan benar. Otaknya yang encer dapat memudahkan ia dalam menjawab soal. Begitu juga Reva. Dapat menjawab semua soal. Sehingga tak menemui kesulitan apapun.


****

__ADS_1


__ADS_2