Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Kejutan dari Randy


__ADS_3

"Gimana apa kamu suka?" Randy memandang sang istri yang berjalan di sebelahnya.


"Ya Mas..makasih. Tapi apa nggak berlebihan, rumah yang sebesar ini hanya di tungguin oleh kita berdua?" Melati menoleh sesaat kearah Randy. Randy tersenyum.


"Ini impian Mas sejak dulu Mel. Dan Mas sudah berjanji di dalam hati kalau Mas menikah. Maka Mas akan memberikan sebuah rumah mewah dan asri untuk istri Mas. Takdir berkata kamu lah jodoh Mas." Randy memutar tubuhnya menatap Melati yang ikutan berhenti. Randy juga memutar tubuh Melati hingga menghadap ke arahnya.


"Mas bersyukur karena Allah memberikan jodoh sesuai keinginan Mas .Makasih ya Mel..sudah mau jadi istri mas, " ucap Randy sambil mengelus lembut pipi mulus Melati. Melati membiarkan tangan kekar itu mengelus pipinya.


"Kita kembali ke kamar? kamu pasti capek berkeliling di rumah kita ini. Kita istirahat sebentar." ajak Randy sambil menarik tangan Melati menuju ke arah kamar mereka berdua.


Setelah masuk ke kamar, keduanya naik ke atas ranjang .


"Tit. tit.***** .." bunyi ponsel nyaring terdengar ke telinga Melati.


"Handphone mas bunyi tuh," Melati memberi tahu suaminya yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur itu.


"Biar Mel ambil kan," kata Melati lagi sambil bangkit dari tidurnya.


Randy mengangguk.


"Ini Mas," Randy langsung meraih ponsel yang di sodorkan Melati padanya.


"Makasih sayang," ucap Melati membuat netra gadis itu menatap tajam ke arah Randy. Randy hanya tersenyum melihat reaksi wajah Melati yang menatap tajam padanya.


"Halo. Ya.. Ok." Randy kemudian menutup sambungan telpon selulernya. Menatap wajah Melati yang sudah tertidur. Terlihat dari nafasnya yang teratur.


Pria itu bergegas bangkit dari tidurnya. Turun dari ranjang lalu berjalan ke luar kamarnya.


Randy memasuki lift lalu turun ke lantai satu. Randy berjalan cepat, setelah sampai di depan pintu utama rumahnya, pria itu membuka pintu itu kemudian langsung keluar. Di halaman nampak terparkir dua buah mobil truk yang penuh barang -barang furniture seperti sofa, lemari dan beberapa barang lainnya.


Seorang pria berusia kira-kira 45 tahun turun dari dalam truk itu. Berlari menemui Randy yang berdiri menunggu di muka pintu besar berukiran khas jawa.

__ADS_1


"Sore Pak dokter, maaf kami baru sampai. Apa barang-barang pesanan Pak dokter bisa segera di turunkan?" tanya pria itu sopan. Randy mengangguk lalu pria itu berjalan cepat ke arah mobil truk itu dan berteriak pada temannya agar segera menurunkan barang-barang. Tak lama kemudian rombongan pria itu yang berjumlah sekitar empat orang sibuk menurunkan barang-barang furniture yang sudah di pesan Randy.


"Permisi Pak dokter. barang-barang ini dimana saja saya letakkan?" Randy langsung memberi akses jalan pada empat pria yang membawa furniture itu untuk masuk ke dalam rumah.


Randy memberikan instruksi dimana saja barang itu akan diletakkan.


Dua pria lainnya masuk ke dapur, dan menyusun kursi makan di ruangan yang ditunjuk Randy untuk di letakkan.


Hampir memakan waktu dua jam lebih, akhirnya barang-barang itu telah tersusun rapi di dalam rumah. Hingga memberi kesan makin mewah dan asri rumah itu.


"Ini terima pak. Untuk beli minum." kata Randy sambil mengulurkan uang berwarna merah lima lembar ke tangan pria tadi.


"Wah..makasih banyak pak dokter."


"Ya saya yang makasih karena sudah di bantu menyusun semua barang-barang di rumah ini," ucap Randy sambil tersenyum.


Kini kedua truk itu telah kosong. Tak lama kemudian keluar dari halaman luas rumah Randy. Seorang dari ke empat pria tadi belum naik. Pria itu yang akan menutup pintu pagar. Akan tetapi sebuah mobil telah menunggu di depan pagar tinggi itu.


"Pak pintunya nggak usah di tutup. Kami mau masuk," teriak pria di dalam mobil itu.


Randy baru akan masuk ke dalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara mobil memasuki halaman rumahnya.


Seorang pria muda dan seorang wanita setengah baya dan satu lagi berusia kira-kira tiga puluh lima tahun keluar dari mobil itu.


"Den Randy!" teriak pria itu. Randy menatap orang yang memanggilnya.


"Eh.. Mas Eko. Kenapa?"


"Ini den. Kami di suruh Nyonya bekerja di rumah den Randy. Ini saya membawa Mbok Nur dan Mila bersama saya. Sesuai perintah Nyonya." Kata Eko menjelaskan maksud kedatangannya.


"Oh ya Alhamdulillah. Baiklah masuk dulu Mas Eko, ajak Mbok Nur dan Mila ke dalam. Di belakang ada kamar khusus untuk kalian bertiga. Saya tinggal dulu." sahut Randy lalu mempersilahkan ketiga orang itu untuk masuk ke dalam rumah besar dan mewah itu. Ketiga nya mengangguk lalu bergegas beranjak ke belakang.

__ADS_1


Randy sendiri langsung berjalan ke arah lift, untuk kembali ke kamarnya. Badannya cukup lelah dengan beberapa aktifitas yang di lakukan nya hari ini.


Saat masuk ke dalam kamar, Randy melihat sang istri sudah tidak lagi tidur. Akan tetapi sudah terjaga dalam keadaan shalat. Randy bergegas masuk ke kamar mandi, untuk mandi lalu mengambil wudhu dan setelah selesai membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian, pria itu melaksanakan shalat Asar.


Selesai shalat, Randy bangkit dari duduknya. Netranya mencari Melati. Ternyata istrinya itu sedang duduk di balkon depan pintu kamar mereka. Randy berjalan ke arah balkon. Membuka daun pintu yang mengarah keluar menuju balkon. Setelah tiba di sana. Dilihatnya Melati sedang duduk sambil menatap layar ponselnya.


"Mel..lagi apa?" Melati menoleh menatap Randy yang berjalan ke arah kursi yang ada di sebelah kursinya.


"Ehm lagi duduk-duduk aja Mas,"


"Oya tadi art untuk membantu kita di rumah ini sudah datang. Nanti kita turun ke bawah biar kamu bisa kenalan sama mereka,"


"Ya Mas.." jawab Melati singkat.


"Kamu nggak lapar?" tanya Randy sambil mengusap lembut kepala Melati. Netra gadis itu menatap pria tampan yang sudah menjadi suaminya.


"Belum," jawabnya singkat.


"Ayo ganti baju, kita makan diluar saja," ajak Randy sambil menarik tangan Melati. Keduanya masuk lagi ke dalam kamar dengan sebelumnya mengunci pintu yang menghubungkan kamar dengan balkon.


"Semua baju kamu ada di dalam lemari di ruang walk in closet." Randy mengingatkan Melati kalau - kalau saja istrinya itu lupa.


"Oh ya. Kan semua baju ku masih tertinggal di rumah Mami?"


"Iya. Bener. Tapi yang ada di walk in closet baju untuk kamu yang mas beli di butik,"


"Wah ," kejutan dari Mas Randy bener- bener membuat mulut Melati tak berhenti membulat. Saking banyaknya kejutan yang di berikan oleh suaminya Itu.


'Oh orang kaya ,' pikir Melati. Ups Melati lupa kalau suaminya itu orang kaya.


Gadis itu kemudian berjalan ke ruang walk in closet. Membuka lemari. Matanya menganga menatap puluhan baju dengan motif berbeda tergantung di dalam lemari itu. Masih pake lebel pula. Melati sampai geleng -geleng kepala. Kemudian Ia mencari pakaian yang pas untuk di pakai malam ini. Setelah mendapatkan gamis berwarna salem dengan motif garis-garis. Melati langsung memakai baju itu ke tubuhnya. Lengkap dengan jilbab yang diambilnya dari lemari yamg juga tersusun rapi di sana. Melati mengalihkan tatapannya pada deretan sepatu dan tas yang tersusun rapi di rak lemari kaca. Semua model sepatu dan tas itu sesuai dengan kesukaannya. Bagaimana bisa Randy tahu model sepatu, baju dan tas kesukaannya. Akhirnya Melati menepis semua pertanyaan yang bercokol di kepalanya. Di nikmati saja.

__ADS_1


Setelah selesai berdandan Melati berjalan keluar ruangan itu. Membuka pintu yang menghubungkan ruangan tersebut dengan kamar tidurnya.


bersambung


__ADS_2