
Malam semakin kelam. Melati dan Randy sudah kembali ke rumah mereka. Sebelum pergi ke restoran, Randy menyempatkan diri memesan makanan lewat aplikasi online untuk art dan satpam di rumahnya. Selesai itu keduanya baru pergi.
Selepas makan malam dan dansa romantis keduanya kembali ke rumah. Mereka berdua melaksanakan shalat Isya berjamaah. Setelah itu karena malam makin larut keduanya memutuskan untuk tidur. Tak lama di temani rintik hujan malam itu, keduanya telah terlelap tidur. Tak ada acara saling cium atau bercumbu mesra. Karena Randy tahu sang Istri pasti lelah dan ingin segera tidur.
Pagi hari, sinar matahari menembus tirai yang menutupi jendela di kamar Melati dan Randy.
Melati membuka matanya yang masih lekat seakan tak ingin terbuka. Tidurnya tadi malam sangat lah lelap. Saat akan bangkit dari sisi ranjangnya, perempuan itu melangkah ke kamar mandi yang terletak di kamarnya. Namun suara ponsel berdering membuat perempuan itu menghentikan langkahnya, berjalan menuju nakas. Tempat ponselnya di letakkan tadi malam.
Di sebelah sisi ranjang, tampak Randy masih terlelap dalam tidurnya.
Jemari Melati meraih ponsel yang masih berdering. Lalu meletakkannya di telinga kanannya.
"Ya Halo.Assalamualaikum."
"Ya..ya..nanti Mel kasi tau Mas Randy."
"Iya..ini masih tidur,"
"Baik.." Melati kemudian mengakhiri sambungan telpon itu. Setelah itu Melati berjalan kearah kamar mandi. Mencuci mukanya lalu mengambil air wudhu. Selesai mengambil wudhu gadis itu keluar kamar mandi. Berjalan cepat ke arah sajadah yang sudah terbentang di sudut ruang kamarnya. Mengenakan mukenah lalu mulai ibadah shalat subuh nya.
Randy tersentak dari tidurnya. Matanya menatap jam yang tergantung di dinding. Pria itu lalu bangkit dari ranjang tidurnya. Menoleh sesaat ke arah Melati yang masih duduk di atas sajadahnya. Pria itu kemudian masuk ke kamar mandi. Dan melakukan hal yang sama dengan Melati. Mengambil wudhu lalu keluar kamar mandi dan berjalan menuju sajadah. Setelahnya melakukan shalat subuh. Melati sudah selesai melipat mukenah yang sudah selesai ia pakai. Gadis itu berjalan ke arah sofa, mengambil ponselnya yang ada di atas nakas lalu duduk dengan santai di sofa tersebut.
"Mas..tadi ada telpon dari Papi. Papi bilang kalau bisa pagi ini kita ke rumah papi. Mau membicarakan soal pernikahan Meli," Melati menatap sang suami yang telah selesai shalat dan tengah berjalan ke arahnya.
"Ok..apa kamu nggak ada jadwal apa-apa hari ini?" Randy bertanya sambil duduk di sofa yang sama dengan Melati.
"Kebetulan nggak ada Mas. Mas udah mulai kerja hari ini?"
"Belum..Rencana Mas..sore ini mau ngajak kamu ke Bandung. Jalan-jalan aja. Bukan bulan madu. Mas mau menikmati bulan madu sama kamu minggu depan.Gimana kamu setuju nggak?"
"Ehm terserah Mas ajalah. Tapi Rabu besok Mel udah mulai kuliah dan UAS, Mas. Mudah-mudahan kita bisa jalan-jalan ya. Setelah UAS aku selesai. Bolehkan?" Randy mengangguk.
"Tentu saja Mel. Selesaikan dulu UAS kamu. Nanti baru kita rencanakan mau bulan madu kemana?"
__ADS_1
"Iya..makasih Mas, untuk pengertiannya," sahut Melati.
"Aku ke dapur dulu. Mau nyiapin sarapan buat Mas.Mas mau makan apa sarapan pagi ini?"
"Terserah saja. Kalau kamu yang masak pasti enak,"
"Gombal ah.." sahut Melati sambil terkekeh. Randy ikutan senyum. Setelah pamit pada suaminya. Melati berjalan keluar kamar. Turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift.
Sesampainya di lantai bawah. Melati langsung berjalan menuju dapur. Di dapur Melati melihat dua art yang membantunya di rumah ini sedang sibuk dengan memasak. Ada yang memotong sayur ada yang sedang menumis dan merebus. Tampak keduanya sangat cekatan memainkan alat dapur di dapur tang luas itu.
"Eh..Nyonya.." sapa Mila dan Mbok Nur. Saat melihat Melati sudah berada di dapur. Melati tersenyum.
"Masak apa Mbak Mila?"
"Oh ini Nya..masak sarapan. Mbok Nur sedang mau buat nasi goreng. Saya dengar kalau Nyonya suka nasi goreng. Makanya menunya pagi ini nasi goreng. Lengkap dengan lauknya. Sosis, ayam suwir, cumi dan udang. Ada roti juga. Saya membuat omelet juga." sahut Mila membuat mata Melati terbelalak.
"Waw..Pasti enak sekali. Ok deh saya tunggu ya makanannya. Saya ke kamar dulu. Makasih," ucap Melati sambil tersenyum Lalu pamit pada dua art nya. Mbok Nur dan Mila.
Melati berjalan menuju tangga. Kali ini ia ingin menjelajahi tiap ruangan di rumahnya itu.
Langkah Melati terus berjalan kearah luar rumah. Matahari sudah mulai bersinar terang. Melati berjalan menuju taman di belakang rumah. Ada sebuah gazebo yang sudah ada mejanya. Di sudut gazebo ada sebuah meja kecil untuk meletakkan sesuatu diatasnya. Melati terus melangkahkan kakinya ke arah taman itu. Halaman itu di tumbuhi rumput jepang yang tebal dan di atasnya di tanami bermacam bunga-bunga bunga berwarna cantik. Netranya langsung segar menatap beberapa bunga, dan pohon buah-buahan yang tertanam rapi di kebun belakang rumah itu.
Sedang asyik melihat pemandangan indah yang terhampar di depannya. Sebuah tepukan membuat pandangannya beralih pada orang itu. Ternyata Randy, suaminya.
"Curang ya...pergi ke taman nggak ngajak-ngajak!"
"Eh..Mas Randy. Hehehe.. Kebetulan aku tadi dari dapur Mas. Makanya langsung ke sini." seloroh Melati sambil terkekeh menatap sang suami yang sudah berdiri di belakangnya. Randy tersenyum menatap sang Istri .
"Apa sudah banyak tanaman yang di tanam di kebun belakang? Aku jadi penasaran pengen lihat,"
"Ya..lumayan. Ada beberapa tanaman buah dan sayur di sana. Ada kolam ikan juga."
"Ikan? ikan apa aja yang ada di kolam itu ?" tanya Melati penasaran.
__ADS_1
"Pak Narto yang menjadi tukang kebun kita memelihara ikan mujair, gurame dan Patin. Coba kita ke sana sekarang." ajak Randy sambil meraih jemari Melati. Lalu menggenggam erat membawa Melati berjalan melintasi taman kemudian menyeberang jalan setapak menuju kebun yang menanam beberapa pohon buah-buahan dan sayuran.
Kacang panjang, Kacang Buncis. Timun , Pare dan Oyong. Sayur sawi dan semua tanaman itu sudah berputik. Dan ada yang masih berbunga. Hati Melati senang sekali melihat tanaman buah-buahan dan sayur-mayur yang di tanam di kebun itu.
"Gimana? Senang melihat tanaman ini?" tanya Randy sambil menatap sang istri. Melati mengangguk lalu tersenyum pada Randy.
"Aku suka berkebun dan menanam bunga, Mas. Kan di desa aku dan ibu menanam sayuran di halaman belakang. Bayam, Kangkung dan Sawi." sahut Melati sambil menatap jalanan di depannya. Melangkah dengan tangan tak.lepas dalam genggaman suaminya.
"Ini kolam ikan nya." ujar Randy sambil menunjukkan sebuah kolam yang cukup besar.
"Ini ikannya besar-besar semua Mas. Apa dibelinya sudah besar. Kan Mas baru seminggu ini rumah itu selesai."
"Rumah ini memang belum selesai. Tapi sebelum itu tanah ini yang bagian belakang sudah di tanami beberapa tanaman. Dan Pak Narto yang mengolah lahan di belakang. Rumah ini sekitar satu tahun lalu di bangun. Mas sudah berencana untuk membuat perkebunan kecil di halaman belakang rumah. Yang produktif. Jadi kalau sekadar mau makan sayur Kangkung tinggal metik aja. Nggak perlu ke pasar. Mau ikan ada juga. Malah bagian belakangnya dari kebun ini ada ternak ayam dan bebek. Sudah dua tahun lalu . Semua pak Narto yang mengerjakan bersama anaknya yang sulung," cerita Randy dengan kedua tangannya masuk ke saku celananya. Melati takjub mendengar cerita Randy.
"Kayaknya mas salah jurusan deh. Mestinya Mas masuk Fakultas pertanian atau peternakan aja." seloroh Melati di sambut kekehan oleh Randy. Pria itu mengusap kepala Melati dengan sayang.
"Kan yang ngerjain pak Narto. Dia yang harusnya kuliah di pertanian atau peternakan..hahahaha!" jawab Randy kali ini sambil tertawa lepas. Hatinya bahagia sudah bisa mendapatkan hati sang istri walau sedikit demi sedikit. Malam pertama telah terlewatkan buat mereka berdua. Tapi Randy akan selalu sabar menunggu keikhlasan istrinya untuk memberikan jiwa dan raga untuknya.
"Den Randy dan Non Melati. Makanan udah siap. Mau saya tarok dimana? di ruang makan atau di gazebo agar tak terlalu jauh," suara mbok Nur memecah keheningan diantara Randy dan Melati yang asyik memandang ke dalam kolam yang berisi ikan Mujair dan Gurame.
Keduanya lalu menoleh ke arah Mbok Nur. Perempuan setengah baya itu tersenyum kearah keduanya.
"Mau dimana sayang sarapannya?" tanya Randy sambil menoleh pada Melati. Melati menatap Randy lalu tatapannya beralih pada Mbok Nur yang menunggu perintah darinya.
"Di gazebo aja Mbok. Kami ingin menikmati suasana alam dan tumbuhan yang di tanaman di taman ini," jawab Melati yang sahut anggukan paham sang art.
Mbok Nur kemudian pamit kembali ke dapur. Untuk mengajak Mila mengangkut semua makanan yang sudah di siapkan.
"Kita langsung ke Gazebo?" tawar Randy. Melati mengangguk . Lalu Randy meraih kembali tangan Melati kemudian mulai berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di bentuk sangat asri oleh Pak Narto.
Setelah sampai di belakang rumah mewah itu, Melati dan Randy langsung masuk ke dalam gazebo asri itu. Sementara Mbok Nur dan Mila sibuk mengatur makanan di atas meja gazebo .
"Silahkan makan Den Randy dan Non Mel. Kami Permisi ke belakang," kata Mbok Nur sambil mengajak Mila kembali ke dapur.
__ADS_1
Randy dan Melati mulai menikmati sarapan pagi dengan santai. Duduk lesehan di lantai gazebo. Sambil menikmati sepoi semilir angin yang menyapa ramah keduanya.
***"""