Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Rapat kecil keluarga Hendrwan(2)


__ADS_3

"Assalamualaikum." ucap Reyhan membuka rapat kecil pernikahan Meli. Sudah hadir Hendrawan dan Anita, Melati dan suami dan juga Steve beserta kedua orang tuanya.


"Hari ini kita mengadakan acara rapat kecil . Jadi untuk acara pernikahan Meli , yang perlu di diskusikan adalah akan di laksanakan di mana akad nikah dan resepsi pernikahan Lili? surat-surat untuk pernikahan apa sudah selesai izinnya dari kedubes? Apa nih rencana Papi dan Mami begitu juga sama Mam and Dad," kata Reyhan sebagai anak tertua Hendrawan bertanya tentang persiapan apa saja yang sudah di lakukan dan sampai mana berkas-berkas sudah di selesaikan.


"Saya pikir, jika semua surat sudah selesai kita bisa menentukan dimana acara akad akan di langsung kan dan dimana acara resepsi di gelar." kata Steve sambil menatap seluruh yang ikut hadir pada rapat kecil ini. Semua mengangguk.


"Bagaimana dengan undangan? apa sudah di design. Dan kapan akan di kirim ke semua teman, kerabat dan keluarga besar kita?" tanya Melati.


"Nah iya..bener! apa sudah di rancang Li bentuk dan tulisannya?" tanya Hendrawan.


Meli menatap Steve.


"Kalau designnya sudah Pi. Tapi kami belum meminta persetujuan Papi dan Mami juga Mam and Dad bagaimana bagusnya isi undangan itu," ucap Meli sambil menatap ke arah Steven. Pria bule itu mengangguk.


"Baiklah . Jadi gini. Undangan itu bisa kita cetak kalau susunan acara sudah ada. Dengan kata lain kita harus menentukan dulu dimana akan diada kan akad nikah. Dimana di ada kan resepsi,". semua mengangguk setuju dengan saran Reyhan.


"Sekadar usul saja. Kalau semua setuju akad dan resepsi bisa diadakan di hotel Papa. Dengan senang hati kita akan menyiapkan EO nya dan segala hal yang diperlukan selama akad dan resepsi," usul Randy yang sedari tadi hanya diam mendengarkan.


"Ya..Im agree. What about you honey?" kini yang bersuara Mama Rose. Mark menatap sesaat istrinya itu. Lalu mengangguk setuju.

__ADS_1


"I agree too. That's very simple . Right." ujar Mark sambil mengangguk. Semua tersenyum.


Sejatinya kedua keluarga harus kompak. Saling mendukung satu sama lain. Apalagi Mark dan Rose adalah ibu dari Steven. Mereka juga harus memberi ide dan saran untuk pernikahan anak mereka.


"Baiklah..Papi dan Mami juga setuju. Ya kan Mam?" kata Hendrawan sambil memegang jemari Anita. Anita mengangguk setuju sambil tetap tersenyum bahagia. Mengingat akhirnya kedua putri kembarnya tahun ini telah mendapat jodoh masing-masing.


"Li...masalah gedung sudah selesai. Tinggal masalah undangan. Coba bawa draft undangan design kalian. Kami mau lihat. Dan sebaiknya Papi buat daftar siapa keluarga dan kolega yang akan Papi undangan. Kita harus ingat juga berapa kapasitas tamu undangan yang akan di Undang. Hitung juga keluarga kita semuanya berapa. Baik itu dari saudara Papi dan Mami. Keluarga besan, yang terdiri dari keluarga Randy dan Steven."


"Mas Rey lupa nih. Kapan acaranya akan di langsung kan?"


"Astaga.Iya ya..kok sampai lupa?" ucap Reyhan sambil menepuk jidatnya. Semua tertawa sat menyadari bahwa tanggal akad dan resepsi belum di tentukan.


"Ya Mami setuju. Walaupun yang mengerjakan semuanya kita serahkan sama EO tapi tetap saja. Kita harus turun tangan jika ada yang kelupaan." sahut Anita hang sedari tadi hanya duduk mendengarkan usulan dari keluarga kecilnya.


"Ya juga ya Mas. Ok deh bulan depan. Gimana dengan Mom and Dad Apa setuju kalau kami nikahnya bulan depan?" tanya Steve pada kedua orang tuanya.


"Ya tidak apa-apa. Rencana kami pulang dulu. Seminggu sebelum pesta kami akan kembali ke sini lagi. Dengan beberapa orang saudara saya." kata Mark di ikuti anggukan oleh Rose.


"Tanggal berapa akadnya? Biar nanti di siapkan segala sesuatunya oleh tim EO," tanya Randy memastikan.

__ADS_1


"Kita tanya Rose dan Mark. Kapan mereka siapnya soalnya mereka kan jauh. Bekerja pula. Maksud Papi ada tanggung jawab di Melbroune yang bagus juga di selesaikan." Hendrawan menatap wajah kedua orang tua Steve memastikan kesiapan mereka.


"Ya kami bisa dan siap kapan saja. Kebetulan ada Ceo yang saya percaya dan bisa mengurus semua urusan perusahaan dengan baik.Jadi jangan kuatir dengan hal itu," sahut Mark lugas.


"Baiklah kalau begitu kita pilih hari Jumat untuk nikah dan hari minggu siang untuk acara resepsi.Ehm tanggal..." Anita melihat kalender di ponselnya.


"Tanggal dua bulan dua dua ribu dua dua," ujar Reyhan sambil melihat kalender di ponselnya juga. Semua tersenyum. Tanggal cantik dan semoga hari baik pula buat kedua calon pengantin.


"Ngaco aja nih Mas Rey. Kan tanggal dua bulan dua itu hari Rabu mas.Masak aku nikah hari Rabu. Maksa banget kali," sahut Meli dengan muka cemberut. Semuanya pada tertawa mendengar ucapan Meli.


"Iya bener juga ya. Ya sudah kita tetap ambil hari Jumat sore ba'da Zhuhur atau ba'da Shalat Jumat . Gimana setuju?" ucap Hendrawan . Semua mengangguk setuju.


Akhirnya kata sepakat di ambil kalau acara akad nikahnya hari Jumat setelah orang selesai sholat Jumat dan resepsi di hari Minggu jam sepuluh. Semua bernafas lega.


Saat keluarga Hendrawan telah selesai rapat kecil, Mbok Sri menghidangkan berbagai macam kue dan minuman ke atas meja.


Semuanya lalu menikmati makanan dan minuman itu sambil bercerita dan bercanda.


Keluarga kecil Mark sangat senang memiliki calon besan yang baik seperti keluarga Hendrawan. Rasanya tak ada alasan untuk menolak keinginan Steven mempersuntingnya Meli.

__ADS_1


*****


__ADS_2