Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Menjadi istri kelima pak Harjo


__ADS_3

"Maksudnya?"


"Ya kamu mikir sendiri lah. Kan kamu pasti tahu," Randy langsung mengusap tengkuk kepalanya yang tak gatal. Bagaimana dia tahu. Kalau pun tahu hanya Resnu saingannya. Selebihnya nggak ada.


"Rey...Papi dapat berita dari kepolisian yang memeriksa pak Nanang. Di temukan nama pemilik mobil yang mencegat mobil Melati pagi tadi." Hendrawan tiba-tiba datang ke ruangan itu dengan langkah tergesa.


"Polisi?" tanya Reyhan setelah Hendrawan mengambil tempat duduk di samping putra sulungnya. Hendrawan mengangguk.


"Ya tadi pagi Kebetulan sekali Om Fahmi, menelpon Papi. Kamu ingat sama Om Fahmi ?"


"Sepupu Papi? Ya dia memang seorang polisi. Tapi gimana dia tahu dengan plat mobil orang yang mencegat dan sekaligus menculik Melati?"


"Gini ceritanya. Tadi pagi Fahmi menelpon Papi, dia nanya kapan rencana pernikahan Melati. Ya Papi jawab hari ini. Nah tanpa sengaja Papi keceplosan bilang ke dia kalau Melati menghilang. Dugaan sementara Melati di culik.Terus dia bilang emang Melati ke Hotel lewat jalan mana? Akhirnya Papi cerita kalau Melati di bawa Pak Nanang ke jalan alternatif bukan jalan biasa.


Dia cerita kalau daerah itu sering sekali terjadi kecelakaan dan kejahatan. Kemudian dia cerita kalau ada sisi tivi yang terpasang di salah satu tiang listrik di jalan itu. Rupanya Fahmi menyuruh anak buahnya untuk mengecek lalu lintas pagi itu. Dan di temukan lah kejadian sebenarnya dengan Melati dan Pak Nanang pagi itu.


Alhamdulillah nya pasukan Fahmi sedang mencari tempat penyekapan Melati. Dan Papi bilang kalau siang ini setelah akad nikah kita akan ikut anak buahnya Fahmi menggerebek tempat Melati di sekap,"


"Alhamdulillah kalau gitu Pi. Berarti kita bisa segera menghubungi Om Fahmi di mana kita akan bertemu dan menyusun strategi Gimana cara terbaik untuk menemukan Melati." kata Reyhan di ikuti anggukan setuju dari Randy dan Hardi .


"Ok, Papi telpon dulu Om Fahmi nya," sahut Hendrawan. Pria itu kemudian mengambil ponselnya. Lalu mencari nomor kontak Fahmi adik sepupunya. Kemudian menekan tombol panggilan. Pria itu menunggu sebentar lalu tak lama terdengar suara sahutan dari seberang.


"Assalamualaikum Mas Hendra,"

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Fahmi."


"Gimana Mas...apa yang bisa saya bantu?" sahutnya ramah.


"Oh gini Mi..Mas, Reyhan, suami Melati dan Hardi ingin ikut menggerebek tempat Melati di sekap. Apa bisa?"


"Bisa sih Mas. Tapi nanti tunggu komando dari kami saja. Ikut gabung gak papa. Apa acara nikahan Mel sudah selesai?"


"Sudah Mi. Alhamdulillah lancar. Yang menggantikan sementara anak Mas yang nomor dua. Mereka kebetulan kembar identik. Jadi bisa menutupi malu juga." sahut Hendrawan.


"Alhamdulillah. Itu untungnya kalo punya anak kembar ya mas.Jadi bisa menolong saudari kembarnya sendiri."


"Iya bener yang kamu katakan itu. Jadi bagaimana? jam berapa kami meluncur ke tkp. Biar kita bisa berkumpul disana atau bagaimana. Terserah sama kamu aja Mi. Mas nurut aja,"


"Gini aja Mas. Mas tunggu di persimpangan jalan Banyuwangi. Nanti kami ke sana. Kita masih menyelidiki kegiatan mereka. Kami pastikan dulu apa sasaran kami benar atau tidak. Nanti saya kabari Mas. Mas bisa ikut sama kami," ujar Fahmi men jelaskan panjang kali lebar pada Hendrawan.


"Jadi Om Fahmi mengajak kita untuk menunggu di jalan Banyuwangi. Untuk pergi ke sana nanti di kasi aba-aba sama om Fahmi," Hendrawan menjelaskan pada Reyhan, Randy dan Hardi. Semuanya mengangguk paham.


"Randy akan minta bantuan sama orangnya Papa, Pi. Semoga mereka cepat melakukan penyelidikan." sahut Randy. Hendrawan menyetujui usulan Randy.


"Sebaiknya siapa yang mau makan dulu silahkan. Nanti kita kumpul di sini lagi untuk membahas dan pergi untuk menolong Melati," ujar Hendrawan yang di setujui oleh keempat pria itu. Mereka kemudian bubar. Untuk makan siang dan mempersiapkan tenaga untuk melakukan penggerebekan siang ini.


****

__ADS_1


"Heh...ini makan! Jangan puasa , jadwal nikah kamu sama bos Harjo berubah. Bukan besok pagi. Tapi malam ini." pria botak membawa nampan berisi makanan dan sebotol air mineral masuk ke kamar tempat Melati di sekap.


"Huhm..mmm" Melati tak bisa bicara karena mulutnya di ikat dengan kain. Sama seperti kedua tangan dan kakinya.


"Sini aku buka ikatan tangan dan mulut nya Neng," si botak melepas ikatan mulut dan tangan Melati. Gadis itu merasa sedikit lega karena ikatan mulut dan tangannya terbuka.


"Apa kamu bilang tadi? Pak Harjo akan menikahi ku malam ini?" tanya Melati tak.percaya.


"Iya benar. Makanya Neng makan yang banyak . Biar nanti malam kuat melayani Bos Harjo," jawab pria botak sambil terkekeh.


Sementara Melati bergidik ngeri membayangkan harus sekamar dan melayani nafsu bandot tua itu.


"Kok kayak ngeri gitu Neng? Bos Harjo itu pria perkasa Neng. Jangan takut. Dalam dekapannya Neng akan merasa nyaman dan puas," sahut pria itu kali ini dengan tertawa terbahak-bahak. Membuat Melati jijik hingga gadis itu merasa mual.


Entah apa yang di pikiran pria botak itu, hingga ia tertawa sampai kejer. Memegang perutnya. Melati sampai geleng-geleng kepala melihat sikap pria itu.


"Oya Neng. Kalo Neng jadi menikah sama Bos Harjo berarti Neng akan jadi istri ke lima. Soalnya dua bulan lalu Bos Harjo sudah menikahi perawan cantik dari desa Bulan Merindu. Neng harus sabar. Karena istrinya bos banyak. Neng yang ke lima. Jadi nanti di datangi Bos Harjo bisa sebulan sekali. Tapi kalau Neng mau Bos Harjo lama di rumahnya Neng. Neng harus memberikan pelayanan yang baik,servis memuaskan lah..jadi Neng akan di sayang Bos Harjo," Nasihat pria itu panjang lebar. Melati hanya melotot mendengar nasihat gila pria botak itu.


"Sudah atuh Neng.Neng makan dulu. Habis itu mandi dan dandan yang rapi. Nanti jam lima sore Bos Harjo akan datang sekaligus dengan membawa dua orang saksi dan seorang penghulu yang akan menikahkan kalian,"


"Hah...secepat itu?" tanya Melati dengan dada berdegub kencang. "Ya Tuhan, apa kabar dengan pernikahan ku hari ini? Keluarga ku dan keluarga Mas Randy pasti sibuk mencari aku. Tuhan tolong cepat pertemuan aku dengan keluargamu lagi. Aku nggak mau menikah dengan bandot tua mesum itu," doa Melati dalam hati.


"Neng, silahkan makan dulu atau mau mandi dulu. Terserah eneng. Itu ada baju dan handuk beserta perlengkapannya. Saya keluar dulu," ujar Pria botak sambil berjalan keluar kamar Melati. Gadis itu hanya terdiam. Tak tahu apa yang harus di lakukan. Ia ingin menelpon sang Papi. Tapi ponselnya yang terletak di dalam tas di ambil oleh Pak Harjo.

__ADS_1


Melati tahu Pak Harjo yang ambil karena anak buahnya yang bertato yang mengatakan pada Pak Harjo, saat pria itu bertanya tentang apa saja barang yang di bawa oleh Melati saat menuju ke hotel.


bersambung


__ADS_2