Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Perkenalan dengan Keluarga Resnu


__ADS_3

Hari sudah pagi. Matahari telah bersinar walau masih malu-malu. Jadi dinding kamar Melati sudah menundukkan ke pukul enam pagi. Melati sudah bangun, bahkan sudah selesai sholat subuh dan sekarang tengah sibuk membuka bukunya. Jam segini memang biasa di gunakan Melati untuk membaca beberapa buku tentang Kedokteran. Apalagi kesukaan Melati memang membaca. Membaca apa saja.


Melati mengenang sejenak kebiasaannya yang biasa dia lakukan saat di desa Sedayu. Tempat tinggal Melati sewaktu kecil dulu bersama orang tua angkatnya.


Tiba-tiba ada sepercik kerinduan dihatinya pada orang tua angkatnya. Pak Herman dan Ibu Ratih. Karena kesibukannya di kampus, dia jadi jarang menengok Pak Herman dan Bu Ratih. Satu bulan yang lalu saat pak Herman sudah keluar dari rumah sakit, Papi Hendrawan menghadiahkan pada suami istri yang telah berjasa merawat Melati sebuah rumah minimalis di daerah Rawamangun.


Daerah yang tak jauh dari komplek perumahan mewah tempat Pak Hendrawan tinggal. Hanya perlu waktu tiga puluh lima menit jika tak macet, maka Melati akan sampai di kediaman baru pak Herman dan Bu Ratih.


Melati melirik jam di dinding kamarnya. Ternyata tanpa terasa jam bergerak dengan pasti. Sudah pukul tujuh lewat tiga puluh menit. Pantas saja Melati sudah merasa perih di perutnya. Gadis cantik dan ayu itu bangkit dari kursi di meja belajarnya. Mengenakan Jilbab dan meraih ponselnya lalu membuka pintu kamarnya. Turun ke lantai satu langsung menuju ruang makan.


Di ruang makan Melati melihat mbok Sri yang mengarahkan art di rumah itu menghidangkan beberapa makanan. Dan menatanya di meja makan.


"Non Mel...ayo sarapan...!" ajak Mbok Sri saat melihat Melati sudah berdiri di ruang makan.



"Kok Mami dan Papi nggak ada Mbok? kemana mereka?" tanya Melati sambil menarik kursi makan , lalu mendudukkan badannya di kursi jati mewah berwarna keemasan itu.



"Oh itu, Nyonya dan Tuan sedang di taman belakang Non. Kebetulan tadi Mbok mengantarkan sarapan di gazebo. Tuan dan Nyonya pengen sarapan di taman," jelas Mbok Sri. Melati mengangguk mengerti.



"Apa Non Mau ikutan sarapan dengan Tuan dan Nyonya? Kalau mau biar Mbok suruh bik Yem mengantarkan sarapan Non . Biar bisa sarapan bareng sama Tuan dan Nyonya,"


"Nggak udah Mbok. Mel sarapan di sini aja. Soalnya masih ada tugas dari kampus yang harus di selesaikan." tolaknya halus .


Mbok Sri mengangguk paham. Lalu segera menghidangkan makanan yang di inginkan oleh Nona mudanya. Melati menikmati sarapannya dalam diam. Sementara Mbok Sri dan seorang pelayan yang menemani Mbok Sri langsung keluar ruang makan setelah menghidangkan makanan untuknya.


Asyik menyuap nasi goreng sea food lezat ke dalam mulutnya.Ponselnya berdering. Melati membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Ternyata yang menelponnya Resnu. Melati langsung menyentuh gambar telpon berwarna hijau. Lalu meletakkan ponselnya ke telinganya.


"Assalamualaikum, Mas Resnu,"


"Waalaikumsalam,"

__ADS_1


"Lagi apa Mel..?" tanya Resnu di seberang.


"Lagi sarapan Mas. Mas Resnu sudah sarapan?"tanya Melati sambil meneguknya segelas air putih di depannya.


"Sudah...baru aja selesai,"


"Alhamdulillah, ada apa ya mas?"


"Oh itu, Mas mau ngasi tahu Kalau malam nanti mas mau melamar kamu, seperti yang sudah mas ceritakan. Mas berniat akan melamar kamu, Kalau kamu setuju kita tunangan dulu. Nanti Kalau sudah tunangan, kamu bisa memilih waktu untuk pernikahan kita. Bagaimana? Apa kamu setuju?"


Melati termangu sesaat. Lalu mengangguk.Seolah Resnu ada di depannya.


"Ya Mas...Mel setuju. Japan Mas mau ke rumah orang tua Mel?"


"Rencana Mas malam ini Mel, karena kebetulan sekali Pak De mas dan Bude sedang berkunjung ke sini. Pak De itu kakaknya almarhum Papa Mas, Mel," jelas Resnu.


"Ya Mas...nggak papa, nanti biar Mel kasi tau Mami dan Papi. Sekalian biar siap-siap untuk menyambut kedatangan keluarga Mas Resnu," ucap Melati setuju.


"Mel...sudah sarapannya?" tanya Reyhan tiba-tiba sudah masuk ke dalam ruang makan. Melati mengalihkan tatapannya ke pada abangnya. Lalu menjawab dengan anggukan masih dengan menerima telpon Resnu.


"Iya Mas..iya...ok..ya salam buat Pak De dan Bude," sahut Melati sambil menutup pembicaraannya dengan Resnu.


"Siapa Mel, serious amat?" tanya Reyhan, sambil menyeruput kopi hitamnya.


"Mas Resnu ,Dia mau mengajak Pak De dan Bude nya untuk kenalan dengan Papi dan Mami. Silaturahmi sambil mengutarakan niat untuk melamar Melati ,"


"Secepat itu? Kok Resnu nggak bilang-bilang ya sama Mas?" tanya Reyhan bingung.


"Mungkin dia malu Mas. Merasa lebih baik kalau langsung bicara sama Papi dan Mami," Melati mengambil segelas susu yang sudah tersedia di meja makan itu. Lalu meneguknya perlahan.


"Ya..Mas tau tapi paling tidak dia bisa konsultasi dulu sama Mas saat di kantor kemarin. Kenapa tiba-tiba sekali?" Ujar Reyhan dengan nada tak senang.


Melati menyadari intonasi suara Abangnya agak tinggi. Entah kenapa Melati merasa tak enak.


"Kamu diam saja, biar Mas yang menceritakan semuanya sama Mami dan Papi." Reyhan menyelesaikan sarapannya dengan cepat, sebelum bangkit dari kursi makan, di sempatkan menyeruput kopi hitamnya dengan perlahan. Lalu pergi meninggalkannya ruang makan menuju taman belakang rumah mewah itu.

__ADS_1


Reyhan melihat kedua orang tuanya yang sedang sarapan pagi dan sambil bersenda gurau.


"Pagi Pi..pagi Mi." sapa nya saat sudah berada di depan Hendrawan dan Anita.


"Hai Papi sayang...sudah sarapan? Maaf ya..ini si Papi tiba-tiba pengen sarapan di gazebo ..." sahut Anita sambil menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.


Reyhan tersenyum.


"Ada apa Rey, sepertinya ada yang mau di bicarakan? Biasanya kamu langsung berangkat ke kantor. Kenapa belum berangkat?" tanya Hendrawan dengan tatapan menyelidik. Reyhan menatap wajah Papinya serius.


" Duduk nak," tawar Anita lembut. Reyhan kemudian masuk ke dalam gazebo dan duduk di depan kedua orang tuanya.


"Ini tentang Melati Pi..Mi..,"


"Melati..? kenapa adikmu itu. Ada apa?" tanya Anita penasaran.


"Tadi saat di ruang.makan , Melati menerima telpon dari Resnu,"


"Ehm..lalu?" tanya Anita lagi.


"Resnu mau kesini malam ini, untuk Perkenalan dengan keluarganya."


" Lantas...?" kali ini yang bertanya Hendrawan. Keduanya menunggu penjelasan berikutnya dari Reyhan.


Reyhan mengatupkan bibirnya sesaat. Menatap tajam ke arah kedua orang tuanya.


"Resnu mengajak keluarganya ke sini untuk melamar Melati...ya Melati,"


Papi dan Maminya terpana saling tatap dengan tatapan terkejut. Tak menyangka baru 2 bulan Melati hadir


di rumah mereka, ada pria yang nantinya akan memisahkan mereka dengan anak mereka yang pernah hilang.


"Jadi...bagaimana menurut Papi..dan Mami?"


Hendrawan sesaat terdiam, berpikir. Keputusan apa yang harus dia ambil.

__ADS_1


__ADS_2