Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Pertemuan Keluarga Resnu dan Melati


__ADS_3

"Saya tidak berhak menolak Pak Harjo, yang menentukan adalah putri saya. Saya merasa terhormat sekali . Karena Resnu melamar Melati. Tetapi sekali lagi saya mohon maaf, bukan dalam waktu dekat ini.Itu saja." terang Hendrawan pada Pakde Harjo. Pria itu cemberut. Seakan tidak terima. Hendrawan tersenyum melihat sikap pria tua itu.


"Tapi...bolehkah kami bertemu dengan Melati Om ? Pakde dan Bude saya pengen kenalan sama Melati," pinta Resnu sopan.


Hendrawan mengangguk. Lalu memanggil Mbok Sri yang kebetulan sedang melewati ruang keluarga yang terletak di samping ruang tamu. Mbok Sri menuruti perintah Tuan Hendrawan. Lalu menemui Melati yang sedang duduk di kamar orang tuanya. Setelah Mengetuk pintu kamar, Mbok Sri langsung menemui anak majikannya.


"Non..di suruh Tuan menemui tamunya di ruang tamu," Melati langsung mengangguk. Lalu segera menemui tamunya. Melati menunduk saat telah tiba di ruang tamu. Anita yang melihat putrinya ada di ruangan itu langsung mendekati Melati.


"Mel..ayo kenalan sama Pakde dan Bude nya Resnu," ajaknya sambil menarik tangan Melati.


Resnu melihat kearah Melati. Gadis itu begitu sempurna, sudah lah cantik, alim, juga begitu sopan dan anggun. Resnu sangat takut jika Hendrawan tak kunjung menjawab lamarannya. Dia ingin sekali memiliki Melati.


"Melati.." sapa Resnu sambil tersenyum menatap gadis pujaannya. Melati tersenyum menatap Resnu. Melati menatap pria tua di samping Resnu . Matanya terkejut? Bukankah itu..


'Ya Tuhan...bukankah itu...' teriak hati Melati ketakutan.


Anita yang melihat perubahan wajah Melati langsung menggenggam jemari putrinya. Menatap cemas ke arah Melati. Tatapannya seakan bertanya.Begitu juga dengan Hendrawan.


Pak Harjo yang melihat Melati kontan terkejut. Mata pria tua itu melotot. Sungguh tak menyangka akan bertemu Melati di sini.


"Kenapa Mel? Apa kamu mengenal Pakde ku?" tanya Resnu menatap lekat mata Melati yang terlihat ketakutan. Lalu menatap Pakde Harjo. Seakan bertanya ada apa.


"Bu..bukankah kamu anaknya Herman dan Ratih?" tanya Pak Harjo menatap lekat kekasih keponakannya. Sungguh tak menyangka bakal ketemu dengan gadis yang menjadi incar nya.


Melati terlihat semakin cantik, jauh lebih cantik sekarang. Sewaktu bertemu dengan Pak Harjo di desa Sedayu sudah cantik, tapi sekarang lebih cantik dan anggun.


"Pakde kenal Melati?" tanya Resnu sontak kaget melihat kalau Pakde nya mengenal Melati. Resnu merasa senang, itu artinya dia tak perlu lagi mengenalkan kekasihnya dengan Pakde Harjo.

__ADS_1


"Ya aku mengenal Pak Harjo. Kami satu desa saat aku masih di desa Sedayu." sahut Melati menatap tajam wajah Pak Harjo. Pria itu tertunduk. Sementara Resnu bingung melihat perubahan wajah Melati. Gadisnya itu terlihat marah dan jijik.


'Ada apa ini.Kenapa sepertinya Melati membenci Pakde?' tanya Resnu dalam hati.


"Ah...mari kita minum dulu, silahkan Pak Harjo dan Bu Mina. Resnu ayo kamu juga minum dulu. Cicipi kue ini.Kami tidak sempat membuat makanan untuk menyambut kalian. Karena waktunya begitu mepet," ujar Anita mencoba memecahkan kekakuan diantara mereka.


Resnu mengangguk. Lalu mengajak Pakde dan Budenya untuk minum teh dan makan kue-kue yang telah terhidang.


Pak Harjo hanya mengangguk. Dia sungguh tak ada selera. Rasanya tak habis pikir, kok bisa Resnu berpacaran dengan Melati. Kenapa Melati bisa ada di rumah mewah keluarga ini. Itu semua penuh tanda tanya baginya..


"Baiklah Om..kami sudah minum dan menikmati hidangan yang om dan tante hidangkan. Terima kasih dan saya ingin jawaban secepatnya. Karena saya sangat mencintai Melati." kata Resnu sambil menatap kedua orang tua Melati. Sementara Melati tanya diam, tertunduk. Tanpa tahu apa yang harus diperbuat.


" Ya..secepatnya akan Om beri kabar.Terima kasih sudah datang kesini." sahut Hendrawan. Matanya melirik Pak Harjo yang diam seribu bahasa saat sudah bertemu Melati.


' Ini aneh' pikir Hendrawan dalam hati.


Melihat sikap Melati yang berubah, Hendrawan dan Anita langsung berjalan menuju kamar Melati. Mengetuk pintu beberapa kali. Tak lama terdengar sahutan dari dalam kamar menyuruh masuk. Hendrawan menarik handle pintu lalu keduanya masuk ke dalam kamar Melati.


"Mel..." Anita mendekati Melati yang sedang duduk di balkon depan kamarnya.Melati menoleh. Lalu tertunduk. Anita menoleh kearah suaminya yang di jawab anggukan oleh Hendrawan.


"Kenapa tidak mengantar tamu saat mereka pulang?" tanya Anita pelan sambil mengusap bahu putrinya. Melati masih tertunduk lalu menoleh kearah Anita.


"Nggak papa Mi..."


"Apa ada masalah? ayo cerita sama Mami dan Papi!" ujar Anita lembut.


"Maafkan Mel Mi Pi kayaknya Mel nggak jadi bertunangan sama Mas Resnu," kata-katanya membuat kedua orang tuanya melongo saling berpandangan.

__ADS_1


"Kenapa?Apa kamu nggak cinta sama Resnu?" tanya sang Papi heran.


"Iya...Mami sempat bingung. Kok kamu jadi berubah. Kenapa sayang?" tanya Anita penasaran.


Melati menatap Mami dan Papinya. Matanya berkaca-kaca.


"Mel nggak tau kalau Pak Harjo itu Pakde nya Mas Resnu. Pak Harjo itu rentenir yang tinggal di desa Sedayu tempat Mel tinggal sama Pak Herman dan Bu Ratih , Mi..Pi.." cerita Melati dengan emosi.


"Lalu apa hubungannya dengan kamu sayang?"


"Pak Harjo adalah rentenir tempat bapak meminjam uang. Dia meminjamkan uang dengan bunga tinggi. Dia yang meminta Melati jadi istri ke empatnya kalau Bapak nggak bisa bayar hutangnya,"


Hendrawan dan Anita terkejut mendengar cerita Melati.


"Apa...kamu serius nak?" tanya Hendrawan memastikan. Melati mengangguk. Anita langsung memeluk tubuh langsing Melati. Betapa marahnya Anita dan Hendrawan pada Pak Harjo. Apa jadinya jika ternyata mereka terlambat bertemu. Tentu putrinya akan menjadi istri ke empat bandot tua itu.


"Ya Tuhan. Kenapa dunia ini kecil sekali. Mami benar-benar nggak menyangka," kata Anita sambil mengurai pelukannya. Lalu menatap putrinya dengan sedih.


"Jadi apa keputusan kamu sayang?" tanya Anita kemudian. Melati menatap lembut wajah Maminya.


"Mel..akan mutusin hubungan sama Mas Resnu. Mi..Pi..rasanya nggak mungkin Mel menerima lamaran dari pria yang Pakde nya ingin memperistri Mel.. Bagaimana menurut Papi dan Mami?" tanya gadis itu sambil menatap kedua orang tuanya bergantian. Keduanya mengangguk .


"Ya..Papi dan Mami setuju. Rasanya nggak mungkin membiarkan kamu menikah dengan Resnu." sahut Hendrawan mantap. Diikuti anggukan setuju oleh Anita.


"Ya sudah..biar Papi saja yang menghubungi Resnu. Kamu tenang aja ya Nak," kata Hendrawan sambil mengusap lembut kepala Melati. Melati mengangguk setuju.


"Sekarang kamu ganti baju..abis itu kita makan malam. Mas Reyhan mu pasti sudah pulang." Anita mengusap wajah putrinya dengan sayang. Lalu berjalan keluar kamar Melati sambil menggandeng Hendrawan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2