
Sebuah mobil berwarna silver berhenti di halaman kantor polisi. Tak lama kemudian seorang pria turun dari mobil silver itu dengan berpakaian kemeja lengan panjang motif kotak-kotak yang di gulung hingga siku dan dipadu dengan celana blue jeans hitam juga tak lupa kacamata hitam yang nangkring di hidung mancung itu jadi membuat pria itu makin gagah.
Pria berusia empat puluh lima tahun itu berjalan dengan tegap masuk ke dalam kantor polisi. Polisi yang berjaga di depan kantor itu memberi hormat padanya. Dia Fahmi Harianto berpangkat AKBP yang merupakan saudara sepupu Hendrawan.
"Assalamualaikum, " sapa Fahmi sambil tersenyum ramah pada sepupu dan putra putrinya.
"Waalaikumsalam," sahut mereka serempak.
"Maaf ya lama menunggu saya," ujar Fahmi mendekati Hendrawan dan ketiga putra dan putrinya.
"Nggak papa Mi, kami baru sepuluh menitan di sini." sahut Hendrawan. Fahmi tersenyum lalu menyalami mereka berempat satu persatu.
" Bagaimana nih pengantin baru?" goda Fahmi sambil mempersilahkan mereka duduk di kursi ruang tunggu. Semua mata menatap Melati dan Randy dengan tatapan penuh arti. Sepasang suami istri itu tersenyum malu.
"Kita langsung masuk ke dalam ya Mas. Buat laporan sekalian berita acara pemeriksaan. Seharusnya selepas penangkapan kelompok penculik itu, kita sudah langsung buat BAP tapi karena hari sudah sore dan Mas beserta keluarga harus siap-siap untuk acara resepsi jadi kita undur sampai hari ini." jelas Fahmi sambil berjalan menuju ruang pemeriksaan.
Saat acara pemeriksaan di mulai yang di tanya lebih dahulu yaitu Melati, karena di yang menjadi korban penculikan. Berikutnya Randy, lalu beralih ke Hendrawan dan Reyhan. Pak Hardi pun tak luput dari pemeriksaan itu.
Setelah mereka selesai di periksa, seorang pria nampak keluar dari ruang bezuk para tahanan polisi.
Pria itu berjalan pelan, namun netranya menangkap sosok wanita yang di cintainya. Pria itu mendekat ke arah Melati.
__ADS_1
"Mel..kenapa disini?"tanya pria itu membuat Melati yang sedang membaca pesan dari sahabatnya Revi langsung mendongakkan kepalanya mencari sumber suara. Suara yang amat di kenalnya. Yang akrab beberapa waktu yang lalu.Netranya terpana sesaat. Pria yang pernah dia cintai dan sempat melamar dirinya untuk di jadikan istri. Pria itu kini berdiri di depannya.
Randy, Reyhan dan Hendrawan yang sedang bercerita serius ikut menoleh ke arah datangnya suara. Netra pria itu pun menatap pada ketiga pria yang ada di ruang tunggu.
"Resnu,kok ada disini?" tanya Reyhan mengamati sahabat kecilnya sekaligus pernah menjadi manager keuangan di Perusahaan yang Reyhan pimpin.
"Eh..ada Kamu juga Rey, Om Hen..Ehm ini Randy kan?" matanya menatap lekat wajah Randy. Randy tersenyum.Lalu mengulurkan tangan pada Resnu. Pria itu menerima tangan yang terulur. Tangan keduanya berjabatan dengan erat.
"Dari mana? Ngapain ke sini?" tanya Reyhan kepo. Resnu menatap sahabat kecilnya sekaligus pimpinan di mana ia bekerja.
"Ngeliat Pakde. Kemaren katanya kena tangkap. Karena menculik anak gadis orang. Ah Ada ada aja. Bikin mumet!" ucap Resnu kesal.
"Pakde? Pakde siapa?" tanya Reyhan lagi. Yang lain hanya ikutan mendengar saja.
"Lo tau siapa cewek yang di culik Pakde Harjo?" Reyhan menatap lekat wajah Resnu. Menunggu jawaban dari sang sahabat kecil. Resnu kemudian menggeleng.
"Pakde nggak cerita siapa gadis yang akan di nikahinya. Katanya sih orangnya dari desa tempat dia tinggal. Pakde bilang tuh cewek cinta matinya dia," ucap Resnu membuat netra Melati melotot . Tubuhnya merinding. Apa jadinya jika dia jadi menikah dengan Pakde Harjo. Ih menggelikan!
"Lu beneran nggak tahu?" ulang Reyhan lagi. Resnu menggeleng.
"Emang lu tau. Siapa?" tanya Resnu penasaran.
__ADS_1
"Ini yang ada di depan lo sekarang," Reyhan menunjukkan Melati. Membuat netra Resnu melotot.
"Serius..Mel..?" ujarnya sambil menatap Melati. Jantungnya berdebar kencang. Menunggu jawaban Melati. Melati mengangguk. Resnu langsung menepuk jidatnya dengan wajah kesal dan geram.
"Kamu..Mel...serius?" tanya Resnu lagi tak percaya. Netranya menatap nanar Melati, Reyhan, Randy dan Hendrawan.
"Itulah sebabnya keluarga gue nggak menerima lamaran lu tempo hari. Bukan nggak suka sama Elu. Tapi kalau di terima. Bisa aja Pakde lu melarikan Melati . Walaupun Melati udah lu nikahi. Itulah salah satu pertimbangan kami Res. Jadi lu jangan berkecil hati saat kami tolak dulu. Itulah masalahnya," ujar Reyhan menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Kini Melati sudah menikah dengan Randy. Pada waktu Melati akan pergi ke hotel Ambassador, di tengah jalan mobil yang di tumpangi Melati dicegat. Lalu anak buah Pakde Harjo menculik Melati dan membawanya ke suatu tempat. Sebuah rumah tua di jalan Banyuwangi. Disana Melati mereka sekap. Lalu saat menjelang sore mereka membawa seorang pegawai KUA untuk menikahkan Pakde Harjo dan Melati.Bagaimana menurut kamu. Apa pantas dia disebut Pakde?" kata Reyhan mengakhiri penjelasannya.
Resnu tertunduk mendengar penjelasan Reyhan. Dia sama sekali tak menyangka. Pakde yang dia hormati dan juga kasihi sebagai pengganti orang tuanya malah membuat kekacauan pada keluarga kekasihnya sendiri. Rasanya Resnu tak punya muka lagi pada keluarga Hendrawan.
"Jadi sekarang kalian sudah resmi menikah?" tanya Resnu dengan susah payah mengeluarkan suaranya. Melati yang cantik , gadis yang jadi impiannya. Untuk mempersuntingnya. Tapi ternyata Pakde Harjo punya niat lain, menggunting dalam lipatan. Hah..luar biasa pria itu.
Melati dan Randy menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah Resnu yang tampak memucat .
"Emang kamu kemana selama ini Res..kok Om gak liat kamu ya?" tanya Hendrawan penasaran.
"Saya kan udah resign dari kantornya Om. Karena ada tawaran untuk melanjutkan S3 saya di amrik. Kebetulan setelah nggak ada jawaban dari keluarga Om dan Melati menghindar dari saya. Jadi semakin tepat saja alasan saya untuk mengundurkan diri," sahut Resnu sambil menatap lekat Reyhan.
"Pantas kamu nggak pernah ketemu sama Om saat Om liat kantornya Reyhan, " Hendrawan mengangguk paham.
__ADS_1
"Tapi kamu nggak marah. kan kalau kami menolak lamaran kamu. Soalnya ya karena Pakde kamu itu. Udah bikin masalah sama Pak Herman, bapak angkatnya Mel. Apalagi Dia pernah mau melamar Melati sama Pak Herman," sambung Hendrawan. Resnu mengangguk . Akhirnya semua teka-teki selama ini terjawab sudah. Kenapa Melati menolak lamarannya dan berusaha menghindar darinya.