Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Kami setuju kalian menikah


__ADS_3

"Aku tidak sudi anakku menikah dengan gadis muslim itu Mark. Dan kau jangan menolong Steve hingga ia bisa menikahi gadis itu! kalau tidak!" ancam Rose murka.


"Kalau tidak apa.!" bentak Mark keras. Rose tercekat melihat kemarahan di mata Mark.


"Apa yang akan kau lakukan? Jawab!" sambung Mark.


"Jangan membentak ku Mark. Aku tidak suka!" hardik Rose sambil menatap tajam mata suaminya.


"Rose..aku peringatkan kau sekali lagi. Jangan melarang Steve untuk menikah dengan gadis itu. Biarkan putra kita memilih jalan hidupnya." bujuk Mark dengan suara lembut kali ini.


"Kenapa tidak boleh Mark.Kenapa?"


"Jangan mengulang sejarah yang pernah terjadi dalam hidupku pada Steve. Aku tak suka Rose. Apa kau tak tahu, kau itu gadis pilihan orang tua ku. Sebenarnya dulu aku pernah mencintai seorang gadis asal Indonesia juga. Aku sangat mencintainya. Sangat. Tapi karena perbedaan sangat besar. Orang tua ku memutuskan hubungan kami sepihak. Padahal aku sudah berniat untuk masuk Islam. Tapi mereka tak merestui kami. Karena perbedaan yang terlalu banyak buat kami.Kini Steve sudah memilih jalan nya, Beberapa hari yang lalu dia menemui ku di perusahaan. Dia bercerita kalau sudah memeluk agama Islam. Dan akan menikahi Meli secepatnya setelah sidang Skripsinya selesai. Dia meminta izin padaku. Sebagai ayah aku tak akan melarangnya, karena aku pernah ada di posisi itu. "


"Jadi jangan larang anak kita, itu saja yang ku minta padamu.Karena kini sudah tak ada perbedaan itu lagi. Dan Steve sudah mengurus surat pernikahan nya di kedutaan Indonesia." ujar Mark sambil memegang bahu Rose.


Wanita itu memalingkan wajahnya. Dia gusar. Lalu menatap lagi wajah suaminya.


"Sebenarnya aku tak marah Steve mengikuti agama gadis itu.Aku menerimanya. Tapi kau Tau Mark..aku amat takut kehilangan putraku. Aku tak ingin Ia pindah ke Indonesia lalu tak pernah pulang lagi ke sini." Rose menjelaskan dengan terisak. Air matanya jatuh tak terbendung.Mark menghapus air mata wanita itu.


"Aku mengerti Rose..aku mengerti." ucap Mark sambil memeluk tubuh istrinya erat.

__ADS_1


"Kita keluar sekarang. Kasihan Steve dan Meli menunggu kita."


Sementara di ruang tamu keluarga Mark. Tampak Meli yang tertunduk gelisah. Steve mengusap tangan gadisnya dengan lembut. Menenangkan hati Meli.


"Tenang Li..mom dan Dad Pasti akan merestui kita," bisik pria itu sambil memeluk tubuh Meli yang bergetar karena menahan tangis.


"Ehem.." suara deheman membuat pelukan Steve pada Meli terlepas. Keduanya menatap ke arah suara itu. Mark berjalan beriringan merangkul bahu istrinya Rose. Mereka berdua menatap putranya dan gadis yang ada di sebelahnya.


"Steve..Daddy pada dasarnya menyetujui hubungannya kalian. Begitu juga dengan Mom,Kami setuju kalian menikah," Mark memulai percakapan mereka di ruang tamu, masih merangkul Rose ,ibu Steven.Lalu mengajak wanita itu untuk duduk di sofa. Keduanya telah duduk di kursi Sofa sambil menatap Steven dan Meli secara bergantian.


Steven mengurai pelukannya pada gadis itu. Lalu menatap lekat wajah Daddy dan Mommy nya.


Steve tersenyum lalu menatap ke arah Meli yang masih menangis.


"Terima kasih Mom..karena sudah mengizinkan aku untuk menikahi kekasihku. Aku kanji akan tetap di sini.Walaupun sudah menikah nanti!" ucap Steven dengan tersenyum lega.


Mark dan Rose tersenyum .


"Lalu apa rencana kalian selanjutnya?" tanya Mark menatap Steven dan Meli secara bergantian.


"Aku sudah mengurus surat nya Dad..dan syukurnya sudah selesai. Tinggal berangkat ke Indonesia untuk meminta restu dari Kedua orang tua Lili,"

__ADS_1


"Secepat itu?" tanya Rose dengan mata membelalak.


"Iya Mom..karena sebelum sidang Skripsi Lili ,aku sudah menyuruh orang kepercayaan Dad untuk mengurusnya. Dan dua hari yang lalu sudah selesai,"


"Luar biasa,"


"Kau lihat kan Rose, cinta bisa membuat semuanya jadi mudah...hahaha," ujar Mark takjub sambil menatap Istrinya dan tertawa terkekeh mendengar cerita sang putra.


Rose tersenyum kecut. Entah kenapa di sisi hatinya yang lain menolak semua itu. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Karena Ia tahu Steven adalah anak yang keras kepala.


"Kalau sudah berbincang nya, ayo mari kita makan. Hari sudah siang. Kalian berdua Tentu sudah lapar." ajak Mark sambil menarik tangan istrinya untuk makan siang bersama Steve dan Meli.


Siang itu mereka berempat menikmati makan siang dengan santai. Mark sebagai kepala keluarga mampu membawa istri dan anaknya kembali harmonis.


Rose memang memiliki sikap yang keras, akan tetapi hanya Mark yang dapat melembutkan hati wanita itu. Mark pria yang di kasihi nya. Mereka menikah karena rasa cinta yang besar di hati Rose pada Mark. Sehingga perjodohan itu terjadi. Orang tua Mark dan Rose berteman akrab. Dan memiliki pertemanan bisnis. Saat Rose meminta Mark untuk jadi suaminya Tentu saja orang tua Rose dan Mark menyambut baik.


Walaupun saat itu Mark sudah memiliki kekasih orang Indonesia yang berkuliah di Melbroune ini.


Kisah cintanya harus berakhir karena larangan dari orang tua nya. Mark tidak dapat melawan. Karena Sang Mommy sudah mendatangi gadis itu agar pergi menanggalkan Mark. Sejak itulah, Mark tak pernah bertemu lagi dengan gadis pujaannya. Sampai hari ini.


...************...

__ADS_1


__ADS_2