Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Lupakan semua yang aku katakan tadi


__ADS_3

" Aku...aku jatuh cinta sama teman abangku...namanya Resnu..Tapi...lagi - lagi aku harus menelan kekecewaan karena Resnu sudah mencintai saudari kembar ku..Melati.."ungkap Meli pedih..air matanya tak dapat lagi terbendung. Isak tangis memenuhi ruangan kecil itu. Steven langsung memeluk Meli dengan sayang.


"Sudah...jangan menangis. Tak perlu menangisi apa yang bukan di takdir kan untuk kita. Kamu harus sabar..harus ikhlas...Jangan sampai karena patah hati kamu jadi kacau dan galau Ok..! ada aku disini yang akan menemanimu..yang bisa kau ajak untuk bercerita tentang senang, tentang sedih dan duka lara...janji?" Steven menarik jari kelingking Meli. Sebagai tanda setuju apa yang telah di katakan Steve.


"Smile...!" pinta Steve lagi sambil tersenyum membuat Meli menyunggingkan pula senyum manisnya. Steven menatap gadis tersayang itu lalu memeluknya kembali , dan semakin mempererat pelukannya. Tak rela rasanya melihat gadis kesayangannya mengeluarkan air mata.


'Andai kau tahu Li...ada hati yang selalu sabar menunggu balasan cinta darimu..’ bisik Steven perih dalam hati.


"Jadi...apa keputusanmu? Apa kau menerima tawaran perjodohanmu dan Rendy?"



"Aku nggak tau Steve, apa yang harus aku perbuat. Apa aku menghilang saja? agar kedua orang tuaku nggak jadi melaksanakan perjodohan aku dan Rendy?" tanya Meli meminta pendapat pada Steven. Steve menggeleng.



"Menghilang kemana?"


__ADS_1


"Ya..menghilang, memblokir semua komunikasi. Baik telpon maupun medsos. Bagaimana menurutmu?"


Meli menatap lekat pria tampan itu.' Ya Tuhan kenapa aku baru menyadari betapa tampan pria ini?' batin Meli sambil menatap wajah tampan Steve dalam. Steve menatap gadis cantik di depannya. Posisi mereka sekarang amat dekat. Mungkin cuma 10 senti meter.


Steven menghembuskan nafas kasar. Hingga hembusan itu menyapu wajah putih dan mulus pipi Meli. Tubuh Meli me remang, merasakan sesuatu berdenyut di dadanya. Lalu wajahnya bersemu merah. Steven melihat perubahan wajah gadis itu. Lalu entah keberanian dari mana yang membuat wajah Steven semakin dekat bahkan bibir pria itu menyapu lembut bibir Meli.


Mula-mulanya hanya ciuman sekilas. Namun mampu membuat keduanya ketagihan. Bukan hanya kecupan tapi.. Steven mengulanginya lagi. Kali ini bukan hanya menyapu tapi mengecup lalu ******* lembut bibir manis itu. Meli seketika terkejut namun ******* bibir dan lidah Steven begitu lembut membuat Meli merasa rugi jika hanya diam tanpa memberikan balasan. Beberapa menit kedua insan itu menikmati cium mereka yang hangat bahkan lebih tepat di katakan makin panas.


Steve menarik tengkuk Meli semakin kuat. Sehingga ciuman itu semakin lekat dan ketat. Meli merasa sesak, nafasnya memburu. Lalu berusaha melepaskan ciuman panas mereka.


Steven menatap wajah memerah Meli dengan guratan rasa ingin lebih. Namun Meli menepis kabut gairah itu dengan bangkit dari duduknya dan menjauh, pergi ke dapur.


Dan Meli tak faham, apa ini cinta? pelampiasan atau hanya nafsu semata?


Gadis itu mengusap bibirnya yang habis menerima ciuman dari Steven. Pria bule tampan yang amat sangat dekat dengannya. Bibir itu terasa manis. Dan Meli mengakhiri usapan tangannya ke bibirnya dengan senyuman.


Lalu mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral. Dan membawanya keluar untuk Steven.


Sampai di ruang tamu, Steven yang sedang menunduk menatap ponselnya seketika mengangkat kepalanya. Menatap ke arah Meli yang berjalan mendekat kepadanya. Meletakkan air mineral di gelas itu lalu duduk di depan Steven. Meli menundukkan kepalanya. Steven menatapnya lekat.

__ADS_1


"Li...apa kamu marah dengan apa yang telah aku lakukan barusan?"


Meli mengangkat kepalanya, lalu menatap pria itu. Jantung Steven berdebar. Dia takut sekali jika ternyata Meli berang akan sikapnya. Jantung Steve berdebar makin kencang sembari menunggu jawaban Meli.


Meli lalu kembali menundukkan kepalanya sebelum menggeleng. Steven bernafas lega. Dia bersyukur jika gadis kesayangannya me maafkan karena sikap lancangnya tadi.


"Maaf kan aku Li...maafkan aku. aku lancang. Tapi karena aku...aku memiliki perasaan berbeda padamu." kata Steven dengan jujur. Meli yang tadi menunduk seketika mengangkat kepalanya dan menatap tak percaya dengan kata-kata Steven barusan.



"Ka..kamu?" Meli menatap dengan tak percaya. Matanya menatap tajam pada Steven. Jantung pria itu makin berdebar.


' Ya Tuhan apa aku salah bicara?' ujarnya dalam hati sambil menutup mulutnya


"Maafkan aku li...lupakan apa yang sudah aku katakan tadi," sahutnya gugup. Meli terdiam .


Meli mengalihkan tatapannya ke arah lain. Ada rasa kecewa di hatinya. Kenapa Steven menolak perasaannya...mengapa berdusta padanya' batin Meli berteriak pedih. Oh Tuhan tak ada satu pun pria yang mencintaiku. Tidak Resnu apalagi Steven.' Mata Meli berkaca-kaca. Hanya saja Steven tak melihat kekecewaan di mata gadis itu. Karena Steven telah sibuk dengan rasa takut dan rasa bersalahnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2