Cinta Melati Cinta

Cinta Melati Cinta
Akhirnya Sah...


__ADS_3

Kini rombongan keluarga besar Hendrawan sudah duduk dengan rapi di kursi ruangan mewah untuk ijab kabul Randy dan Melati.


Begitu pun dengan keluarga Tommy Wiryawan. Keluarga Tommy tidak ada yang tau jika Melati menghilang. Randy terlihat menunggu pegawai KUA yang beberapa saat nanti akan menjadi saksinya dalam pelaksanaan ijab kabul. Wajah dokter muda tampan itu tampak tegang.


Dalam hati kecilnya, Ia Ingin yang duduk di sampingnya nanti setelah ijab kabul adalah Melati Ayudia. Tapi malang tak dapat di tolak. Mujur tak dapat di raih. Melati menghilang pada saat beberapa jam lagi akan ijab kabul. Kini Randy menanti Melati dengan sabar dan ikhlas. Berharap sebelum acara resepsi Dia nanti malam bisa bersanding dengan pengantin yang sebenarnya. Randy berkali- kali terlihat menghela nafas dalam. Wajahnya di paksa ceria. Hatinya galau. Bagaimana jika Melati gak kunjung di temukan? Pekerjaan gila kalau sampai dia menikahi wanita yang tak ada. Randy memijit pelipisnya yang terasa sakit. Kepalanya berdenyut pusing.


"Dy. .kamu nggak papa?" tanya Hera sambil mendekati putra semata wayangnya. Randy menatap kearah suara yang menyapanya. Randy tersenyum. Hera lalu memeluk tubuh tinggi tegap putranya dengan sayang.


"Sebentar lagi kamu akan nikah. Mama bahagia sekali" bisik Hera dengan haru. Randy kemudian mengurai pelukannya pada sang Mama. Menatap mata indah yang berkaca-kaca itu. Lalu membagi senyuman manisnya pada sang Mama.


"Randy juga bahagia banget Ma..bisa nikah sama Mel. Doain ya Ma..biar keluarga Randy bahagia Samawa selalu," pintanya. Hera tersenyum. Mengusap wajah tampan sang putra dengan sentuhan lembut penuh kasih sayang.


"Tentu sayang. Kamu harapan terindah Mama. Mama Ingin cucu yang banyak," sahut Hera sambil terkekeh kecil. Lalu mengecup lembut wajah tampan itu, di kening sang putra dengan segenap cinta dan kasih sayang yang memenuhi rongga dadanya.


Randy merasa agak tenang saat kembali Hera memeluknya dengan sayang. 'Ah rasanya masih seperti dua puluh tujuh tahun lalu. Masih dalam dekapan mama yang hangat dan penuh kasih,' kenang Randy dalam hati .


"Dy..kamu siap-siap ya..tuh Pak penghulunya udah datang," Hera merapikan jas putranya sekilas, lalu mengantarkan sang putra ke meja yang telah di siapkan untuk acara ijab kabul. Di susul dengan Hendrawan yang tampak sudah tampan dan rapi dengan pakaian seragam nya.


Randy kini sudah duduk di depan Hendrawan. Sementara seorang saksi dari masing- masing keluarga pengantin pria dan wanita, juga sudah duduk di kursinya masing- masing. Sedangkan Pak penghulu duduk di sebelah Papi Melati, Hendrawan.


"Apa sudah siap semua?" tanya Penghulu pada Randy dan Hendrawan. Keduanya mengangguk.


"Baiklah. Kita mulai acara ini." kata Pak Penghulu Setelah membaca doa dan memberikan nasihat-nasihat perkawinan , acara ijab kabul pun di mulai.


"Baiklah Saudara dokter Randy Prasetya Wiryawan. Apakah sudah siap untuk mengucapkan ijab kabul?" tanya pak penghulu itu sambil menatap lekat wajah Randy. Randy mengangguk.


"Baiklah. kita mulai. Sudah hapal Pak Hendrawan dengan bacaan ijab kabulnya? Nak Randy ?"


"Sudah," jawab keduanya serentak.

__ADS_1


"Baik, silahkan dimulai .Jangan lupa baca Ta'awus lalu bismillah. Keduanya mengangguk paham.


"Bismillahirohmanirohim. Ananda Randy Prasetya


Wiryawan saya nikahkan dan kawinkan putri saya bernama Melati Ayudia dengan mas kawin emas dua ratus gram dan uang sebesar satu milyar rupiah Tunai...."


"Saya terima nikah dan kawinnya Melati Ayudia binti Hendrawan Natanegara dengan mas kawin yang tersebut Tunai," ucap Randy lancar tanpa jeda .


"Sah..?" tanya pak penghulu bertanya pada hadirin yang hadir.


"Sah..!" sahut semuanya serempak.


"Alhamdulillah. "


Setelah itu penghulu mulai membaca doa untuk kedua orang mempelai.


"Mana pengantin wanitanya. Suruh keluar sekarang!" perintah penghulu. Karena pria itu akan meminta tanda tangan berkas pernikahan Kedua mempelai.


"Mel..ayo sini. Sudah di tunggu Pak Penghulu tuh," ajak Reyhan sambil memanggil sang adik. Meli mencebikkan bibirnya pada Reyhan. Sang kakak hanya terkekeh melihat sikap Meli. 'Kasian juga kamu dek..jadi korban...hahahaha,' Ucap Reyhan dan tersenyum dalam hati.


Meli kemudian mengikuti langkah Reyhan. Gadis itu berjalan anggun di sebelah sang kakak, Reyhan menuntunnya sambil memegang erat jemari adiknya.


"Deg..degan nggak?" goda Reyhan sambil tersenyum penuh arti pada sang adik. Meli hanya menjawab dengan delik kan matanya.


"Ih..ngeri..!" sahut Reyhan pura-pura takut. Meli mencubit gemas lengan sang kakak. Membuat Reyhan terkekeh.


Akhirnya keduanya sampai di ruangan ijab kabul tadi. Randy tampak menunggunya. Mata pria itu menatapnya lekat. Namun ada sepasang mata yang menatap Meli dengan cemas. Gimana nggak cemas. Kekasihnya menjadi artis sinetron pagi ini. Melakonkan seorang pengantin pengganti.


Reyhan mengantar Meli sampai gadis itu duduk di kursi sebelah Randy duduk. Randy tersenyum. Sebagai ungkapan terima kasih. Karena sudi membantunya pagi ini.

__ADS_1


"Silahkan Mas Randy di baca dulu sighat taklik talaknya," Randy kemudian membaca sighat taklik talak tersebut dengan lancar. Setelah itu keduanya menanda tangani berkas pernikahan mereka. Sebelumnya Randy berbisik, agar Meli menanda tangani berkas itu sesuai dengan contoh tanda tangan Melati. Meli mengangguk paham.


Selesai menandatangani berkas itu , keduanya menerima ucapan selamat dari seluruh keluarga yang hadir di acara akad nikah Melati dan Randy.


Mereka memuji , Randy dan Melati adalah pasangan serasi. Satu tampan dan satu cantik. Semua ikut bahagia untuk pernikahan Melati dan Randy.


Andai saja mereka tahu siapa wanita yang menggantikan posisi sementara Melati yang sedang di culik. Mungkin mereka akan menjerit histeris.


Setelah acara ijab kabul selesai. Setelah semua tamu pulang. Randy ,Reyhan, Steven dan Pak Hardi berkumpul kembali untuk membicarakan rencana mereka untuk menemukan Melati.


"Jadi bagaimana? Apa langkah kita selanjutnya?" tanya Randy sesaat setalah berganti pakaian pengantin nya.


"Tadi saat setelah aku menjemput Meli ke kamar nya alu dapat telpon dari mbak wiwik , pembantu yang menjaga Pak Nanang di rumah sakit."


"Terus...?" tanya Steven dan Randy serempak.


"Pak Nanang sudah siuman. Dan Pak Nanang berkata pada mbak Wiwik kalau Melati di culik oleh orang yang mencintai Melati," ucap Reyhan, membuat semua yang berkumpul di ruangan itu melongo penuh tanda tanya.


"Jadi siapa yang menculiknya? apa Pak Nanang mendengar siapa orang itu?" tanya Randy penasaran.


"Nggak, nggak kedengaran siapa orang itu. Semua masih misteri," sahut Reyhan. Semua termangu.Mencoba mencari nama siapa sana yang patut di curigai.


"Bagaimana dengan teman Mas Reyhan? Karena dia pernah mengancam saya kalau mencoba mendekati Melati," cerita Randy. Reyhan terkejut Mendengar cerita adik iparnya itu.


" Resnu?"


"Ya..apa mungkin dia?"


" Wah ternyata saingan lu banyak juga..hahahaha," sahut Reyhan sambil terkekeh. Randy langsung menyerngitkan keningnya mendengar ucapan kakak iparnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2