Cinta Sejati Di Depan Mata

Cinta Sejati Di Depan Mata
Bab 33. Gagal Bertemu


__ADS_3

Riuh suasana kantin terlihat ketika jam istirahat tiba. Akan tetapi hal itu tak sanggup mengalihkan pikiran Elina pada kejadian semalam. Masih saja melintas di benaknya, bagaimanapun dia mencoba melupakan hal tersebut.


Benda itu, kecil, mengkerut, Elina hingga bergidik sendiri saat membayangkannya. Makan pun serasa tak enak, tenggorokan enggan untuk menelan. Perut terasa mual karena bayangan itu selalu ada di setiap dia mengunyah.


"Kenapa, El?" tanya Bunga. Dia melihat Elina yang sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Eh, gak apa-apa, kok." Elina nyengir kuda, mencoba mengalihkan pikirannya, tidak lagi membayangkan benda itu.


"Oh, ya, El. Gimana hubunganmu dengan David?" tanya Bunga, basa-basi.


"Oh, iya, David," gumamnya.


Elina segera mengingat sesuatu. Benda pipih di dalam saku celana segera dikeluarkan. Dia seketika membuka sebuah aplikasi untuk mengirim pesan kepada kekasihnya itu.


Kenapa dia belum kasih kabar? Jadi gak ya, batin Elina seraya mengetik pesan untuk David.


Bunga melihat sang sahabat dengan wajah heran. Tingkah Elina dari tadi begitu aneh. Apa dia kesurupan, ya? Bunga bertanya sendiri pada batinnya.


"Heh! Kenapa, sih, kamu? Gak jawab pertanyaanku, malah sibuk sendiri." Bunga menggoyangkan tubuh Elina yang masih sibuk dengan layar ponsel.

__ADS_1


"Eh, maaf, Bunga. Aku lagi kirim pesan ke David." Elina segera meletakkan ponsel ke atas meja. "Kamu tanya apa tadi?"


"Oh," jeda Bunga sesaat. "Emang kenapa David? Kayanya keburu banget kirim pesannya."


"Katanya dia mau ngajak jalan aku hari ini."


Senyum cerah tampak di wajah Elina ketika mengatakan hal itu. Dia sangat bahagia karena hari ini akan bertemu sang pujaan hati. Bayang wajah David senantiasa menghiasi benaknya, menyingkirkan kejadian tadi malam.


"Sampai kapan kamu mau kayak gini terus, El. Kamu gak takut ketahuan Evan? Apalagi keluargamu."


Bunga mencoba menasehati sahabatnya. Walaupun dia lebih setuju Elina bersama David, tetapi status yang membuat dirinya berkata lain. Wanita itu tidak ingin sang sahabat melawan keluarga sendiri bagaimanapun keadaannya.


"Bukannya begitu, El. Kamu tahu sendiri kalau David tidak bisa menikahimu segera. Lalu, gimana kalau keluargamu tahu. Karena keegoisanmu, terus kamu diusir. Kamu mau ke mana coba?"


Bunga merasa prihatin terhadap keadaan sahabatnya itu. Dia merasa Elina telah dibutakan oleh cinta.


"Kerumahmu mungkin," ucap Elina asal. Dia tidak memikirkan hal itu sama sekali. Wanita itu hanya berpikir saat ini masih menjadi kekasih David. Itu saja sudah cukup baginya.


"Gak! Enak aja larinya ke rumahku. Aku mau bilang apa sama orang tuaku. Kamu kabur dari rumah karena ketahuan selingkuh, begitu?"

__ADS_1


"Ah, sudahlah."


Elina mengabaikan Bunga. Dia kembali pada layar ponsel karena balasan David telah sampai.


Wajah wanita itu terlihat masam setelah membaca pesan itu. Ternyata, David tidak dapat menemuinya karena sedang ada tugas. Belum tahu tugas itu selesai kapan sehingga pria itu membatalkan pertemuan.


Elina segera membujuk David dengan mengirim beberapa pesan kepada pria itu. Namun, sekeras apa pun rayuan wanita itu, tetap saja tak dapat mengubah keputusan sang kekasih. Tubuhnya seketika lemas, dia batal bertemu dengan sang penyemangat hidup.


Sedangkan di lain tempat, David tampak sedang bersama seorang wanita. Mereka duduk berhadapan dengan wajah serius. Beberapa buku dan kertas, terlihat pula di hadapannya.


"Heh! Malah main HP terus. Cepet kerjain!" perintah wanita itu. Dia adalah teman satu jurusan David.


Kini, mereka sedang mengerjakan tugas dari Dosen. Karena tugas itu harus dikumpulkan besok, maka dari itu mereka harus menyelesaikannya hari ini.


Memang Dosen yang satu itu selalu saja memberi tugas yang mendadak. Mereka pun tidak diberi waktu untuk mengerjakannya. Untuk itu, David menjadi jarang ada waktu untuk kekasihnya.


"Oh, maaf." David segera meletakkan ponsel ke atas meja. Dia kembali lagi pada kesibukannya. Pesan Elina pun tidak dibalas.


Elina menunggu pesan dari David. Namun, hingga masuk jam kerja, pesan itu sudah pasti tidak dibalas oleh sang kekasih.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2