Cinta Sejati Di Depan Mata

Cinta Sejati Di Depan Mata
Bab 72. Dimandiin


__ADS_3

Elina dan Evan saling bertukar pandang. Mereka bingung karena terjebak dalam situasi seperti ini. Namun, tak dapat dipungkiri jika hati merasakan kebahagiaan.


Setelah sekian detik Elina segera menarik wajahnya. Dia sangat malu membayangkan saat dirinya melepas semua pakaian dibantu Evan. Tubuhnya akan terekspos bebas, lalu dilihat oleh pria itu. Oh, betapa malu dirinya nanti.


"Hem!" Deheman Evan memecah keheningan.


Elina mencuri pandang ke arah Evan. Sungguh tampak kecanggungan di sana. Dia pun tak dapat menolak karena sangat butuh. Tak mungkin juga dirinya ganti baju sendiri, berdiri saja tidak mampu.


"Aku siapin air hangat dulu." Evan berjalan menuju kamar mandi. Akan tetapi, ketika berada di ambang pintu dia berhenti. Pria itu berpikir sejenak, lalu menoleh ke arah Elina.


"Mau mandi di sini apa di kamar mandi?" tanya Evan.


"Eh, em. Kalau di kamar mandi mana bisa jalan aku. Lagian, nanti semua perbannya basah," jelas Elina.


Evan pun menganggukkan kepala mengerti. Dirinya segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air. Tak lupa handuk kecil untuk menyeka tubuh sang istri.


"Kenapa belum dilepas bajunya?" tanya Evan setelah kembali dengan sepanci air hangat.

__ADS_1


"Eh, iya. Mas Evan jangan lihatin. Hadap sana." Tunjuk Elina pada arah pintu kamar mandi. Dia meminta agar sang suami membelakanginya.


"Kenapa harus lihat ke sana? Aku ...." Evan menghentikan pergerakan bibirnya ketika melihat tatapan tajam Elian.


Evan pun segera menaruh panci tersebut ke atas nakas, lalu menuruti perkataan Elina. Bola matanya berkeliling di sisa ruangan yang berbatasan dengan kamar mandi. Tidak ada apa pun yang dia lakukan ketika menunggu sang istri melepas baju. Sungguh membosankan.


"Mas," panggil Elina lirih.


Mendengar panggilan sang istri, Evan segera membalikkan badan. Dirinya bersiap-siap dengan apa yang akan dilihat. Bayangannya sudah tak karuan entah ke mana. Namun, kecewa menghampiri ketika melihat sang istri yang memakai selimut. Sedangkan, tangan kirinya terlihat baju yang menggantung.


"Bantuin, Mas. Aku gak bisa lepasin." Elina menunjuk pada lengan kirinya menggunakan dagu.


Evan tak mungkin bisa melepas baju Elina jika tangan kiri wanita itu terus saja memegangi selimut. Namun, dibalik itu semua dia juga berharap ketika sang istri melepaskan pegangan pada selimut, dirinya akan dapat melihat pemandangan yang indah.


"Kok lama, sih," keluh Evan karena Elina belum juga melepaskan tangannya dari selimut itu.


"Sabar, dong. Tangan kananku 'kan sakit. Mana bisa cepat," geram Elina. Dia merasa Evan tak mengerti akan kondisinya.

__ADS_1


Akhirnya baju itu terlepas juga dari tangan. Kini tinggal bagian penutup dada dan juga celana. Evan pun membantu melepas itu semua. Akan tetapi, tak semudah itu, semuanya penuh dengan drama.


Evan membantu membersihkan punggung Elina. Dengan penuh kelembutan dirinya mengusap setiap inci tubuh sang istri. Sungguh sangat bersih dan mulus. Tiba-tiba sebuah kecupan dia daratkan di tengkuk wanita itu.


"Mas Evan, apaan sih!" pekik Elina. Dia tersentak akan perbuatan Evan. Namun, dirinya tak menghindar. Pada saat itu pula dia merasakan ada setruman aneh menjalar ke seluruh tubuh.


Evan pun melanjutkan aksinya. Kecupannya menjalar ke mana-mana. Sesekali dia menyesap kuat di bawah telinga, meninggalkan tanda merah di sana. Kini bibir Elina yang menjadi tujuannya.


Mengetahui apa yang diinginkan Evan, Elina pun menjatuhkan tubuhnya, bersandar pada dada pria itu. Nafasnya pun sudah memburu. Sesekali juga terdengar suara lembut dari mulut wanita tersebut.


Ketika hampir sampai pada tujuan, Evan tiba-tiba menghentikan aksinya. Pria itu mendorong tubuh Elina supaya terduduk kembali.


"Kenapa?" tanya Elina heran.


"CCTV." Evan mendongakkan kepala, menunjuk ke arah yang dimaksud.


Elina membenarkan selimut, menutup rapat agar tak terlihat di kamera CCTV. Dia baru menyadari adanya benda itu. Kini dirinya merasa malu telah melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Acara memebersihkan tubuh pun berlanjut. Elina memebersihkan sendiri tubuh bagian depan dan bawahnya. Seperti tadi Evan pun disuruh untuk membelakanginya.


Bersambung.


__ADS_2