Cinta Sejati Di Depan Mata

Cinta Sejati Di Depan Mata
Bab 39. Awal Mula


__ADS_3

Air terjun bebas dari langit, membuat apa yang berada di bawanya basah. Elina tak mempedulikan itu, dengan jas hujan, diterjangnya air tersebut. Sampai di rumah, baju yang dikenakannya sedikit basah.


setelah memasuki rumah, Elina segera menutup pintu. Akan tetapi, tiba-tiba sebuat jubah mandi mendarat dari arah belakang, membuat tubuhnya sedikit lebih hangat. Tanpa mencari tahu pelakunya, dia segera membalikkan badan lalu melangkah pergi. Diabaikannya orang tersebut yang masih berdiri di sana.


"Masih marah ternyata," gumam Evan—orang yang memberi jubah mandi kepada Elina. Dia menghembuskan nafas panjang, sepanjang kesabarannya.


"Ternyata, sikapku yang dulu, efeknya sampai kayak gini. Tapi, kalau aku gak begitu, pasti orang itu udah ngelakuin hal yang di luar batas sama kamu, Elin."


Evan tak menyangka, Elin yang begitu dekat dengannya saat kecil, akan sangat menjauhinya, seperti sekarang. Semua bermula ketika wanita itu mulai jatuh cinta kepada seorang pria saat duduk di bangku tiga SMP.


Saat itu, Elina datang ke rumah Evan dengan wajah sangat bahagia. Dia memeluk pria yang sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri, lalu menarik pria itu untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Kenapa sih, kamu? Senang banget, kayak dapat lotre," tanya Evan. Kedua alisnya bertautan, heran.


"Ini lebih dari lotre, Mas." Senyum Elina selalu berkembang saat berbicara. Matanya juga memancarkan kebahagiaan yang teramat.

__ADS_1


"Apa? Ketemu artis idolamu?"


"Tepat! Dia idolaku, tapi bukan artis." Mata Elina meilhat ke atas, seperti ada sesuatu di sana. Mungkin, dia membayangkan wajah idolanya itu.


"Hem, lalu?" Evan sedikit kesal karena Elina tidak segera bercerita. Wanita itu malah terus senyum-senyum sendiri.


"Dia nembak aku," ucap Elina. Dia memegang kedua pipinya seraya membayangkan kejadian manis itu.


Evan diam mematung, entah ingin senang atau sedih. Dia sebenarnya senang jika Elina bahagia. Namun, jika kebahagiaan wanita itu bersama pria lain, dirinya tak rela. Dia ingin sang wanita bahagia hanya bersamanya.


"Bagaimana orangnya? Dia baik, gak?" tanya Evan.


Berbagai pertanyaan dilontarkan Evan. Entah pria itu orang mana, mainnya di mana, bahkan hingga anak dari siapa. Dia ingin memastikan bahwa pria yang Elina suka adalah pria baik-baik.


Namun, hal itu justru membuat Elina terlihat jengkel. Evan pun mengabaikan wajah elina yang sudah mengeluarkan asap. Dia malah berkata satu hal yang berakibat fatal.

__ADS_1


"Kamu jangan pacaran dulu. Kamu masih kecil, belajar yang benar."


"Apaan, sih! Emang, Mas Evan, siapa, ngatur-ngatur aku. Tanya ini tanya itu. Aku juga gak butuh pendapat kamu."


Setelah mengatakan itu, Elina segera pergi meninggalkan Evan. Pria itu tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya menatap wanita yang semakin menjauh dengan tatapan penuh kekecewaan.


Sejak saat itu pula, setiap ada pria yang datang ke rumah Elina, Evan pasti akan mengganggu mereka. Entah pura-pura beli, atau hanya sekedar main ke sana, mencari Eko. Dia tidak ingin jika wanita yang telah dijaganya sejak kecil, direbut pria lain.


Evan berusaha membuat hubungan mereka putus. Walaupun bagaimana caranya, dia akan tetap berusaha. Seperti pacar terakhir Elina—David, pria itu sampai berkelahi agar sang wanita tidak ternoda menurut pandangannya.


Evan tidak menyesali semua perbuatan itu. Akan tetapi, ketika membayangkan semua kejadian itu, hatinya memanas. Sekelibat kejadian tentang Elina dan pacar-pacarnya terus saja mengusik pikirannya hingga petir membuyarkan semua itu.


"Gak! Itu gak akan terulang. Kini dia udah jadi istriku. Aku harus mempertahankannya," gumam Evan. Ingatan tentang masa lalu membuatnya bergejolak untuk segera meluluhkan hati Elina.


Evan beranjak dari tempat itu untuk menyusul langkah sang istri. Dia telah menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua. Angga dimintanya makan dulu supaya tidak menganggu acara mereka.

__ADS_1


Evan berharap dengan masakannya dan juga susana malam penuh hujan akan membuat Elina terkesan.


Bersambung.


__ADS_2