Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Membebaskan rakyatnya


__ADS_3

Dan setelah mandi dan berhias diri, mereka keluar dari kamar dan melangkahkan kaki untuk makan malam bersama keluarga mereka.


Menu makan sore ini tidak lagi dengan menu ular, dan mereka bercakap-cakap seperti biasanya.


Beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan makan malam.


Karena malam telah larut, mereka kemudian melangkahkan kaki ke kamar masing-masing.


Dan kali ini Ara tidak beranjak ke tempat tidur, gadis siluman itu mengintip ke arah gudang milik keluarga Misnah.


Nampak pak Misnah melangkahkan kaki mendekati gudang tersebut.


"Apa yang mereka lakukan di dalam gudang itu?" tanya Ara dalam hati.


"Aku harus menyelidikinya!" seru dalam hati Ara yang kemudian merubah dirinya menjadi seekor ular emas.


Ara yang menjadi Ular emas itu merayap sampai balkon dan kemudian menuruni balkon. Dengan hati-hati merayap dan mencari pijakan di sekitar dinding luar rumah keluarga Misnah itu.


Tak berapa lama, Ara yang berwujud ular emas itu sudah berada diatas tanah. Perlahan-lahan ular emas itu merayap diantara rumput-rumput yang menghijau di halaman rumah besar dan mewah itu.


Pada saat Ular emas itu sampai di gudang, ternyata dia sudah terlambat. Karena gudang sudah tertutup rapat dan mobil terakhir sudah meninggalkan gudang tersebut.


"Ah, aku terlambat!" gerutu Ara yang masih berwujud ular emas itu.


"Sepi, sepi sekali! Sebenarnya apa yang mereka kerjakan di sini?" gumam Ara yang menatap pintu gudang yang sudah tertutup dengan rapat itu.


Ular emas itu terus berjalan mengikuti bekas ban roda mobil yang terakhir.


"Sebaiknya aku ikuti bekas ban roda mobil ini, siapa tahu aku akan mendapatkan petunjuk yang berarti!" gumam ular emas itu yang terus merayap mengikuti petunjuk arah yang ada dihadapannya.


Semakin lama dia merayap, tanpa dia sadari dia menjauh dari kediaman keluarga Misnah.


"Jauh sekali mobil itu perginya! aku tak sanggup untuk menyusulnya." ucap Ara dengan kesal.


"Ah, sebaiknya nanti malam aku selidiki lagi. Siapa tahu, nanti malam masih ada aktifitas di gudang itu." ucap Ara yang menatap ke arah dimana mobil yang menjauh pergi itu dengan perasaan kecewa.


Pada saat ular emas itu berbalik, dia melihat beberapa orang keluar dari gudang tersebut.


"Aku harus menyelinap agar bisa masuk ke gudang itu, karena kesempatanku hanya jika pintu itu terbuka!" gumam dalam hati ular emas itu yang kemudian dia merayap perlahan-lahan diantara kaki-kaki para pekerja.


Dan pada akhirnya, Ara berhasil masuk ke gudang disaat semua karyawan yang bekerja di gudang itu keluar dan menutup pintu gudang lalu menguncinya.


"Apa pintunya di kunci!" seru ular emas itu yang menoleh ke arah pintu keluar gudang itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, siluman ular emas itu mengarahkan pandangannya pada sekitar tempat yang ada dihadapannya.


"Bau anyir!" seru Ular emas itu yang terus menjulurkan lidahnya dan mencari apa yang membuat ruangan itu menjadi anyir.


Tiba-tiba dia melihat ada potongan kecil kulit ular yang ada di atas lantai.


"Apa ini! Kulit ular!" seru Ara yang terkejut akan apa yang dia temukan.


Dia terus mencari sesuatu yang bisa menjawab rasa penasarannya.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada kantung plastik putih yang besar.


"I...tu semua kulit ular?" tanya ular emas itu yang melihat tumpukan kulit ular penuh satu kantung plastik besar.


"Ini semua kulit ular asli, jadi mereka membunuh semua rakyatku!" seru Ular emas itu dengan geram.


Ular itu terus mencari sesuatu petunjuk yang bisa menjawab semua pertanyaan yang ada dalam hatinya.


Ular itu terus merayap menyusuri tiap sudut gudang itu. Tiba-tiba dia melihat darah yang masih ada di sela-sela keranjang.


"Darah ular! terjadi banyak pembunuhan ular disini!" seru ular emas itu dengan geram.


"Klek...! klek....!"


Tiba-tiba ada yang membuka pintu gudang, Ular emas itu sembunyi diantara keranjang-keranjang yang berbau anyir karena ada darah ular tadi.


"Apa yang mereka lakukan dengan ular-ular itu!" seru dalam hati ular emas itu yang kini kedua matanya memancarkan cahaya merah.


"Ayo lebih cepat turunkan kotak-kotak itu!'' seru salah satu orang yang memimimpin mereka.


Mereka kemudian menurunkan beberapa kotak ke lantai. Setelah selesai, mobil pick up yang tadi mengangkut ular-ular itu pergi meninggalkan para pekerja dengan ular yang ada dalam kotak itu.


Setelah memasukkan kotak-kotak itu ke dalam gudang lebih dalam lagi.


Setelah selesai, mereka memberikan uap pada kotak yang berisikan ular-ular itu.


Tiba-tiba ular yang berada dalam kotak itu terbaring tak berdaya dan ular.


"Kurang ajar....!" seru ular emas itu yang kemudian dirinya membesar dan kini kepalanya menjadi tujuh itu.


Para pekerja itu tersentak kaget dengan melihat seekor ular berkepala tujuh dengan tiba-tiba.


"Lepaskan rakyatku!" seru ular emas berkepala tujuh itu dengan geram.

__ADS_1


"Ti...tidak...!" seru salah satu pekerja itu dengan memberanikan diri menentang kemauan nnti putri siluman ular itu.


Ulas emas yang saat ini dalam keadaan marah tak segan-segan menyemprotkan cairan yang mengarah pada para pekerja-pekeja itu.


"Sreeet ..! sreeet...!"


"Aaargh...!"


Putri siluman ular itu membuat para pekerja dan seketika itu juga para pekerja itu, tergeletak tak berdaya.


Setelah yakin para pekerja itu sudah tak berdaya, ular emas itu merudah dirinya menjadi seorang gadis cantik yang tak lain adalah Ara.


Ara membuka semua kotak yang mengurung ular-ular itu dan satu kotak tak terselamatkan oleh Ara, karena mereka tadi yang diberi uap oleh para pekerja-pekerja itu.


"Terima kasih putri!"


"Terima kasih putri!"


Ucapan para ular-ular yang telah di bebaskan oleh Ara dari terkurung dalam kotak-kotak itu.


"Iya, sama-aama. Sekarang kalian harus cepat meninggalkan tempat ini!" seru Ara yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan membuka pintu keluar gudang itu.


"Gredek....!"


Ara menarik roling door dan terbukalah pintu gudang itu, kemudian keluarlah semua ular-ular yang diselamatkan oleh Ara.


Kemudian Ara si putri siluman dengan menggunakan kekuatannya membuat gudang itu hancur porak poranda.


"Boum.... boummm... boummmm..!"


Setelah yakin semuanya hancur, Ara kembali merubah dirinya kembali menjadi seekor ular emas dan setelah semuanya ular keluar, dia juga ikut keluar dari gudang itu.


Ular-ular yang diselamatkan Ara itu kembali ke hutan terlarang dan ular emas itu merayap kembali melewati halaman dan naik ke dinding rumah pak Misnah.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


.


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2