Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Penyerangan Darjo ke istana Siluman Ular


__ADS_3

Sementara itu para pekerja diam dan saling pandang satu dengan yang lainnya seolah saling meminta pendapat.


"Jika kalian tidak ikut, kalian pastinya akan menjadi sasaran para siluman-siluman yang ada di hutan larangan ini. Apa lagi mereka telah tahu apa yang telah kita lakukan di hutan ini. Jika ikut dengan ku ke istana, kita akan membunuh para penghuni kerajaan, tujuannya agar ada perasaan takut dalam diri mereka terhada kita. Masalah keamanan kalian, jangan khawatir kalian akan aku bekali jimat anti siluman. Dengan jimat itu para siluman tidak akan bisa mengganggu kalian, apa lagi sampai melukai kalian!" jelas Darjo yang membuat para pekerja itu semakin berpikir keras.


"Bagaimana, apa kalian mau ikut dengan saya?" tanya Darjo yang menatap para pekerjanya yang tinggal lima orang itu.


"Ba...baik tuan Darjo, mau bagaimana lagi. Kita sudah terlanjur berada di dalam hutan larangan ini, jadi kita tak punya pilihan lainnya lagi." jawab salah satu pekerja yang mewakili yang lainnya.


"Baguslah, sekarang kalian terima ini!" ucap Darjo seraya mengeluarkan sebuah kantong kain yang berwarna coklat dan Darjo mengeluarkan isi dari kantong kain berwarna coklat itu.


"Memangnya apa itu tuan Darjo?" tanya salah satu pekerja itu yang penasaran,


"Kalian lihat saja apa yang akan saya keluarkan dari kantong ini!" seru Darjo yang kemudian mengeluarkan enam buah cincin bermata merah.


"Cincin?" tanya salah satu pekerja dengan rasa penasarannya.


"Iya dan perlu kalian ketahui kalau Cincin ini bukan sembarang cincin, karena cincin ini memiliki kekuatan untuk menangkal pengaruh siluman apapun. Jadi apa kalian mau membuktikan kesaktian cincin ini dengan mendatangi kerajaan siluman ular?" tanya Darjo seraya menatap satu persatu pekerjanya itu dan memberikan cincin tersebut satu persatu pada pekerjanya.


"Sekarang pakailah cincin itu dan kita bersama-sama menaklukkan kerajaan siluman ular!" seru Darjo dengan yakin.


"Baiklah!" jawab para pekerja itu dengan serempak dan kemudian mereka memakai cincin itu secara bersamaan.


Tak berapa lama mereka telah memakai cincin tersebut dan merasakan adanya perbedaan ditubuh mereka saat ini.


"Tubuh kita seperti ringan sekali ya!" seru beberapa pekerja setelah memakai cincin tersebut.


"Iya, benar sekali!" balas salah satu pekerja dan mereka nampak sangat bersemangat sekali.


"Baiklah kalau sudah siap semuanya, sekarang kita waktunya meninggalkan tempat ini dan selanjutnya kita menuju ke istana para siluman ular!" ajak Darjo dan mereka mengangguk mengerti.


Darjo segera melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, dan diikuti oleh yang lainnya. Jalan yang dilalui oleh Darjo adalah jalan dimana jalan saat dia mengikuti ke-empat ular beda warna beberapa waktu yang lalu.


Tak berapa lama akhirnya mereka telah sampai di depan istana yang tak bisa dilihat secara kasat mata.


"Nah kita sudah sampai!" seru Darji pada saat menghentikan langkahnya.


"Sampai? dimana istananya tuan?" tanya salah satu pekerja Darjo yang penasaran dan menebarkan pandangannya ke sekitar tempat mereka berdiri.


"Oiya, kalian gosok cincin merah itu di tengah dahi kalian secara berulang-ulang." ucap Darjo yang kemudian memperagakan apa yang dia katakan. Dan semua pekerja yang memakai cincin itu melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan oleh Darjo.

__ADS_1


Dan kedua mata mereka seketika itu juga terbuka mata batin mereka. Terlihatlah istana megah dengan pengawalan manusia setengah ular di kedua sisi pintu gerbangnya.


"Wah...! megah dan indah sekali!"


Para pekerja itu merasa takjub, saat melihat apa yang ada di depannya. Sebuah istana megah, yang mungkin belum pernah mereka jumpai di dunia manusia.


"Inikah istana siluman ular itu?" tanya salah satu pekerja itu yang masih terpesona akan keindahan istana siluman ular itu.


"Iya, ayo sebaiknya kita masuk. Kita porak-porandakan tempat ini, karena mereka telah membuat kita bangkrut dan kita kehilangan orang-orang yang kita cintai!" seru Darjo dengan semangat menggebu-gebu.


"Benar, ayo kita serang mereka!" seru para pekerja itu yang kini dengan semangat membara mereka melangkahkan menuju ke pintu gerbang istana siluman ular.


"Tunggu! siapa kalian?" seru dan tanya penjaga pintu gerbang yang menghentikan langkah Darjo dan juga para pekerja lainnya.


"Kami adalah manusia, dan kami mau membuat perhitungan dengan kalian para ular!" seru Darjo dengan lantang.


"Kurang ajar! tak akan aku biarkan kalian masuk!" seru salah satu penjaga dan mereka bersiap menghadang rombongan Darjo.


"Oh, kalian minta mati ya!" seru Darjo yang sudah bersiap dengan kepalan tangannya yang memakai cincin bermata merah delima itu diarahkan pada kedua penjaga pintu gerbang istana siluman ular itu.


Seketika itu juga cincin itu memancarkan cahaya merah yang menyilaukan bagi kedua penjaga pintu gerbang itu dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Darjo untuk menyerang kedua penjaga itu dengan pukulan-pukulan yang mengarah pada rahang hingga ulu hati para penjaga pintu gerbang itu.


"Bagh.... bugh... bagh.... bugh....!"


Salah satu penjaga itu terpukul dibagian rahang dan kemudian mengenai ulu hati dan dia mengerang kesakitan.


"Kurang ajar!" seru penjaga yang satunya dan dia bersiap mengajar Darjo.


"Hop hiaaat!"


"Bagh.... bugh... bagh.... bugh....!"


"Bagh.... bugh... bagh.... bugh....!"


Penjaga pintu gerbang itu menyerang Darjo dengan bertubi-tubi dan Darjo mampu mengelak serangan tersebut.


"Bagh.... bugh... bagh.... bugh....!"


"Bagh.... bugh... bagh.... bugh....!"

__ADS_1


Darjo berbalik memberi serangan pada penjaga yang tinggal satu orang tersebut.


"Aaaargh..!"


Penjaga itu terkena pukulan dari Darjo di ulu hati penjaga itu berkali-kali dan pada akhirnya Darjo memberikan tendangan di rahang sebelah kanan penjaga itu dengan keras, membuat penjaga itu terpelanting dan akhirnya jatuh ke tanah.


"Bagh ..!"


"Brugh....!"


"Aaaghh...!"


Penjaga itu mengerang kesakitan dan tak berapa lama penjaga itu tak bergerak lagi.


"Kalian semuanya lihat apa yang saya lakukan tadi?" tanya Darjo yang membalikkan tubuhnya ke arah ke lima pekerja yang bersamanya.


"Iya tuan Darjo, kami melihat semuanya." jawab salah satu pekerja dan yang lainnya mengangguk karena ikut mengiyakannya.


"Jadi kalian gunakan cincin ini dala setiap gerakan kalian melawan para siluman itu. Apakah kalian mengerti?" tanya Darjo yang memastikan pemahaman kelima pekerja itu.


"Iya, kami mengerti tuan Darjo!" seru semua pekerja itu dengan serempak.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi! ayo kita segera tuntaskan misi kita!" seru Darjo dengan semangat.


"Iya!" jawab kelima pekerja itu dengan serempak dan mereka masuk ke istana melewati pintu gerbang yang sudah tidak dijaga lagi oleh penjaganya lagi.


Keenam manusia itu masuk ke halaman istana siluman ular, dan penjaga yang ada di dalam istana melihat para manusia itu.


Kemudian prajurit atau penjaga istana berlarian mengepung Darjo dan kelima pekerjanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya unt0uk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2