Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Kembali ke Tempat Rahasia


__ADS_3

"Iya, dan waktu itu padahal Ara sedang istirahat!" seru Ara yang menatap wajah Langit.


"Sudahlah, ayo kita jalan lagi!" ajak Langit seraya menarik lengan Ara dan gadis siluman ular itu menurut saja dengan kemauan Langit.


Mereka melangkahkan kaki mulai memasuki kawasan hutan terlarang.


Pohon-pohon rindang telah mereka lalui, dan bermacam-macam binatang herbivora pun telah mereka lewati.


Ara dan Langit terus menyusuri jalan setapak yang nampak sering dilewati oleh orang-orang yang datang ke hutan terlarang.


"Dimana kira-kira ayah berada!" gerutu Langit, saat mereka merasa telah lama mencari keberadaan ayah Langit.


"Matahari sudah condong ke barat, lebih baik kita pergi ke goa tempat biasa kita bertemu!" seru Ara yang memberi usul.


"Hm...! Iya lebih baik begitu. Lagi pula sudah waktunya kita makan. Sedari tadi kita belum makan!" balas Langit yang memandang Ara dan merasakan perutnya yang sedang bergolak.


"Ara juga sudah lapar sekali kak!" ucap Ara yang mengiyakan.


"Kita makan apa kali ini?" tanya Langit yang menebarkan pandangannya ke sekitarnya, dan dia tak menemukan seekor binatang yang bisa dijadikan santapan untuk mereka,


"Kluk...kluk...kluk....!"


Tiba-tiba terdengar suara ayam kalkun yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ada ayam kalkun kak!" seru Ara yang memangh hafal dengan suara binatang di hutan terlarang.


"Iya, ayo kita tangkap. Kita jadikan ayam kalkun itu makan malam kita!" bisik Langit dan arapun menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka mencari keberadaan ayam kalkun tersebut, dan setelah menemukannya mereka mengepung seekor ayam kalkun yang sedang berjalan sendirian itu.


Berkali-kali Langit berusaha menangkap ayam kalkun itu, namun selalu gagal karena kegesitan ayam tersebut.


"Oh, kelihatannya gemuk ternyata gesit juga dia!" gerutu Langit dengan terengah-engah.


"Ha...ha..ha..! masak gitu saja mau menyerah kak!" goda Ara sembari tertawa.


"Aku bukannya menyerah, hanya bingung caranya menangkap ayam kalkun itu!" seru Langit yang tak mau terlihat kalah dihadapan Ara.


"Biar Ara coba kak!" seru Ara sembari mengulas senyumnya.


"Hati-hati Ra!" pesan Langit yang sebenarnya penasaran apakan Ara mampu menangkap ayam kalkun itu.

__ADS_1


Sementara itu Ara mengendap-endap mendekati posisi ayam kalkun itu berada.


Tatapan putri siluman ular itu begitu tajam pada ayam kalkun itu, dan ayam kalkun yang semula tak mengindahkannya itu toba-tiba menjadi penurut dan diam saja pada saat tangan Ara meraih tubuhnya.


"Dapat!" seru Ara dengan girangnya,


"Wah, mudah sekali kami menangkap ayam itu!" seru Langit yang sangat terkejut dan dia melangkahkan kakinya mendekati Ara.


"Rupanya Ara bisa kak!" seru Ara yang pura-pura lugu, namun yang sebenarnya Ara menggunakan jurus pemikat lawan yang diajarkan oleh ibunda ratu ular padanya.


"Iya, ini kebetulan apa keberuntungan kamu ya? he..he..!" ucap Langit seraya mengulas senyumnya.


"Ah, kebetulan saja kak! hi...hi...!"ucap Ara dengan tawa kecilnya.


"Kalau begitu ayo kita bersihkan, setelah itu kita panggang di goa saja!" seru Langi yang kemudian mengambil alih ayam kalkun yang gemuk itu dari dekapan Ara.


Dan Ara menyerahkan ayam kalkun itu pada Langit, kemudian mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke sungai.


Sesampainya di sungai, mereka berdua membersihkan bulu ayam kalkun yang mereka bawa ke sungai itu.


Tak berapa lama mereka telah selesai membersihkan ayam kalkun itu.


"Nah sudah bersih, sebaiknya kita bawa dan masak di rumah kita!" seru Langit yang kemudian naik ke tepi sungai dan demikian pula dengan Ara.


"Maksud kak Langit ya goa tempat rahasia kita!" seru Langit yang kemudian mengulas senyumnya.


"Ohw goa itu ya!" ucap Ara yang ikut tersenyum.


Keduanya kemudian melangkahkan kaki menuju ke goa, dan di sepanjang jalan Ara dan Langit menyempatkan diri mereka untuk mengambil kayu yang berjatuhan di tanah. Dan tentunya sudah kering.


Setelah dirasa sudah cukup, Ara dan langit melanjutkan langkah mereka menuju ke goa tempat mereka saling bertemu.


"Huft, akhirnya sampai juga di goa ini!" seru Ara pada saat mereka sudah berada di depan mulut goa.


"Seperti ya baru kemarin kita meninggalkan goa ini, tapi rumput dan tumbuhan merambat sudah menutupi tempat ini!" seru Langit yang menebarkan pandangannya ke sekitar goa yang ada dihadapannya itu.


"Iya kak! semakin menambah kesan rahasia rumah kita ini. He .he..!" ucap Ara yang memang ada benarnya. Karena kondisi dari goa saat ini hampir tertutup tumbuhan menjalar dan juga rumput yang meninggi.


"Sebaiknya kita segera masuk dan mulai memasak, perutku sudah tak tahan lagi!" seru Langit yang kemudian masuk ke dalam goa dan Ara mengikuti di belakangnya.


"Kak Langit buat perapian, Ara akan membersihkan tempat ini!" seru Ara yang saat melihat ke setiap sudut goa dan ternyata terdapat banyak sampah daun dan juga batu-batu yang berserakan.

__ADS_1


Setelah perapian selesai dan daging ayam kalkun pun siap untuk di panggang, sementara itu Ara juga sudah membersihkan goa tersebut.


"Ara, ayam kalkunya sudah matang!" seru Langit yang mulai mengincipi daging ayam kalkun tersebut.


"Iya kak, Ara cuci tangan dulu!" seru Ara pada Langit kekasihnya itu.


"Iya. Sekalian ambil air dari mata air itu untuk minum kita. " perinta Langit seraya memberika Ara botol minuman yang sebelumnya dia bawa dari rumahnya.


"Baik Kak!" ucap Ara yang kemudian menerima botol dari Langit dan melangkahkan kakinya menuju ke sungai kecil yang mengalir didalam goa itu.


Ara kemudian mencuci tangannya dan setelah mencuci tangannya, Ara melangkahkan kakinya menuju ke mata air untuk mengambil air sebagai menghilang dahaga mereka berdua.


Lalu Ara melangkahkan kakinya menghampiri Langit, sedangkan Langit sibuk membolak-balikkan daging ayam kalkun yang sedang dipanggang dihadapannya.


"Hm...! baunya harum kak, sepertinya sudah matang itu!" seru Ara yang merasa air liurnya menetes dari sudut bibirnya.


"Iya, memang sudah makan. Ayo kita makan sekarang!" seru Langit dan Ara menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua makan bersama menikmati lezatnya daging ayam panggang yang baru saja matang itu .


"Ara sayang, rasanya kak Langit ingin seperti ini selamanya. Kita hidup berdua selamanya disini!" ucap Langit disela-sela makannya dan melihat ke arah Ara dengan penuh cinta.


"Ara juga demikian kak! Ara sangat mencintai kak Langit!" balas Ara yang juga menatap ke arah Langit dan mengulas senyumnya.


Keduanya saling pandang dan kemudian menghabiskan daging ayam kalkun itu berdua.


"Jeder...!"


"Jeder...jeder...!"


Suara langit yang sedang bergemuruh, menandakan akan datangnya hujan.


"Kak, sepertinya akan hujan!" seru Ara yang melihat ke arah luar goa yang sudah terlihat gelap itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2