Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Bukan yang pertama kalinya


__ADS_3

"Oh, Istriku!" panggil Langit.


"Ya Suamiku!" balas Ara.


Kedua mata mereka saling menatap secara intens.


"Kak Langit ingin selalu bersama kamu!" bisik Langit seraya mengulas senyumnya.


Ara menganggukkan kepalanya dan mereka kemudian memposisikan berbaring berdampingan di atas tempat tidur itu.


Kemudian Ara memposisikan dirinya menghadap ke arah Langit, dan Langit yang melihat hal itu ikut memposisikan dirinya menghadap ke arah gadis cantik di hadapannya.


Langit membelai lembut wajah Ara, dan Ara menikmatinya.


"Ara sayang." panggil langit dengan lirih.


"Iya kak." jawab Ara yang menatap ke arah Langit dengan intens.


Kemudian Langit mengecup kening dan dilanjut pada bibir mungil Ara, dan Ara pun menikmatinya. Kedua bibir anak manusia dan siluman itu saling bertaut, dan cukup lama mereka melakukannya dan perlahan-lahan ciuman Langit menuruni leher jenjang Ara.


Gadis siluman ular itu menggeliat dan menikmati buaian lembut ciuman Langit.


Perlahan-lahan Langit membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuh pujaan hatinya.


"Kak Langit, apa yang akan kakak lakukan?" tanya Ara dengan berbisik.


"Kita saling mencinta bukan? kita satukan hati dan tubuh, Karena dunia ini milik kita berdua dan kita tak akan terpisahkan lagi." rayuan Langit yang membuat Ara terus menatap laki-laki yang saat ini sudah berada diatasnya.


"Hah, menyatukan hati dan tubuh? seperti apakah itu?" tanya Ara yang penasaran.


"Masak kamu lupa? seperti waktu kita digoa kemarin?" bisik Langit yang mengulas senyum ya seraya menyibakkan rambut Ara yang menutupi wajah pujaan hatinya itu.


"Eh, apa kita akan melakukannya lagi?" tanya Ara dengan polosnya.


"Hm, iya!" jawab Langit yang menatap Ara dan gadis siluman itu menganggukkan kepalanya dengan pelan-pelan.


Langit melepas pakaiannya satu persatu dan saat ini menempel padanya, keduanya dalam kondisi tanpa busana sama sekali.


Mereka kemudian saling berpelukan dan Langit mulai menggerayangi tubuh mulus gadis yang ada dibawahnya saat ini.


"Bersiaplah sayang, kak Langit akan membuat kita bersatu selamanya." bisik Langit yang kemudian memasukkan miliknya pada milik Ara, dengan perlahan-lahan naik dan turun dengan irama yang lembut dan berlanjut dengan cepat.


"Aaaghh...!"

__ADS_1


Ara menggeliat merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Kak Langit, aahhh...!"


"Sayang nikmatilah, kak Langit juga menikmati proses kita ini!" bisik Langit yang terus diatas Ara dan mereka menumpahkan asmara mereka, dan pada akhirnya benih cinta Langit tertanam di milik Ara.


"Bersiaplah sayang, bersiaplah Ara sayangku!" bisik Langit yang telah mengalirkan ratusan benihnya kedalam milik Ara.


"Kak Langit, ahh..!" seru Ara sembari memejamkan kedua matanya menikmati ratusan benih yang masuk ke rongga miliknya.


Dengan napas tersengal-sengal, Langit merebahkan dirinya di samping Ara. Demikian pula dengan Ara yang berusaha mengatur napasnya.


Kedua sejoli itu mengeluarkan keringat yang bercucuran membasahi tubuh dan perlahan-lahan mereka saling memejamkan kedua mata mereka.


Dua sejoli itu tertidur dengan lelapnya di kamar kecil dalam goa yang menjadi tempat tinggal mereka,


Dua sejoli itu tertidur dengan lelapnya di kamar kecil dalam kamar Ara di rumah Bu Misnah yang sekarang sering di sebut bi Ranti itu.


Waktu tak terasa terus bergulir, terdengar kicauan burung di depan goa yang saling bersautan dan sinar matahari menerobos masuk ke dalam sela-sela tirai jendela kamar Ara dan menerpa wajah kedua sejoli yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Perlahan-lahan Ara membuka kedua matanya dan menebarkan pandangannya ke sekitar tempat tidur, Ara melihat sesosok laki-laki di sampingnya yang juga membuka kedua matanya itu menatap ke arahnya.


"Selamat pagi!" sapa Langit seraya mengulas senyumnya.


Langit kemudian mencium kening pujaan hatinya yang masih bermalas-malasan di tempatnya.


"Sayang, kak Langit mau lagi!" bisik Langit di telinga Ara.


"Hah! mau apa kak?" tanya Ara dengan polosnya.


"Hm, tanam benih sayang!" bisik Langit yang memposisikan tubuhnya menghadap ke tubuh Ara.


"Hm, tanam benih?" tanya Ara dengan bergumam, mengingat arti dan maksud dari tanam benih itu.


Tanpa menunggu persetujuan dari Ara, Langit mencium kedua pipi mulus Ara dan perlahan-lahan ke leher jenjang gadis siluman ular itu.


Kekasih Ara itu kemudian membuat stempel kepemilikan di leher kiri bagian bawah kekasihnya. Dan banyak tanda merah yang dibuat oleh Langit.


Perlahan tangan Langit menyusuri dada dan mendapati gunung kembar gadis pujaannya itu. Kemudian Langit memainkan kedua gunung kembar itu dengan perlahan-lahan.


"Bersiaplah sayang, kak Langit akan membuat kita bersatu selamanya." bisik Langit yang kemudian memasukkan miliknya pada milik Ara, dengan perlahan-lahan naik dan turun dengan irama yang lembut dan berlanjut dan lanjut dengan cepat.


"Aaaghh...!"

__ADS_1


Ara menggeliat merasakan sensasi pada kedua gunung kembarnya,yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Kak Langit, aahhh...!"


"Sayang nikmatilah, kak Langit juga menikmati proses kita ini!" bisik Langit yang saat ini ada diatas Ara dan mereka menumpahkan asmara mereka, pada akhirnya benih cinta Langit tertanam di milik Ara.


"Bersiaplah sayang, bersiaplah Ara sayangku!" bisik Langit yang telah mengalirkan ratusan benihnya ke dalam milik Ara.


"Kak Langit, ahh..!" seru Ara sembari memejamkan kedua matanya menikmati ratusan benih yang masuk ke rongga miliknya.


Dengan napas tersengal-sengal, Langit kembali merebahkan dirinya di samping Ara. Demikian pula dengan Ara yang berusaha mengatur napasnya.


"Kamu hebat sayang, kak Langit bangga padamu!" bisik Langit sembari mengusap lembut kepala Ara yang mengulas senyum pada Langit.


"Kak Langit, Ara sangat cinta sama kak Langit. Apapun Ara berikan untuk kak Langit, kak Langit janji akan selalu bersama Ara." pinta Ara sembari membalas mengusap kepala Langit dengan lembut.


"Iya sayang, pasti kak Langit akan selalu bersama gadis cantik ini." bisik Langit sembari mengecup kening Ara. Putri siluman ular itu pun mengulas senyumnya dengan lembut.


Matahari sudah beranjak meninggi, Ara merasakan gerah di tubuhnya.


"Kak Langit kita mandi yuk, badan Ara lengket semuanya karena keringat. Sebaiknya kita pergi ke air terjun untuk mandi." ajak Ara dan Langit mengangguk tanda menyetujuinya.


Kemudian mereka bangkit dari posisi mereka yang berbaring dan dalam keadaan tanpa sehelai benang sama sekali, Langit membopong Ara dan melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.


"Kak Langit ini, apa-apaan sih!" seru Ara yang agak canggung dan dia melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Kak Langit mau kalau kita mandi bersama. Jadi ayo kita nikmati bersama ya!" balas Langit seraya mengulas senyumnya


Ara hanya bisa pasrah dan setelah masuk ke kamar mandi, Langit menurunkan istrinya dan kemudian Langit mengunci pintu kamar mandi itu dari dalam.


Langit tak henti-hentinya memeluk dan menciumi istrinya dan Ara berusaha melayani kemauan dari suaminya itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2