Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Kembali ke Hutan Larangan


__ADS_3

Darjo bertekad untuk sembuh dan segera melamar Ranti, kemudian memperistri ibu kandung Baron itu.


Hari terus berganti, dan Darjo telah sembuh dari sakitnya. Kini dia berniat menepati janjinya, yaitu melamar Ranti, ibu angkat Ara.


Lamaran Darjo pun diterima oleh Ranti, dan disepakatilah pernikahan mereka terjadi seminggu kemudian.


Dan tibalah acara pernikahan kedua pasangan yang sudah berumur itu.


Ara tak bisa bertemu banyak orang di acara bahagia Darjo dan juga Ranti. Tanda-tanda kehamilannya pun sudah muncul, dan dia tak bisa bertemu orang banyak adalah salah satu keinginan dari bayi yang dikandungnya.


"Sepertinya, aku memang harus pulang. Aku tak mungkin akan melahirkan bayi, yang belum di ketahui manusia apa ular yang akan lahir nanti." gumam dalam hati Ara yang pandanganya menerawang ke arah hutan terlarang, lewat jendela kamarnya.


"Aku seperti ingin makan katak hijau! apakah ini yang namanya 'ngidam'?" ucap dalam hati Ara.


Keesokan harinya setelah sarapan bersama, Ara mengutarakan niatnya untuk pulang ke hutan larangan.


"ibu, ayah dan kak Baron. Ara harus pulang ke hutan larangan hari ini juga." ucap Ara yang menatap ke arah orang yang disebutnya itu satu persatu.


"Kenapa cepat sekali kamu mau pulangnya Ara? ada apa dengan kamu?" tanya Baron yang penasaran.


"Ara merasakan tanda-tanda kehamilan Ara yang kemungkinan tidak lazim untuk kalian para manusia. Karena itulah Ara mau kembali ke hutan larangan." jawab Ara.


"Baiklah kalau itu jadi keinginan kamu, dan semoga ini menjadi hal yang baik untuk kamu dan kita semuanya." ucap Ranti yang kemudian memeluk Ara dengan sangat eratnya.


Hu ungan keduanya memang sudah seperti anak dan ibu kandung saja.


"Baron, sebaiknya kamu antarkan Ara sampai ke tepi hutan larangan!" perintah Darjo yang kini melihat situasi keadaan Ara.


"Jangan khawatir, Ara bisa jaga diri. Walaupun Ara sedang hamil Ara masih bisa menggunakan kemampuan Ara." jelas Ara sembari mengulas senyumnya.


"Ah, iya kamu kan siluman. Kalau kamu jadi manusia cantik seperti ini, aku kadang sampai lupa kalau kamu itu siluman ular." ucap Ranti sembari mengulas senyumnya.


"Baiklah sebaiknya Ara berangkat sekarang juga." ucap Ara yang dengan yakin.


"Kalau begitu hati-hati lah dalam perjalanan, kalau sekiranya kamu kesulitan dengan keadaan kamu. Kamu kembali kemari."ucap Ranti yang kembali memeluk Ara


"Iya, ibu " jawab Ara.

__ADS_1


Ara mulai melangkahkan kakinya meninggalkan orang-orang yang mulai menyayanginya


Putri raja siluman ular itu terus menyusuri jalan yang menuju ke hutan larangan. Disaat tak ada orang di sekitarnya, Ara merubah diri menjadi ular emas dan kemudian melata menuju ke hutan larangan.


Sesejali ular emas itu mengawasi situasi disekitarnya, ular emas itu terus melata dan menyusuri jalanan yang mengarah ke hutan larangan.


Terkadang ular emas itu bersembunyi untuk mengindari orang-orang yang sedang lalu lalang.


Dan pada akhirnya si Ular emas itu sampai di tepi hutan larangan, yang terdapat banyak pohon yang lebih besar disekitar tempat itu.


Ular emas itu terus berjalan dan pada akhirnya dia menemukan peohonan yang kemarin di puja oleh kedua orang tua dari Baron.


Setelah melihatnya sementara pohon besar tersebut, Ara terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak hutan terlarang tersebut.


Ara terus berjalan menusuri jalan setapak di hutan belantara itu, yang terdapat pepehonan yang tinggi dengan daunnya yang lebat dan semak-semaknya yang meninggi juga sangat rimbun.


Putri siluman itu sesekali menoleh ke kanan dan juga ke kiri serta menebarkan pandangannya ke pepohonan dan juga langit diatas hutan larangan itu.


Perasaanya campur aduk antara kerinduannya dengan masa kecil dan kerinduannya dengan suaminya saat berada dalam hutan larangan.


Setelah cukup dalam dia masuk ke hutan larangan, ular emas itu merubah kembali tubuhnya menjadi perempuan cantik berpakaian perpaduan warna putih dan kuning keemasan.


"Aku mandi, badanku lengket semuanya karena keringat. Sebaiknya aku mencari sungai atau air terjun untuk mandi." gumam Ara yang terus melangkahkan kakinya untuk mencari aliran sungai atau air terjun yang bisa buatnya merendam tubuhnya.


"Bless... blesss....!"


Terdengar suara air yang jatuh ke bumi.


"Ohiya air terjun! wah pasti sejuk sekali airnya!" seru Ara yang bersemangat untuk mencari sumber suara itu.


Dan benar saja, tak berapa lama Ara menemukan aiir terjun yang tadi sempat membuatnya penasaran.


Gadis siluman itu bersemangat dan dia mencari tempat yang aman untuknya melepaskan pakaiannya.


Setelah menemukan batu yang besar untuknya bersembunyi, kemudian Ara melangkah menuju ke batu besar itu.


Ara meletakkan benda-benda miliknya ke batu besar yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Kemudian Ara melepaskan pakaiannya dan dengan segera dia menceburkan diri ke dalam kolam yang berada di bawah air terjun.


Gadis itu asyik berenang dan juga bermain air dengan riangnya. Ara yang sedang melupakan sejenak kesedihannya yang ditinggal suaminya.


.


Dan melupakan bahwa kedua orang tua kandungnya juga sedang menjodohkannya dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya, walaupun laki-laki tersebut adalah sahabatnya sejak kecil.


Ara yang sudah puas dengan mandi dan bermain airnya, gadis siluman itu menuju ke batu besar dimana dia meletakkan pakaian dan juga benda-bendanya yang dia bawa dari istana.


Setelah memakai pakaiannya, Ara melangkahkan kakinya meninggalkan kolam air terjun dan saat ini tujuannya adalah ke goa yang menjadi rumah keduanya dihutan larangan setelah istana kerajaan siluman ular.


Tak berapa lama ular emas itu menemukan goa yang dia maksud.


Ular emas itu kemudian merubah wujudnya menjadi gadis yang cantik. Yaitu Ara si putri siluman ular.


Ara membersihkan goa itu dan juga membersihkan goa kecil yang digunakannya untuk kamar, kemudian dia merebahkan diri diatas batu yang terdapat dalam goa tersebut.


Karena keletihan, perlahan-lahan kedua mata putri siluman ular itu mengatup dan akhirnya dia terlelap dalam mimpinya.


Cukup lama gadis itu tertidur, dan dia terbangun pada saat merasakan perutnya yang minta diisi.


Ara segera bangun dan kemudian mencari kayu bakar dan juga berburu binatang yang bisa dia makan untuk mengisi perutnya yang sudah sedari tadi minta diisi makanan.


Ara melihat ada ayam hutan yang lewat, dan pada waktu ada kesempatan, dia menangkap ayam hutan itu. Setelah menangkap ayam hutan itu, putri siluman ular itu segera membersihkan ayam dari bulu-bulunya dan juga isi perutnya


Setelah selesai, Ara melangkahkan kakinya menuju kembali ke goa. Kemudian dia membuat perapian dan segera memanggang ayam hutan hasil tangkapannya


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2