
Setelah selesai, Ara melangkahkan kakinya menuju kembali ke goa. Kemudian dia membuat perapian dan segera memanggang ayam hutan hasil tangkapannya.
Selesai makan, tiba-tiba selera makan Ara muncul kembali. Putri siluman ular itu mendesis, dan kemudian merubah dirinya menjadi ular emas.
"Sssst....!"
Ular emas itu terus melata keluar dari goa dan dia mencari apa yang menjadi keinginannya.
"Aku harus dapatkan kayak hijau!" gumam dalam hati Ara yang kemudian menjulurkan lidah bercabang ya untuk mencari sasarannya.
Tak berapa lama dia mendapatkan mangsanya, yaitu seekor katak hijau. Dengan lahapnya ular emas itu menyantap kayak hijau itu.
"Huu....uu...!"
Terdengar suara tangisan, dan sumbernya dari bayangan putih yang melesat ke arah goa tempat tinggal Ara.
"Suara tangisan, ah itu bukannya si Putih?" gumam ular emas itu yang penasaran.
Bergegas ular itu melata kembali ke goa yang baru saja dia tinggalkan, karena penasarannya. Apakah benar yang dia lihat itu bayangan sahabatnya siluman ular putih.
Benar saja bayangan itu masuk ke dalam goa, dan ular emas itu pun sampai juga di dalam goa tersebut.
Gadis berparas lembut yang memakai pakaian serba putih itu menangis tersedu, dan ulas emas itu merubah diri menjadi Ara yang berpakaian dengan warna kuning keemasan.
"Putih!" panggil Ara yang yakin kalau itu sahabatnya.
Siluman ular putih itu menghentikan tangisnya, dan dia mencari sumber suara yang telah memanggilnya.
"Tuan putri!" balas panggil siluman ular putih itu yang kemudian bangkit dari duduknya dan bergegas menghampiri sahabatnya. dan kedua sahabat itu saling berpelukan dengan eratnya.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Ara yang penasaran saat masih memeluk sahabatnya.
"Tuan putri, istana mendengar kabar kalau suami tuan putri meninggal di tangan ayahnya. Di istana sedang berpesta saat ini, tuan putri." jelas siluman ular putih.
"Pesta?" tanya Ara yang penasaran dan melepas pelukan mereka.
"Iya tuan putri, ini karena sang ratu dan yang lainnya menganggap kalau Darjo telah mendapatkan karma dari sang pencipta. Dia membunuh putranya sendiri!" jawab Siluman ular putih.
__ADS_1
"Hm, benar juga. Tapi kenapa harus suamiku yang tiada." ucap Ara yang kini raut wajahnya berubah drastis menjadi sendu.
"Hal itulah salah satu yang hamba tangisi tuan putri." ucap siluman ular putih yang menyeka air matanya.
"Salah satu? memangnya apa ada hal lainnya yang membuatmu bersedih?" tanya siluman ular emas itu yang penasaran.
"Tuan putri, anda tahu bukan kalau hamba menaruh hati pada siluman ular hitam?" jawab sekaligus tanya siluman ular putih.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Ara yang semakin penasaran.
"Sekarang ini dia merebut kekasihku si hitam!" jawab Siluman ular putih yang kesal.
"Apa? bagaimana mungkin hijau tega menyakiti kamu?" tanya siluman ular emas itu yang tak percaya.
"Sejak istana mengetahui kematian suami anda, ibu ratu dan juga dewan petinggi istana berencana menjodohkan tuan putri dengan Weling. Hal itu dikarenakan Weling lebih banyak prestasinya dibandingkan siluman ular yang lainnya. Dan tuan putri tahu sendiri kalau sedari dulu weling menyukai tuan putri, tapi dia juga disukai oleh siluman ular hijau. Dan saat mengetahui Weling dijodohkan dengan tuan putri, Siluman ular hijau marah dan dia melampiaskan kemarahannya dengan merebut suamiku!" jelas siluman ular putih dengan nada lirih di bagian akhir kalimatnya.
"Suami?" tanya Ara yang penasaran, karena yang dia tahu siluman ular putih belum menikah.
"Aku sudah menikah dengan siluman ular hitam tuan putri, itu kami lakukan secara sederhana. Tepatnya sebelum Kak hitam dan yang lainya menyerang Darjo beberapa bulan yang lalu." jelas siluman ular putih yang kemudian memegang perutnya.
"Kamu kenapa putih?" tanya Ara yang penasaran.
"Aku hamil tuan putri, dan ini anakku dengan kak Hitam." jawab si putih yang menatap Ara dengan sendu.
"Apa?" ucap Ara yang terkejut.
"Iya tuan putri, apa yang harus hamba lakukan?" tanya siluman ular putih yang sedikit kebingungan.
"Sementara ini aku belum ada ide yang untuk kebaikan kita semua. Mungkin lebih baik kita ke istana dan kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya." ucap Ara yang memberi usul dan hal itu dipikirkan oleh Siluman ular emas itu.
"Tapi yang mulia, hamba tak sanggup melihat kedekatan hijau dengan kak Hitam!" seru siluman ular putih yang benar-benar memelas.
"Baiklah kalau begitu, lebihbaik kamu tinggallah disini. Aku akan ke istana sendirian." ucap Ara yang menatap sahabatnya dengan raut wajah yang masih sendu.
"Aku pulang ke Intana sekarang juga, kalaupun nanti ada kabar selanjutnya, aku akan kabari kamu sekarang cepat dan langsung " ucap Ara yang menepuk punggung tangan kanan sahabatnya untuk sekedar menenangkan hati sahabatmu
"Iya tuan putri." balas siluman ular putih.
__ADS_1
Setelah berpelukan sekali lagi, Ara meninggalakan sahabat ya sendirian dan dia melangkahkan kaki meninggalkan goa tersebut.
Dengan jurus meringankan ubuh yang dia miliki, Ara mempercepat langkahnya menuju ke istana siluman ular.
Dan dalam hitungan menit, Ara sudah sampai di istana dan dia menyempatkan diri menebarkan pandangannya ke setiap sudut istana siluman ular dimana masa kecilnya dihabiskan di istana tersebut.
"Hm, menurutku tak ada banyak perubahan yang berarti di istana saat ini " ucap Ara yang melangkahkan kakinya perlahan-lahan dan melihat para prajurit penjaga yang menundukkan kepala jika berpapasan dengan Ara.
"Tuan putri Ara pulang!" seru salah satu prajurit yang bergegas berlari menuju ke aula kerajaan.
Ara tetap melangkahkan kakinya menuju ke aula kerajaan siluman ular. Dan di sana telah menanti ratu dan juga panglima serta para dewan petinggi kerajaan lainnya.
Putri siluman ular itu melangkahkan kakinya menghadap ibunda ratu yang telah menunggunya di singgasananya.
"Putriku, akhirnya kamu pulang juga!" seru ibunda ratu yang bangkit dari duduknya dan Ara terus melangkah menghampiri ibundanya.
"Ibunda!" panggil Ara seraya memeluk ibundanya dengan erat dan keduanya menumpahkan rasa kangen mereka.
"Putriku, akhirnya kamu pulang juga!' seru ratu siluman ular yang berkali-kali menciumi kepala dan juga kedua pipi putrinya.
"Iya ibu, ma'afkan Ara Bu. Selama ini Ara menjadi putri yang tidak berbakti pada ibunda dan ayahanda." ucap Ara dengan rasa penyesalannya.
"Yang berlalu biarlah berlalu, sekarang ibunda harap mulai hari ini hidup kamu di abdikan untuk seluruh rakyat siluman ular. Apakah kamu mengerti putriku?" tanya Ratu ular yang menatap wajah putrinya dengan harap.
"Iya ibunda, ananda mengerti." ucap Ara yang juga membalas tatapan kedua mata ibundanya.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1