
Ara menunggu laki-laki itu sampai selesai buang air kecilnya di balik pohon yang cukup rindang.
Tak berapa lama laki-laki itu telah selesai dalam misinya dan berbalik arah kembali ke perkemahan.
Ara merubah wujudnya menjadi seekor ular emas. Kemudian dia menghadang laki-laki itu dengan wujud ya yang sekarang.
"U...ular!" seru laki-laki itu yang kaget karena ada seekor ular yang melihat ke arahnya dengan tatapan tajam.
Laki-laki itu mundur beberapa langkah untuk menghindari ular emas itu.
Namun belum sempat dia bergerak, ular emas itu dengan cepat mematuknya. Dan mengenai bagian lengannya.
Laki-laki itu ambruk dan membiru, ular emas itu telah menggunakan racunnya untuk memperdayai laki-laki itu.
Setelah yakin laki-laki itu benar-benar sudah tak bernyawa, ular emas itu kemudian merubah dirinya menjadi sesosok laki-laki itu dan kemudian menyeret tubuh laki-laki yang sudah tak berdaya itu ke semak- semak di hutan larangan itu.
Dengan sedikit mengeluarkan tenaga, dan pada akhirmya Ara berhasil membawa laki-laki itu sampai ke semak-semak.
Setelah selesai Ara yang berubah menjadi laki-laki itu, melankahkan kakinya menuju ke perkemahan.
Sesampainya di perkemahan, Ara bertemu dengan para pekerja pak musnah yang lainnya.
"Apa tujuan mereka disini ya?" Ara yang membatin.
Kemudian Ara berbaur dengan yang lainya dan mereka sedang sarapan pagi bersama.
Menu sarapan pagi mereka adalah daging rusa panggang. Semua menikmati menu itu dan saling bercerita.
Tak berapa lama pak Misnah keluar dari tendanya dan memberi pengarahan pada semua pekerjanya.
Ara sangat terkejut, dengan apa yang diarahkan oleh pak misnah.
"Apa? ternyata mereka akan menangkap para rakyatku? tidak akan aku biarkan!" seru dalam hati Ara dengan geramnya.
Gadis siluman itu berdiri dan melangkahkan kaki menghampiri Misnah.
"Apa yang akan kalian lakukan pada rakyatku!" seru Ara dengan geramnya.
"Rakyatmu, siapa kau?" seru pak Misnah yang penasaran.
"Aku adalah penguasa disini! Dan kalian jangan bertindak sewenang-wenang di wilayahku!" seru Ara pada pak Misnah.
__ADS_1
"Penguasa, memangnya siapakah kamu?" tanya Pak Misnah yang penasaran.
Kemudian Ara yang saat ini menyamar menjadi laki-laki pekerja dari keluarga Misnah itu merubah dirinya menjadi ular kuning keemasan yang berkepala lima dengan ukuran yang lebih besar.
"Apa! si...siluman ular!" seru beberapa orang pekerja pak Musnah yang mengetahui tentang wujud dari siluman ular berkepala lima.
"Siluman ular?" ucap Pak Misnah yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.
"Ketahuilah kalau aku adalah putri raja dari kerajaan siluman ular yang menghuni di hutan terlarang ini. Dan aku mengetahui niat buruk kalian! karena itulah, kalian pantaslah dihukum!" seru Ara dengan geramnya.
"Apa! Kurang ajar kau, serang dia!" seru Pak Misnah yang terus memerintahkan pekerjanya untuk menyerang Ular berkepala lima itu.
Dan dengan sedikit ketakutan, para pekerja itu menyerang Ara dengan senjata seadanya yang ada di tangan mereka masing-masing.
"Ciaaat!"
"Weeet...! weeeet...!" seru para pekerja yang menyerang Ular yang berkepala lima itu.
Dengan melenggak-lenggok Ular berkepala lima itu menghindari setiap sabetan dan tebasan dari senjata tajam para pekerja Misnah.
Ketika ada kesempatan untuk menyerang balik, siluman ular emas yang sudah mengembangkan kepalanya itu, membuat serangan balik.
Ular emas itu mematuk kepala orang-orang yang ada dihadapannya.
"Sekarang hanya tinggal kamu dan aku pak Misnah!" seru siluman ular emas itu dengan geramnya.
"A...apa! kamu tahu namaku?" tanya pak Misnah yang sangatlah terkejut
"Tentu saja aku tahu siapa kamu! karena akulah yang membebaskan semua rakyatku di gudang kamu itu!" seru siluman ular yang berkepala lima itu dengan geramnya.
"Ja...jadi kaulah yang membebaskan mereka semuanya?" tanya pak misnah yang sangat terkejut, jika ular yang dihadapannya ini ada di rumahnya.
"Ya, dan kini giliran kamu yang akan aku habisi!" seru siluman ular itu yang kemudian mematuk ubun-ubun kepala misnah yang membuat misnah langsung tak berdaya.
"Aaarghh...!"
Suara erangan dari pak Misnah yang menyayat hati. Seketika itu juga nyawanya tak tertolong lagi.
"Berakhir sudah kisahmu pak Misnah yang telah musnah! he..he...he...!" seru Ara dengan mengulas senyumnya yang khas.
Habis sudah semua penghuni perkemahan itu dan tak tersisa satupun dari mereka, setelah itu Ara merubah tubuhnya menjadi ular emas biasa.
__ADS_1
Kemudian Ara meninggalkan tempat itu dan menyusuri jalan menuju ke kolam air terjun.
Ternyata aksi dari putri siluman ular yang menumpas habis pak Misnah beserta para pekerjanya, disaksikan oleh seseorang yang bersembunyi di balik rerumputan.
Setelah putri siluman ular itu pergi menjauh, laki-laki itu yang masih gemetaran memegang ponselnya dalam mode kamera.
"Pak Darjo harus tahu! kalau sahabatnya tewas di tangan Putri siluman ular itu!" gumam dalam hati laki-laki itu yang kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari tempat dimana dia bersembinyi menyaksikan apa yang dia lihat.
Sementara itu ular emas terus melata menuju ke kolam air terjun dan dia menceburkan dirinya dalam kolam itu.
"Auh...! segar sekali, airnya yang dingin dan memberi kesegaran untuk tubuhku!"gumam ular emas itu yang terus berenang di air kolam itu.
Setelah cukup puas dia berenang dan mandi, ular emas itu kemudian melata menuju ke goa diamana dia tinggal.
Tak berapa lama dia telah sampai di depan goa, kemudian ular emas itu masuk dan merubah wujudnya menjadi gadis yang cantik kembali.
Setelah itu Ara masuk ke goa kecil yang dia pergunakan sebagai kamar dan gadis siluman itu bersemedi untuk memulihkan tenaganya kembali.
Hari pun berganti malam dan malam berganti pagi hari, demikianlah perputaran waktu yang terus berlangsung dan akhirnya hari mendekati bulan purnama.
"Malam nanti adalah malam bulan purnama, apakah kak langit akan memenuhi janjinya?" gumam dalam hati Ara yang sedang membuat perapian dari kayu yang beberapa hari yang lalu sudah dia jemur.
Gadis siluman itu juga telah berburu ayam hutan dan sudah dia bersihkan, saat ini tinggal memanggangnya dalam perapian.
Setelah api sudah membakar kayu-kayu itu, Ara bergegas memanggang ayam hutan yang sudah dia siapkan tadi.
Walaupun tanpa bumbu, aroma ayam hutan itu telah menggelitik perut yang kosong.
Tanpa disadari oleh Ara, ada sesosok laki-laki yang masuk ke goa dan saat ini berada di belakang Ara.
Laki-laki itu menghampiri Ara dan menutup kedua mata Ara. Gadis siluman itu yang sedang asyik menikmati makanannya, tiba-tiba saja kaget karena keadaan menjadi gelap gulita.
...~¥~...
...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...