
Tak berapa lama, ular emas itu sudah berada di semak-semak dekat dengan tempat dimana Langit berdiri.
"Ara, kenapa kamu lama sekali?' tanya dalam hati Langit yang merasakan keanehan.
Karena merasa janggal, Langit mencari keberadaan Ara di sekitar tempat dia berdiri
"Ara, dimana kamu!" seru Langit yang memanggil-manggil keberadaan kekasihnya itu. Tapi tak juga dia menemukannya.
"Sebetulnya kemana gadisku itu?" gumam Langit yang penasaran, dan tetap saja tak menemukan kekasihnya itu.
Kemudian Langit melangkahkan kaki berkeliling mencari keberadaan Ara, sementara Ara yang sudah menjadi ular emas itu mengikuti Langit di belakangnya.
Tiba-tiba saja ular emas itu bertemu dengan ular Hijau dan juga ular putih sahabatnya.
"Putri Ara!" panggil ular putih yang menghampiri Ular emas itu.
"Hei kalian!" jawab Ara yang kemudian mengaitkan kepalanya dengan kepala ular putih dan juga ular hijau.
Suasana menjadi haru, pertemuan itu bak reuni diantara mereka.
"Kemana saja kamu sekarang ini?" tanya Ular hijau dengan mendesis.
"Ma'afkan aku jika aku pergi tanpa pamit kalian semuanya!" jawab Ular emas itu dengan tatapan bersalah.
"Apa sih yang membuat kamu harus pergi dari istana?" tanya ular putih yang penasaran.
"Itu karena aku tak mau dijodohkan, jadinya aku mau mencari cinta sejati-ku." jawab Ular emas itu yang menatap satu persatu sahabatnya yang ada dihadapannya itu.
"Jadi benar kamu mau dijodohkan?" tanya ular hijau yang penasaran
"Iya, dan sekarang ini saya sudah menemukan cinta sejati-ku!" jawab ular emas itu dengan mengulas senyumnya.
"Menemukan cinta sejati? penasaran siapa cinta sejati anda tuan putri!" ucap Ular putih yang ikut tersenyum dengan tulus.
"Nanti aku ceritakan kalau sudah mendapatkan restu dari ayahhanda dan ibunda serta ayah dari pujaan hatiku itu." balas si Ular emas seraya menatap satu persatu sahabatnya itu.
"Oiya, kalian kenapa sampai ke tempat ini?" lanjut tanya ular emas itu pada ular putih dan juga ular hijau itu.
"Kami terpisah dari ular Weling dan ular hitam, Selama tuan putri tidak ada, kami sering pergi berpetualang dan kami sering mendapati keluhan dan penderitaan para ular." jelas Ular putih.
"Keluhan dan penderitaan para ular?" tanya Ular emas yang penasaran.
"Iya, banyak manusia yang datang ke hutan Larangan. Mereka memburu ular-ular dan membantainya, menurut kabar saat ini mereka berkemah di area dimana tempat kita biasa bermain!" jelas ular Putih.
"Sebaiknya kita ke sana!'' seru ular emas dan kedua ular yang ada dihadapannya itu menganggukkan kepala mereka dan mereka melata menuju ke tempat dimana yang di tunjukkan oleh si ular putih.
__ADS_1
Ketiga ular dengan warna yang berbeda itu terus berjalan seperti umumnya binatang melata itu menuju ke tempat mereka biasa bermain.
Tak berapa lama, mereka sudah sampai di tempat tujuan dan benar saja ada perkemahan di tempat itu.
"Ayo kita bebaskan mereka!" seru Ular emas itu yang melangkah lebih dulu dan diikuti si ular putih dan juga si ular hijau.
"Kita menyelinap diantara tenda-tenda itu!'' seru si ular hijau.
"Benar dan kita tetap bersama untuk saling menjaga satu sama yang lainnya!" seru si ular putih dan yang lainnya menganggukan kepala mereka.
Kemudian mereka bertiga menyelinap di tenda terdekat, tapi mereka tak menemukan ular-ular yang ditahan oleh para manusia.
"Tak ada apapun disini, kita ke tenda lainnya!" seru si ular emas.
"Iya, ayo!" seru si ular hijau dan mereka kembali berjalan seperti layaknya ular pada umumnya menuju ke tenda yang lainnya.
Dan akhirnya dia menemukan sebuah tenda dimana terdapat kotak kaca yang berisikan ular-ular hasil tangkapan para manusia yang berada di kawasan perkemahan itu.
Setelah masuk, Ular emas dan ular putih serta ular hijau itu melihat begitu banyaknya ular yang terpenjara dalam kotak kaca.
Ular emas itu melihat tidak hanya dua orang, tapi masih ada tiga orang lagi yang mengurusi ular-ular itu.
"Benar saja, disini banyak sekali ular-ular! sebaiknya aku memancing mereka agar mengalihkan perhatian mereka!" gumam dalam hati ular emas itu
Kemudian ular emas itu mendekati sudut tenda dan ular itu mengeluarkan api melalui mulutnya.
Benar saja kepulan api itu menarik perhatian orang-orang yang ada disekitarnya.
"Api!"
"Kebakaran! kebakaran!"
Seru dua diantara kelima orang itu yang panik melihat api yang berkobar semakin membesar. Mereka pun berbondong-bondong berusaha mematikan api yang hampir mencapai atap rumah itu.
Sementara ular emas dan kedua sahabatnya itu dengan kekuatannya membuka gembok pada kotak kaca yang menahan rakyatnya.
Tidak ada satu dan dua kotak kaca, ketika ular emas sudah membebaskan beberapa ular-ular itu, ternyata masih ada ruangan lagi yang terdapat kotak kaca yang menahan para ular penghuni hutan terlarang.
"Tuan putri, di tenda itu masih ada lagi!" ucap salah satu ular dengan mendesis yang tentunya sangat di pahami oleh ular emas itu.
"Oh, masih ada lagi rupanya!" seru ular emas yang telah selesai membuka gembok kotak-kotak kaca itu.
"Tunggu apa lagi, ayo kita kesana!" seru si ular hijau dan kedua ular lainnya mengangguk, mereka menuju ke tenda yang dimaksudnya,
Kemudian ular emas, ular si putih dan ular hijau itu melangkah secara melata menuju ke ruangan yang ditunjukkan oleh ular tadi.
__ADS_1
Dan benar saja tenda itu banyak kotak-kotak kaca yang berisikan ular-ular. Ular emasputih dasegera membukakan satu persatu kotak kaca yang berisikan ular-ular itu.
Setelah terbebas, ular-ular itu melangkah dengan melata keluar dari kotak kaca dan meninggalkan ruangan itu. Namun sebelumnya mereka mengucapkan terima kasih pada Ular emas.
"Terima kasih tuan putri Ara!"
"Terima kasih tuan putri Ara!"
"Terima kasih tuan putri Ara!"
Demikianlah satu persatu para ular itu mengucapkan terima kasih pada Ular emas itu.
Ular emas itu membalas dengan anggukan dan senyuman, kemudian kembali melanjutkan tugas-tugasnya yaitu membuka gembok kotak-kotak kaca itu.
Saat ini ratusan ular telah terbebas dan mereka berjejal keluar dari rumah yang hampir terbakar setengahnya itu.
Setelah api padam, mereka baru menyadari semua kotak-kotak kaca terbuka.
"Para ular kabur!" seru salah satu dari mereka.
"Bagaimana bisa mereka kabur!" seru yang lainnya dengan rasa penasaran.
"Entahlah, yang jelas kita rugi besar!" seru orang yang disebelahnya
"Iya rumah kita terbakar!" timpal orang dibelakangnya.
"Aneh! Dari mana api itu berasal?" tanya mereka serempak yang belum tentu mereka dapat menjawabnya.
Sementara itu semua ular telah keluar dari tenda-tenda tersebut, dan mereka berkumpul di kebun belakang bersama ular yang lainnya,
Sedangkan ular emas itu berada dihalaman belakang dan kemudian mengembangkan kepalanya. Ular emas itu menyemburkan api, yang kali ini tak main-main, api lebih besar dari yang dia keluarkan di dalam tenda.
Kebakaran hebat itu disaksikan para ular-ular itu dengan senyum kemenangan mereka.
.
...~¥~...
...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...