
"Sebaiknya kita cari tempat untuk beristirahat, aku butuh ketenangan untuk bersemedi." lanjut ucap Darjo yang kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari lokasi perkemahan.
Setelah rombongan Darjo menjauh, Ular emas dan juga ular yang lainnya keluar dari persembunyian mereka.
"Tuan putri Ara, apakan anda tidak mau kembali ke istana?" tanya ular Weling pada si ular emas dengan penasaran.
"Tidak, saya belum berani pulang sebelum saya memastikan sudah mendapatkan cinta sejati saya." jawab ular emas itu yang menatap ke-empat sahabatnya.
"Kalau begitu kita berpisah sampai disini ya, dan tuan putri hati-hati ya dalam perjalanan nanti!" ucap si ular putih yang kemudian memeluk ular emas dan akhirnya mereka saling berpelukan satu samyang lainnya
Tak berapa lama ular emas pergi meninggalkan keempat sahabatnya itu, dan ke-empat ular berbeda warna itu juga meninggalkan tempat itu setelah ular emas hilang dari pandangan mata keempat ular yang beda warna itu.
Ke-empat ular beda warna itu melangkahkan menuju ke istana siluman ular, tanpa mereka ketahui ada sosok bayangan hitam yang mengikuti mereka.
Tak butuh waktu yang lama, ke-empat ular beda warna itu sampai di kawasan kerajaan ular yang dipimpin oleh raja ular yang merupakan ayahanda dari si ular emas.
"Kejadian tadi sebaiknya kita laporkan pada yang mulia raja!" seru Ular Weling.
"Iya dan kita harus cari cara mengatasi para manusia itu!" sahut si ular hijau.
"Nampaknya dari semua manusia itu, ada satu yang kesaktiannya sangat tinggi. Jadi kita harus hati-hati!" seru si Ular putih yang mensejajarkan tubuhnya dengan yang lainnya.
"Iya aku juga menduga begitu!" sahut si ular hitam, dan mereka melanjutkan perjalanan dengan masuk ke istana kerajaan siluman ular. Ke-empat ular beda warna itu melewati pintu gerbang kerajaan dan diperbolehkan masuk oleh para penjaga, karena para penjaga mengenal ke-empat ular tersebut.
Setelah melewati beberapa lorong istana, ke-empat ular tersebut telah sampai di aula kerajaan.
"Mohon ma'af nona dan tuan muda, anda semuanya hendak kemana?" tanya salah satu penjaga yang menjaga pintu aula.
"Kami ingin menghadap paduka yang mulia raja, ada hal yang harus kami sampaikan kepada beliau." jawab si ular Weling .
"Sebentar, biar saya sampaikan lebih dulu pada yang mulia." ucap penjaga itu.
"Baiklah!" balas si Ular Weling dengan sedikit menganggukkan kepala dan diikuti yang lainnya.
Kemudian penjaga itu masuk ke aula dan menghadap raja ular, ayahanda Ara yang sedang duduk di singgasananya bersama Ratu ular yang juga adalah ibunda Ara.
__ADS_1
"Mohon ma'af yang mulia jika kedatangan hamba mengganggu waktu yang mulia!" ucap penjaga itu dengan rasa hormat.
"Memangnya ada apa penjaga?" tanya raja ular dengan rasa penasaran.
"Diluar ada ular Weling, ular hitam, ular putih dan juga ular hijau yang hendak menghadap." jawab penjaga yang juga seekor ular itu.
"Mereka sahabat-sahabat Ara yang mulia!" seru ratu ular yang merasa kenal dengan sahabat-sahabat putrinya.
"Hm, mau apa mereka?" tanya raja ular lagi dengan mengusap dagunya.
"Belum tahu yang mulia, kata mereka ada hal penting yang mulia!" jawab ular penjaga itu dengan menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu, biarkan mereka menghadap. Saya ingin tahu apa tujuan dari mereka datang kemari!" seru Raja ular dan penjaga itu mohon diri untuk meninggalkan raja dan ratu ular.
"Hamba mohon diri yang mulia!" ucap penjaga itu dengan hormat.
"Iya!" jawab raja ular seraya menggerakkan tangannya pertanda mempersilahkan penjaga itu meninggalkannya.
Kemudian penjaga itu melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar aula, untuk menemui weling dan yang lainnya.
"Tuan muda dan juga nona muda, Yang mulia mempersilahkan kalian untuk masuk. Jadi silahkan kalian masuk, karena yang mulia sudah menunggu kedatangan kalian berempat!" seru penjaga itu seraya menatap si ular Weling, ular hitam, ular putih dan juga ular hijau secara bergantian.
"Ayo kita segera menghadap yang mulia raja dan ratu!" lanjut si Ular Weling, dan semuanya mengikuti ular Weling yang sudah masuk lebih dulu ke aula kerajaan.
Tak berapa lama mereka sudah sampai dihadapan raja dan ratu ular.
"Yang mulia raja dan ratu, mohon ma'af jika kehadiran kami mengganggu." ucap ular Weling dengan hormat dan mewakili yang lainnya.
"Ada perlu apa kalian menghadap kemari?" tanya raja ular yang penasaran.
"Kami melihat adanya perburuan pada ular-ular di luar istana, dan mereka dikurung oleh mereka di kotak kaca. Bahkan kami juga sempat ditahan oleh mereka." jawab ular hitam yang menjelaskan.
"Kalian sempat ditahan oleh mereka?" tanya ratu ular yang penasaran.
"Iya dan kami ditolong oleh tuan putri Ara." jawab Ular Weling yang apa adanya.
__ADS_1
"Ara? kalian bertemu dengan putriku? bagaimana dengan keadaannya saat ini? kuruskah dan apakah dia bahagia?" pertanyaan bertubi-tubi dari Ratu ular yang sangat mengkhawatirkan putrinya.
"Tuan putri Ara dalam keadaan baik-baik saja dan tuan putri-lah membebaskan semua ular-ular yang ditahan oleh para manusia.'' jelas si ular putri dengan apa yang baru saja mereka alami.
"Bagaimana awalnya Ara bisa bersama kalian?" tanya ratu yang penasaran.
Kemudian si ular putih dan dibantuvsahabatnya yang lain menceritakan apa yang terjadi, dari awal pertemuan mereka dengan Ara.
Sementara itu cerita sebelumnya ketika para penjaga dan juga ke-empat ular itu, tak menyadari bahwa sesosok bayangan hitam sedang mengawasi dari luar pintu gerbang istana.
Tak berapa lama bayangan hitam itu meninggalkan tempat tempat dimana sebelumnya dia mengintai ke-empat ular sedari perkemahan tadi.
Bayangan hitam itu tak lain bagian tubuh Darjo yang sengaja keluar dari raganya, untuk mengembara mencari informasi dengan mengikuti ke-empat ular bega warn itu.
Kemudian bayangan hitam itu masuk ke tubuhnya yang sedang duduk bersila dan dikelilingi oleh para pekerjanya yang tersisa,
"Hm...hmm...!" suara deheman dari mulut Darjo yang kemudian membuka kedua matanya.
"Tuan Darjo, kami sangat khawatir sekali. Saya kira tuan tak bisa bangun lagi!" seru salah satu pekerja Darjo .
"Syukurlah aku bisa kembali lagi ke tubuhku. Dan aku sudah mengetahui dimana istana siluman ular!" seru Darjo dengan mengulas senyum sinisnya.
"Istana siluman ular?" tanya para pekerja yang mengelilingi Darjo dengan saling berpandangan satu sama yang lainnya.
"Apakah diantara kalian ada yang mau ikut denganku menyerang istana siluman ular?" tanya Darjo yang menebarkan pandangannya ke setiap orang yang ada dihadapannya.
Sementara itu para pekerja diam dan saling pandang satu dengan yang lainnya seolah saling meminta pendapat.
...~¥~...
...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...