Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Air Kelapa pantangan Ara


__ADS_3

Terdengar suara air yang jatuh ke bumi, dan terus menerus. Hawa dingin memberi kesejukan di sekitar tempat itu.


"Blessh....bleshh...!"


"Air terjunnya sudah dekat! dan jalanan ini masih seperti biasanya." ucap Langit yang melangkahkan kakinya lebih awal dari Ara.


"Iya, akhirnya kita ke tempat ini lagi!" seru Ara seraya mengulas senyumnya dan menebarkan pandangannya ke sekitar kolam air terjun yang ada dihadapannya


Gadis siluman ular itu mengulas senyumnya. Kemudian mereka melangkahkan kaki dengan bersemangat menghampiri kolam air terjun dan mencari tempat yang aman untuk Ara melepaskan pakaiannya.


Setelah menemukan batu yang besar untuk Ara bersembunyi, kemudian Ara melangkah menuju ke batu besar itu dan Langit menunggunya seraya melepas pakaian bagian atasnya.


Sementara itu Ara meletakkan benda-benda miliknya di atas batu besar yang ada dihadapannya.


Kemudian Ara melepaskan pakaiannya dan dengan segera dia menceburkan diri ke dalam kolam yang berada di bawah air terjun.


Gadis itu asyik berenang dan juga bermain air dengan riangnya. Ara yang sedang melupakan kesedihannya dan sekarang merasakan kebahagiaan bersama Langit.


Tak berapa lama ada yang menutup kedua mata Ara, dan membuat penglihatan gadis siluman itu menjadi gelap gulita.


"Siapa? Kak Langit ya?" tanya Ara yang mencoba menebaknya.


"Benar sekali sayang!" jawab Langit yang kemudian berenang tepat dihadapan Ara.


"Ah, kak Langit kan suka gitu!" seru Ara yang memercikkan air ke arah Langit dan langit berusaha menghindarinya.


Adegan kejar-kejaran dengan berenang di dalam kolam air terjun itu, berlangsung lumayan lama dan mereka kemudian berlomba-lomba menangkap ikan untuk sarapan mereka.


Setelah merasa tangkapannya sudah cukup untuk mereka berdua, Langit segera membersihkan ikan-ikan itu.


Sementara Ara melangkahkan kakinya menuju ke batu besar dimana pakaian dan asesorisnya berada disana.


Ara dengan segera naik ke permukaan dekat batu besar itu, kemudian Ara memakai pakaiannya dan membenahi tatanan rambutnya.


Setelah selesai Ara melangkahkan kakinya menghampiri Langit yang telah selesai membersihkan ikan-ikan tersebut dan dia memakai kembali pakaiannya.


Beberapa saat kemudian keduanya melangkahkan kaki kembali menuju ke goa dimana mereka tinggal beberapa hari ini.


Langit menyalakan perapiannya dan Ara membantu menusuk ikan dengan ranting kayu dan kemudian dia memanggang ikan tersebut.


Tak berapa lama ikan-ikan itu mereka bakar bersama-sama.

__ADS_1


"Ara sayang, setelah sarapan nanti, kita cari kembali ayah kak Langit." ucap Langit sambil membolak-balikkan ikan yang dia panggang.


"Oh, iya kak!" balas Ara yang memperhatikan ikan yang dibakar oleh Langit.


Setelah ikan bakar itu sudah matang, mereka berdua segera memakan ikan-ikan tersebut.Satu persatu ikan-ikan itu tinggal duri dan kepalanya saja.


"Selesai juga kita sarapannya, ayo sebaiknya kita kembali mencari ayah. Dan semoga saja kita sampai di perkemahan ayah sebelum matahari tenggelam."ucap Langit yang kemudian bangkit dari duduknya dan dia melangkahkan kaki menuju ke tepi kolam air terjun.


Ara mengikuti langkah Langit dan kedua ya mencuci tangan mereka di tepi air kolam itu.


Langit dengan sengaja memercikkan air ke wajah Ara, dan Ara berusaha menghindar dan sesekali membalasnya. Saling balas percikan api itu pun terjadi, kemesraan mereka punmenjadi hiburan para binatang yang tanpa sengaja melihatnya.


"Sudah-sudah kak! basah semua ya nih!" seru Ara yang meminta menyudahi aksi mereka.


"Iya, ayo kita berangkat menempuh tujuan kita!" seru Langit dan Ara mengangguk tanda setuju.


Keduanya melangkahkan kaki perlahan menyusuri jalan setapak dan juga menghindari semak-semak yang berduri.


Matahari sudah berada diatas kepala mereka, rasa lelah dan haus menghinggapi keduanya.


"Ara, apakah kamu sudah lapar?" tanya Langit seraya menatap wajah kekasihnya yang sudah terlihat kelelahan.


"Iya, Ara sangat kelelahan. Sebaiknya kita istirahat dan mencari makan siang untuk kita!" jawab Ara yang mengusap keringatnya.


"Itu ada pohon kelapa, sebaiknya kita kesana! siang-siang begini, paling segar kalau kita minum air kelapa muda!" seru Langit dengan penuh semangat.


"Apakah begitu?" tanya Ara yang penasaran.


"Iya!" jawab Langit yang kemudian menarik tangan Ara dan melangkahkan kaki menuju ke salah satu pohon kelapa itu.


Dan tak berapa lama mereka telah sampai dibawah pohon kelapa itu, dan Langit memandang ke atas tempat ke arah buah kelapa.


Sementara itu Ara yang penasaran, ikut memandang ke arah buah kelapa sama dengan Langit.


"Bagaimana cara kita mengambilnya kak?" tanya Ara yang penasaran.


"Kamu lihat saja nanti seperti apa!" jawab Langit sembari mengulas senyumnya dan kemudian Langit mulai memanjat pohon kelapa tersebut.


Ara pun melihat apa yang dilakukan oleh Langit yang saat ini berada diatasnya.


"Ara, agak menjauh!" seru Langit pada Ara. Dan gadis itu yang merasakan namanya dipanggil, saat itu juga menjauh dari pohon kelapa tersebut.

__ADS_1


Kemudian Langit menjatuhkan kelapanya satu persatu ke bawah, dan setelah cukup untuk mereka berdua.


Kemudian Langit turun dan Ara segera mengumpulkan kelapa itu satu persatu dan akhirnya membuka salah satu kelapa. Keduanya kemudian meminumnya dan memakan dagingnya.


"Tiba-tiba saja Ara merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya.


"Kenapa tubuhku seperti ini? panasnya sangat aneh!" gumam dalam hati Ara yang merasakan tubuhnya yang semakin memanas.


"Agh....! aku seperti mau berubah menjadi wujud asliku, gawat!" gumam dalam hati Ara yang panik.


"Kamu kenapa Ara sayang?" tanya Langit yang penasaran.


"Kak, Ara pergi dulu. Sepertinya Ara akan buang hajat sebentar!" jawab Ara berbohong dan putri siluman ular itu meminta ijin pada Langit.


"Iya, hati-hati.!" pesan Langit pada Ara, dan Ara mengulas senyumnya.


Lalu Ara melangkahkan kakinya menjauhi langit dan gadis siluman ular itu tiba-tiba saja satu persatu keluar sisik.


"Aaarrgh! kenapa dengan tubuhku?" gumam dalam hati ara yang kemudian merasakan dirinya yang begitu sesak.


Dan pada akhirnya Ara berubah menjadi ular kuning keemasan yang merupakan wujud asli Ara.


Ular emas itu melingkarkan tubuhnya dan dia tetap diam untuk melihat situasi disekitarnya.


Berkali-kali ular emas itu berupaya merubah tubuhnya kembali menjadi gadis cantik lagi, tapi sangat sulit bagi ular emas itu.


"Kenapa aku jadi seperti ini? aku seperti tak bisa mengendalikan tubuhku!" gumam ular emas itu yang kemudian mencoba merayap dan meninggalkan tempat itu.


"Bagaimana aku bisa bersama kak Langit lagi jika tubuhku seperti ini?" gumam ular emas itu yang terus merayap mencari kekasihnya.


Tak berapa lama, ular emas itu sudah berada di semak-semak dekat dengan tempat dimana Langit berdiri.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2